Browsing tag: ADRO

SRTG Mampu Mencetak Laba di Saat Pandemi !

SRTG Mampu Mencetak Laba di Saat Pandemi !


Tidak jarang kita melihat pelaporan kinerja keuangan di tengah pandemic yang menghasilkan kinerja yang mengalami penurunan. Beberapa sektor yang sangat terdampak seperti transportasi serta retail pun juga ada yang laba bersihnya terpotong lebih dari setengah di tahun 2020 kemarin. Menariknya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melaporkan peningkatan pencapaian laba bersih menjadi sebesar Rp 8.8

Rumor Merger Gojek dan Tokopedia, Gimana Sih Updatenya ?

Rumor Merger Gojek dan Tokopedia, Gimana Sih Updatenya ?


Gojek dan Tokopedia, dua perusahaan start-up terbesar di Indonesia yang beberapa waktu terakhir dirumorkan akan segera merger. Rumor merger kedua start-up, juga ditengarai oleh rencana persiapan keduanya sebelum melakukan IPO di BEI. Bahkan per bulan Maret kemarin, Gojek dan Tokopedia ini sudah melakukan penandatanganan perjanjian Jual – Beli Saham Bersyarat (conditional sales purchase agreement/CSPA). Nah,

Daftar Indeks Saham IDX Growth30, Kira-Kira Saham Pegangan Kamu Masuk Gak ?

Daftar Indeks Saham IDX Growth30, Kira-Kira Saham Pegangan Kamu Masuk Gak ?


Ada yang sudah lihat daftar Indeks Saham IDX Growth30 untuk periode Februari 2021 – Agustus 2021 ? Yuk simak daftar saham-saham yang berhasil masuk Index IDX Growth30…   Artikel ini dipersembahkan oleh :     Daftar Saham IDX Growth30 Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Agustus 2019 meluncurkan indeks IDX Growth30, yang mengukur kinerja dari 30 saham

Fundamental Perusahaan Tidak Sehat, Kenali 5 Tandanya Berikut Ini…

Fundamental Perusahaan Tidak Sehat, Kenali 5 Tandanya Berikut Ini…


Berinvestasi saham di emiten yang sehat adalah aset yang sangat bernilai. Akan tetapi untuk menemukan emiten yang sehat tidaklah mudah, dibutuhkan suatu analisis yang tak cukup hanya dengan membaca berita di media saja.  Melainkan kita memang benar-benar harus melakukan analisis lebih dalam, agar tahu apakah perusahaan yang akan dibeli itu sehat atau sebaliknya. Namun, sebelum

China dan India Memperketat Impor Batubara, Batubara Tak Jadi Membara ?

China dan India Memperketat Impor Batubara, Batubara Tak Jadi Membara ?


Tahun 2020 yang penuh kejutan ini rasanya belum menjadi tahunnya emas hitam, sebutannya untuk batubara. Sampai artikel ini ditulis, harga batubara telah turun -26% YtD dari US$70 di awal tahun menjadi tinggal US$51.58. Tentu saja bukan pertanda yang baik untuk perusahaan yang bergerak di industri batubara. Sekarang ditambah lagi kabar bahwa China dan India, sebagai

Kebijakan Pemerintah Mampu Menggerakkan Harga Saham, Lho Bagaimana Bisa ?


Harga saham yang bergerak fluktuatif sudah lumrah terjadi, bahkan pergerakannya seringkali tidak terduga dan bisa terjadi secara signifikan. Ada sejumlah faktor mendasar yang mengakibatkan harga saham berfluktuasi. Salah satu faktor yang sering dilupakan oleh para investor adalah pengaruh kebijakan pemerintah terhadap kinerja harga saham. Padahal kebijakan pemerintah ini seringkali menimbulkan volatilitas yang cukup tajam bagi

Harga Batubara Turun 40% tapi Laba ADRO Malah Meningkat 52%, KoK Bisa ?


Beberapa bulan belakangan ini merupakan bulan-bulan di mana emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mengeluarkan laporan keuangan semester pertama 2019. Banyak yang mengecewakan karena perlambatan ekonomi, namun banyak juga yang melebihi ekspektasi pasar. Salah satu emiten yang laporan keuangannya melampaui ekspektasi pasar adalah emiten di sektor pertambangan batu bara, PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

penurunan harga batubara

Harga Batubara Terendah dalam 6 Bulan Terakhir, Bagaimana Prospek Emiten Pertambangan Batubara ?


Sejumlah emiten pertambangan belakangan ini seperti kehilangan tenaga di bulan November kemarin. Seperti misalnya harga saham PTBA yang sempat menyentuh harga tertinggi Rp 4.800-an di bulan Oktober 2018 dan harus merosot hingga ke Rp 3.900-an atau mengalami penurunan 18.75%. Demikian pula ADRO yang sempat berada di Rp 2.500-an pada awal tahun 2018 saat ini turun

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami