Online Trading = Profit Lebih Besar?


Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan beberapa praktisi saham. Kami membahas mengenai peranan kemajuan teknologi terhadap perkembangan dunia saham. Dahulu investor mengenal yang namanya floor trading. Pedagang di bursa secara manual ini pada mulanya dapat berjalan lancar karena jurnlah efek yang tercatat di bursa, maupun pialang yang terlibat di lantai bursa masih terbatas. Namun, dalam

Saham = Judi ?


Artikel ini akan menceritakan sedikit mengenai pandangan negative yang banyak beredar mengenai saham di masyarakat. Saya sendiri, seperti yang sudah diceritakan di dalam profil saya, memulai investasi dari tahun 2009 (sebenarnya dari 2008 namun masih patungan dengan teman-teman di kampus). Artinya, sampai dengan tahun 2017 ini saya sudah 8 – 9 tahun berinvestasi.   Banyak

The Power of Compounding Return


Belum lama ini, saya mendapat pertanyaan dari seorang rekan yang kebetulan baru mau mulai berinvestasi di saham. Teman saya ini sudah sering membaca tentang Warren Buffett dan bagaimana kesuksesannya di dunia investasi saham. Kemudian, teman saya ini mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik. Kira-kira begini pertanyaannya,  “Berapa sebenarnya profit yang rasional setiap tahun nya dari berinvestasi

Angin Segar Bank Permata (BNLI)


Kita semua rasanya pasti tahu Bank Permata (BNLI). PT Bank Permata Tbk (PermataBank) merupakan hasil merger 5 (lima) Bank  yaitu PT. Bank Bali Tbk, PT. Bank Universal Tbk, PT. Bank Artamedia, PT. Bank Patriot dan PT. Bank Prima Ekspress pada tahun 2002. Susunan pemegang saham Bank Permata terdiri dari PT Astra International (ASII) merupakan pemegang 44,56%

Bersabarlah Dalam Berinvestasi


Masih berkaitan dengan artikel sebelumnya, di mana kita membahas apa yang sebaiknya kita lakukan jika kita ketinggalan kereta di saham yang kita incar. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih detail mengenai kesulitan terbesar seorang investor, yaitu BERSABAR.   Ketika kita membahas tentang investing VS trading di artikel sebelumnya (Anda dapat membacanya kembali di

Mengintip Peluang di saham Multipolar (MLPL)


PT Multipolar Tbk (MLPL) merupakan investment company yang didirikan pada tahun 1975 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 04 Desember 1975 dengan kantor pusat berlokasi di Menara Matahari, Lippo Karawaci Tangerang. Per akhir 2016, market cap MLPL tercatat sekitar US$ 277 juta atau setara dengan Rp 3.6 Triliun rupiah.   Multipolar berinvestasi di sejumlah

Peluang di Sektor Pembiayaan : WOM Finance (WOMF)


Sekilas mengenai profile perusahaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance), WOM Finance berdiri di tahun 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing. Perseroan berganti nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha pada tahun 2000 dan go public di 2004. Kegiatan Usaha Perseroan adalah pembiayaan konsumen dan pembiayaan multiguna. Pemegang saham mayoritas perseroan adalah PT Bank

Hidden Treasure : KMI Wire and Cable (KBLI)


KMI Wire and Cable (KBLI) ini merupakan produsen kabel listrik yang tertua dan terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu pemasok kabel utama untuk jaringan listrik PLN, infrastruktur, gedung dan perumahan, pabrik, industri minyak dan gas, serta pertambangan. Jenis produk yang dihasilkan adalah kabel konduktor, kabel listrik tegangan rendah (s/d 1 KV), kabel listrik tegangan menengah

Berapa Nilai Wajar BUMI dan ke mana Arahnya?


Hari kemarin, Selasa 21 Februari 2017, harga saham sejuta umat, Bumi Resources (BUMI) turun ARB (Auto Reject Bawah) ke harga 294, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik tertinggi di 505 pada tanggal 27 Januari yang lalu. Banyak group Whatsapp dan group-group lainnya membicarakan penurunan ini. Banyak sekali yang mengeluh cut loss dan menderita kerugian. Bayangkan, jika

Tipe Investor Seperti Apakah Anda?


Setiap orang punya profil nya masing-masing. Sama hal nya dengan investor yang punya tipe profil resiko masing-masing. Ada 3 tipe investor menurut profil resiko dalam berinvestasi, di mana hal ini akan membantu Anda dalam memilih produk investasi apa yang cocok : Tipe Konservatif (Risk Averse) : Investor yang memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield)

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Saya adalah seorang Value Investor. Saya memulai investasi sejak tahun 2008 ketika saya berumur 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, saya berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Saat ini, saya memberikan jasa konsultasi kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko.

Like Us On Facebook

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami