AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar, Apakah ASSA Semakin Prospektif?

AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar, Apakah ASSA Semakin Prospektif?


Perubahan zaman memaksa terjadinya perubahan trend di hampir semua sektor bisnis. Menjamurnya sektor ­e-commerce, dan adanya pandemic Covid-19 serasa mengakselerasi percepatan implementasi digital. Salah satu sektor yang diuntungkan adalah sektor logistik sebagai bagian supply chain yang penting. ASSA, holding dari pemain logistik AnterAja, pun juga kecipratan keuntungannya. Mari kita bahas…

 

Team Behind ASSA

Pemegang saham ASSA. Source : Presentasi ASSA

ASSA merupakan bagian dari Triputra Group yang dinahkodai oleh TP Rahmat. Kepemilikan ASSA sendiri, seperti terlihat pada grafik di atas, dikuasai oleh perusahaan yang berafiliasi dengan Triputra Group dan sisanya sebesar 40.5% dikuasai oleh publik.

Beberapa key milestone dari ASSA antara lain:

  • 2003: Pertama kali ASSA berdiri dengan nama ADIRA Rent
  • 2004-2006: Mendirikan bisnis ADIRA Driver Services & ADIRA Logistics Service
  • 2009: Rebranding menjadi PT Adi Sarana Armada
  • 2012: Membuat digital business: jual-beli mobil bekas online (BidWin)
  • 2018-2019: Meluncurkan bisnis-bisnis digital logistic lainnya: Share Car, Caroline, dan satu lagi yang membuat ASSA semakin hot dalam beberapa waktu terakhir ini, AnterAja.

 

 

 

Ingin mengetahui saham apa saja yang memiliki fundamental bagus dan harganya masih terdiskon (undervalued). Anda bisa menggunakan E-Book Quarter Outlook Q1 2021 yang telah terbit di sini…

 

 

 

ASSA dan AnterAja

Secara umum, ASSA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor logistik, tetapi jaring bisnis yang dimiliki ASSA tidak hanya terbatas kepada sektor tersebut. ASSA memiliki tiga pilar bisnis yang dijabarkan oleh perusahaan sebagai berikut:

Bisnis model ASSA. Source : AR ASSA

Secara singkat dari grafik di atas, kita dapat mengklasifikasikan bisnis model ASSA dapat diklasifikasikan ke dalam 5 kategori, sesuai dengan pencatatan pendapatan dari ASSA:

1) Delivery Service (AnterAja),

2) Passenger vehicle lease,

3) Sale of used vehicles,

4) Driver lease

5) Auction

6) Logistic service

 

Breakdown pendapatan ASSA 1Q20 vs 1Q21. Source : LK ASSA, diolah

Dari data di atas, terlihat breakdown pendapatan ASSA dalam Rupiah. Yang ingin kami tonjolkan adalah bagian delivery services, di mana ini merupakan bagian pendapatan milik ASSA yang disumbangkan oleh AnterAja. Per 1Q20 lalu, AnterAja hanya menyumbang Rp 126 miliar – tetapi per 1Q21 kemarin, kontribusi AnterAja meningkat lebih dari 3x lipat ke level Rp 392 miliar. Perlu Anda ketahui, peningkatan yang terjadi di AnterAja juga tidak berarti pendapatan divisi lain mengalami penurunan. Terlihat pada grafik di atas juga bahwa pendapatan di segmen-segmen yang lain juga tidak meningkat/turun terlalu drastis- tetapi key driver dari kinerja ASSA sekarang, without a doubt, adalah AnterAja.

Breakdown pendapatan ASSA 1Q20 vs 1Q21. Source : LK ASSA, diolah

Hal ini juga yang menyebabkan kontribusi pendapatan AnterAja terhadap total pendapatan ASSA meningkat drastis – malahan menjadikan AnterAja sebagai contributor utama terhadap total pendapatan ASSA. Terlihat pada grafik di atas bahwa per 1Q20, AnterAja hanya berkontribusi sebesar 18% terhadap total pendapatan perusahaan, tetapi per 1Q21 kemarin meningkat ke level 41% atau tertinggi di antara semua segmen lainnya.

Per data yang ditampilkan pada presentasi perusahaan, ASSA memiliki lebih dari 26 ribu kendaraan untuk disewakan, 4.6ribu driver, 1.500 klien, lebih dari 1000 service center, serta lebih dari 3000 karyawan.

Tidak hanya itu, 10 tahun sejak berdiri pun ASSA sudah mendapatkan recognition dari sejumlah penghargaan seperti Top Brand Award, Service Quality Award, Long Term Service Award, sampai Most Powerful Company.

 

Ciamik memang, bisnis model ASSA, dan eksekusi yang brilian yang berhasil ditampilkan oleh perusahaan. Meskipun demikian, perlu Anda perhatikan juga bahwa harga saham ASSA sendiri telah naik hampir 2.5x lipat sejak awal tahun – tentunya, kita bukan satu-satunya investor yang mengetahui tentang bisnis model ASSA. Apakah ASSA masih menarik untuk dikoleksi sebagai investasi? Kami tidak memberikan rekomendasi, silakan do you own research..

 

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

 

###

 

Info:

 

 

Tags : AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar | AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar | AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar | AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar | AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar | AnterAja Sumbang Hampir Rp 400 miliar 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami