Rumor Merger Gojek dan Tokopedia, Gimana Sih Updatenya ?

Rumor Merger Gojek dan Tokopedia, Gimana Sih Updatenya ?


Gojek dan Tokopedia, dua perusahaan start-up terbesar di Indonesia yang beberapa waktu terakhir dirumorkan akan segera merger. Rumor merger kedua start-up, juga ditengarai oleh rencana persiapan keduanya sebelum melakukan IPO di BEI. Bahkan per bulan Maret kemarin, Gojek dan Tokopedia ini sudah melakukan penandatanganan perjanjian Jual – Beli Saham Bersyarat (conditional sales purchase agreement/CSPA). Nah, kira-kira bagaimana sih update rencana merger kedua start-up saat ini ?

 

Rumor Merger Gojek dan Tokopedia

Sejak memasuki tahun 2021 ini, Gojek – perusahaan teknologi yang melayani jasa angkutan ojek diberitakan merger dengan Tokopedia – perusahaan e-commerce raksasa di Indonesia. Keduanya sama-sama sebagai perusahaan start-up yang terkelola dengan baik. Jika nantinya, Gojek dan Tokopedia jadi terkonsolidasi sudah tentu integrasi model bisnis keduanya akan menjadi satu eskositem digital raksasa di Indonesia.

Menelusuri awal mula perkembangan rumor adalah Bloomberg News yang pertama kali memberitakan Gojek dan Tokopedia akan merger pada awal Januari 2021 kemarin. Mengutip keterangan yang dirangkum CNBCIndonesia, Bloomberg News menyebutkan bahwa kedua perusahaan telah menandatangani persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas atas bisnis masing-masing. Namun dengan perkembangan yang ada, per 9 Maret 2021 kemarin keduanya diklaim sudah melakukan merger, di mana Go-Jek telah menempuh jalur akuisisi terhadap Tokopedia dengan nilai akuisisi yang sama sekali tidak diungkapkan (undisclosed).

 

Startup Unicorn akan IPO

[Baca lagi : Startup Unicorn akan IPO, Benar Gak Sih Rumornya ?]

 

Hal menarik lainnya yang seolah-olah menjawab kebenaran rumor merger Gojek dan Tokopedia adalah bocoran halus yang mulai coba ditampilkan melalui iklan-iklan antara keduanya. Seperti berikut :

Iklan Ramadhan 1442 H, di mana layanan on-demand Gojek bekerja sama dengan Tokopedia dalam meluncurkan kampanye bersama yang bertema “Dekatkan yang Jauh, Kirim yang Bermakna”. Kerja sama ini, menggiring konsumen Tokopedia yang berbelanja di kategori khusus ‘Tokopedia Parsel Ramadhan’ akan memperoleh layanan GoSend, yang berlaku sepanjang 13 April – 12 Mei 2021. Nantinya GoSend ini akan memberi diskon ongkir di Tokopedia dengan kode promo, yang berlaku di wilayah Jabodetabek. Sedangkan untuk wilayah non-Jabodetabek berlaku di kategori “Parsel Ramadhan dan F&B”. Bahkan, iklan serupa juga muncul di televisi, YouTube, hingga media sosial, dengan durasi iklan sekitar 1 menit…

Source : inet.detik.com

Kendati demikian, perlu kita catat bahwa sebenarnya Gojek dan Tokopedia memang telah lama berkolaborasi dalam berbagai inisiatif kerja sama yang menarik. Salah satunya seperti kampanye #SenangnyaInstan yang ditujukan untuk bisa memenuhi kebutuhan pengiriman hemat bagi para pengguna layanan logistik Gojek, mulai dari GoSend, GoSend Portal, GoBox, dan GoShop.

Source : today.line.me

 

Kemana Arah Bisnis Entitas Hasil Merger : GoTo ?

Seiring dengan perkembangan merger Gojek dan Tokopedia yang rumornya akan segera selesai dalam waktu dekat ini. Keduanya bahkan sudah menentukan nama untuk entitas hasil merger yang bernama GoTo. Dengan porsi kepemilikan saham sebesar 60% saham GoTo dimiliki oleh Go-Jek dan sebesar 40% oleh Tokopedia. GoTo dinilai akan memberi keuntungan bagi Gojek maupun Tokopedia. Karena Gojek akan terhubung dengan e-commerce Tokopedia, sebaliknya Tokopedia juga akan mendapatkan akses GoSend.

GoTo sebagai entitas baru nantinya akan memiliki tiga unit bisnis ke beberapa arah yakni:

1) Penyedia layanan transportasi online Go-Jek,

2) Menjalankan bisnis e-commerce Tokopedia,

3) Jasa pembayaran dan layanan keuangan dengan nama “Dompet Karya Anak Bangsa”.

Tak tanggung-tanggung, nampaknya Gojek dan Tokopedia juga sudah menyiapkan jajaran eksekutif di GoTo. Di mana Go To akan dimpimpin oleh empat eksekutif paling senior, Co-CEO Gojek adalah Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi. Sedangkan CEO Tokopedia adalah William Tanuwijaya dan Presiden Tokopedia – Patrick Cao. Ke empat eksekutif senior ini akan didapuk menjadi penentu kebijakan di GoTo ke depannya.

Dan bukan sekedar menjadi entitas hasil merger, GoTo rupanya juga direncanakan untuk bisa melaksanakan dual listing, di Indonesia dan Amerika Serikat. Dengan mengincar dana sebesar USD 18 miliar atau setara Rp 263 triliun. Dan kalaupun dana tersebut berhasil di raih, tentu GoTo sebagai entitas baru akan menjadi platform “Super Power” yang menawarkan berbagai pilihan layanan. Mulai dari layanan e-commerce, ekspedisi, transportasi umum, pesan antar makanan, dan layanan lainnya.

 

Untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Mei 2021 yang telah terbit di sini…

 

 

Potensi Keuntungan Gojek dan Tokopedia Merger

Merger Gojek dan Tokopedia digadang-gadang akan menjadi start-up decacorn dengan valuasi sekitar USD 35 miliar – USD 40 miliar, atau setara dengan Rp 575.9 triliun. Tak ayal, rencana merger keduanya ditaksir bisa mencapai kapitalisasi pasar yang setara dengan perusahaan-perusahaan blue chip di BEI. Sebut saja seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Gojek tercatat memiliki 38 juta pengguna aktif setiap bulannya, sedangkan Tokopedia memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif setiap bulannya. Tentu merger ini akan kembali meningkatkan basis pelanggan dan nilai transaksi bisnis keduanya.

Tak hanya itu, baik Go-Jek dan Tokopedia rupanya dibekingi oleh beberapa investor besar. Misalnya seperti Go-Jek salah satu pemegang saham nya adalah Warburg Pincus dan Tencent Holdings. Sedangkan Tokopedia pemegang sahamnya adalah perusahaan raksasa China – Alibaba Group. Bahkan Go-Jek dan Tokopedia memiliki investor yang sama seperti Temasek Holdings, Sequoia Capital, hingga Google.

Gojek dan Tokopedia juga sama-sama mempunyai mitra. Gojek bermitra dengan para driver dan banyak restoran bentukan UMKM, sedangkan Tokopedia mempunyai mitra yang juga mayoritas UMKM. Bila diakumulasi, keduanya memiliki 10 juta mitra dan masih akan terus bertumbuh. Maka lewat merger yang tengah dilakukan ini, Gojek dan Tokopedia dapat bersinergi menumbuhkan jumlah mitra. Sekaligus membuka akses yang lebih besar lagi ke masing-masing mitra (merchant). Sebagai gambarannya berikut ini…

Indikator Perkembangan Gojek Tokopedia
Kisaran Valuasi US$ 11.0 miliar US$ 8.0 miliar
GMV/GTV

(Gross Merchandise/Transacton Value)

US$ 15.3 miliar US$ 12.1 miliar
Merchant

(Untuk Gojek, mitra pengemudi masuk hitungan)

US$ 2.9 juta US$ 9.9 juta
Monthly Active Users US$ 38.0 juta US$ 100.0 juta

Perbandingan Gojek & Tokopedia. Source : https://www.cnbcindonesia.com/

 

Dari tabel di atas terlihat perbandingan pasar antara Gojek dan Tokopedia, maka merger keduanya bisa memperbanyak merchant yang dapat mencakup lebih banyak konsumen untuk menggunakan platform keduanya. Tak hanya konsumen, keduanya juga akan memiliki akses data yang sangat besar untuk dikelola ulang menjadi sumber pendapatan baru. Mengingat data merupakan aset berharga di era digital seperti sekarang ini. Dengan merger, Go-Jek dan Tokopedia sama-sama akan menjadi tonggak sejarah dalam perkembangan ekosistem digital di Indonesia.

 

Perubahan Positif Pasca Merger

Lantas perubahan seperti apa yang mungkin dibawa oleh entitas hasil merger Go-Jek dan Tokopedia ?

  • Pertama, jutaan mitra pengemudi akan mendapatkan peluang tambahan pendapatan, melalui layanan pengantaran instan (same day delivery) di platform Tokopedia. Lantaran dengan merger Go-Jek dan Tokopedia, akan semakin banyak varian orderan yang bisa dipilih konsumen. Selain orderan GoSend dari aplikasi Go-Jek, konsumen juga bisa ambil orderan dari aplikasi Tokopedia yang delivery nya pakai GoSend.
  • Kedua, Gojek dan Tokopedia sebagai aplikasi raksasa Indonesia berpeluang besar menghadirkan sebuah ‘Super Apps’ di Indonesia. Super Apps ini merupakan sebuah aplikasi yang menawarkan berbagai bentuk layanan dalam satu aplikasi saja. Contoh super apps yang sudah ada adalah WeChat.
  • Ketiga, dapat melahirkan inovasi baru dalam bidang logistik. Dengan berkembangnya logistik, bukan tidak mungkin minat konsumen juga meningkat, sehingga gemar belanja.
  • Keempat, Gojek dan Tokopedia bisa menawarkan kesempatan lain kepada investor global. Merger Gojek dan Tokopedia juga akan memberikan investor global kesempatan lain untuk bertaruh di salah satu perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
  • Kelima, Gojek dan Tokopedia bisa membuat program lain untuk menaikkan kelas UMKM. Hal ini tidak lepas dari jumlah UMKM yang dalam waktu terakhir terus mengalami peningkatan, tentunya hal ini menjadi peluang tersendiri bagi Gojek dan Tokopedia dalam memperbesar jaringan mitra. Bahkan dengan ini Gojek dan Tokopedia sudah bisa berkontribusi untuk perekonomian lokal.
  • Keenam, merger Gojek dan Tokopedia akan menjadi sebuah grup teknologi digital terbesar. Kondisi ini tentunya akan mendominasi segmen internet konsumen, seperti mulai dari ride-hailing, pesan – antar makanan, layanan e-commerce, hingga ke layanan pembayaran.

 

Layak untuk Investasi ?

Ditengah-tengah rumor merger Gojek dan Tokopedia, Gojek kabarnya akan melakukan IPO pada awal semester II-2021 mendatang atau tepatnya setelah proses merger dengan Tokopedia selesai. IPO yang akan dilakukan Gojek digadang-gadang akan meraup dana sebesar lebih dari Rp 10 triliun, adapun per artikel ini ditulis dokumen IPO Gojek tersebut rupanya sudah dalam proses di OJK. Lantas, apakah layak investasi saat IPO nanti ?

Pertanyaan menarik untuk dijelaskan, memang jika IPO Gojek ini nantinya benar terjadi, bukan tidak mungkin akan menjadi IPO dengan penghimpunan dana terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Dan perlu kita tahu juga, bahwa sampai dengan saat ini IPO terbesar masih dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk alias ADRO yang di tahun 2008 melakukan IPO dengan nilai mencapai sebesar Rp 12.24 triliun.

Sebagai informasi saja, saat ini valuasi Gojek sekitar US$ 10.5 miliar dan Tokopedia sekitar US$ 7.5 miliar, bila di total jumlahnya mencapai US$ 18 miliar atau setara Rp 252 triliun. Dan bila menggunakan valuasi merger, maka target IPO ini bisa mencapai 10% atau Rp 25 triliun. Jika mengacu pada nilai ini, tentu diperkirakan nilainya akan terbilang besar.

Sayangnya, hingga artikel ini dibuat masih belum ada LK perusahaan yang dapat menjelaskan bagaimana kinerja keuangan perusahaan saat ini. Begitu pula dengan prospektus perusahaan yang juga masih belum tersedia di website resmi https://www.idx.co.id/. Hal ini sedikit menyulitkan kita untuk mengetahui lebih jauh dan menghitung valuasi saham-saham terknologi berkembang seperti halnya Gojek dan Tokopedia. So, akan kita bahas lagi dalam artikel terpisah lainnya bila LK maupun prospektus terkait sudah tersedia…

 

Kesimpulan       

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa merger Gojek dan Tokopedia masih belum memberikan pernyataan apapun terkait dengan rumor merger yang beredar.

Source : kumparan.com

Sayangnya, hal ini sangatlah kontra bila dilihat dari banyaknya media yang kian sering menunjukkan kedua perusahaan sedang dalam proses penyelesaian merger. Kendati demikian, yang perlu digaris bawahi di sini, apalagi bila benar merger ini ‘resmi terkonfirmasi sudah terealisasi”, maka Gojek dan Tokopedia akan menjadi perusahaan teknologi e-commerce raksasa di Indonesia yang model bisnis keduanya terintegrasi menjadi satu ekosistem digital terbesar di Indonesia. Bahkan merger Gojek dan Tokopedia bisa mendorong lebih banyak sinergi antara keduanya, tanpa mengganggu arah bisnis satu sama lain.

Terlepas dari pembahasan kita mengenai merger Gojek dan Tokopedia, akan lebih baik jika kita melihat hasil final dari keduanya dalam beberapa waktu dekat ini..

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Rumor Merger Gojek – Tokopedia | Rumor Merger Gojek – Tokopedia | Rumor Merger Gojek – Tokopedia | Rumor Merger Gojek – Tokopedia | Rumor Merger Gojek – Tokopedia | Rumor Merger Gojek – Tokopedia | Rumor Merger Gojek – Tokopedia  | Rumor Merger Gojek – Tokopedia 

You may also like

1 Comment

  • Rabbani
    May 5, 2021 at 12:24 PM

    Apa ya yg bakal dilakukan GoTo untuk berekpansi dr 2 perusahaan menjadi 1 ??

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami