Success Story: Lee Kun-hee Dibalik Suksesnya Kiprah Samsung Group

Success Story: Lee Kun-hee Dibalik Suksesnya Kiprah Samsung Group


Salah satu orang yang paling berdampak bagi Samsung, Lee Kun-hee, baru saja meninggalkan dunia ini pada usia ke 78 tahun di tahun 2020 ini. Lee Kun-hee adalah orang dibalik terjadinya revolusi Samsung, mulai dari perusahaan yang hanya dikenal sebagai penyedia perangkat murah, hingga berhasil menjadi salah satu market leader di industri smartphone dan elektronika seperti sekarang ini. Mengubah persepsi Samsung yang dulu, menjadi Samsung yang sekarang, tentu saja tidak mudah, dan hal inilah yang menyebabkan Lee Kun-hee menjadi salah satu orang paling berpengaruh di Korea Selatan. Berkaca dari pengalaman hidup Lee Kun-hee, apa saja yang dapat kita pelajari ?

 

Perpindahan Kekuasaan Samsung dari Lee Byung-chul (Founder Samsung) ke Lee Kun-hee

  • Di bawah kepemimpinan Lee Byung-chul

Source : en.wikipedia.org/wiki/Lee_Byung-chul

Samsung pertama kali berdiri pada tahun 1969 dengan nama Samsung-Sanyo Electronics yang didirikan oleh founding father Samsung, Lee Byung-chul. Adapun produk pertama yang diproduksi oleh Samsung adalah TV hitam-putih model P-3202 pada tahun 1970, serta mesin cuci dan kulkas pada tahun 1974. Impresifnya, Samsung saat itu sudah mulai menawarkan produknya ke pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.

Source : Samsung.com

Samsung-Sanyo Electronics bergabung dengan Samsung Electronics pada Maret 1977 dan mendirikan Samsung Electronics Industry Co Ltd. Bisnis Samsung terus berkembang sampai pada tahun 1978, di mana Samsung dikenal sebagai produsen TV hitam-putih terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 4 juta TV. Samsung juga sudah mendirikan kantor di Amerika Serikat. Waktu terus berkembang, bisnis Samsung yang pada awalnya hanya fokus pada produksi TV, mesin cuci dan peralatan semikonduktor, perlahan mulai beralih secara masif sejak perpindahan kekuasaan karena meninggalnya Lee Byung-chul pada tahun 1987, dan jabatannya diserahkan kepada anaknya Lee Kun-hee.

 

  • Di bawah kepemimpinan Lee Kun-hee

Source : en.wikipedia.org/wiki/Lee_Kun-hee

Lee Kun-hee menggantikan posisi Lee Byung-chul sebagai pemimpin Samsung dan mengambil roda kemudi perusahaan untuk dikendarai secara masif. Lee Kun-hee menantang perusahaan untuk merestrukturisasi bisnis lama yang fokusnya masih menjual produk-produk murah, untuk memiliki tujuan menjadi salah satu dari 5 perusahaan elektronik teratas di dunia. Dari sinilah perubahan radikal yang dialami Samsung dimulai.

Source : Samsung.com

 

Setelah Lee Kun-hee mengambil alih, kemudian Samsung membentuk dua lembaga penelitian dan pengembangan (research & development/R&D) yang membantu memperluas jangkauan bisnis lebih jauh lagi tidak hanya ke elektronik, semikonduktor, maupun telekomunikasi optic, tetapi juga di bidang inovasi teknologi dari nanoteknologi baru hingga arsitektur jaringan canggih. Perubahan identitas bisnis perusahaan mulai terasa sampai pertengahan tahun 1990-an, di mana Samsung mengubah haluan bisnisnya untuk membuat produk kualitas dunia, dan memfokuskan pembuatan produk dengan visi mengutamakan kualitas.

Awal tahun 1990-an, Samsung memiliki 17 produk di portfolionya, yang dipimpin oleh produk: semikonduktor, monitor kompiter, layar TFT-LCD hingga tabung gambar berwarna yang sudah tersebar di pasar global. Samsung juga tidak melupakan tanggung jawabnya dalam hal pemenuhan kewajiban sosial, di mana hal ini diwujudkan oleh Lee Kun-hee dengan cara turut aktif sebagai anggota International Olympic Committee (IOC) pada Juli 1996 yang besar peranannya dalam mengangkat citra perusahaan sebagai kontributor utama bagi atletik dunia.

Akhir tahun 1990-an menjadi tahun yang penting karena dunia sedang dilanda krisis finansial global. Tetapi, krisis finansial global tersebut seperti tidak begitu dirasakan oleh Samsung berkat keunggulan Samsung dalam bidang teknologi digital dan teknologi jaringan. Di mana seperti yang ditekankan oleh Lee Kun-hee, bahwa Samsung harus terus berinovasi dan menciptakan produk yang berkualitas. Di masa ini, Samsung justru mendapatkan beberapa penghargaan dan pencapaian penting seperti 1) Menguasai pangsa pasar TFT-LCD terbesar di dunia; 2) Mengembangkan synchronous DRAM dan memory flash 128MB pertama di dunia; 3) Mengembangkan TV dengan layar datar; 4) Mengembangkan ponsel internet nirkabel (cikal bakal smartphone), dan meluncurkan telepon seluler MP3 pertama di dunia.

MP3 Player Pertama di Dunia (brand YEPP, milik Samsung)

Memasuki abad ke-21, perkembangan zaman digital membawa perubahan revolusioner sekaligus peluang bisnis pada dunia global, tak terkecuali kepada Samsung. Ketika itu, Samsung mengambil peluang tersebut dengan berbagai teknologi canggih, produk yang kompetitif dan terus melakukan inovasi tanpa henti. Inovasi Samsung ditandai dengan didirikannya Design Management Center pada tahun 2001, dan menandatangani lisensi paten bersama IBM, sebelum pada akhirnya mencapai penjualan kumulatif 10 juta unit untuk telepon seluler SGH-T100 yang diluncurkan pada tahun 2002, hanya dalam kurun waktu 1 tahun penerbitan. Meskipun sudah menjadi pemain global, Samsung tak berhenti sampai di sana, karena selanjutnya Samsung masih mendirikan pusat R&D baru, System LSI di China.

Sudah mendapatkan momentum, Samsung terus berinovasi sampai sekarang. Tahun 2010 menjadi tahun pembuktian dari hasil jerih payah dan inovasi tanpa henti yang dicetuskan oleh Lee Kun-hee, karena pada tahun 2010 Samsung dinobatkan sebagai perusahaan elektronik nomor 1 di dunia dalam hal penjualan. Pada tahun itu jugalah, Samsung mulai meluncurkan beberapa seri smartphone Galaxy dengan sistem operasi Android. Sekarang, Samsung telah menjadi raksasa teknologi dunia, tidak hanya di industri smartphone, tetapi juga di industri elektronik secara keseluruhan.

 

Apa yang Bisa Dipelajari dari Kisah Hidup Lee Kun-hee ?

Dari perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan penjual barang murah, bertransformasi menjadi raksasa elektronik dunia. Apa yang dapat kita pelajari dari kepemimpinan dan hidup Lee Kun-hee?

  1. Visioner : Selalu mempertimbangkan dan memperhatikan apa yang akan terjadi di masa depan

Jauh-jauh hari, Lee Kun-hee sudah melhat bahwa Samsung akan kehilangan momentumnya, apabila terus bermain di pasar menengah ke bawah. Perang harga dan ketatnya kompetisi di pasar menengah bawah menjadi alasan kuat bagi Lee Kun-hee untuk membawa Samsung bertransformasi ke depannya. Teknologi akan merajalela. Lee Kun-hee juga berpendapat bahwa seluruh dunia akan menggunakan teknologi dan perangkat elektronik seiring dengan kedatangan perangkat ini, yang akan meningkatkan taraf hidup semua orang. Mengetahui ini, Lee Kun-hee menetapkan culture atau budaya yang mengharuskan Samsung untuk terus berinovasi. Bahkan, ia jugamengganti total gaya bekerjanya dari ketika masa Lee Byung-chul yang sudah tidak relevan lagi, dengan kata-katanya yang masih terkenal sampai sekarang, “Change everything but your wife and children” atau bila diartikan ke Bahasa Indonesia menjadi, “Ubah semuanya kecuali istri dan anakmu.”.

 

  1. Kualitas di atas kuantitas

Ketika masa kepemimpinan Lee Byung-chul, Samsung sangat mengedepankan kuantitas dibandingkan kualitas. Itulah mengapa dalam waktu singkat Samsung dapat menjual lebih dari 1 juta TV pada masanya. Lee Kun-hee membawa angin perubahan dengan menekankan kepada “Quantity can be sacrificed for the sake of quality” atau “Kuantitas dapat dikorbankan demi mengejar kualitas”. Lee Kun-hee menyuruh semua pegawainya di seluruh dunia untuk mengenali kepentingan kualitas, yang kemudian membawa Samsung menjadi brand terkemuka di dunia.

 

  1. Kreatifitas akan menjadi kunci memenangi kompetisi

Samsung sempat mengalahkan Jepang dalam bisnis memory chips pada pertengahan 1990-an. Lee melihat potensi tersebut berpikiran bahwa aset intelektual akan menjadi penentu kualitas perusahaan pada abad ke-21 nantinya. Pada masa itu, Lee Kun-hee mengganti prioritas bisnisnya dan membuat Samsung mendapatkan paten teknologi dan desain, bahkan sampai mempercepat investasi di divisi R&D-nya. Hal ini juga terjadi pada Lee Kun-hee yang kemudian menjadikan Samsung sebagai produsen terbesar untuk TV, smartphone, dan perangkat elektronik lainnya.

 

  1. Tak pernah berhenti belajar

Meskipun sudah diakui sebagai brand dunia, Lee Kun-hee juga tetap menginstruksikan anak buahnya untuk tidak pernah berhenti belajar dan selalu melihat apa hal yang dapat dikembangkan. Hal ini tercermin ketika Lee juga mengatakan, bahwa ia masih belajar banyak dari cara kerja Jepang yang sangat efisien. Oleh karena hal ini, Lee sering sekali mengunjungi Jepang setiap tahunnya untuk meningkatkan hubungannya dengan pemimpin bisnis di Jepang, sehingga Lee bisa belajar hal-hal yang penting dari pemimpin bisnis di Jepang tersebut.

 

Kesimpulan

Kepemimpinan Lee membawa Samsung ke arah yang jauh lebih baik di abad 21 ini. Bila kita bicara tentang angka, bisnis Samsung sekarang sudah berada pada angka US$375 miliar per Mei 2020, meningkat drastis dari kapitalisasi pasar Samsung pada awal tahun 2000 yang bahkan tidak mencapai US$50 miliar. Harga saham Samsung sendiri juga sudah meningkat drastis, dari 15rb won pada tahun 2010 menjadi 73rb won pada akhir 2020.

Kepemimpinan dan cara hidup Lee Kun-hee membawa inspirasi bagi kita untuk dapat terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari hidup Lee Kun-hee antara lain: 1) Visioner; 2) Mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas; 3) Meningkatkan kreatifitas; dan 4) Tak pernah berhenti belajar.

 

 

Nah, untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Januari 2021 yang akan segera terbit…

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee | Success Story Lee Kun-hee

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami