Browsing category Analisa Makro

perkembangan ekonomi Turki

Mengalami Resesi Sejak Tahun 2018, Bagaimana Perkembangan Turki Saat ini ?


Turki merupakan negara dengan GDP nominal terbesar ke – 18 berdasarkan IMF tahun 2018. Selain itu, Turki juga dinilai sebagai pemain kunci oleh investor internasional. Sayangnya, sejak 2018 kemarin perekonomian Turki terus memburuk. Setahun berselang, bagaimana perkembangan perekonomian Turki saat ini ? Dan apakah resesi Turki akan memberikan dampak negatif terhadap Indonesia ?    

Prospek Sektor Properti di 2019


Pasang surut perkembangan sektor properti di tanah air cukup menyita perhatian investor. Kalau dahulu bisnis di sektor properti dianggap selalu menguntungkan, namun beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan sektor properti justru sangat rentan dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi. Apalagi, tantangan di tahun 2019 ini cukup besar lantaran sektor properti di 2019 juga akan

Pasca BMAD Resmi Dicabut

Peluang Ekspor Baja Indonesia Pasca Bea Masuk Anti Dumping Resmi Dicabut


Kinerja ekspor baja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sempat terkendala sejak Indonesia dikenakan bea masuk anti dumping oleh Malaysia dan Australia. Namun pasca BMAD resmi dicabut, kini Indonesia sudah terbebas pengenaan bea masuk anti dumping dari kedua negara tersebut. Hal itu cukup memberikan dampak yang positif terhadap emiten baja Indonesia. Salah satunya Krakatau Steel  (KRAS)

Dampak Bea Cukai CPO

Perkembangan Bea Cukai CPO ke India, dan Apa Dampaknya Bagi Emiten CPO ?


Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir terbesar CPO di dunia. Sayangnya, ekspor CPO Indonesia dalam 2 tahun terakhir ini cukup tertekan karena dampak Bea Cukai CPO. Terutama sejak bea masuk CPO dan produk turunannya dinaikkan oleh India hingga 3x. Tak pelak hal itu menimbulkan dampak negatif bagi sejumlah emiten di sektor CPO… Lantas, kira-kira bagaimana perkembangannya

Prospek dan Kinerja PBID

Bagaimana Dampak Pengenaan Cukai Plastik Terhadap Prospek dan Kinerja PBID ?


Larangan penggunaan kantong plastik banyak menuai pro dan kontra di masyarakat. Hal ini cukup membuat sejumlah pelaku pasar khawatir. Terlebih bagi investor yang sedang berinvestasi di emiten di sub sektor plastik dan kemasan. Pelarangan penggunaan kantung plastik ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap kinerja emiten produsen plastik. Salah satu emiten yang dikhawatirkan akan terkena dampak dari

resesi Italia resesi Jepang

Italia dan Jepang Jatuh ke Dalam Resesi, Bagaimana Prospek Ke Depan ?


Belakangan ini kita banyak mendengar berita mengenai resesi Italia dan resesi Jepang.. Banyak investor yang kemudian khawatir bahwa resesi Italia dan resesi Jepang ini akan mempengaruhi IHSG ke depannya.. Hal ini tidak terlepas dari pelemahan perekonomian global yang cukup menorehkan sejumlah dampak bagi sejumlah negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Seperti yang sudah kita

Rupiah Menguat ke 14.000

Rupiah Menguat ke Rp 14.000,-an, Apakah Hanya Bersifat Sementara ?


Pasca terdepresiasi di sepanjang tahun 2018, kini otot Rupiah kembali mengalami penguatan sejak awal tahun. Kini dengan Rupiah Menguat ke 14.000, bagaimana proyeksi ke depan ? Setelah sebelumnya Rupiah sempat menyentuh level tertingginya di Rp 15.200,-an per USD pada Oktober 2018, Rupiah diprediksi semakin cemerlang di tahun 2019 ini. Kira-kira apakah dengan Rupiah Menguat ke

Resesi AS di 2019

Prediksi Resesi AS di 2019, Bagaimana Dampaknya Terhadap Indonesia ?


Amerika Serikat (AS) merupakan penggerak ekonomi terbesar di dunia dengan pertumbuhan GDP yang stabil. Selain itu menjelang akhir tahun 2018 kemarin, data perekonomian AS juga mulai menunjukkan perbaikan yang positif. Meskipun data perekonomian AS menunjukan perbaikan positif, namun yang menarik perhatian Penulis adalah munculnya issue resesi AS di 2019. Sejumlah pengamat memprediksikan bahwa AS akan

Rupiah Tembus 15.000

Rupiah Hampir Tembus 15,000, Pertanda Krisis bagi Indonesia ?


Saat ini kita dihadapkan dengan issue tentang Rupiah Tembus 15.000, dalam artikel ini kita akan membahas jauh lebih dalam.. Untuk kesekian kalinya di tahun 2018 ini, IHSG berfluktuasi cukup tinggi. Dalam 1 minggu perdagangan terakhir, IHSG kembali harus terkoreksi dari 6,065 menjadi 5,683 an atau terkoreksi sekitar 6.3%. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi 3.2% dalam

Krisis Turki

Bagaimana Pengaruh Krisis Turki Mempengaruhi Pergerakan IHSG ?


Setelah kurang lebih 1 bulan belakangan ini. IHSG kembali memasuki fase recovery dengan berbagai indikatornya. Seperti investor asing mulai mencatatkan Net Buy sebesar Rp 1.52 triliun sepanjang Juli 2018. Dan IHSG yang mulai bangkit dari 5700 an dan kembali menembus level 6,000 – 6,100 an, tiba-tiba saja IHSG kemarin harus terkoreksi 3.55% dan kembali ditutup

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami