Film Investasi Money Monster (2016) : Investasi Saham Bukanlah Permainan yang Dipertaruhkan


Permainan dalam saham, adalah salah satu poin penting yang seharusnya dihindari dan tidak dilakukan oleh investor. Karena memang investasi saham, bukan permainan yang ditaruhkan. Apalagi dalam dunia investasi, kesenjangan sosial sudah pasti ada. Terlebih lagi, ketika ada pihak yang berhasil mendapatkan keuntungan, dan lainnya lagi justru menanggung kerugian. Kondisi itu, tercermin dalam film Money Monster. Kira-kira pesan tersirat apa yang bisa kita petik dari alur ceritanya ?

 

Sinopsis Singkat Money Monster

Money Monster adalah salah satu film Amerika Serikat, yang bercerita tentang kerugian dalam dunia investasi saham. Berdurasi sekitar 95 menit, film ini diproduksi pada Mei 2016 dan disutradarai oleh Jodie Foster. Film Money Monster ini dibintangi oleh George Clooney, yang saat itu juga merangkap sebagai produser dan juga berperan sebagai Lee Gates. Selain itu, juga dibintangi oleh Julia Roberts, Dominic West, dan Caitriona Balfe.

Film tentang investasi saham ini, agak berbeda dengan film lainnya. Pasalnya alur film ini dibuat dengan aksi yang dimulai dari studio televisi, yakni sebuah program televisi yang ikonik dan bergerak keluar. Di mana Lee Gates dan Patti Fenn harus berusaha mencari jawaban di Wall Street.

Dengan sinopsis, Lee Gates yang berperan sebagai seorang presenter TV ternama pada program berjudul Money Monster. Program ini mengulas suatu keadaan saham perusahaan di Wall Street. Dalam acara Money Monster tersebut, Lee Gates selalu memberikan informasi terkini seputar pasar saham. Tak jarang, ia pun memberikan saran kepada para investor untuk melakukan pembelian atau penjualan saham perusahaan tertentu.

 

 

Hari itu, Lee Gates tampil membawakan acara, di bawah arahan produser Patty Fenn dan juga penata kamera Lenny. Namun tiba-tiba datang seorang pria, bernama Kyle Budwell yang menyamar sebagai kurir dan mengantar barang ke stasiun televisi tersebut. Namun Kyle Budwell ini, justru menyelinap ke set studio Money Monster, yang sedang berlangsung. Kyle Budwell membawa senjata api, dan menyandra Lee Gates di depan siaran TV secara langsung. Kyle Budwell yang penuh emosi, menuding rekomendasi saham dari Lee Gates sesat. Ia pun tak ragu menodongkan senjata api, dan memaksa Lee Gates mengenakan rompi yang sudah dirakit dengan bahan peledak. Serta mengancam akan meledakkan bom tersebut.

 

 

Tindakan nekat yang dilakukan oleh Kyle tersebut, bukan tanpa alasan. Pasalnya, Kyle Budwell sudah membeli saham yang dianjurkan oleh Lee Gates. Saham itu, adalah saham perusahaan IBIS Global Capital yang dipimpin oleh CEO bernama Walt Camby. Sayangnya saham perusahaan IBIS Global Capital, harganya justru jatuh. Bahkan harus menanggung kerugian sebanyak 800 juta USD. Akibatnya kerugian tersebut, turut memakan seluruh uang Kyle Budwell sebanyak 60 ribu dolar AS. Sehingga Kyle pun ingin tahu penyebab hilangnya uang tersebut.

Tak pelak acara Money Monster yang glamor itu berubah, menjadi acara televisi investigasi berjalan. Karena Kyle ingin mendapatkan jawaban konkrit dari pihak yang bertanggung jawab, mengapa saham Ibis bisa mendadak jatuh dan membuat dirinya mengalami kerugian yang cukup besar.

Dalam waktu yang bersamaan, Lee Gates dan produsernya Patti Fenn mencoba menggali bagaimana semua uang itu menghilang. Mereka pun menarik kesimpulan, bahwa penyebabnya adalah kegagalan algoritma pada komputer. Alasan ini diambil, agar para investor bisa percaya dan kemudian bisa melupakan masalah yang ada.

 

 

Sayangnya alasan yang tak logis tersebut, semakin membuat Kyle Budwell tak terima. Patti Fenn pun akhirnya berusaha menghubungi Diane selaku Public Relation IBIS Global Capital dan meminta CEO perusahaan IBIS Global Capital, segera mengambil alih untuk memberikan klarifikasinya. Akan tetapi, CEO perusahaan Walt Camby justru menolak untuk bertanggung jawab. Lantaran kerugian yang dialami oleh Kyle, terjadi di luar kendali perusahaan apalagi nominal uang yang hilang tidaklah kecil.

Kyle Budwell pun semakin marah, dan menembaki properti studio. Bahkan tekadnya untuk meledakkan bom rakitannya semakin menjadi-jadi, jika masih tidak ada jawaban logis dari pihak-pihak yang terlibat.

Sementara itu, Lee Gates pun perlahan mengakui kesalahannya, bahwa selama ini ia telah berbohong akibat tuntutan profesinya. Di sisi lain, Diane pun menemukan fakta bahwa Walt Camby selaku CEO IBIS Global Capital, ternyata memiliki andil dalam penurunan saham tersebut.

Meski Kyle Budwell, telah berusaha mendapatkan jawaban pasti atas kerugian yang dideritanya. Kyle tetap harus merelakan uang terakhir yang dimilikinya, hanya untuk mendapatkan keuntungan. Sisi lainnya, Kyle ini terlalu polos dan terlalu mudah percaya atas rekomendasi yang diberikan. Hingga ia pun rugi dan merasa tertipu.

 

Petikan Pesan dari Film Money Monster

Film Money Monster ini, setidaknya memperlihatkan dengan jelas kepada kita. Bagaimana campur tangan manusia, bisa merusak harga saham sebuah perusahaan. Di lain sisi, film Money Monster ini juga mengingatkan para pelaku pasar terutama investor saham. Bahwa instrumen finansial seperti saham, tidak bisa lagi dianggap sebagai permainan untuk dipertaruhkan. Mengingat dampak yang mungkin timbul, akan sangat merugikan banyak pihak dan bahkan dengan jumlah yang signifikan. Hal inilah yang membuat investasi saham, sangat berisiko.

 

[Baca lagi : Saham itu Judi ?]

 

 

Bahkan sebenarnya, dari film Money Monster ini ada hal yang perlu kita ingat, bahwa akan lebih baik jika investasi saham yang Anda lakukan tetap berada di bawah kendali Anda. Mengingat di dunia ini tidak ada yang pasti dan juga tidak ada jaminan, jika hanya dengan membaca pergerakan harga saham saja akan selalu membuat Anda meraih keuntungan. Apalagi jika Anda sebagai investor, tidak mengerti dan memahami seluk-beluk pasar modal. Sehingga dengan mudah, Anda bergantung sepenuhnya kepada broker/pialang/manajer investasi. Hal itu, hanya akan membuat Anda berada di bawah kendali mereka, mengikuti nasihat dan petunjuk-petunjuk mereka. Semata-mata Anda menganggap mereka adalah ahli dalam bidang pasar modal.

Berkaitan dengan pembahasan ini, Penulis sudah pernah membahas beberapa kesalahan umum yang seringkali dilakukan oleh para investor. Yuk baca lagi artikel yang sudah pernah Penulis buat…

 

[Baca lagi : Seorang Value Investor handal, Tidak Akan Lakukan 6 Kesalahan ini. Apa Saja ?]

 

 

Sisi lain yang juga bisa ditangkap dari film Money Monster, adalah jangan sesekali menggunakan ‘uang panas’ ketika berinvestasi. Penggunaan uang panas ini hanya akan mempengaruhi mental Anda, sehingga Anda lebih mudah emosi dan panik ketika pasar saham tengah mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan uang panas yang Anda gunakan, sebenarnya adalah uang pokok yang seharusnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebut saja kebutuhan makan sehari-hari, biaya transportasi, belanja bulanan, atau bahkan uang cicilan rumah.

Jika memang ingin berinvestasi saham, akan lebih baik jika Anda menggunakan uang dingin yang memang secara khusus dialokasikan untuk investasi. Uang dingin ini cenderung tidak akan Anda butuhkan dalam waktu dekat untuk memenuhi keperluan apapun.

 

Kesimpulan

Film Money Monster ini, mencoba menceritakan pengaruh buruk dari sebuah instruksi penjualan pembelian investasi saham yang dilakukan secara tidak transparan. Ditambah lagi, dengan adanya praktek miring sebuah perusahaan. Seperti alasan kesalahan algoritama pada komputer, padahal komputer hanya menjalankan logika yang diberikan. Sebaliknya, kita sebagai investor, maka kitalah yang seharusnya mencari tahu apa yang sedang kita lakukan.

Pesan tersirat dari film Money Monster yang seharusnya bisa kita petik, adalah kehilangan banyak uang dalam investasi saham adalah satu risiko terbesarnya. Dan akan lebih baik, jika kita sebagai investor juga memahami sahm apa yang kita beli, bukan hanya mengikuti apa yang dianjurkan oleh broker/pialang/manajer investasi, atas pembelian – penjualan sebuah saham perusahaan.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan April 2020 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q4 2019 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q4 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
Tags : Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster | Film Investasi Money Monster

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami