Jokowi Akan Bangun Tol Setara 18x Panjang Pulau Jawa, Sentimen Positif bagi Sektor Konstruksi ?

Jokowi Akan Bangun Tol Setara 18x Panjang Pulau Jawa, Sentimen Positif bagi Sektor Konstruksi ?


Bukan lagi hal yang baru bagi kita, di sepanjang masa kepemerintahan PakDe Jokowi, sektor infrastruktur memang menjadi salah satu fokus utamanya. Lantaran hal itu dinilai, akan mampu meningkatkan konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi diberbagai wilayah. Nah, yang terbaru saat ini adalah rencana Jokowi akan bangun tol setara 18x panjang pulau Jawa, dan rencana tersebut tengah digodok melalui Kementerian PUPR. Pertanyaannya, apakah pembangunan tol ini akan menjadi sentimen positif bagi kinerja sektor konstruksi ?

 

Rencana Pembangunan Tol Sepanjang 18.850 km

Belum lama ini jajaran pemerintah PakDe Jokowi kembali mencetuskan rencana pembangunan infrastruktur nasional. Ya, rencananya pemerintah akan menambah pembangunan tol dengan panjang totalnya mencapai ±18.850 km di seluruh Indonesia. Jika rencana tersebut terealisasikan, maka Indonesia akan memiliki tol yang setara dengan 18x panjang pulau Jawa. Wah, cukup menarik juga ya untuk perkembangan pembangunan infrastruktur Indonesia. Lantas gimana nih progress nya saat ini ?

Nah, saat ini rencana penambahan tol tersebut, tengah digodok melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tetapi, meski masih dalam tahap pembahasan, perlu kita ketahui, ternyata dari total ±18.850 km itu sebagiannya sudah ada yang dibangun dan sedang dalam tahap konstruksi. Jadi yang saat ini tengah dibahas adalah pembangunan sisanya.

Rencana penambahan tol ini merupakan rencana umum pemerintah, yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Di mana dari 15 sektor Proyek Strategis Nasional terdapat 223 proyek, dan sebanyak 71 dari 76 proyek jalan adalah pembangunan jalan tol. Sedangkan sisanya yang 5 proyek adalah proyek infrastruktur jalan nasional. Dan sebagai gambarannya, proyek jalan tersebut telah tergambarkan dalam peta ‘Program Jalan Bebas Hambatan’…

Source : Dokumen PUPR & www.cnbcindonesia.com/akan-ada-tol-18-kali-panjang-pulau-jawa

Dari gambaran peta “Program Jalan Bebas Hambatan” diatas, terlihat bahwa rancangan proyek jalan tol sepanjang ±18.850 km ini akan dibangun di seluruh Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain : Sumatera, Kepulauan Riau, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Bali, dan Lombok. Dalam peta tersebut, ada beberapa kategori ruas yang dibagi berdasarkan tahapan realisasi tol, yang direpresentasikan melalui warna dan bentuk garis. Adapun mayoritas garis masih berupa garis putus-putus berwarna ungu, artinya pembangunan infrastruktur tol adalah program tol jangka panjang.

 

Histori Pembangunan Tol

Nah, supaya nggak ngegantung, kita akan flashback secara singkat histori pembangunan infrastruktur tol di Indonesia…

Jika dirincikan, pembangunan infrastruktur tol di Indonesia terdapat beberapa tahapan, di antaranya : Pertama, pembangunan tol era Soeharto. Di masa kepemimpinan Soeharto terhitung mulai dari tahun 1967 – 1998, pembangunan tol sendiri baru mulai dilaksanakan pada tahun 1973 sampai tahun 1993. Di mana, Soeharto telah berhasil menyelesaikan dan mengoperasikan ruas jalan tol sepanjang ±490 km.

Kedua, pembangunan tol era Habibie. Tepat setelah Soeharto mengundurkan diri dari kepemimpinannya di tahun 1998, dan kemudian resmi digantikan oleh Baharudin Jusuf Habibie. Pembangunan tol kembali dilanjutkan meski hanya selama satu tahun dari tahun 1998 – 1999. Saat itu, Habibie berhasil melakukan pembangunan jalan tol sepanjang  ±7.2 km.

Ketiga, pembangunan tol era Gus Dur. Pembangunan tol pun masih terus berlanjut hingga masa kepemimpinan Gus Dur mulai dari tahun 1999 – 2001, di masa itu jalan tol yang berhasil dibangun adalah sepanjang ±5.5 km.

Keempat, pembangunan tol era Megawati. Setelah Gus Dur lengser dari jabatannya, Ibu Megawati pun resmi menduduki jabatan sebagai Presiden RI. Dan pembangunan tol kembali dilanjutkan mulai dari tahun 2001 – 2004, sepanjang ±34 km.

Kelima, pembangunan tol era SBY. Di sepanjang era SBY ini yang telah menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode dari tahun 2004 – 2014, pembangunan tol kembali meningkat signifikan hingga mencapai sepanjang ±212 km.

Keenam, pembangunan tol era Jokowi. Pembangunan tol di Indonesia bisa dikatakan memasuki masa emas setelah Jokowi menjabat sebagai Presiden RI menggantikan SBY. Hal ini menjadi Jokowi sebagai salah satu presiden yang paling unggul dalam memajukan pembangunan infrastruktur khusunya jalan tol. Di periode I, terhitung sejak tahun 2014 – 2019 PakDe Jokowi telah berhasil membangun jalan tol sepanjang ±1.298 km. Jumlah tersebut bertumbuh pesat, lantaran sejak PakDe Jokowi menjabat, beliau ini gencar membangun infrastruktur tol.

Jika dirinci, maka sepanjang tahun 2015 telah terbangun tol sepanjang ±132 km, di tahun 2016 terbangun tol sepanjang ±44 km, di tahun 2017 terbangun tol sepanjang ±156 km, dan berikutnya di tahun 2018 tercatat ada ±450 km ruas tol baru, serta di tahun 2019 telah terdapat tambahan tol sepanjang ±516 km.

Dokumen Direktorat Jenderal Kekayaan Negara – KemenKeu. Source : https://lokadata.id/artikel/bangun-jalan-tol-18850-km-pemerintah-libatkan-dana-swasta

 

Di periode ke II, terhitung dari tahun 2019 – 2024 mendatang, PakDe Jokowi ini juga masih melanjutkan pembangunan infrastruktur tol. Tercatat hingga per Juli 2020 jalan tol yang dibangun adalah sepanjang ±2.166 km tol yang sudah selesai dan beroperasi di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, secara bersamaan pemerintah juga tengah dalam proses pengadaan tanah sebanyak ±2.000 km. Sedangkan, yang masih dalam tahap perencanaan dan penyiapan ±14.500 km.

Berikut ini adalah gambaran pertumbuhan pembangunan infrastruktur dari era Soeharto sampai era Jokowi…

 


https://www.cnbcindonesia.com/news/infrastruktur-berkembang-tercepat-sepanjang-sejarah
Source : CNBC Indonesia – Infrastruktur Berkembang Tercepat Sepanjang Sejarah

(Noted : Angka di atas hanya estimasi yang berbeda-beda dari setiap sumber)

Dan perlu digaris bawahi juga, bahwa pemerintah telah menargetkan panjang jalan tol yang bisa beroperasi hingga ke akhir tahun 2024 adalah sekitar ±4.817 km. Bahkan angka tersebut telah meningkat dari target sebelumnya yang hanya sekitar 2.724 km saja.

Jadi tak heran, jika rencana pembangunan tol sepanjang ±18.850 km benar terealisasi, maka diasumsikan akan sama seperti 18x panjang pulau Jawa. Mengingat ruas jalan tol di Indonesia akan semakin panjang. Meski demikian, pemerintah sendiri telah memprediksikan kondisi dan kemampuan pembangunan yang mungkin tidak akan bisa sanggup menyelesaikan ±18.850 km. Mengingat banyak pembangunan infrastruktur yang tertunda dan melambat akibat pandemi Covid-19.

 

Tujuan Jokowi akan Bangun Tol Setara 18x Panjang Pulau Jawa

Sepanjang pembahasan rencana di atas, jadi apa sebenarnya tujuan pemerintah melalui pembangunan tol sepanjang 18.850 km ?

Rencana PakDe Jokowi untuk menambah pembangunan tol ini, bisa dikatakan memang sudah dirancang oleh pemerintah dengan tujuan-tujuan tertentu. Di mana pemerintah ingin agar konektivitas bisa mencapai target peningkatan sekitar ±1.5 jam per 100 km nya. Pasalnya, ruas tol yang sudah dibangun selama ini diklaim akan dapat mengatasi berbagai hambatan lalu lintas sarana transportasi. Salah satunya yang paling umum adalah untuk mengurai kemacetan.

Apalagi dalam pembangunannya, jalan tol ini tidaklah dibuat secara sembarangan. Di mana jika dilihat secara seksama, setiap ruas jalan tol yang akan dibangun akan memperhitungkan sisi konektivitas antar daerah. Di mana pembangunan infrastruktur ini lebih fokus dalam menunjang konektivitas transpotasi, dan semua ruas jalan tol juga akan terkoneksi langsung dengan sejumlah kawasan bisnis, seperti halnya kawasan industri, tempat-tempat pariwisata, bandara, pelabuhan, dan beberapa kawasan strategis lainnya.

Sehingga pada akhirnya, akan mempermudah dan menurunkan biaya penyaluran logistik di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, dengan terkoneksinya jalan tol terhadap sejumlah kawasan bisnis strategis, juga akan bisa meningkatkan pertumbuhan investasi yang masuk ke Indonesia.

PakDe Jokowi sendiri percaya, dengan semakin mudahnya koneksi antar daerah, sudah tentu akan menggenjot perekonomian dan mendorong produktivitas lebih baik lagi. Di lain sisi, PakDe Jokowi juga berusaha menambah daya tarik Indonesia di mata para investor melalui pembangunan infrastruktur Indonesia yang lebih besar, daripada tahun-tahun sebelumnya.

 

Rencana Pembiayaan Pembangunan Tol

Dan untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur tol, nampaknya Pemerintah tidak akan turun tangan sendirian, hanya dengan mengandalkan anggaran pemerintah melalui APBN. Namun pemerintah juga tengah merencanakan cara, agar pembangunan tol ini bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta. Di mana pemerintah berencana untuk menggandeng pihak swasta, dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Adapun alasan pemerintah yang berencana untuk menggandeng pihak swasta, adalah karena adanya penundaan dan perlambatan dalam pembangunan infrastruktur selama pandemi Covid-19 berlangsung. Tak hanya itu saja, keterpakaiannya dana pembangunan infrastruktur yang direalokasikan sementara untuk penanganan virus Covid-19.

[Jokowi Mengucurkan Stimulus Rp 405 triliun, untuk Mengatasi Pandemi Corona, Bagaimana Dampak ke Depannya ?]

 

Dalam realokasi dana tersebut, Kementerian PUPR mencatat dana pembangunan infrastruktur yang direalokasikan adalah sebesar Rp 44.58 triliun dari total anggaran semula sebesar Rp 120 triliun per April 2020. Sehingga saat ini PUPR hanya memiliki dana sisa sebesar Rp 75.42 triliun, untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.

 

Sentimen Positif untuk Sektor Konstruksi ?

Dari rencana pembangunan tol sepanjang ±18.850 km di seluruh Indonesia, tentu hal itu akan menjadi sentimen positif tersendiri bagi beberapa sektor. Terutama untuk perusahaan yang berada di sektor konstruksi, karena berpeluang mendapatkan keuntungan dari upaya pemerintah yang tengah giat menggenjot pembangunan infrastruktur. Sebut saja beberapa emiten sektor konstruksi terbesar di Indonesia : WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP, yang memang sering menangani pembangunan infrastruktur besar.

[Kontrak Baru Tidak Tercapai, Sektor Konstruksi Mulai Memasuki Sunset Period ?]

 

               

Apalagi sampai saat ini, emiten konstruksi tersebut masih terus menjalankan pembangunan infrastruktur. Sebagai gambarannya, emiten WSKT di sepanjang tahun ini telah berhasil mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 9.6 triliun, termasuk dengan beberapa proyek infrastruktur besar lainnya seperti jalan tol Ciawi – Sukabumi seksi 3 dan 4, jalan tol Pasuruan dan Probolinggo seksi 4, jaringan irigasi Rentang, dan beberapa proyek WSKT lainnya. Di mana     secara umum pencapaian WSKT tahun ini, masih ditopang oleh proyek infrastruktur. Tercatat ada beberapa proyek tol yang juga tengah ditargetkan pada Q4-2020, termasuk juga dengan tol investasi yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.

Begitu pula dengan WIKA, hingga saat ini WIKA masih aktif mengejar sejumlah tender proyek-proyek terbaru. Di mana hingga Q3-2020, WIKA masih menggarap 11 proyek strategis nasional (PSN). Dari proyek-proyek tersebut, ke 9 proyek di antaranya masih memiliki progres pekerjaan di atas 50% yakni Jalan Tol Kunciran – Cengkareng, Jalan Tol Serang Panimbang, Jalan Tol Cisumdawu, Pelabuhan Patimban, Terminal Kijing, Bendungan Cipanas, Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin, serta PLTU Sulsel Barru 1×100 MW.

Sementara ADHI yang juga emiten konstruksi pelat merah, baru saja mengantongi dua kontrak baru yang berasal dari proyek preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera (Jalintim Sumatera Selatan). Dan untuk menyelesaikan kontrak proyek yang memiliki masa konsesi selama 15 tahun tersebut, ADHI membentuk perusahaan patungan bersama dengan PT Brantas Abipraya yang diberi nama PT Jalintim Adhi Abipraya (JAA). Berdasarkan informasi dari Kementerian PUPR, proyek preservasi Jalintim di Sumatera Selatan ini membentang sepanjang ±29.87 km dan terdiri dari 14 jembatan.

Terlepas dari proyek yang baru saja didapatkan, hingga saat ini ADHI selaku kontraktor masih terus mengerjakan penyelesaian pembangunan jalan tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) seksi 4 sesuai dengan jadwal. Nah jalan tol ini belakangan tengah ramai diperbincangkan, karena tol ini merupakan bagian dari megaproyek Tol Trans – Sumatera. Tol Sibanceh merupakan tol pertama di Aceh dengan panjang ±74.2 km.

Sebaliknya, emiten konstruksi PTPP justru telah menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung ruas Manado – Danowudu sepanjang 26 km. Jalan tol tersebut merupakan jalan tol pertama yang dimiliki oleh kota Manado – Sulawesi Utara. Adapun dari sisi kontrak baru, terhitung dari sepanjang Januari – Juli 2020 PTPP telah menggenggam kontrak baru senilai Rp 11.24 triliun.

Nah dari gambaran di atas, bukan tidak mungkin ke depannya emiten konstruksi milik negara tersebut kembali dilibatkan untuk menyelesaikan proyek ambisius tersebut. Dengan begitu tentunya, proyek infrastruktur itu juga akan bisa meningkatkan kinerja bisnis emiten konstruksi di masa mendatang.

 

Kesimpulan

Nah, dengan adanya rumor bahwa PakDe Jokowi akan melanjutkan pembangunan infrastruktur, sehingga mencapai panjang ±18.850 km di seluruh di Indonesia. Setidaknya telah memberikan harapan positif bagi bangkitnya kinerja sektor konstruksi. Seperti yang kita tahu, sejak pandemi Covid-19 meluas sudah banyak perusahaan konstruksi yang mengalami keterlambatan  pembangunan proyek. Karena tidak sedikit juga perusahaan konstruksi yang memilih untuk menunda proyeknya, meski beberapa di antaranya juga masih ada yang melaksanakan operasi proyek dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Penundaan sejumlah proyek konstruksi tersebut, memang sejalan dengan instruksi Kemeterian PUPR No. 02/IN/M/2020 yang ditetapkan pada 27 Maret 2020 tentang tindak lanjut terhadap kontrak penyelenggaraan jasa konstruksi yang mengatur tentang penghentian pekerjaan sementara. Jadi, memang tidak heran jika selama pandemi Covid-19 banyak perusahaan konstruksi yang loyo.

Dengan kondisi tersebut, kita pun berharap bahwa pembangunan yang saat ini tengah digiatkan oleh pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, akan bisa kembali menggairahkan kinerja sektor konstruksi. Dan tentunya, jika rencana tersebut terealisasikan, maka Indonesia akan memiliki tol yang setara dengan 18x panjang pulau Jawa.

Nah, kira-kira bagaimana nih dengan pendapat kalian tentang rencana Jokowi yang akan mewujudkan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, agar setara dengan 18x panjang pulau Jawa ?

 

###

Info:

 

Tags : Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol | Jokowi Akan Bangun Tol

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami