Pertumbuhan Ekonomi 2017 dan Peranan Industri Manufaktur


Pertumbuhan Ekonomi 2017 Dan Peran Industri Manufaktur

Pada beberapa artikel yang lalu, kita pernah membahas sekilas mengenai indikator makro ekonomi apa saja yang perlu diperhatikan seorang investor, salah satu yang terpenting adalah Pertumbuhan Ekonomi. Kita juga sudah pernah membahas mengenai apa itu Pertumbuhan Ekonomi, serta faktor apa yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika Anda belum membaca nya, Anda dapat membaca kembali artikel nya di sini dan di sini

Nah pada artikel kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk mengintip mengenai pertumbuhan ekonomi di 2017. Seperti Anda ketahui, pertumbuhan Ekonomi Indonesia masih berada pada posisi 5.01% sampai dengan Kuartal I 2017, padahal target yang dicanangkan oleh pemerintah adalah 5.3%. Nah, kira-kira mengapa kita belum mencapai target tersebut?

Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa ada 4 sektor yang berkontribusi besar (> 10%) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun 2016, yaitu:

  1. sektor industri manufaktur (20.5%)
  2. sektor pertanian (13.5 %)
  3. sektor perdagangan dan reparasi mobil dan sepeda motor (13.2 %)
  4. dan sektor konstruksi (10.4 %).

 

Namun sayangnya di tahun 2017 (per Kuartal I) ini, pertumbuhan PDB justru disumbangkan oleh sektor yang kontribusinya relatif kecil. Sebagai contoh, sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 9.1% hanya berkontribusi 3.6% terhadap PDB, kemudian sektor transportasi dan warehousing yang tumbuh 7.6% hanya berkontribusi 5.2% terhadap PDB, sehingga bisa dibilang kontribusi nya menjadi tidak signifikan terhadap pertumbuhan PDB. Hal ini sebenarnya sama dengan prinsip berinvestasi, apabila ada saham pegangan Anda yang naik signifikan, namun kontribusi saham tersebut hanya kecil dari total portfolio Anda, maka pertumbuhan total portfolio Anda juga tidak signifikan.

Sementara dari Top 4 sektor yang berkontribusi besar terhadap PDB tadi, hanya sektor pertanian (tumbuh 7.1%) dan sektor konstruksi (tumbuh 6.3%) saja yang tumbuh di atas pertumbuhan PDB; sementara sektor manufaktur hanya tumbuh 4.2%, sektor perdagangan dan reparasi mobil dan sepeda motor hanya tumbuh 4.7%. Nah kurang lebih, inilah alasan mengapa PDB di tahun 2017 ini pertumbuhannya belum bisa mencapai target 5.3%.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat lihat pada table berikut ini :

 

 Pertumbuhan PDB per Sektor Kuartal I 2017, Source : BPS

 

Pentingnya Peranan Sektor Industri Manufaktur

Pada table di atas, jelas bahwa walaupun terus menerus mengalami penurunan, peranan sektor industri manufaktur dalam PDB masih tetap yang tertinggi, yaitu 20.5% pada tahun 2016. Namun sayangnya, jika kita lihat trend sektor manufaktur justru terus menurun dari 6.26% di 2011 – 4.21% di 2017. Jadi, untuk “mempercepat” pertumbuhan ekonomi tadi, cara “instan” nya yaa menggenjot sektor industri manufaktur tadi. Karena dengan kenaikan PDB industri manufaktur 1% saja dapat meningkatkan 0.2% pertumbuhan ekonomi. Pengertian industri manufaktur itu sendiri adalah industri pengolahan, atau suatu usaha yang mengolah / mengubah bahan mentah menjadi barang jadi ataupun barang setengah jadi yang mempunyai nilai tambah, yang dilakukan secara mekanis dengan mesin, ataupun tanpa menggunakan mesin (manual).

Nah hubungannya dengan pasar saham, contoh industri manufaktur di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah :

  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
  • PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk (ULTJ)
  • PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  • PT Kimia Farma Tbk (KAEF)
  • PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)

 

Beruntung, kinerja emiten di atas terbilang cukup baik dari segi laporan keuangan Kuartal I 2017. Sebagai contoh, laba bersih TKIM naik hampir 300 %, laba bersih AUTO yang naik 41%, dan laba bersih ULTJ naik 35%. Hanya SMCB saja yang masih mencatatkan rugi bersih dan BATA yang mengalami penurunan laba bersih. Secara indeks sectoral pun, harga saham emiten industri manufaktur tumbuh 10.8% YTD Juni 2017.

Oleh karena itu, setidaknya kita bisa cukup optimis bahwa kenaikan kinerja perusahaan di industri manufaktur juga akan mendorong pertumbuhan PDB industri manufaktur, yang akhirnya juga akan membuat pertumbuhan ekonomi mencapai target pertumbuhan ekonomi 5.3%.

 

Info : 

Hadirilah Seminar Investment Grade Investing Strategy tanggal 22 Juli 2017 di Bursa Efek Indonesia pukul 09.00 – 12.00. Info selengkapnya dapat dibaca di sini

Monthly Investing Plan edisi Juli 2017 sudah terbit, Anda dapat memperoleh nya di sini

 

Tags : Pertumbuhan Ekonomi 2017 Pertumbuhan Ekonomi 2017, Pertumbuhan Ekonomi 2017. Pertumbuhan Ekonomi 2017 Pertumbuhan Ekonomi 2017, Pertumbuhan Ekonomi 2017

You may also like

4 Comments

  • Agung
    March 31, 2018 at 8:52 AM

    Salam Pak Rivan, saya Agung mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, ingin bertanya mengenai cara mendapatkan data Pertumbuhan Ekonomi per kuartal I melalui BPS itu bagaimana caranya ya? Saya sudah akses web dan sudah mencari, namun tidak ketemu data yang bisa membantu saya membuat tabel seperti Pak Rivan. Mohon saran dan Solusinya pak, Terima Kasih.

  • f J58IgF0mghrEWb
    December 12, 2018 at 7:34 PM

    Ye tJWv 4BgEAufOpHa9pXYUl

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Share this Post

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami