Wow, JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF INA, Apa Alasannya ?

Wow, JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF INA, Apa Alasannya ?


Baru-baru ini, salah satu perusahaan yang menjadi market leader di industri jalan tol dan konstruksi di Indonesia – PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR, dikabarkan menawarkan 9 ruas jalan tol yang dimilikinya ke Sovereign Wealth Fund milik Indonesia: Indonesia Investment Authority (INA). Sebagai tambahan informasi, JSMR mengoperasikan total 21 ruas tol di Indonesia dan JSMR justru menawarkan 9 di antaranya kepada SWF. Apa alasannya, dan apakah ini akan berdampak positif terhadap kinerja JSMR ?

 

Kronologis dan alasan penawaran 9 ruas tol JSMR ke INA

Sekilas tentang JSMR: JSMR adalah salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di sektor konstruksi dan operator jalan tol. Per akhir tahun 2020 kemarin, JSMR menguasai pangsa pasar jalan tol di Indonesia sebesar 51%, dan diikuti oleh beberapa saingannya seperti terlampir di grafik bawah ini :

Pangsa Pasar dan Panjang Jalan Tol JSMR. Source : Presentasi JSMR

          

Panjang jalan tol yang “dimiliki” oleh JSMR adalah sebesar 1.603 km untuk yang hak konsesinya dimiliki, sedangkan sebesar 1.191 km untuk total panjang jalan tol yang sudah beroperasi. Di tahun 2020, JSMR telah menambah 29.46 km jalan tol baru, yakni di Pandaan – Malang Seksi V (3.11 km) dan Manado – Bitung Seksi 2A (26.35 km). JSMR telah menumbuhkan panjang jalan tol yang telah beroperasi, terutama sejak masa kepemimpinan Jokowi yang berfokus terhadap pembangunan infrastruktur.

Dapat dilihat pada gambar di atas, bahwa sejak tahun 2016 saja, panjang jalan tol beroperasi milik JSMR telah meningkat hampir 2x lipat dari 593km pada 2016 menjadi 1.191 km di tahun 2020.

Kendati tengah bertumbuh, baru-baru ini justru tersiar kabar bahwa JSMR menawarkan 9 ruas jalan tol kepada SWF INA yang total panjang jalan tol-nya mencapai 408.3 km. Detail terkait dengan penawaran 9 ruas jalan tol JSMR dan alasannya adalah sebagai berikut.

Pertama-tama, berikut adalah 9 ruas jalan tol yang dipilih dan ditawarkan oleh JSMR ke INA:

  1. Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi dengan panjang jalan tol 61.7km
  2. Jakarta Cikampek II Elevated dengan panjang jalan tol 36.4km
  3. Semarang – Batang dengan panjang jalan tol 75km
  4. Gempol – Pasuruan dengan panjang jalan tol 34.2km
  5. Gempol – Pandaan dengan panjang jalan tol 13.6km
  6. Pandaan – Malang dengan panjang jalan tol 38.9km
  7. Balikpapan – Samarinda dengan panjang jalan tol 98.9km
  8. Manado – Bitung dengan panjang jalan tol 39.9 km
  9. Bali – Mandara dengan panjang jalan tol 9.7km

SWF Indonesia – INA sendiri merupakan alternatif untuk program yang sedang digarap oleh JSMR, yang dinamakan asset recycling program. Hal ini berarti bahwa JSMR tidak sepenuhnya menjual kepemilikan ruas jalan tol tersebut, karena perusahaan masih menggunakan dananya untuk investasi di jalan tol yang baru.

Dari penawaran ruas jalan tol kepada INA, nantinya JSMR akan memperoleh 4 manfaat:

  • Meningkatkan likuiditas JSMR karena adanya dana segar yang masuk yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.
  • Alternatif pendanaan dari sisi ekuitas yang akan dimasukkan ke dalam program pendanaan ekuitas yang diperoleh dari sumber eksternal JSMR yang sudah beberapa kali melakukan asset recycling maupun equity fund raising.
  • Berfungsi untuk memperbaiki struktur permodalan JSMR, dan
  • Meningkatkan kinerja penjualan JSMR karena nantinya penjualan kepemilikan ruas jalan tol ini akan dilakukan di atas nilai buku (>1x PBV).

[Baca lagi : SWF Indonesia Investment Authority (INA) jadi Alternatif Pembiayaan Nasional. Apa Bedanya dengan SWF di Negara lain ?]

 

Sebagai informasi, rencana divestasi 9 ruas jalan tol milik JSMR ini, apabila disetujui, adalah rencana yang akan diselesaikan dalam jangka waktu beberapa tahun, jadi tidak semuanya sekaligus. Di tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan akan dilakukan divestasi di 2 – 3 ruas jalan tol dengan perkiraan dana yang akan diterima oleh JSMR sebesar Rp 1.5 triliun – Rp 3 triliun.

Meskipun JSMR akan “melepaskan” sebagian kepemilikan dari ruas jalan tol-nya, JSMR masih tetap akan berekspansi untuk meningkatkan portfolio bisnisnya dengan mengerjakan proyek jalan tol lainnya. Di tahun 2021 ini, JSMR menganggarkan Rp 5 triliun – Rp 7 triliun capex (capital expenditure) untuk membiayai pengerjaan proyek tiga jalan tol. Di mana sumber dananya akan berasal dari penerbitan obligasi, pinjaman bank, serta dari suntikan dana hasil divestasi ruas jalan tol. Adapun ketiga ruas jalan tol tersebut adalah: 1) Tol JORR 2 (Jakarta Outer Ring Road), 2) Manado-Bitung, dan 3) Balikpapan-Samarinda.

Secara umum, kami melihat bahwa divestasi ini akan berdampak positif terhadap kesehatan neraca JSMR. Hal ini karena JSMR nantinya akan mendapatkan tambahan dana segar dan meningkatkan jumlah kasnya.

 

Source : Cheat Sheet RK Team

 

Apabila dibandingkan dengan jumlah kas JSMR dalam 10 tahun terakhir, kas JSMR di tahun 2020 kurang lebih sama dengan rata-ratanya. Tetapi, apabila JSMR bisa mendapatkan dana segar dari divestasi ruas jalan tol, maka jumlah kas JSMR bisa sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan jumlah kas terbesar JSMR di tahun 2017 di sekitar Rp 6.8 triliun.

 

 

Anda yang memiliki keterbatasan waktu untuk bisa mengumpulkan informasi mengenai kinerja terbaru perusahaan, kini Anda bisa memanfaatkan Cheat Sheet sebagai alternatif yang dapat membantu menghemat waktu Anda untuk mengecek kinerja perusahaan yang saham nya Anda pegang. Yuk, dapatkan segera Cheat Sheet Q4 2020 yang telah terbit di sini…

 

 

Kepemilikan kas yang banyak ini memberikan ruang dan fleksibilitas bagi JSMR terhadap operasional bisnisnya, terurama karena JSMR masih memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan seperti yang telah  disebutkan di atas.

Di luar tiga proyek baru yang akan dikerjakan seperti yang disebutkan di atas, JSMR juga memiliki beberapa proyek lainnya yang sedang dikerjakan, di antaranya:

 

 

Untuk area Jakarta :

  • Tol Cengkareng – Kunciran – sudah hampir selesai (±98% progress).
  • Tol Serpong – Cinere à ini sudah selesai dan sudah beroperasi beberapa waktu lalu (belum terupdate di PPT JSMR)
  • Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (±20% progress), dan
  • Tol Bogor Ring Road à hampir 100% dan sebagian sudah beroperasi.

Dengan masih adanya proyek yang sedang dikonstruksi, kami melihat bahwa divestasi yang dilakukan oleh JSMR dapat menjadi angin segar, terutama bagi neraca JSMR.

 

Kesimpulan

JSMR merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan mengoperasikan jalan tol. Baru-baru ini tersiar kabar bahwa JSMR menawarkan 9 dari 21 ruas jalan tol yang dioperasikan oleh JSMR kepada SWF INA yang total panjang jalan tol-nya mencapai 408.3 km.

Dari penawaran ruas jalan tol kepada INA, nantinya JSMR akan memperoleh 4 manfaat:

  • Meningkatkan likuiditas JSMR karena adanya dana segar yang masuk yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.
  • Alternatif pendanaan dari sisi ekuitas yang akan dimasukkan ke dalam program pendanaan ekuitas yang diperoleh dari sumber eksternal JSMR yang sudah beberapa kali melakukan asset recycling maupun equity fund raising.
  • Berfungsi untuk memperbaiki struktur permodalan JSMR, dan
  • Meningkatkan kinerja penjualan JSMR karena nantinya penjualan kepemilikan ruas jalan tol ini akan dilakukan di atas nilai buku (>1x PBV).

Meskipun dengan dilakukannya divestasi, JSMR tidak akan hanya menerima pendapatan dari penjualan ini saja, tetapi juga masih akan mengerjakan tiga proyek jalan tol yang baru. Adapun ketiga ruas jalan tol tersebut adalah: 1) Tol JORR 2 (Jakarta Outer Ring Road), 2) Manado-Bitung, dan 3) Balikpapan-Samarinda.

 

*Disclaimer: Penyebutan nama saham dalam artikel ini bukan bersifat referensi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Di mana setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab dari masing-masing pelaku pasar. So, do your our research !

 

###

 

Info:

 

Tags : JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF | JSMR Tawarkan 9 Ruas Tol ke SWF

You may also like

1 Comment

  • Ridho
    April 12, 2021 at 10:17 PM

    Semoga aja dgn divestasi JSMR ke SWF INA ini, kinerja PT Jasa Marga tbk bertambah baik lg ..

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami