Mark Mobius : Sepak Terjang Bapak Investasi di Pasar Berkembang

Mark Mobius : Sepak Terjang Bapak Investasi di Pasar Berkembang


Mark Mobius adalah salah satu nama investor yang juga seringkali direkomendasikan oleh Warren Buffett. Pencapaiannya semakin dikenal, setelah Mark Mobius bergabung dengan Templeton Emerging Markets Group dan berhasil mengelola dana sekitar US$ 50 miliar. Bukan hanya itu saja, Mark Mobius ini juga mendapat banyak julukan, salah satunya yang paling terkenal adalah “Pelopor Investasi Ekuitas Global di Pasar Berkembang”. Lantas, bagaimana sepak terjang Mark Mobius ? Dan seperti apa gaya investasinya ?

 

Biografi Singkat Mark Mobius

Bernama lengkap Joseph Bernhard Mark Mobius, lahir pada Agustus 1936 di Hempstead – New York. Mark Mobius, terlahir orang tua yang berasal dari Jerman dan Puerto Rico di Hempstead – New York. Pendidikan yang telah dituntaskan oleh Mark Mobius ini adalah Gelar BA dan MS di bidang Komunikasi dari Universitas Boston. Mark Mobius juga berhasil menerima gelar Ph.D di bidang ekonomi dari MIT di tahun 1964. Bahkan Mark Mobius juga tercatat pernah belajar dari Universitas Wisconsin, Universitas New Mexico, dan Universitas Kyoto di Jepang. Dan terakhir meraih gelar doktor di bidang ekonomi dan ilmu politik dari Massachusetts Institute of Technology.

Perjalanan hidupnya telah membentuk pribadi Mark Mobius sebagai seorang manajer portfolio Amerika dan Direktur Pelaksana Templeton Emerging Markets Fund Inc. di Franklin Templeton Investments. Lebih jauh tentang Mark Mobius, adalah penunjukkan dirinya sebagai Ketua Investor Responsibility Taskforce dari para global Tata Kelola Perusahaan Forum oleh Bank Dunia dan OECD. Posisi tersebut, membuat Mark Mobius dianggap sebagai “pakar saham Asia”. Tak hanya itu, beberapa julukan lainnya juga disematkan seperti “Yul Brynner dari Wall Street”,”Guru Pasar Berkembang”, ataupun “Indiana Jones of Investments”. Bahkan, Mark Mobius juga dianggap sebagai “Pelopor Investasi Ekuitas Global di Pasar Berkembang”.

Mark Mobius tercatat telah malang melintang dalam dunia investasi, khususnya di pasar negara berkembang global selama lebih dari 40 tahun. Sepanjang itu pula, ia menerima banyak penghargaan industri. Bahkan ia dipilih oleh rekan-rekannya untuk masuk ke dalam daftar 10 investor teratas pada abad ke 20, hal itu menempatkan Mark Mobius sejajar dengan Warren Buffett, Julian Robertson, dan George Soros.

Mark Mobius pun dinobatkan sebagai tokoh kunci dalam pengembangan kebijakan internasional untuk pasar negara berkembang. Bahkan di tahun 1999, dirinya terpilih untuk melayani di Forum Tata Kelola Perusahaan Global Bank Dunia, sebagai anggota Grup Penasihat Sektor Swasta, sekaligus sebagai wakil ketua Satuan Tugas Tanggung Jawab Investor.

Berkat keahliannya itu, Mark Mobius telah menerima banyak penghargaan industri. Tercatat di tahun 2006, majalah Asia Money mendaftarkan Mark Mobius sebagai salah satu dari “Top 100 Most Powerful and Influential People”. Pasalnya Asia Money, berpendapat bahwa Mark Mobius “sangat membanggakan sebagai salah satu profil tertinggi dari setiap investor di wilayah tersebut, dan dianggap oleh banyak orang di industri keuangan sebagai salah satu investor pasar berkembang paling sukses selama 20 tahun berakhir”. Kemudian di tahun 2010, Mark Mobius mendapat Penghargaan Seri Indeks Investor Afrika. Di tahun 2011, kembali mendapat Penghargaan 50 Orang Paling Berpengaruh versi Majalah Bloomberg Markets. Dan di tahun 2017, Makr Mobius kembali mendapat Penghargaan Prestasi Seumur Hidup dalam Manajemen Aset versi Majalah Investor Global.

Berbekal sepak terjangnya itu, ia pun menuliskan perjalanan dan pengalaman investasinya  ke dalam beberapa judul buku yang antara lain : “Mobius on Emerging Markets”, “Passport to Profits”, “Equities – An Introduction to The Core Concepts”, “The Investor’s Guide to Emerging Markets”, dan masih banyak judul buku Mark Mobius lainnya.

Source : www-markmobius-com.

 

Perjalanan Investasi Mark Mobius

Selepas jenjang pendidikannya, Mark Mobius dikenal memiliki karir yang baik dan luas. Mulai dari bekerja di agensi bakat, mengajar komunikasi, dan memasarkan merchandise Snoopy di Asia. Selain itu, Mark Mobius juga bekerja sebagai konsultan politik, peneliti pasar, dan menjalankan bisnis penelitiannya sendiri yang bercabang menjadi analisis sekuritas. Kemudian Mark Mobius juga pernah bekerja di Vickers-da-Costa, sebuah perusahaan sekuritas internasional. Ia juga menjadi Presiden Mega International Investment Trust Company di Taipei, perusahaan manajemen modal pertama dan terbesar di Taiwan hingga tahun 1986. Selain itu, ia pun turut membuka cabang di Taiwan, dan mulai mengelola kegiatan investasi di beberapa negara.

Berikutnya di tahun 1987, seorang investor nilai terkenal yakni Sir John Templeton meminta Mark Mobius untuk menjalankan Templeton Emerging Markets yang digawangi oleh Franklin Templeton Investments, salah satu perusahaan manajemen dana pasar berkembang untuk investasi global dan domestik yang diperuntukkan bagi klien ritel maupun institusional. Di sana, Mark Mobius mengambil tanggung jawab sebagai Ketua Tim Riset Templeton untuk semua operasi pasar di 18 negara berkembang dan mengelola portfolio pasar berkembang di Templeton. Termasuk dengan meluncurkan salah satu reksa dana pertama untuk pasar negara berkembang. Dan selama lebih dari 30 tahun bergabung ke Franklin Templeton Investments tersebut, seluruh hasil penelitian dan kunjungan ke negara-negara berkembang di seluruh dunia, memberikan Mark Mobius pengetahuan dan keahlian sebagai dasar wawasannya yang perspektif dan bisa diandalkan. Tak hanya itu, dengan kepemimpinan Mark Mobius itu, Grup Pasar Berkembang Templeton mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa, dari yang awalnya hanya menginvestasikan $100 juta di enam pasar, kini telah berkembang menjadi sekitar $50 miliar di 70 negara. (Source : https://www.markmobius.com/about).

Source : www.franklintempleton.com

Hingga pada tahun 2016, Mark Mobius tercatat telah mengelola 11 dana investasi dengan fokus pada pasar negara berkembang dan pasar perbatasan, serta mengelola 15 kantor di pasar negara berkembang. Adapun pada Januari 2018, Mark Mobius akhirnya memutuskan untuk pensiun dari Franklin Templeton Investments. Keberadaan Mark Mobius, dinilai sangat berperan penting dalam membangun tim bakat investasi hingga berpengalaman dalam tim pasar berkembang. Mark Mobius pun dianggap telah meninggalkan berbagai dana dan strategi pasar berkembang yang berhasil diluncurkan selama memimpin Franklin Templeton Investments.

Dan pada tahun 2018, akhirnya Mark Mobius mendirikan Mobius Capital Partners bersama dengan rekan yang pernah sama-sama di Templeton, yakni Carlos von Hardenberg dan Greg Konieczny. Mobius Capital Partners ini merupakan perusahaan manajer investasi yang fokus pada satu strategi tunggal dan terkonsentrasi pada peningkatan standar tata kelola di perusahaan pasar berkembang. Dan apa yang Mark Mobius lakukan di Franklin Templeton Investments, ia terapkan juga untuk Mobius Capital Partners, di mana ia terus berkeliling dunia untuk bisa bertemu dengan tim manajemen di seluruh dunia. Hal itu tidak lain adalah untuk memaksimalkan upayanya dalam menemukan perusahaan yang kurang dihargai, sebelum yang lain melakukannya. Adapun beberapa negara yang telah dikunjungi Mark Mobius antara lain Singapura, Korea, Kazakhstan, Turki, Republik Ceko, Italia, Swiss, Rusia, Slovenia, Afrika Selatan, Kolumbia, China, Argentina, Jepang, Rumania, Kenya, Mexico dan masih banyak lainnya lagi. Singkat kata, bisa dikatakan bahwa sepanjang hidupnya, Mark Mobius ini telah berkeliling ke 112 negara.

               

Gaya Investasi Mark Mobius

Dalam menjalankan investasinya, Mark Mobius menggunakan strategi investasi bottom – up (dari bawah ke atas), jangka panjang, dan berorientasi nilai (value investing) di pasar yang sedang berkembang. Mark Mobius juga menggunakan pendekatan langsung, dengan berkeliling dunia hanya untuk melakukan kunjungan perusahaan secara pribadi.

Gaya investasi Mark Mobius pun turut diikuti dan diterapkan oleh timnya, Sir John Templeton adalah salah satu nama anggota yang mewarisi pendekatan Mark Mobius. Adapun dalam proses mencari saham untuk diinvestasikan, Mark Mobius dan timnya akan menyaring hingga lebih dari 25.000 saham. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif mendalam, guna mengetahui potensi nilai jangka panjang setiap perusahaan. Kedua analisis tersebut akan mencakup beberapa hal :

  • Analisis kuantitatif, mencakup laporan keuangan lima tahunan yang diaudit secara historis, dan perkiraan lima tahun berdasarkan proyeksi laba yang dinormalisasi di masa mendatang, termasuk dengan arus kas, maupun potensi nilai aset.
  • Analisis kualitatif, mencakup pemahaman tentang bisnis perusahaan, kualitas manajeman, struktur kepemilikan, tata kelola perusahaan, dan komitmen untuk menciptakan nilai pemegang saham. Termasuk pula pemahaman tentang siapa yang memiliki dan mengendalikan perusahaan, bagaimana operasionalnya, dan bergerak di pasar apa.

Setelah kedua analisis tersebut selesai, dan tersaring peluang yang terbaik. Mark Mobius dan timnya akan melakukan penelitian di lapangan, yang dilakukan melalui profesional investasi di tim Templeton Emerging Markets yang tersebar di 18 kantor global untuk mengunjungi perusahaan-perusahaan yang akan diinvestasikan. Nantinya hasil penelitian mendasar itu akan mendorong keputusan membeli atau pun menjual, dan secara tidak langsung juga akan menetapkan harga target untuk saham tertentu, serta meninjau semua kepemilikan secara berkala.

 

Kesimpulan

Dari pembahasan singkat mengenai sepak terjang Mark Mobius, setidaknya kita menarik kesimpulan bahwa konsep investasi yang diterapkan oleh setiap orang mungkin akan berbeda dan bervariasi, terlebih lagi setiap investor akan dihadapkan pada kondisi yang juga berbeda-beda. Hal ini lah yang tercermin dari gaya investasi Mark Mobius, yang lebih senang menerapkan strategi investasi bottom – up (dari bawah ke atas), dan fokus pada investasi jangka panjang, serta berorientasi pada nilai (value investing) di pasar yang sedang berkembang. Mark Mobius juga senantiasa menggunakan pendekatan langsung, hingga ia dikenal sering melakukan perjalanan kunjungan ke perusahaan di negara-negara lain.

Kendati berbeda, kita masih tetap bisa mempelajari kesuksesan Mark Mobius yang merupakan salah satu investor legendaris dalam mengelola investasi di pasar berkembang dan juga jangka panjang.

 

Bagi Anda yang ingin mengetahui saham apa saja yang memiliki fundamental bagus dan harganya masih terdiskon (undervalued). Anda bisa menggunakan E-Book Quarter Outlook Q3 2020 yang telah terbit.

https://member.rivankurniawan.com/ebook-quarter-outlook

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius | Mark Mobius 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami