Upaya JSMR Bangkit dari Pandemi Covid19            

Upaya JSMR Bangkit dari Pandemi Covid19            


Sampai tahun 2021 berjalan ini, JSMR masih berkomitmen menjaga kinerja agar tetap positif, di tengah pandemi Covid-19 yang berlanjut. Adapun yang diupayakannya, bukan hanya menggenjot pendapatan, tetapi juga menekan beban bunga yang menjadi biaya keuangan terbesar di tahun 2020 kemarin. Kalau ini permasalahannya, bagaimana bisa JSMR masih tetap optimis ?

 

Revenue JSMR di 2020

Seperti yang kita tahu pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu, cukup menekan kinerja JSMR sebagai perusahaan operator jalan tol. Di awali dengan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan kebijakan work form home (WFH) yang kemudian merubah perilaku masyarakat untuk tidak bepergian secara bebas. Akibatnya, trafik lalu lintas jalan tol drastis mengalami penurunan sehingga pendapatan jalan tol juga menurun.

Jika mengacu pada Laporan Keuangan JSMR kuartal IV-2020, Perusahaan jasa konstruksi ini memang mencatatkan pendapatan yang menurun -47.98%, dari Rp 26.34 triliun di 2019 menjadi Rp 13.70 triliun di 2020. Di mana ketiga segmen usahanya mencatatkan penurunan yang cukup drastis. Segmen usaha Pendapatan Konstruksi mengalami penurunan yang paling besar hingga sekitar -73.24% dari Rp 15.36 triliun di 2019 menjadi Rp 4.11 triliun saja di 2020. Disusul kedua, dengan segmen usaha Pendapatan Tol yang turun hingga -13.52% dari Rp 10.1 triliun di 2019 menjadi Rp 8.76 triliun di 2020.

 

Revenue JSMR Kuartal I-2021. Source : LK Kuartal I-2021

 

Di saat yang sama dengan pendapatan yang menurun, JSMR ini juga harus menanggung beban biaya keuangan yang cukup besar dengan total mencapai Rp 3.64 triliun di tahun 2020, dibandingkan tahun 2019:

Beban Keuangan JSMR Kuartal I-2021. Source : LK Kuartal I-2021

 

Dengan beban biaya keuangan yang besar tersebut, JSMR pun kembali mendapatkan utang bank namun untuk periode jangka panjang. Alhasil total utang bank JSMR pun melonjak 106.3%, dari Rp 25.67 triliun di 2019 menjadi Rp 52.98 triliun.

Liabilitas Jangka Panjang JSMR Kuartal I-2021. Source : LK Kuartal I-2021

 

 

Anda yang memiliki keterbatasan waktu untuk bisa mengumpulkan informasi mengenai kinerja terbaru perusahaan, kini Anda bisa memanfaatkan Cheat Sheet sebagai alternatif yang dapat membantu menghemat waktu Anda untuk mengecek kinerja perusahaan yang saham nya Anda pegang. Yuk, dapatkan segera Cheat Sheet Q1 2021 yang akan segera terbit di sini…

 

 

Setidaknya ini menjadi cukup berisiko bagi JSMR karena :

1) Suku bunga (interest rate) dari masing-masing utang bank ini juga berbeda-beda mulai dari paling rendah di kisaran 4.25%, 7.00%, 8%, hingga ke 9%.

2) Beban utang perusahaan secara historical menjadi lebih tinggi daripada 9 tahun sebelumnya…

Historical Liabilitas JSMR Kuartal I-2021. Source : LK Kuartal I-2021

3) Berdasarkan pada interest coverage ratio (ICR) yang membandingkan laba operasi Rp 4.46 triliun dengan beban bunga Rp 3.64 triliun, maka kita mendapatkan ICR yang tergolong kecil di level 1.2 per 2020. Menandakan pengeluaran untuk pembayaran bunga utang perusahaan sangatlah besar. ICR tersebut mengalami penurunan dari ICR JSMR pada level 2.4 di tahun 2019;

4) Berdasarkan perhitungan debt equity ratio, total utang JSMR yang mencapai Rp 79.31 triliun per 2020, kalau dibandingkan dengan total ekuitas yang hanya Rp 24.77 triliun tentu sangat timpang. Tercatat rasio utang terhadap ekuitas (DER) JSMR adalah 4.16x menunjukkan beban keuangan JSMR kepada pihak luar sangatlah besar. Dan ini menjadi tidak sehat bagi JSMR, karena secara tidak langsung membuat JSMR menanggung kewajiban pembayaran pokok beserta bunga pinjaman sampai utangnya lunas.

 

Laba Bersih JSMR Ikut-Ikutan Turun

Besarnya beban utang perusahaan juga mengurangi pencapaian laba bersih yang diterima, lho!

Dan inilah yang terjadi dengan kinerja laba bersih JSMR di tahun 2020 kemarin. Tercatat laba bersih JSMR turun drastis sekitar 77.3%, dari Rp 2.20 triliun per 2019 menjadi Rp 501.5 miliar di 2020. Kinerja laba bersih yang menurun ini masih bisa kita katakan cukup baik, di tengah hantaman pandemi covid19 sepanjang 2020 kemarin. Namun, di lain sisi, laba bersih JSMR menjadi yang paling rendah secara histori…

Laba Bersih JSMR Kuartal I-2021. Source : LK Kuartal I-2021

 

Pertumbuhan laba bersih JSMR ini sebenarnya masih tertolong oleh upaya berbagai efisiensi yang dilakukan JSMR untuk mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol karena adanya PSBB tadi. Sebenarnya, berkaitan dengan ini, kita juga sudah pernah menganalisanya dalam artikel terpisah…

[Baca lagi : PSBB Diperpanjang 1 Bulan, Bagaimana Dampaknya terhadap kinerja JSMR ?]

 

 

Bercermin dari pencapaian JSMR di tahun 2020 kemarin, tak heran bila kinerja JSMR ke depannya diprediksikan akan lebih banyak menjaga kinerjanya, terutama dalam menjaga likuiditas perusahaan.

Hal lain yang tidak ketinggalan ramainya, adalah keputusan JSMR yang memilih untuk membekukan dividennya ! Tak ayal ini menjadi efek negatif bagi para pemegang saham JSMR… JSMR sendiri beralasan perolehan laba di tahun 2020 kemarin akan dipakai sebagai dana cadangan perusahaan, sejalan dengan upaya JSMR yang tengah memperkuat capital structure…

Sementara untuk menjawab keoptimisan JSMR terhadap perbaikan kinerja di tahun ini, tidak lepas dari rencana matang perusahaan yang akan mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.292 km di tahun 2021 ini. Di tambah lagi industri jalan tol memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dari pada, industri penerbangan ataupun lainnya. Sehingga diprediksikan akan dapat berkontribusi terhadap pendapatan JSMR ke depannya.

Termasuk juga dengan harapan yang digantung JSMR pada sovereign wealth fund (SWF) yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan pendanaan, sebut saja seperti pembangunan jalan tol baru yang akan didanai lewat SWF. Dengan itu, JSMR pun kian optimis beban utang perusahaan dapat ditekan  dan kinerja tetap terjaga.

 

Demikian, semoga saja ke depannya, JSMR bisa segera memperbaiki kinerja keuangannya dan menjadi perusahaan yang lebih sehat dari sisi utang…

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit | Upaya JSMR Bangkit 

You may also like

1 Comment

  • Echa
    June 8, 2021 at 10:36 PM

    Sangat drastis jg ya penurunannya ..
    Selama pandemi blm berakhir, emiten² yg terdampak akan sulit jg untuk memperbaikinya ..

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami