Anne Scheiber Orang Biasa yang Menjadi Miliarder dari Bursa Saham, Apa Strateginya ?

Anne Scheiber Orang Biasa yang Menjadi Miliarder dari Bursa Saham, Apa Strateginya ?


Sampai saat ini mindset orang untuk menjadi kaya raya, seringkali diukur dari nominal penghasilan yang besar, kerja keras, usaha yang gigih. Bahkan tak jarang ada yang berpikir bahwa untuk bisa kaya itu, cukup dengan berusaha memenangkan lotre atau bahkan hanya dengan menikahi seorang miliarder saja, sudah tentu membuat kita juga menjadi miliarder baru. Namun, rupanya hal ini justru tidak berlaku bagi seorang wanita bernama Anne Scheiber yang berhasil membuktikan, bahwa orang biasa sekalipun mampu menjadi miliarder dari Bursa Saham. Kira-kira apa strategi jitu yang Anne Scheiber lakukan, hingga mampu menjelma sebagai wanita miliarder ?

 

Profil Singkat Anne Scheiber

Anne Scheiber merupakan seorang wanita kelahiran tahun 1929, di Brooklyn – New York. Ia menjalankan karirnya sebagai auditor IRS, sebuah Lembaga Pemerintah Amerika Serikat, dengan pendapatan tidak lebih dari $4.000 per tahun (atau setara ± Rp 4.5 juta per bulan, asumsi kurs sekitar Rp 13.500). Buruknya selama Anne berkarir di IRS, ia tidak pernah sekalipun menerima sebuah promosi jabatan bahkan hingga memasuki masa pensiunnya di tahun 1944 silam. Hal ini disebabkan oleh adanya diskriminasi terhadap perempuan dalam kerja secara umum di zaman tersebut.

Mas kecil Anne Shceiber tidak lepas dari kesulitan hidup, namun ia berhasil lulus dari perguran tinggi dan sekolah hukum. Ia juga diketahui menempati sebuah apartemen yang berada di New York. Ia memiliki keseharian yang sangat sederhana, salah satunya ia hanya menggunakan baju-baju yang sama sejak tahun 1944 ketika ia pensiun.

 

Mulai Berinvestasi Saham

Perjalanan investasi Anne Scheiber di mulai ketika pensiun bekerja di tahun 1944. Di mana ia hanya memiliki uang tabungan sekitar US$ 5.000, ditambah dengan uang pensiun sekitar US$ 3.100 per tahun. Dengan adanya uang pensiun tersebut, sudah tentu Anne Scheiber tidak perlu lagi bekerja dan ia hanya mengalihkan semua uang simpanannya dan uang pensiunnya untuk berinvestasi saham. Sehingga sejak saat itu, ia hanya fokus untuk berinvestasi saham. Keputusannya memilih instrumen saham, nampaknya tidak salah lagi. Karena kemudian, ia berhasil memetik keuntungan dari modal awal investasinya di Bursa Saham yang semula hanya US$ 5.000, menjadi sebesar US$ 22.000.000 dalam kurun waktu 50 tahun hingga ia pun meninggal di usia ke 101 tahun. Di mana ketika ia meninggal, ia masih memiliki sekitar 60% uang di saham, 30% pada instrumen surat hutang, dan 10% nya dalam bentuk uang kas.

Sebenarnya jika kita mencari tahu lebih dalam tentang sosok Anne Scheiber ini, kita bisa menemukan fakta bahwa karir investasi Anne Scheiber ini tidaklah mulus. Di mana pada sekitar tahun 1930-an, Anne Scheiber ini pernah mengalami pengalaman buruk yakni kehilangan banyak karena brokernya,. Sejak kejadian itu, akhirnya Anne Scheiber lebih senang untuk melakukan semua analisa saham dan pemilihan saham secara sendiri, tanpa lagi mengandalkan bantuan seorang broker. Ia sadar bahwa pendirian terhadap diri sendiri sangat penting, apalagi untuk masa depan keuangannya.

Dari sanalah Anne Scheiber memiliki lebih banyak waktu, dan mulai mencari perusahaan-perusahaan yang ingin ia miliki, untuk menghasilkan uang dan bisa memberikan dividen yang berkembang. Semuanya ia lakukan hanya melihat pada fundamental perusaahaan, dengan membaca laporan keuangan tahunan, menganalisa laporan laba/rugi, menganalisa bagian posisi keuangan. Hingga ia mulai mengambil posisi dan mengembangkan kepemilikannya dari tahun ke tahun.

Dalam praktik investasi Anne Scheiber, ia lebih menerapkan prinsip “Buy and Hold”, lalu strategi efisiensi pajak, dan hanya akan berinvestasi pada saham-saham berkualitas tinggi secara jangka panjang. Anne Scheiber juga diketahui jarang berpindah-pindah saham, guna mengurangi  biaya transaksi dan mendapatkan pajak yang efektif. Tak hanya itu, Anne Shceiber merupakan seorang yang tidak memperdulikan market timing dan fokus pada fundamental perusahaan. Ia pun sangat berkomitmen pada kualitas pertumbuhan investasi. Pasalnya, dividen yang ia peroleh dari saham selalu diiinvestasikan kembali untuk membeli saham lain lagi. Tentu inilah jawaban mengapa ia termasuk orang yang berhasil dalam berinvestasi saham…

                Beberapa pegangan investasi terkenal yang Anne Scheiber pegang hingga ia meninggal adalah Loew’s – Perusahaan Tobacco, Insurance; Pepsico – Perusahaan Consumer; Coca-Cola – Perusahaan Consumer; Bristol Myers – Perusahaan Pharmacy; dan Pfizer – Perusahaan Pharmacy.

Source : majalahlabur.com/inspirasi/kisah-anne-scheiber-wanita-yang-berjaya-meraih-keuntungan

 

Donasikan Hasil Investasi Saham

Pada tahun 1950 an, setelah keputusannya mengelola investasi hingga kematiannya, ia lakukan semuanya secara diam-diam. Menariknya keuntungan dari berinvestasi saham tersebut, ia alihkan untuk kepentingan donasi ke berbagai lembaga amal. Salah satu lembaga yang diketahui, adalah Universitas Yeshiva yang mana dananya diperlukan sebagai beasiswa untuk membantu wanita yang membutuhkan. Kegiatan donasi itu, cukup mengejutkan karena tidak ada yang tahu bahwa ia memiliki uang sebanyak itu ataupun mengetahui bahwa ia akan mendonasikannya.

 

 

Ikuti Stock Market Mastery (Februari – Maret 2021) dapat dilihat di sini.

Pelajaran penting yang Bisa Dipetik

Dari perjalanan investasi Anne Scheiber, setidaknya kita sudah mendapatkan beberapa poin penting yang tentunya bisa kita pakai sebagai bahan pelajaran dalam mengelola investasi :

  • Anne memulai investasi dari nilai yang kecil dengan disiplin dan konsisten. Prinsip ini sangat penting, di mana baginya tidak selalu dengan nominal besar untuk bisa sukses berinvestasi. Melainkan investasi itu harus dilakukan secara rutin. Jadi memang tidak selalu harus dengan nominal besar untuk membeli saham, tapi yang diperlukan adalah kedisiplinan dan konsisten untuk membeli saham.

 

  • Selalu membeli saham perusahaan yang berkualitas dan saham yang mudah dipahami, serta percaya pada hasil analisa sendiri. Anne Scheiber hanya akan membeli perusahaan-perusahaan berkualitas yang akan tetap ada dalam jangka panjang. Lantaran hanya dengan berinvestasi di perusahaan berkualitas, dan untuk menemukan perusahaan berkualitas itu, Anne Scheiber lebih memilih percaya pada hasil analisa yang telah ia lakukan sendiri.

 

  • Prinsip “buy and hold”, adalah strategi yang dilakukan Anne untuk memperoleh keuntungan jangka panjang dengan mengabaikan fluktuasi harga saham. Perlu kita tahu, prinsip “buy and hold” ini akan memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk bertumbuh. Sekaligus menghilangkan biaya yang timbul akibat aktivitas over-trading dan juga pajak capital gain. Dalam prinsip “buy and hold” ini umumnya investor jangka panjang akan meng-hold suatu saham dalam periode waktu tahunan atau bahkan dekade (10 tahun lebih).

 

  • Investasikan kembali keuntungan (dividen) yang didapatkan, memberikan peluang terhadap uangnya untuk berkembang lebih cepat. Pegang teguh kekuatan pada “Compounding Interest” alias bunga yang berbunga, sehingga semakin lama dividen yang diterima akan semakin besar. Tidak peduli dengan besaran perkembangan dividennya, Anne Scheiber tetap menaruhnya kembali di saham, sehingga bisa memberikan dividen kembali.

Adapun kutipan terkenal dari Profesor keuangan ternama, Jeremy Siegel menyebutkan :

“Bahwa menginvestasikan kembali dividen, menjadi sebagai pelindung ketika pasar jatuh dan mempercepat pengembalian. Di mana itu akan membuat investor dapat membeli lebih banyak saham pada perusahaan, ketika krisis di pasar saham. Seiring berjalannya waktu, ini akan meningkatkan nilai saham yang anda miliki secara drastis pada perusahaan dan dividen yang anda terima, di mana sahamnya menghasilkan dividen.”

 

  • Terapkan pola hidup sederhana, ini adalah salah satu kesamaan antara Anne Scheiber dengan Warren Buffet, keduanya amat menjunjung tinggi gaya hidup hemat dan tidak berpenampilan berlebihan. Tak hanya itu, mereka juga sangat bijak dalam mengatur pengeluaran dan menyadari bahwa setiap uang yang dibelanjakan dalam bentuk investasi akan memberikan value yang lebih besar di kemudian hari, terlebih lagi ke dalam instrumen saham.

 

  • Tidak takut pada aset alokasi yang tergolong agresif. Anne Scheiber sendiri termasuk investor agresif, karena menginvestasikan lebih dari 50% kekayaannya pada saham dan surat hutang yang mana apabila terjadi krisis keuangan yang besar. Maka tidak akan kehilangan modal dengan cukup besar, selama memahami strategi berinvestasi. Portofolio yang agresif tersebut rupanya telah membuat keberuntungan bagi Anne Shceiber, karena pasar saham dalam jangka panjang akan selalu naik dengan cukup besar dibandingkan dengan instrumen investasi yang lain.

 

Kesimpulan

Anne Scheiber menjadi salah satu contoh investor wanita sukses. Sekalipun ia berasal dari kalangan orang, hingga mampu menjelma sebagai seorang miliarder yang lahir dari bursa saham. Pencapaian dan keberhasilan Anne Scheiber, juga menjadi bukti terhadap kita bahwa untuk menjadi kaya di pasar saham tidaklah terlalu rumit, bahkan tidak membutuhkan tingkat IQ yang jenius. Apalagi kalau kita juga bersedia memulai pola hidup sederhana, dan mau belajar investasi secara lebih serius, mulai dari belajar analisa fundamental khususnya membaca laporan keuangan,mengenal rasio-rasio yang digunakan dalam saham, hingga mencari saham yang sedang undervalued. Tentu keberhasilan kita dalam berinvestasi bukanlah hal yang tidak mungkin…

Jadi, gimana dengan kalian, masih ragu belajar investasi saham dengan berdasar pada fundamental perusahaan dan percaya penuh pada hasil analisa diri sendiri ?

 

Untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Maret 2021 yang akan segera terbit…

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Anne Scheiber | Anne Scheiber | Anne Scheiber | Anne Scheiber | Anne Scheiber | 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami