Nabung Saham saat Kritis, Peluang atau Ancaman ?!

Nabung Saham saat Kritis, Peluang atau Ancaman ?!


Belakangan sedang marak, investor pemula yang menabung saham di masa kritis akibat pandemi Covid-19. Investor pemula ini bahkan tidak merasa ragu, untuk membeli sebuah saham dan mengoleksinya. Jadi, sebenarnya nabung saham saat masa kritis itu peluang atau ancaman ya ?

Artikel ini dipersembahkan oleh :

 

 

Nabung Saham saat Kritis, Peluang atau Ancaman ?

Sebagian besar investor, pasti pernah berada di keadaan saat baru beberapa bulan memulai nabung saham, ternyata market anjlok parah. Kondisi market tersebut, tentu saja membuat kita sebagai investor menjadi dilema. Kalau begitu, apakah sebaiknya kita berhenti menabung dan tunggu sampai market bullish kembali, atau lebih baik lanjut menabung saham saja ?

Dari pertanyaan ini, kita akan memberikan sebuah simulasi berdasarkan pengalaman kritis di tahun 2008 dan tahun 2015, dengan menggunakan asumsi kalau perusahaan yang kita tabung sahamnya itu memiliki kriteria :

  • Business modelnya mampu berkembang minimal 5 tahun ke depan,
  • Manajemen-nya solid, kredibel, dan memperhatikan pemegang saham minoritas,
  • Laporan keuangan dalam 5 tahun terakhir mampu tumbuh konsisten.

 

Kita juga akan asumsikan, bahwa kita sudah membeli saham yang sama sebanyak 24 kali pada periode bearish dan 24 kali pada periode bullish. Anggap saja, kita beli saham 2 kali dalam satu bulan dan tiap periode berjalan 1 tahun.

 

Skenario 1 (Menabung Hanya di Fase Bearish)

Source : Finansialku.com

Penting untuk kita tahu, bahwa sebenarnya nabung saham itu sangat penting dilakukan dalam kondisi bearish. Karena kamu bisa mendapatkan lembar saham lebih banyak dari kondisi normal.

Berdasarkan gambar di atas, jika kita membelinya secara konsisten di fase bearish. Maka average kita akan berada di level Rp 1.505 dengan dana terpakai sekitar Rp 24 juta. Artinya, kita akan memiliki ±15.900 lembar atau setara 159 lot.

Jika misalnya harga akhir periode ada di level 1600, maka setidaknya kita bisa menikmati keuntungan sekitar 94.6 per lembar saham yang dimiliki. Sementara nilai pasar kita akan ada di Rp 25.5 juta. Memang secara untung belum terbilang banyak, tetapi lembar sahamnya sudah menjadi banyak, ‘kan ?

Jika asumsi dividen dibagikan sebesar Rp 125 per lembar saham, maka kita sudah mendapatkan penghasilan pasif hampir Rp 2 juta (Rp 125 x 159 lot) untuk tahun pertama investasi.

Dan, jika kamu stop membeli ketika fase bullish dimulai, dan harga akhirnya mencapai 5000 di akhir periode bullish. Maka nilai saham kita akan menjadi Rp 79.5 juta (Rp 5000 x 159 lot).

Jika asumsi dividen dibagikan sama yakni Rp 125 per lembar saham, maka kita akan mendapatkan pendapatan pasif yang sama, yaitu hampir Rp 2 juta (Rp 125 x 159 lot) untuk tahun kedua investasi kamu.

 

 

Ikuti Stock Market Mastery (Februari – Maret 2021) dapat dilihat di sini.

 

 

 

 

Skenario 2 (Menabung di Fase Bearish dan Bullish)

Source : Finansialku.com

 

Kemudian, bagaimana jadinya kalau kamu disiplin menabung saham baik saat harga saham bearish ataupun bullish ?

Ketika di fase bullish, kita tentu akan mengeluarkan dana senilai Rp 24 juta. Sehingga demikian, average beli ada di Rp 2.781 per lembar dengan total lembar yang kita miliki adalah ±8600 atau 86 lot. Kita tentu akan mendapatkan jumlah yang lebih sedikit daripada ketika nabung saham di fase bearish, lantaran harga saham yang cenderung naik dari waktu ke waktu.

Dengan menjumlahkan total saham yang kita beli 159 lot di fase bearish dan 86 di fase bullish, maka total kita memiliki 245 lot dengan average price total di 1.953 per lembar saham. Sehingga nilai pasar saham kita menjadi Rp 122.5 juta (Rp 5000 x 245lot). Artinya, kita akan menikmati keuntungan sekitar Rp 74.5 juta ((Rp 5000 – Rp 1953) x 245 lot).

Jika dividen dibagikan asumsinya sama di 125 per lembar, maka kamu akan mendapatkan dividen sebesar Rp 3,1 juta untuk tahun kedua investasi kamu.

 

Kesimpulan

Dari dua skenario di atas, bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa dengan tetap konsisten menabung saham dalam kondisi apapun. Maka kita berpotensi untuk memiliki saham dengan jumlah lebih banyak. Apalagi jika kita menabung saham ketika harga market anjlok, sudah tentu potensi capital gain yang kita terima jauh lebih besar dan dengan dividen yang lebih besar pula.

Bayangkan jika nanti harga bisa sampai menyentuh Rp 10.000 dan dividen bisa terus tumbuh hingga 300 per lembar. Maka kita akan mendapat 2 keuntungan jangka panjang sekaligus yaitu: capital gain dan dividen.

Oya, ada baiknya jika kita sebagai investor juga tidak lupa bahwa pertimbangan lain dalam membeli saham adalah kondisi fundamental perusahaan. Agar kita tidak mudah panic selling, jika sewaktu-waktu market anjlok, melainkan melihatnya sebagai peluang untuk mengkoleksi saham-saham likuid.

 

Sumber Referensi:

  • Hesti Retno Wahyuni, S.I.Kom. 9 Februari 2021. Nabung Saham Ketika Kritis: Peluang Atau Ancaman?. https://www.finansialku.com/nabung-saham-ketika-kritis-peluang-atau-ancaman/

 

 

Untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Maret 2021 yang telah terbit…

 

###

 

Info:

Tags : Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis | Nabung Saham saat Kritis

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!