Chamath Palihapitiya – The Next Warren Buffett, Siapa Dia ?

Chamath Palihapitiya – The Next Warren Buffett, Siapa Dia ?


Sejak awal tahun ini nama Chamath Palihapitiya semakin terdengar, setelah dirinya digadang-gadang akan menjadi investor kawakan Warren Buffett. Lebih dari itu, Chamath Palihapitiya juga dinilai sebagai eksekutor investasi yang sangat baik dan berhasil. Bahkan namanya telah tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting dalam dunia bisnis hingga kegiatan sosial. Kira-kira siapakah Chamath Palihapitiya ini ?

 

Biografi Chamath Palihapitiya

Chamath Palihapitiya adalah seorang pemuda kelahiran Srilanka pada September 1976, dan pindah bersama keluarganya ke Kanada. Ia merupakan lulusan First Class Honours di Bidang Teknik Kelistrikan Universitas Waterloo di Ontario – Kanada pada tahun 1999. Ia pernah tercatat bekerja selama ±1 tahun sebagai pedagang derivatif di bank investasi BMO Nesbitt Burns. Dan setelah bekerja selama setahun di sana, ia pun pindah ke California pada tahun 2000.

Dari sisi kehidupan pribadi, Chamath Palihapitiya menikahi wanita bernama Brigette Lau. Dikenal sebagai sosok yang sangat berorientasi penuh terhadap keluarga, dan lebih senang menghabiskan waktu bersama keluarga, serta teman-temannya. Salah satu prinsip teguh yang dipegang Chamath Palihapitiya ialah :

“Keyakinan inti seseorang harus selalu kuat hingga ke titik ekstrem, tujuannya adalah mempermudah menghadapi masa-masa sulit dan menghargai yang baik juga”

Dunia mencatatkan Chamath Palihapitiya sebagai seorang kapitalis ventura, insinyur, politisi, hingga dikenal sebagai pendiri dan CEO dari perusahaan pendanaan, Modal Sosial. Ia pun tercatat sebagai eksekutif senior awal di Facebook, yang bergabung pada tahun 2007 dan berhenti di tahun 2011 lalu. Tak hanya itu, ia pun merupakan pemegang saham minoritas, sekaligus anggota dewan Golden State Warriors.

 

Perjalanan Karir Chamath Palihapitiya

Tahun 2004, Chamath Palihapitiya untuk pertama kalinya mulai bergabung dengan AOL sebagai wakil presiden termuda perusahaan yang memimpin divisi pesan instan. Kemudian, di tahun 2005 ia meninggalkan AOL dan bergabung dengan Mayfield Fund, Winamp, dan Spinner.com. Selang beberapa dari itu, ia pun kembali meninggalkan pekerjaannya dan mulai bergabung dengan Facebook. Di Facebook, Chamath Palihapitiya mengerjakan berbagai peran selama empat tahun masa kerja di Facebook, dengan menduduki jabatan sebagai Wakil Presiden Pertumbuhan Pengguna, Seluler, dan Internasional yang melibatkan banyak upaya dalam meningkatkan basis pengguna Facebook. Dengan itu, ia menjadi anggota awal tim Manajemen Senior Facebook dengan masa jabatan terlama. Bergabungnya ia ke Facebook, menjadi kekuatan utama dalam peluncuran dan pertumbuhan luar biasa situs Facebook. Termasuk pula dengan mengawasi produk monetisasi, mengelola platform Facebook dan tim yang bertanggung jawab atas produk selulernya. Hingga tercapainya peningkatan basis pengguna dari semula 50 juta menjadi lebih dari 750 juta orang di seluruh dunia.

Di saat yang sama, selama bekerja di Facebook Chamath Palihapitiya juga melakukan investasi sampingan atau tepatnya sebagai pemodal ventura, yang beberapa di antaranya adalah investasi di Palantir – Pure Storage, Playdom yang dibeli oleh The Walt Disney Company, dan Bumptop yang dibeli oleh Google.

Hingga pada tahun 2011, Chamath Palihapitiya pun beranjak meninggalkan Facebook dan memulai dananya sendiri yakni The Social + Capital Partnership. Di mana pada tahun 2015, perusahaan pendanaan ini mengubah namanya menjadi Modal Sosial, sebagai perusahaan yang menyediakan dana untuk perusahaan rintisan teknologi dan ekuitas swasta. Perusahaan dana itu pun menuai pujian dari Peter Thiel, yang saat itu berinvestasi di dalamnya dan sangat antusias atas pendekatan yang dilakukan oleh Chamath Palihapitiya. Melalui perusahaan Modal Sosial nya tersebut, Chamath Palihapitiya berhasil berinvestasi di sejumlah perusahaan yang di antaranya Glooko, Inc, Yammer, SecondMarket, Slack, Box, dan Premise. Hingga per Maret 2013, Chamath Palihapitiya menyatakan bahwa perusahaan dana miliknya telah berhasil mengumpulkan lebih dari $275 juta dalam penggalangan dana putaran kedua.

Bahkan di tahun 2015, perusahaan dana tersebut sudah memiliki lebih dari $1.1 miliar dalam total aset. Tak hanya itu, di tahun yang sama Chamath Palihapitiya dan Modal Sosial menjalin kerja sama dengan perusahaan publikasi industri teknologi The Information, untuk menerbitkan studi dalam bentuk laporan tentang keragaman modal ventura. Hasilnya, studi tersebut pun menemukan bahwa ±92% dari tim investasi senior di perusahaan ventura papan atas adalah laki-laki dan ±78% di antaranya berkulit putih. Oleh karenanya, perusahaan Chamath Palihapitiya dinilai sebagai perusahaan yang luar biasa secara strategis karena fokus utamanya pada layanan keuangan, perawatan kesehatan dan pendidikan serta menyediakan perangkat lunak sebagai layanan. Dalam salah satu kesempatan wawancara, Chamath Palihapitiya secara terbuka mengkritik kurangnya keragaman dalam bisnis modal ventura bahwa :

“Perlunya menerima keragaman di perusahaan modal dan pentingnya pengalaman yang beragam untuk memperluas visi seseorang”

Melalui perusahaan pendanaan – Modal Sosial nya itu, pendekatan Chamath Palihapitiya juga semakin dihargai oleh banyak orang karena penerapannya yang dinilai inovatif. Sejak itu, ia pun telah berinvestasi di sejumlah perusahaan besar termasuk Yammer, yang dibeli oleh Microsoft dan Imperium yang dibeli oleh Google.

Dan pada tahun 2017, Chamath Palihapitiya pun turut menjadi anggota dewan direksi dari Slack. Sayangnya di tahun 2018, Modal Sosial justru ‘terbakar’ akibat adanya penurunan secara besar-besaran dalam operasi dana Modal Sosial, hingga mengakibatkan bubarnya manajemen dan pendiri secara besar-besaran. Sampai di tahun 2019, Chamath Palihapitiya akhirnya mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai anggota direksi Slack.

Di tahun 2020, Chamath Palihapitiya pernah membantu memperkenalkan Virgin Galactic ke publik melalui SPAC. Berikutnya di tahun 2021 ini, ia juga membantu mengambil Clover Health, sebuah perusahaan asuransi Medicare publik melalui SPAC. Perlu untuk kita ketahui, bahwa Chamath Palihapitiya mengkhususkan diri dalam Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang merupakan perusahaan tanpa operasi komersial yang dibentuk secara ketat. Dengan tujuan meningkatkan modal melalui penawaran umum perdana (IPO), agar mudah dalam mengakuisisi perusahaan yang sudah ada. Tak heran jika keterlibatan Chamath Palihapitiya dalam SPAC telah menangani beberapa hal seperti yang disebutkan tadi yakni Virgin Galactic dan Clover Health. Termasuk pula dengan Opendoor dan SoFi yang kesepakatannya masih berlangsung hingga saat ini. Menariknya, dalam beberapa tahun terakhir mereka menjadi lebih populer, dalam menarik penjamin emisi dan investor-investor terkenal. Hingga mampu meningkatkan jumlah uang IPO yang tercatat sebagai rekor pada tahun 2019. Adapun per awal Agustus 2020, lebih dari 50 SPAC telah dibentuk di AS dan telah mengumpulkan sekitar US$ 21.5 miliar.

 

Sisi Lain Chamath Palihapitiya

Nama Chamath Palihapitiya, juga dikenal sebagai salah satu pemain poker dunia. Pasalnya, Chamath Palihapitiya ini memiliki tiga World Series of Poker (WSOP) dan dua uang tunai World Poker Tour (WPT) dengan total nilai mencapai $175.801. Adapun di tahun 2011, ia pernah menyelesaikan posisi ke-101 dari sebanyak 6.865 entri di Acara Utama Poker’s World Series.

Lebih jauh tentang Chamath Palihapitiya, ia juga dikenal sebagai aktivis peduli sosial. Di mana Chamath Palihapitiya pernah terdaftar sebagai salah satu pendiri kelompok lobi FWD.us., sebuah grup yang diluncurkan pada April 2013. Tujuannya adalah untuk mencakup reformasi imigrasi, meningkatkan pendidikan, dan memungkinkan inovasi teknologi yang semuanya dilakukan dalam konteks Amerika Serikat. Mengacu informasi yang diterbitkan wikipedia, berdasarkan artikel di The New Republic, Chamath Palihapitiya menerima laporan mingguan tentang FWD.us., mengutip, hingga menanggapi kontroversi seputar strategi lobi politik FWD.us.

Source : zephyrnet.com/id/miliarder

Bahkan Chamath Palihapitiya dikenal sebagai sosok kritis dan berani. Terbukti dalam konferensi Bloomberg’s Next Big Thing di  Sausalito – California, ia mengeluarkan pernyataan kritis terhadap Ed Lee selaku Walikota San Francisco saat itu. Di mana, ia mengusulkan agar kota menyediakan perumahan bersubsidi untuk penduduk berpenghasilan rendah yang didanai oleh pajak ekuitas pada pemula, dengan pajak skema dan subsidi berpotensi terbatas pada zona kota tertentu. Sayangnya, usulan Chamath Palihapitiya ini justru menimbulkan perdebatan sengit antara Palihapitiya dengan Ron Conway, yang merupakan seorang pendukung Lee. Ron Con way saat itu lebih membela kebijakan kota, dan berpendapat bahwa segalanya akan menjadi lebih baik bagi semua penduduk, termasuk mencatat Chamath Palihapitiya sebagai orang yang tinggal di Palo Alto daripada di kota. Meski begitu, dalam klarifikasi selanjutnya kepada TechCrunch, Chamath Palihapitiya tetap mengurai visinya secara lebih rinci dan menggambarkan bagaimana pandangannya tentang ketidaksetaraan dan mobilitas sosial yang dibentuk oleh pengalamannya tumbuh dengan orang tua imigran yang relatif miskin di Kanada.

Bukan itu saja, Chamath Palihapitiya juga pernah menantang Gubernur California yang sedang menjabat sebagai Gavin Newsom. Di mana jika Gavin Newsom kembali menjabat, Chamath Palihapitiya akan meluncurkan situs web chamathforca.com guna menjelaskan posisi kebijakannya. Berikut ini adalah ilustrasinya..

Source : www-chamathforca-com

 

Chamath Palihapitiya – The Next Warren Buffett

Perjalanan Chamath Palihapitiya hingga saat ini terbilang sangat baik, hal ini semakin dikuatkan dengan adanya berbagai penilaian positif yang ditujukan kepada Chamath Palihapitiya, dan beberapa di antaranya menilai bahwa ia adalah the next Warren Buffett. Sebutan tersebut juga bukan tanpa alasan, lantaran Chamath Palihapitiya dinilai telah berhasil menunjukkan bakat untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyebarkan dana. Oleh karenanya, SPAC pun diprediksikan masa depannya akan mendapat manfaat dari apa yang dilakukan oleh Chamath Palihapitiya. Bahkan, ia juga berencana merealisasikan perusahaan dana miliknya – Modal Sosial, bisa seperti perusahaan dana milik Warren Buffett – Berkshire Hathaway. Ketika dirinya dinilai menyamai Warren Buffett, ia pun tak ragu mengungkapkan keinginannya…

“Ambisi saya adalah menjadi Berkshire Hathaway bagi generasi kita”

Seperti kita tahu, investor kawakan Warren Buffett tidak pernah kekurangan dana untuk melakukan investasi-investasinya, berkat perusahaan pendanaannya – Berkshire Hathaway. Dari perusahaan itulah, Warren Buffett terus mengelola uangnya melalui anak perusahaan seperti See’s Candies dan Float dari Geico dan bisnis asuransi lainnya. Untuk kemudian di investasikan ke tempat lain atau bahkan ke pasar publik guna menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi lagi.

 

Kesimpulan

Chamath Palihapitiya yang dijuluki sebagai “The Next Warren Buffett”, merupakan seorang kapitalis ventura, insinyur, politisi, hingga dikenal sebagai pendiri dan CEO dari perusahaan pendanaan Modal Sosial. Ia pun tercatat sebagai eksekutif senior awal di Facebook, yang bergabung pada tahun 2007 dan berhenti di tahun 2011 lalu. Tak hanya itu, ia pun merupakan pemegang saham minoritas, sekaligus anggota dewan Golden State Warriors.

Kiprah Chamath Palihapitiya juga dinilai juga sangat fenomenal, dengan keberhasilannya menduduki sejumlah kursi penting. Kemudian dengan pengelolaan perusahaan pendanannya yang juga sangat handal dan mumpuni, bahkan tercatat menghasilkan peningkatan yang baik, yakni dari yang semula sekitar lebih dari $275 juta namun di tahun 2015, perusahaan dana Chamath Palihapitiya tersebut sudah memiliki lebih dari $1.1 miliar dalam total aset. Tentu ini pencapaian yang menarik perhatian. Tak hanya itu, secara karakter pun ia dikenal sangat peduli terhadap aktivitas sosial, kritis dan berani dalam mengutarakan berbagai visi dan targetnya. Terutama pencapaiannya dalam mengumpulkan, mengelola, dan menyebarkan dana dari perusahaan pendanaannya – Modal Sosial. Jadi tak heran jika, sosok Chamath Palihapitiya dijuluki sebagai the next Warren Buffett.

Nah, kira-kira bagaimana dengan Anda ? Apakah Anda juga akan menduplikasi keberhasilan Warren Buffett dan Chamath Palihapitiya dalam versi terbaik Anda ?…

 

 

Dan, untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Februari 2021 yang telah terbit…

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya | Chamath Palihapitiya

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami