DCII Kuasai Pasar

DCII Kuasai Pasar, Tapi Malah Tak Ada Transaksi !


Dalam satu bulan terakhir pelaku pasar dihebohkan dengan kenaikan harga saham sebuah emiten yang mencapai 80x lipat dalam jangka waktu 6 bulan saja. Tidak lain dan tidak bukan emiten ini adalah DCII yang masih hangat diperbincangkan sampai sekarang. Tak tanggung-tanggung rumornya DCII kuasai pasar, tapi malah tak ada transaksi, lho kok bisa ya ? Langsung saja kita bahas…

 

Sekilas Tentang DCII

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) merupakan perusahaan jasa penyedia data center terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2011, didirikan oleh Toto Sugiri – seorang figur senior dunia TI Nasional yang juga menjadi salah satu pemegang saham, sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama DCII.

Source : www.marketeers.com

 

DCII menyediakan Layanan Infrastruktur Pusat Data Cloud dan Operator. Lebih rincinya berhubungan dengan penyediaan infrastruktur hosting, layanan pemrosesan data, hingga pada spesialisasi dari hosting seperti web-hosting, jasa streaming dan aplikasi hosting. Termasuk pada penyimpanan cloud computing. Oleh karenanya, DCII dinobatkan sebagai Pusat Data Tier IV pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang sejalan dengan perkembangan ekonomi digital, sehingga diyakini akan dapat mendongkrak prospek industri Pusat Data.

DCII juga memiliki sejumlah bisnis penunjang: 1. Usaha real estate (bangunan apartemen, hunian dan non-hunian), termasuk penjualan tanah; 2. Usaha di bidang aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer; 3. Usaha di bidang aktivitas konsultasi manajemen; 4. Usaha di bidang aktivitas pengolahan data; 5. Usaha di bidang aktivitas kantor pusat.

 

IPO dan Review Kinerja DCII

Seperti yang kita tahu, DCII Indonesia telah resmi melantai di BEI pada 6 Januari 2021 lewat Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), dengan melepas sebanyak 357.5 juta saham baru atau setara 15% dari modal disetor dan ditempatkan dengan harga penawaran sebesar Rp 420 per saham. Sehingga berhasil mengantongi dana segar senilai Rp 150.1 miliar. Rencananya dana itu, akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal sekitar 80% dan sisanya untuk modal kerja perusahaan ke depannya…

Tapi, gimana ya dengan kinerja DCII ini ? Apalagi DCII terbilang cepat merilis Laporan Keuangan kuartal I-2021 nya, untuk itu mari kita breakdown lagi…

  •  Profitabilitas

Berdasarkan Laporan Keuangan DCII, pendapatannya mengalami kenaikan 24.6% dari Rp 137.6 miliar per kuartal I-2020 menjadi sebesar Rp 171.5 miliar pada kuartal I-2021. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari Jasa Colocation sebesar Rp 161.7 miliar dan Lain-lain sebesar Rp 9.7 miliar. Dengan rata-rata pertumbuhan CAGR tahun 2020 – 2021 sebesar 18.3%.

Source : Laporan Keuangan DCII Kuartal I-2021

Peningkatan Jasa Colocation ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan pasar terhadap layanan colocation data center, seiring dengan berlangsungnya pembatasan aktivitas sosial/masyarakat yang masih terjadi.

Demikian halnya dengan laba bersih DCII yang tercatat meningkat 54.6% dari 31.08 miliar per kuartal I-2020 menjadi sebesar Rp 48.05 miliar di kuartal I-2021. Dengan rata-rata pertumbuhan CAGR tahun 2020 – 2021 sebesar 34.3%.

 

 

Anda ingin mengetahui saham apa saja yang memiliki fundamental bagus dan harganya masih terdiskon (undervalued). Sekarang, Anda bisa mendapatkannya di E-Book Quarter Outlook Kuartal I-2021 yang telah terbit !

 

 

Posisi Arus Kas DCII

Pendapatan DCII tersebut turut mendorong kinerja arus kas perusahaan. Tercatat Arus Kas Operasi DCII tumbuh positif menjadi sebesar Rp 100.3 miliar pada kuartal I-2021, angka ini tumbuh hampir 2x lipatnya dari Arus Kas Operasi Rp 49.9 miliar di kuartal I-2020 lalu. Menandakan bahwa pendapatan arus kas positif dari bisnis DCII.

Source : Laporan Keuangan DCII Kuartal I-2021

 

Sementara dari sisi Arus Kas Investasi, DCII yang merupakan perusahaan teknologi penyedia data center setidaknya tidak terlalu membutuhkan banyak dana seperti perusahaan konvensional pada umumnya. Hal ini terlihat dari arus kas investasi DCII berikut, tercatat pada kuartal I-2021 kemarin DCII masih mengeluarkan dana sekitar Rp 140.7 miliar, sudah lebih kecil dari kebutuhan investasi di kuartal I-2020 yang sebesar Rp 214.1 miliar.

Source : Laporan Keuangan DCII Kuartal I-2021

 

Kinerja DCII dari sisi Arus Kas Pendanaan juga tergolong baik untuk di kuartal I-2021, terlihat DCII tidak melakukan penambahan utang. Sebaliknya DCII justru melakukan sejumlah pembayaran yang di antaranya *pembayaran utang bank, *pembayaran liabilitas sewa, dan melakukan *pembayaran bunga. Namun disaat yang sama, DCII juga mendapat pendanaan baru dari hasil IPO nya yang senilai Rp 150.1 miliar.

Source : Laporan Keuangan DCII Kuartal I-2021

 

Balance Sheet

Namun, cukup disayangkan, dari sisi kemampuan bayar utang DCII terbilang kurang baik. Dengan posisi Asset Lancar perusahaan yang sebesar Rp 279.6 miliar dan Liabilitas Jangka Pendek sebesar Rp 482.9 miliar di kuartal I-2021, mencerminkan Liquidity Ratio 0.6x. Hal ini akan sedikit menyulitkan DCII memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sekalipun dibandingkan dengan Cash yang dimiliki DCII sebesar 138.0 miliar pada kuartal I-2021, maka merefleksikan Cash Ratio 0.3x.

Demikian halnya dengan total ekuitas DCII di kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp 918.1 miliar, dan total liabilitas kuartal I-2021 sebesar Rp 1.67 triliun, mencerminkan rasio DER 1.83x. Adapun yang menjadi catatan bagi kita adalah, ekuitas tersebut sudah termasuk tambahan dana segar dari IPO senilai Rp 150.1 miliar tadi. Artinya, DCII cukup berisiko gagal bayar. Hal ini ditegaskan dengan catatan kaki nomor 18 berikut ini…

Source : Laporan Keuangan DCII Kuartal I-2021

 

DCII Menarik Dilirik ?

Dari pembahasan di atas, setidaknya bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa secara kinerja DCII belum terlalu baik. Meski secara profitabilitas cenderung meningkat, dan cash perusahaan juga tergolong baik, salah satunya dengan adanya pendanaan dari hasil IPO yang membuat cash perusahaan tumbuh sekitar 4x lipat dari jumlah cash di kuartal I-2020 yang ‘hanya’ sebesar Rp 34.7 miliar menjadi sebesar Rp 138.0 miliar per kuartal I-2021.

Namun balance sheet DCII perlu diperhatikan, dengan perhitungan LR 0.6x, Cash Ratio 0.3x, dan juga  rasio DER 1.83x, sedikitnya menimbulkan potensi risiko gagal bayar yang mungkin di alami DCII.

Bahkan berdasarkan harga transaksi, sejak pertengahan Juni 2021 sampai dengan artikel ini ditulis saham DCII masih ditransaksikan pada harga yang premium di 59000. Harga sahamnya sudah melonjak signifikan sekitar 13.947% dari harga IPO nya yang hanya Rp 420 per saham nya, akibatnya saham DCII sering di suspend. Dan secara valuasi, DCII diperdagangkan pada PER 731.6x dan PBV 153.2x mencerminkan harga yang sudah terlampau tinggi dari rata-rata industri yang hanya 4.8x. Tentunya valuasi yang sudah overvalue ini menjadikan DCII kurang sehat dari sisi harga, bahkan mungkin lebih mengarah pada spekulasi.

Tak hanya itu, DCII sebagai perusahaan yang baru IPO juga cukup mencengangkan, bagaimana tidak market cap yang dihimpun DCII telah mencapai Rp 140.64 triliun. Sayangnya, sepanjang periode pertengahan Juni 2021 – sampai saat ini (per 9 Juli 2021) DCII belum dapat mencatatkan transaksi kembali yang disebabkan oleh belum dibukanya suspensi yang diberlakukan oleh pihak regulator. Gambaran sederhananya, kita ambil contoh pada RTI Business..

Source : RTI Business

Maka akan lebih baik, untuk saat ini kita bersikap wait and see terlebih dulu, minimal sampai harga sahamnya kembali murah. Di lain sisi, perlu kita ingat juga perusahaan yang baru menggelar IPO ini secara histori grafik pergerakan harga sahamnya masih baru dan akan cukup sulit untuk membaca arah pergerakannya ke depannya.

Jadi, bagaimana dengan pandangan Anda terhadap saham DCII ? Your decide yaaa…

 

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

 

###

 

Info:

 

 

Tags : DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar | DCII Kuasai Pasar

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami