Underrated Value Investor : Walter Schloss

Underrated Value Investor : Walter Schloss


Memasuki pekan liburan ini, kami akan membahas topik yang bisa membangun inspirasi kita sebagai investor. Salah satunya dengan mengenal lebih dekat tokoh seorang value investor yang tergolong underrated, yakni Walter Schloss yang juga dikenal sebagai value investor dengan pencapaiannya yang fenomenal. Ia juga dikenal sebagai murid terkenal dari sekolah investasi Benjamin Graham. Sayangnya, ia telah meninggal dunia akibat penyakit leukemia. Kendati demikian, kisah suksesnya sebagai value investor tetap bisa dipelajari. Jadi, siapakah Walter Schloss ini ? Dan apa yang dapat dipelajari dari metode Value Investing Walter Schloss ?

 

Biografi Singkat Walter Schloss

 

Bernama lengkap Walter J. Schloss, lahir pada 28 Agustus 1916 di New York – Amerika Serikat. Tak banyak yang tahu, bahwa Walter Schloss juga merupakan murid terkenal dari Sekolah Investasi Nilai (Value Investor) Benjamin Graham, sekaligus rekanan Warren Buffett. Walter Schloss adalah seorang investor, seorang manajer dana, dan sekaligus failantropis AS. Ia telah berhasil menjadi salah satu value investor yang dihormati.

Di tahun 1929, ketika Walter Schloss berusia 13, saat itu terjadi krisis Great Depression di Amerika Serikat. Di mana banyak saham-saham jatuh, perusahaan bangkrut dan pengangguran meningkat. Hal ini pun berdampak pada kedua orang tua Walter Schloss, ibunya kehilangan seluruh warisan dan ayahnya kehilangan perusahaan yang dimilikinya. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi Schloss, jika ia masuk ke Wall Street, target utamanya adalah ‘tidak kehilangan uang’. Menariknya, Walter Schloss yang memiliki pengalaman militer selama 4 tahun, yang akhirnya membentuk dirinya. Pengalaman tersebut membawa pelajaran bagi Walter Schloss bahwa bertahan di pasar, sama halnya seperti bertahan hidup di medan perang dan bagaimana caranya agar tidak kehilangan uang.

Hingga pada akhirnya, Walter Schloss pun meninggal dunia pada usia ke 95 tahun, pada Februari 2012 lalu. Adapun histori tentang perjalanan hidupnya tersimpan baik di Universitas Columbia. Meski telah tiada, namun ia meninggalkan nasehat investasi yang sangat baik :

“Pahami kekuatan dan kelemahan Anda, kemudian susun strategi sederhana sehingga membuat Anda bisa tidur di malam hari. Ketika Anda telah membuat keputusan bagus, pastikan Anda memiliki keberanian untuk tetap setia pada keyakinan Anda dan tidak membiarkan pasar mempengaruhi emosi Anda.

 

Perjalanan Karir Walter Schloss dalam Bidang Investasi

Walter Schloss adalah value investor yang unik, lantaran ia tidak pernah mengenyam pendidikan di perguran tinggi. Sejarah tentangnya, mencatat bahwa ketika usianya menginjak 18 tahun pada tahun 1934 silam, Walter Schloss ini sudah mulai bekerja sebagai runner (orang yang mengantarkan informasi perdagangan di lantai bursa) di Wall Street, tepatnya di Carl M. Loeb & Co. Walter Schloss pun akhirnya dipromosikan menjadi kasir, karena bekerja dengan baik. Bahkan, tidak cukup puas menjadi kasir ia pun ingin menjadi seorang analis sekuritas, hingga salah seorang mitranya mendengar hal tersebut dan lalu memberikan saran kepada Walter Schloss untuk membaca buku berjudul “Security Analysis” karya Benjamin Graham dan David Dodd. Setelah membaca buku tersebut, pikiran Walter Schloss semakin terbuka dan ia pun memberanikan diri untuk mengikuti kursus yang diajarkan oleh Benjamin Graham di New York Stock Exchange Institute. Dalam kursus itu, salah satu teman sekelasnya adalah Gus Levy, yang dikenal sebagai mitra senior di Goldman Sachs. Semenjak ia mengikuti kelas Benjamin Graham, ia pun menjadi pendukung filosofi value investing.

Sayangnya, Walter Schloss  tidak dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya untuk investasi karena tidak memiliki dana. Oleh karena Walter Schloss ingin memperoleh uang untuk investasi, maka ia pun mendaftar untuk dinas militer. Dan setelah 4 tahun berdinas, di tahun 1945 Walter Schloss memutuskan berhenti dari militer, dengan membawa pengalaman berharga yaitu keberanian dan bertahan hidup.

Dan selepas dari dinas militer tersebut, Walter Schlosss memutuskan untuk bekerja menjadi karyawan Benjamin Graham, di Graham – Newman Partnership mulai dari tahun 1946 – 1955. Walter Schloss bertugas untuk mencari saham yang dijual di bawah modal kerja dengan menghitung selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar perusahaan. Walter Schloss banyak belajar dari Benjamin Graham, sehingga ia berusaha untuk tidak kehilangan investasinya satu sen pun. Dari sanalah ia melakukan valuasi dengan hati-hati, dan menjalankan diversifikasi.

Setelah hampir 9 tahun lamanya bekerja di Graham – Newman Partnertship, akhirnya Walter Schloss memutuskan pamit undur diri. Di tahun tahun 1955 ini lah, Walter Schloss memberanikan diri untuk membuat keputusan besar, dengan mendirikan sebuah perusahaan manajemen investasi milik pribadi yakni Founding Walter & Edwin Schloss Associates, yang dikelola Walter Schloss bersama dengan anaknya, Edwin Schloss yang bergabung pada akhir 1960 an. Dan mereka pun mengelola uang investor dari ±92 nasabahnya, dan tetap fokus mencari saham-saham yang sedang undervalued.

Source : billythepip.blogspot.com/walter-schloss-one-of-good-guys-of-wall

 

Di perusahaan pribadinya itu, Walter Schloss tidak mengenakan management fee tahunan, melainkan hanya mengambil fee sebesar 25% ketika memperoleh keuntungan investasi. Saat memulai, modal yang dimilikinya sebesar $100.000, modal itu pun bertumbuh dari tahun ke tahun. Secara rata-rata, kinerja imbal hasil Walter Schloss sebesar 16% per tahun. Adapun antara tahun 1956 – 1984 (28 tahun), tingkat compounding return yang dihimpun Walter Schloss mencapai 21.3%. Angka terbilang sangat besar, bagi pria yang tidak pernah merasakan bangku kuliah ini. Pencapaian Walter Schloss ini terlihat pada kolom berwarna biru…

Source : www.netnethunter.com/walter-schloss-investing

 

Adapun pencapaian Walter Schloss yang mencapai 21.3% itu, rupanya telah melebihi rata-rata pengembalian indeks S&P 500 yang hanya sebesar 8.4%. Adapun hal yang paling menariknya, hampir seluruh pekerjaan dilakukan sendiri oleh Walter Schloss, mulai dari menjadi analis, sekretaris, serta sekaligus pemilik. Itu semua dilakukan, karena upayanya untuk menjadi sehemat mungkin. Di sepanjang karir Walter Schloss sebagai value investor, ia pun dianggap sebagai orang yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan. Hal ini tercermin dari ruang kantor yang disewanya di kantor Tweedy, Brown & Co, ruangan itu hanya terdiri dari 1 petak kecil ruangan dan tidak menggunakan internet. Dengan begitu, operasional perusahaan yang didirikan Walter Schloss hanya membutuhkan biaya operasional sebesar $11.000 saja.  Padahal sebenarnya, manajemen investasi yang dikelola Walter Schloss ini mampu menghasilkan keuntungan $ 19 juta.

Sistem kerja yang dipakai Walter Schloss pun cenderung menghindari jam kerja berkepanjangan, ia hanya kerja dari jam 9.00 pagi sampai 16.30 sore. Bahkan sumber informasi Walter Schloss hanya dari koran harian, guna menghindari stress dan perspektif negatif berlebeih dari berita tentang market maupun ekonomi.

Sayangnya, Walter Schloss memutuskan untuk menutup dana kelolaannya pada tahun 2000, dan kemudian berhenti aktif mengelola uang nasabahnya pada tahun 2003. Ia kemudian, memilih untuk menjadi bendahara Freedom House, sebuah kelompok nirlaba yang mengabdikan diri dalam memajukan demokrasi dan hak asasi manusia, serta menjadi pelindung Museum Petak. Sungguh perjalanan investasi yang sangat fenomenal…

 

Apresiasi Baik yang Diterima Walter Schloss

Adapun apresiasi terbesar bagi Walter Schloss adalah ketika namanya disebut oleh Warren Buffett sebagai salah satu The Super Investors of Graham and Doddsville, dalam sebuah tulisan yang diterbitkan dalam edisi 1984 dari majalah Hermes, Columbia Business School :

Source : Source : www.netnethunter.com/walter-schloss-investing

 

Dalam tulisan itu, Warren Buffett juga sempat menyangkal posisi akademis, bahwa pasar itu efisien dan mengalahkan S&P 500 adalah peluang murni. Bahkan Warren Buffet pernah mengatakan ini, tentang Walter Schloss :

“Dia tahu bagaimana mengidentifikasi sekuritas yang dijual dengan harga yang jauh lebih rendah daripada nilainya, kepada pemilik pribadi. Dan hanya itu yang dia lakukan, dia memiliki lebih banyak saham daripada saya, dan jauh kurang tertarik pada sifat dasar bisnis. Sepertinya saya tidak terlalu berpengaruh pada Walter Schloss. Itulah salah satu kekuatannya, tidak ada yang punya pengaruh besar padanya.”

 

Prinsip Investasi ala Walter Schloss

Nah, di bagian ini kita akan membahas strategi investasi ala Walter Schloss. Mengingat, meskipun Walter Schloss juga menimba ilmu investasi dari kelas “Benjamin Graham”, sama seperti Warren Buffet. Namun sudah pasti, Walter Schloss memiliki pendekatan yang berbeda dengan para value investor lainnya. Maka dari itu, kita akan mencoba melihat bagaimana strategi investasi ala Walter Schloss…

Strategi investasi ala Walter Schloss berdasarkan pengalaman investasinya, sempat ia jabarkan pada Maret 1994 dalam “16 Factors Needed to Make Money in The Stock Market”…

Source : www8.gsb.columbia.edu/sites/valueinvesting

 

Di bawah ini adalah prinsip investasi ala Walter Schloss tersebut :

  1. Selalu pertimbangkan posisi harga relatif terhadap value;
  2. Prediksikan atau perkirakan value dari suatu perusahaan; (Sebagai catatan yang harus di ingat, saham mewakili kepemilikan bisnis, dan bukan hanya secarik kertas atau kode emiten).
  3. Book Value bisa menjadi poin awal dalam menaksir value perusahaan, dan utang tidak melebihi 100% ekuitas;
  4. Bersikap sabar, karena saham tidak akan langsung terbang setelah dibeli;
  5. Tutup kuping sama tips atau rumor. Biarlah para profesional yang mengurus hal tersebut, dan itu pun belum tentu mereka sanggup. Jangan ikut-ikutan membeli, hanya karena ada obrolan saham akan terbang, atau ikut-ikutan jual ketika ada kabar jelek;
  6. Jangan takut menjadi loner, namun pastikan penilaian Anda memang benar. Mengingat, memang tidak mungkin bisa 100% pasti benar. Jadi cobalah berpikir terbalik dan mencari tahu kemungkinan apa yang salah dari hipotesis Anda sendiri. Sebagai loner, juga boleh membeli pelan-pelan ketika saham anjlok, dan menjual pelan-pelan ketika saham meroket;
  7. Percaya pada penilaian diri sendiri, ketika sudah mengambil keputusan;
  8. Bangun filsafat investasi pribadi dan usahakan konsisten, karena ini kuncinya untuk sukses berinvestasi saham;
  9. Tidak terbawa nafsu untuk langsung menjual saham. Misalnya ketika saham sudah mencapai nilai wajar, memang tidak salah untuk menjual tetapi seringkali orang terburu-buru untuk menjual. Padahal, ada baiknya untuk menghitung kembali nilai wajar saham dan lihat posisi saham relatif terhadap book value Hal ini untuk waspada terhadap situasi pasar modal saat itu. Seperti, apakah yield sedang rendah, sedangkan rasio P – E sudah tinggi ? apakah pasar modal sedang mencapai level historis tertinggi ?
  10. Belilah saham di dekat level terendah, ini adalah salah satu prinsip investasi ala Walter Schloss. Misalnya ada harga saham yang anjlok dari 125 ke 60, maka banyak yang berpikir saham itu sudah murah. Padahal kalau 3 tahun sebelumnya saham pernah di level 20, maka bisa saja harga saham itu akan terus anjlok ke bawah menguji level tersebut. Sebagai tambahan informasi saja, meski tidak ada bukti eksplisit Walter Schloss memakai analisis teknikal, namun poin ke-10 ini mengindikasikan bahwa Walter Schloss paling tidak memahami ide dasar teknikal untuk membeli saham di dekat level support yang kuat.
  11. Membeli aset yang sedang terdiskon, daripada fokus ke earnings yang seringkali berubah-ubah dalam waktu singkat. Sedangkan Aset justru lebih stabil.
  12. Dengarkan dan terbuka dengan masukan, ini bukan berarti Anda langsung 100% ikut atas apapun yang orang sampaikan, sehingga Anda memang harus tetap kritis. Mengingat ini adalah uang Anda sendiri dan bukan uang mereka, bahkan mereka tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan uang Anda. Sekali Anda kehilangan uang, tentu akan lebih sulit untuk mencetak cuan berikutnya, karena modal yang sudah terkikis.
  13. Kesampingkan emosi dalam mengambil keputusan, panik dan tamak itu emosi yang paling jahat dalam mempengaruhi keputusan anda memperjualbelikan saham.
  14. Ingat pada bunga berbunga atau compound interest, jadi Anda akan terus me-reinvestasikan uang anda kembali di saham. Sehingga uang Anda akan terus bertumbuh;
  15. Saham lebih menarik daripada Obligasi, karena Obligasi yang keuntungannya terbatas dan biasanya hasilnya sebanding dengan inflasi;
  16. Waspada bermain-main dengan leverage, berdasarkan pengalaman investasi saham itu bisa berbalik menghabisi Anda.

 

Dari seluruh prinsip investasi ala Walter Schloss, bisa dikatakan bahwa fokus investasi Walter Schloss adalah utang perusahaan. Ia akan cenderung mencari perusahaan yang tanpa utang, kalaupun mungkin ada utang itu haruslah kecil. Tak hanya itu, untuk mencari tahu apakah manajemen jujur dan memiliki track record  yang baik, maka Walter Schloss akan membaca info perusahaan. Daripada harus mengunjungi dan bertemu manajemen perusahaan, karena dengan membaca info perusahaan Walter Schloss akan mendapatkan bukti yang lebih objektif nyata di angka keuangan perusahaan.

Sementara, untuk menghindari risiko yang tinggi, Walter Schloss cenderung melakukan diversifikasi sahamnya mulai dari 50 – 100 saham yang berbeda dalam satu portfolio. Sehingga diversifikasi penuh, menjadi pilihan Walter Schloss dalam mengurangi kesalahan terhadap saham perusahaan tertentu. Dengan banyaknya saham yang ada di keranjang investasi, Walter Schloss pun tetap memberikan batas proporsi satu saham tidak boleh melebihi 20% dari total keseluruhan portfolio. Salah satu alasan mengapa Walter Schloss memilih banyak saham berbeda dalam portfolionya, karena ia merasa tak sebagus Warren Buffett dalam menganalisa manajemen perusahaan. Ia pun sadar keterbatasan dirinya yang mudah stress, sehingga ia merasa lebih baik jika berinvestasi dengan gaya yang paling nyaman bagi diri nya sendiri.

 

Kesimpulan

Dengan prinsip investasinya itu, Walter Schloss pun mampu mendapatkan reputasi sebagai salah satu investor nilai terbaik yang pernah ada. Meski keberadaannya, tidak setenar rekannya Warren Buffett. Namun sejarah dalam bidang investasi, telah mencatatkan Walter Schloss adalah seorang super investor sejati.

Semoga, banyak pembelajaran berharga yang bisa kita ambil dan pelajari dari perjalanan karir investasi Walter Schloss semasa hidupnya..

 

Nah, untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Januari 2021 yang akan segera terbit…

Monthly Investing Rivan Kurniawan

 

###

 

Info:

 

 

Tags : Underrated Value Investor Walter Schloss | Underrated Value Investor Walter Schloss | Underrated Value Investor Walter Schloss | Underrated Value Investor Walter Schloss | Underrated Value Investor Walter Schloss | Underrated Value Investor Walter Schloss | Underrated Value Investor Walter Schloss

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami