AS Keluar dari WHO

AS Keluar dari WHO, Apa Potensi Dampaknya Jika Benar Terealisasi ?


Lagi-lagi AS menghebohkan dunia, di tengah masih merebaknya pandemi Covid-19 di sejumlah negara. Pasalnya, Donald Trump yang memimpin AS justru menarik keluar negaranya dari keanggotaannya di WHO. Hal itu terjadi karena ketidakpuasannya terhadap penanganan pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh WHO. Tak pelak, rumor AS keluar dari WHO ini menimbulkan banyak pertanyaan, terutama para pelaku pasar. Apakah dengan terealisasinya AS keluar dari WHO ini akan menimbulkan masalah baru ? Dan apa saja potensi dampak yang mungkin timbul ?

 

Kronologi AS Keluar dari WHO

Bermula dari penghentian sementara kucuran dana AS kepada WHO, terhitung sejak April 2020 yang lalu. Trump menilai WHO terlalu percaya atas klaim China mengenai wabah Covid-19, tanpa melakukan peninjauan lebih dulu. Bahkan ia tak ragu, mengeluarkan pernyataan seperti berikut :

“Hari ini, saya memerintahkan administrasi saya untuk menahan pendanaan bagi WHO, selagi dilakukan pemeriksaan untuk mengevaluasi peran WHO. Atas pengelolaan yang salah dan menutupi penyebaran virus Covid-19. Wajib pajak AS membayar USD 400 juta – USD 500 juta, untuk WHO per tahun. Sebaliknya, China menyumbang USD 40 juta per tahun, bahkan lebih kecil. Sebagai sponsor utama organisasi itu, AS memiliki tanggungjawab untuk menuntut akuntabilitas penuh dengan mewabahnya virus Covid-19. Kami sangat khawatir, apakah kemurahan hati AS telah dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kenyataannya, WHO gagal mendapatkan, memeriksa, dan membagikan informasi dengan tepat waktu dan transparan.” Mengutip CNBC Indonesia – CNBC Indonesia 

Dan kemudian berlanjut pada Mei 2020, di mana Donald Trump mengirimkan surat notifikasi kepada Sekjen WHO Antonio Guterres. Dengan pernyataan bahwa WHO memiliki waktu 30 hari untuk melakukan reformasi. Namun selang dua minggu setelahnya atau pada akhir Mei, pemimpin nomor satu di AS tersebut, justru mengeluarkan pernyataan bahwa ia akan menarik AS keluar dari WHO dan akan mengakhiri keanggotaannya di WHO. Termasuk dengan mengalihkan dananya ke lembaga amal kesehatan masyarakat global yang lain. Keputusan AS keluar dari WHO ini sebenarnya sudah sekitar satu bulan yang lalu (kira-kira Juni 2020). Melansir Narasi Newsroom, pernyataan yang dikeluarkan oleh Trump adalah seperti berikut ;

”Karena mereka (WHO) telah gagal melakukan reformasi yang diminta dan sangat dibutuhkan. Kami hari ini akan mengakhiri hubungan kami dengan WHO dan mengarahkan kembali dana itu ke negara lain di seluruh dunia. Dan mengalihkannya ke negara yang layak mendapat kebutuhan kesehatan masyarakat global yang mendesak. Dunia membutuhkan jawaban dari China tentang virus.”

Berkaitan dengan tuduhan AS terhadap China ini pun, lebih dalamnya pernah Penulis bahas dalam artikel lainnya…

[Baca lagi : Pandemi Covid-19 Picu Perang Dingin AS vs China, Akankah Kembali Berpengaruh pada Dunia ?]

 

Namun kini rumor AS keluar dari WHO ini, justru disampaikan langsung oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selaku lembaga yang menaungi WHO. Di mana PBB menegaskan, bahwa pada 6 Juli 2021 AS akan resmi keluar dari keanggotaan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Keputusan AS keluar dari WHO itu lantaran sang pemimpin AS – Donald Trump, merasa tidak puas dan menilai organisasi tersebut sebagai ‘boneka’ yang diperalat oleh China. Di mana Trump justru menuduh WHO telah mendukung China, untuk tidak menyampaikan informasi yang nyata terkait virus Covid-19 di awal-awal kemunculannya. Bahkan ia menilai, bahwa WHO telah memberikan anjuran yang salah untuk menangani pandemi Covid-19.

 

Proses AS keluar dari WHO pun cukup panjang, yakni sekitar satu tahun, aturan itu pun sudah diatur dalam resolusi Kongres AS. Di mana proses AS keluar dari WHO akan memakan waktu setidaknya satu tahun, AS pun diwajibkan untuk mengajukan surat pengunduran diri setahun sebelum resmi keluar. Dan bahkan AS harus membayar sumbangan dana kepada WHO, sesuai kesepakatan dalam resolusi bersama Kongres AS pada tahun 1948. Di mana kini AS berhutang > US$ 200 juta kepada WHO. Terkait dengan itu, melansir Kumparan, salah satu Jubir PBB menyatakan bahwa ;

“Sekjen kini sedang dalam proses verifikasi dengan WHO, untuk memastikan apakah syarat pengunduran diri sudah semua dipenuhi.”

Wajar saja, AS akan melewati proses yang cukup panjang. Mengingat kerjasama yang sudah dijalankan AS dengan WHO ini sudah berlangsung sekitar ±72 tahun, sejak AS resmi menjadi anggota WHO pada tahun 1948 silam.

Hal lain yang juga perlu kita ketahui, keputusan Trump untuk AS keluar dari WHO itu pun, rupanya mendapat dukungan dari Wakil Presiden AS – Mike Pence. Ia pun mengklaim bahwa, saat ini adalah waktu yang tepat untuk AS keluar dari WHO, karena WHO yang telah mengecewakan dunia sehingga harus ada konsekuensi yang diterima.

 

AS Keluar dari WHO, Dikecam !

Meski didukung, namun tetap saja apa yang diputuskan oleh orang nomor satu di AS ini menerima berbagai kecaman. Karena telah mengambil keputusan di tengah-tengah krisis kesehatan dunia. Salah satunya, Ketua House of Representatives (DPR AS) – Nancy Pelosi, yang dengan tegas mengecam keputusan Trump. Ia menilai bahwa itu adalah tindakan yang tidak masuk akal, apalagi di tengah-tengah upaya WHO melakukan koordinasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Source : Narasi Newsroom

Tak hanya Nancy Pelosi, Dr. David Nabarro yang mendapat utusan khusus WHO perihal Covid-19 pun turut menyayangkan keputusan Trump yang hendak menarik AS dari keanggotaan WHO. Ia menilai langkah AS tersebut, adalah hal yang menyedihkan.

Demikian pula, dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dan Diplomat Josep Borrell yang meminta Trump untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk tidak menarik AS keluar dari WHO. Mereka menilai di tengah ancaman global seperti sekarang, adalah waktu yang penting untuk meningkatkan kerja sama mencari solusi. Namun dengan AS keluar dari WHO, sudah termasuk dalam tindakan yang bisa melemahkan upaya global.

Apalagi jauh sebelum rumor AS keluar dari WHO ini, Trump juga sudah melepas keanggotaan AS pada organisasi di bawah PBB lainnya seperti United Nations Human Rights Council (UNHCR), UN Cultural Agency (UNCA). Termasuk mundur dari kesepakatan global, dalam mengatasi perubahan iklim dan kesepakatan nuklir dengan Iran. Tak hanya itu, Trump juga memangkas pendanaan terhadap organisasi PBB lainnya seperti UN Population fund dan lembaga PBB yang membantu Palestina.

Terlepas dari berbagai kecaman yang ada, sebenarnya keputusan Trump untuk AS keluar dari WHO masih bisa dibatalkan. Mengingat pada November 2020 mendatang, AS akan memasuki masa pemilu presiden. Itu artinya keputusan Trump ini berpotensi tidak disahkan jika Trump tak lagi memimpin AS. Terkait dengan pemilu AS, salah satu kandidat yang akan maju dalam pemilu nanti, melawan Trump ialah Joe Biden – Capres AS dari Partai Demokrat. Joe Biden sendiri berjanji akan membatalkan keputusan Trump untuk AS keluar dari WHO, pada hari pertama ia menjabat, jika nantinya terpilih menjadi Presiden AS.

Source : merdeka.com

Di samping itu, WHO sendiri dengan terbuka masih sangat mengharapkan kerjasama bersama AS tidak berakhir. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus…

Source : Health.detik.com

 

Dampak AS Keluar dari WHO

Jika nantinya keinginan Trump menarik AS keluar dari WHO terealisasikan pada 6 Juli 2021 mendatang. Bukan tak mungkin, hal tersebut menimbulkan dampak yang cukup besar. Beberapa potensi dampak yang mungkin timbul baik dari sisi AS maupun WHO, ialah seperti berikut :

  • Pertama, potensi semakin memperburuk penanganan Covid-19 di AS. Hal ini mungkin terjadi, mengingat hingga kini pun kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di AS masih tercatat cukup banyak terjadi…

Source : https://covid19.who.int/region/amro/country/us

Berdasarkan data di atas, tercatat bahwa kasus baru di AS sebanyak ±62 ribu, dengan total yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 ±3.8 juta kasus. Sedangkan angka kematian mencapai ±141 ribu kasus.

 

  • Kedua, melemahkan diplomasi AS. Mundurnya AS dari WHO setidaknya akan melemahkan diplomasi AS di mata China, dan sebaliknya justru memperkuat citra China. Hal itu terjadi, karena secara tidak langsung peta geopolitik global pun akan berubah. Seperti salah satu pernyataan Anggota Kongres AS – Will Hurd..

”Citra AS di mata dunia akan terpuruk, sementara China yang justru akan semakin berpengaruh. Apalagi keputusan Trump keluar dari WHO tidak akan menguntungkan secara politis.”

Source : Narasi Newsroom

 

  • Ketiga, AS tak akan dilibatkan lagi dalam kebijakan WHO. Hal itu menjadi salah satu risiko AS, dan sebaliknya membuka peluang yang sangat besar bagi China untuk mendapatkan peran pentingnya di WHO. Di mana AS tidak lagi bisa menyampaikan keinginan maupun pendapatnya dalam penanganan sebuah wabah. Dalam hal ini, Mantan Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Dr. Thomas Frieden, menyebut bahwa di titik inilah posisi AS akan digerus oleh China.

 

  • Keempat, WHO kehilangan donatur dana terbesar. Meski WHO memiliki daya pengaruh secara luas, namun secara badan WHO ini tidak memiliki otoritas penegakan yang kuat, bahkan posisinya berada di bawah tekanan anggaran dan politik. Terutama dari negara-negara kuat seperti Amerika Serikat dan China, termasuk juga dari penyandang dana swasta seperti halnya Gates Foundation yang selama ini menjadi sumber dana bagi operasional WHO. Apalagi AS merupakan donatur dana terbesar hingga sekitar 14.67% dari anggaran WHO. Tercatat pada tahun 2019, AS menyumbang sekitar US$ 553 juta atau setara Rp 8.6 triliun. Sedangkan per akhir Maret 2020 kemarin, AS telah menyumbangkan dana sebesar USD 115.8 juta atau setara Rp 1.65 triliun per tahun. Dana sumbangan dari AS tersebut, digunakan oleh WHO sekitar 2.97% untuk operasi darurat, dan sekitar 2.33% untuk pencegahaan dan pengendalian wabah.

Jumlah sumbangan AS tersebut sudah mencapai 2x lipat dari jumlah donasi yang disumbangkan oleh China ke WHO yakni sekitar USD 57.4 juta atau setara Rp 833 miliar per tahun. Bahkan kontribusi AS terhadap WHO sudah hampir dua kali lipat dari Inggris yang menyumbang sekitar 7.79% dari anggaran WHO. Jika benar, AS keluar dari WHO, tentu akan menghambat operasional WHO karena tidak lagi mendapatkan dukungan dana dari AS.

 

  • Kelima, penanganan kesehatan dunia berpotensi melambat. Dampak panjang dari hilangnya kontribusi dana AS terhadap WHO adalah terlambatnya penanganan kesehatan dunia. Hal ini pun telah ditegaskan oleh sejumlah asosiasi dokter di AS, yang meminta Trump agar terus aktif di WHO. Karena dengan AS keluar dari WHO hanya akan memperburuk penanganan berbagai wabah penyakit yang ada. Apalagi saat ini WHO tengah fokus menyediakan vaksin Covid-19 yang targetnya akan tersedia di tahun ini. Tak hanya itu, WHO pun berencana untuk memproduksi sekitar 2 miliar dosis vaksin Covid-19 hingga akhir tahun 2021 mendatang. Jika nantinya AS keluar dari WHO benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin WHO akan mengalami keterlambatan dalam memproduksi vaksin Covid-19.

Di luar daripada penanganan Covid-19, CEO America Academy of Pediatrics – Del Monte, menyatakan keluarnya AS pun akan berdampak terhadap sejumlah penanganan penyakit lain. Seperti halnya polio dan malaria…

Nyamuk Jenis Anopheles penyebar Malaria. Source : Kumparan.com

Karena tanpa dukungan dana dari AS, memungkinkan kampanye vaksinasi dua penyakit itu akan terkendala dan berpotensi menimbulkan ledakan kasus polio dan malaria. Sebagai gambarannya saja, kasus infeksi malaria tercatat lebih banyak. Di tahun 2019 saja, ada ±228 juta orang di dunia terinfeksi. Dan berdasarkan data WHO, ada ±270 ribu balita yang meninggal akibat malaria setiap tahunnya.

 

Kesimpulan

Kembali lagi pada pertanyaan di atas, apakah dengan terealisasinya AS keluar dari WHO ini akan menimbulkan masalah baru ? Atau hanya sebagai gertakan Trump saja terhadap WHO ?

Hingga sejauh artikel ini ditulis, Penulis sendiri tak mau terburu-buru dalam menarik kesimpulan, apakah AS ini akan benar-benar keluar dari WHO atau tidak. Mengingat keputusan resminya akan ada pada 6 Juli 2021 mendatang, artinya dalam setahun ke depan AS masih akan menjadi anggota WHO. Kendati masih membutuhkan waktu sekitar satu tahun ke depan, namun keputusan Trump ini memang menuai banyak kecaman. Beberapa di antaranya masih meminta, agar Trump kembali mempertimbangkan keputusannya tersebut. Terlebih lagi WHO sendiri pun, dengan terbuka masih sangat mengharapkan kerjasama di antara keduanya bisa dilanjutkan. Terlepas dari itu, keputusan Trump menarik AS keluar dari WHO masih bisa dibatalkan oleh Presiden terpilih dalam pemilu November 2020 mendatang di AS.

Kalaupun dilihat lebih dini, potensi dampak yang mungkin akan timbul ialah pertama, potensi semakin memperburuk penanganan Covid-19 di AS, apalagi hingga kini jumlah kasus positif Covid-19 di AS masih terbilang tinggi. Kedua, semakin melemahkan diplomasi AS dan di saat yang sama justru memperkuat citra China terhadap WHO. Ketiga, Ketiga, AS tak akan dilibatkan lagi dalam kebijakan WHO. Sehingga AS tidak lagi bisa menyampaikan keinginan maupun pendapatnya dalam penanganan sebuah wabah. Keempat, WHO kehilangan donatur dana terbesar. Meski WHO memiliki daya pengaruh secara luas, namun secara badan WHO ini tidak memiliki otoritas penegakan yang kuat, terutama dari negara-negara kuat seperti halnya Amerika Serikat. Kelima, penanganan kesehatan dunia berpotensi melambat. Dampak panjang dari hilangnya kontribusi dana AS terhadap WHO adalah terlambatnya penanganan kesehatan dunia.

 

###

 

Info:

 

Tags : AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO | AS Keluar dari WHO

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami