Pemegang Saham Pengendali Menjual 500 juta Lembar Saham DUCK, Ada apa Gerangan ?

Pemegang Saham Pengendali Menjual 500 juta Lembar Saham DUCK, Ada apa Gerangan ?


Selama ±1 tahun ini, PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS), pemegang saham PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK), terus melakukan penjualan saham DUCK. PT AKS yang sebelumnya memegang 60.0% saham DUCK, saat ini hanya tersisa 20.26% saham DUCK saja. Banyak investor yang bertanya siapa PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS) ini ? Dan apa motif dari penjualan sahamnya ? Silakan Anda baca selengkapnya pada artikel ini…

 

Lika Liku Pemegang Saham DUCK

Sebelum kita membahas mengenai dari transaksi REPO yang dilakukan oleh AKS selaku pemegang saham pengendali DUCK… Anda perlu mengetahui bahwa DUCK ini termasuk perusahaan yang suka “gonta-ganti” struktur pemegang saham. Sehingga investor juga cukup bingung, mengenai siapa sebenarnya pemegang saham pengendali di DUCK ini..

Histori Pemegang Saham DUCK. Source : Annual Report, Keterbukaan Informasi, Prospektus DUCK

 

Seperti Anda lihat di atas, komposisi pemegang saham DUCK sudah beberapa kali mengalami perubahan sejak IPO di 2018.

  • Initial Public Offering (IPO)

PT Penasehat Investasi Indonesia yang sempat memiliki saham DUCK sebanyak 9.74%, melepas kepemilikan sahamnya saat DUCK IPO di Oktober 2018. Sebelumnya PT Penasehat Investasi Indonesia tercatat memiliki saham DUCK sebanyak 9.74%. Namun sejak DUCK IPO, PT Penasehat Investasi Indonesia sudah tidak lagi menjadi pemegang saham DUCK. Berikut adalah screenshot nya…

Source : https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/

Posisi PT Penasihat Investasi Indonesia tersebut digantikan oleh Edy Suwarno dan PT Investra Nusa Tama. Dan sampai akhir 2018, secara umum kepemilikan saham DUCK ini dikuasai oleh tiga pemegang saham terbesar, yaitu PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS) dengan kepemilikan sebesar 60.00%, Edy Suwarno sebesar 10.61%, dan PT Investra Nusa Tama sebesar 18.37%. Sedangkan sisanya dimiliki oleh Publik sekitar 10.02% saham.

Berikut adalah screenshot yang Penulis peroleh dari Laporan Tahunan DUCK 2018…

Pemegang Saham DUCK Tahun 2018. Source : Laporan Tahunan DUCK 2018

 

  • Pasca IPO

Baru satu bulan DUCK melakukan IPO di Oktober 2018, namun pada November 2018, Edy Suwarno melakukan REPO. Berikut ini adalah salah satu pernyataan terbuka pertama Edy Suwarno melalui keterbukaan informasi BEI…

Transaksi REPO DUCK, Edy Suwarno. Source : https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/

 

Bukan hanya Edy Suwarno, pemegang saham lainnya yaitu PT Investra Nusa Tama juga kemudian melepas kepemilikan sahamnya di bulan April 2019. Berikut adalah transaksi pertama yang dilakukan oleh PT Investra Nusa Tama …

Pemegang Saham DUCK Tahun 2018, PT Investra Nusa Tama. Source : https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/

 

Pada tahun 2019, proporsi kepemilikan saham DUCK kembali berubah. Di mana pada tahun 2019 ini, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia masuk menjadi pemegang saham DUCK dengan total kepemilikan saham sebesar 14.85%. Sementara PT AKS yang tadinya memegang 60.00% saham, per tahun 2019 menjadi sebesar 48.29%. Demikian pula, Edy Suwarno dan PT Investra Nusa Tama sudah tidak tercantum lagi namanya di struktur pemegang saham DUCK di 2019 (padahal masih dalam status REPO). Dan porsi kepemilikan saham publik menjadi jauh lebih besar menjadi 36.85% oleh publik.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa lihat tabel di bawah ini…

Pemegang Saham DUCK. Source : Annual Report, Keterbukaan Informasi, Prospektus DUCK

 

REPO Saham DUCK oleh PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS)

Nah setelah mendapatkan gambaran mengenai lika liku pemegang saham DUCK di atas. Selanjutnya Penulis ingin highlight tentang transaksi REPO yang dilakukan oleh pemegang saham DUCK.

Satu hal yang Anda perlu tahu, beberapa pemegang saham DUCK sudah transaksi kontrak REPO bukan hanya di tahun 2020 ini, melainkan sejak DUCK IPO DI 2018. Jika Anda ingat perubahan struktur pemegang saham DUCK di atas, Edy Suwarno yang sebelumnya tercatat sebagai pemegang saham DUCK, melakukan REPO di November 2018, atau hanya 1 bulan pasca DUCK IPO. Namun faktanya hingga artikel ini ditulis di September 2020, nama Edy Suwarno tak kunjung kembali ke struktur pemegang saham DUCK.

Transaksi REPO DUCK, Edy Suwarno. Source : https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/

 

Bukan hanya Edy Suwarno yang melakukan REPO, di Agustus 2019, PT Asia Kuliner Sejahtera juga melakukan transaksi REPO.

Nah transaksi REPO PT AKS ini lah yang menarik perhatian Penulis. Awalnya, PT AKS mulai melepas saham DUCK pada bulan Agustus 2019 dengan melepas 50 juta lembar saham di harga Rp 1500.

Transaksi Repo Saham DUCK Agustus 2019. Source : https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/

Nah ternyata transaksi tersebut bukan satu-satunya transaksi penjualan yang dilakukan PT AKS. Sejak Agustus 2019 tersebut, PT AKS terus melakukan penjualan sahamnya hingga saat artikel ini ditulis. Artinya sudah +- 1 tahun terakhir, PT AKS terus melepas kepemilikan sahamnya. PT AKS tercatat melakukan penjualan saham (dengan alasan REPO) setiap bulan dari Agustus 2019 hingga Juli 2020 sebanyak 29x transaksi penjualan.

Dan transaksi REPO AKS terakhir (sampai sejauh ini), PT AKS kembali menjual saham DUCK sebanyak 24 juta lembar pada kisaran harga Rp 440 per saham. Sebagai akibat dari penjualan saham tersebut, kepemilikan AKS di DUCK semakin mengecil dari 284 juta lembar menjadi sekitar 260 juta lembar saham DUCK.

Transaksi Repo Saham DUCK Juli 2020. Source :                 https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202008/a1e8c7047c_a062066d16.pdf

 

Nah jadi Anda bisa lihat sendiri bahwa PT AKS yang tadinya memiliki 60.00% lembar saham DUCK ketika IPO (sekitar 769.9 juta lembar saham), saat ini hanya tersisa memiliki 20.26% lembar saham (sekitar 260.0 juta lembar saham). Artinya dalam satu tahun terakhir, PT AKS sudah melepas 509.9 juta lembar saham DUCK !!!!

 

Siapakah PT Asia Kuliner Sejahtera ?

Dari kronologi di atas, Anda mungkin heran dengan aksi penjualan besar-besaran (namun sebenarnya terencana) dari PT AKS. Tentu yang jadi pertanyaan saat ini, siapakah PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS) tersebut ? Supaya lebih jelas, coba Anda lihat keterangan di bawah ini..

Informasi Pemegang Saham AKS. Source : Laporan Tahunan DUCK 2019

 

Nah terlihat bahwa dalam jajaran pemilik AKS, terdapat nama-nama yang saat ini menduduki posisi manajemen DUCK itu sendiri, seperti Limpa Itsin Bachtiar yang notabene adalah Direktur Utama DUCK sendiri, memiliki kepemilikan sham di AKS sebesar 1.39%. Dengan kata lain, Limpa Itsin Bachtiar ini melakukan pengendalian DUCK melalui AKS.

Selain itu, terdapat juga beberapa nama Direksi DUCK lainnya yang juga memiliki saham di PT AKS, seperti Itek Bachtiar yang notabene adalah Komisaris Utama DUCK, malah memegang 23.54% di PT AKS. Serta terdapat nama Lin Manuhutu, yang notabene adalah Direktur Pengadaan DUCK, juga tercatat memiliki 18.83%. Kemudian Ibin Bachtiar yang merupakan Direktur Operasional yang memiliki 6.51%, dan Tio Dewi yang sebagai Direktur Keuangan dengan kepemilikan saham AKS sebesar 4.64%.

 

Mengapa PT AKS Menjual Hingga 500 juta Lembar Saham DUCK ?

Hingga saat ini belum ada pernyataan tertulis dari manajemen mengenai alasan penjualan (atau disebut sebagai REPO) selama ±1 tahun belakangan ini. Namun hal ini tidak terlepas dari memburuknya kinerja DUCK sejak Q3 2019 hingga tahun 2020 ini.

Dan entah berhubungan langsung atau tidak, harga saham DUCK terus merosot sejak PT AKS mulai menjual kepemilikan sahamnya di DUCK. Seperti disampaikan di atas, harga jual PT AKS di DUCK juga bervariasi dari 1500 an di Agustus 2019 hingga 440 di Juli 2020. Dan ketika artikel ini ditulis, harga saham DUCK berada di 332, atau sudah jauh di bawah harga IPO.

Source : RTI Business

 

 

Kesimpulan

Sejak DUCK resmi tercatat di BEI pada Oktober 2018, struktur pemegang saham DUCK kerap berubah. Mulai dari PT Penasihat Investasi Indonesia, Edy Suwarno, PT Investra Nusa Tama, yang sebelumnya sempat tercatat menjadi pemegang saham DUCK, saat ini sudah tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham.

Dan DUCK juga kerap melakukan transaksi REPO, di mana PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS) yang sempat menjadi pemegang saham pengendali (60.0%) terus melakukan transaksi penjualan (dengan alasan REPO), sebanyak 500.9 juta lembar saham (dalam 29x transaksi) hingga saat artikel ini ditulis. Dan jumlah saham PT AKS sendiri di DUCK saat ini hanya tersisa 20.26% saja. Sayangnya hingga saat ini, belum ada pernyataan tertulis mengenai tujuan dan untuk apa kontrak repo tersebut dilakukan.

Transaksi repo saham oleh PT AKS ini, justru menimbulkan citra yang negatif dan tidak begitu baik bagi pertumbuhan kinerja harga saham DUCK. Hal tersebut, terbukti dari pergerakan harga saham DUCK yang sejak IPO hingga saat ini terus menurun.

 

###

 

               

Info:

 

Tags : Repo Saham DUCK  | Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK |  Repo Saham DUCK

 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami