Perbedaan Komisaris dan Direksi

Apa Perbedaan antara Dewan Komisaris dengan Dewan Direksi?


Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam menganalisa emiten adalah dengan memperhatikan manajemen. Dalam jajaran manajemen suatu perusahaan, dikenal istilah dewan direksi dan dewan komisaris. Banyak investor menganggap bahwa peran direksi dan komisaris sama, padahal kedua posisi ini memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang berbeda masing-masingnya. Lantas, apa saja perbedaan direksi dan komisaris?

 

Apa tugas Komisaris di suatu perusahaan?

Secara singkat, komisaris dalam suatu perusahaan adalah orang-orang yang ditunjuk dengan tugas utama adalah mengawasi kegiatan dan operasional suatu perusahaan, instansi, ataupun suatu organisasi. Biasanya dalam suatu perusahaan, dewan komisaris biasa juga disebut dengan board of commissioner.

Banyak yang menyamakan job desc ataupun list pekerjaan yang dilakukan oleh komisaris sama dengan direktur – padahal kedua jabatan ini tidak sama dari sisi pekerjaannya. Tugas pokok dan fungsi dari Komisaris terdapat dalam Pasal 114 Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) adalah :

  1. Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan yang akan dilakukan oleh perusahaan. Dewan Komisaris juga dapat memberikan nasihat kepada Direksi dengan tujuan sesuai dengan kepentingan perusahaan.
  2. Dalam memberikan nasihat kepada Direksi, Dewan Komisaris wajib melakukannya dengan itikd baik, kehati-hatian dan bertanggung jawab demi kepentingan Perseroan.
  3. Dewan Komisaris turut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perusahaan, apabila Dewan Komisaris yang bersangkutan terbukti bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.

 

Nah, meskipun di atas disebutkan bahwa Dewan Komisaris turut bertanggung jawab secara pribadi apabila terbukti bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris juga bisa tidak dimintai pertanggungjawaban atas kerugian apabila Dewan Komisaris tadi dapat membuktikan :

  1. Telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan
  2. Tidak mempunyai kepentingan pribadi baik langsung maupun tidak langsung atas tindakann pengurusan Direksi yang mengakibatkan kerugian
  3. Telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut

Selain dijelaskan pada pasal 114 UUPT, Dewan Komisaris juga berkwajiban dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan Pasal 116 UUPT sebagai berikut :

  1. Membuat risalah rapat Dewan Komisaris dan menyimpan salinannya
  2. Melaporkan kepada perseroan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada perseroan tersebut dan perseroan lain
  3. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS

 

Jika kita ingin mengambil benang merahnya, Dewan Komisaris dapat disimpulkan memiliki tugas dan fungsi sebagai pengawas dan pemberi nasihat kepada direksi di perusahaan. Hal ini berarti bahwa Komisaris tidak bertugas untuk menjalankan operasional perusahaan. Hal inilah yang paling utama membedakan Komisaris dan Direksi dalam suatu perusahaan.

Basuki Tjahaja Purnama, Komisaris Utama Pertamina

 

Nah, di dalam Komisaris tadi bisa jadi bukan hanya terdiri dari 1 orang saja, tetapi bisa terdiri dari beberapa anggota. Mari ambil contoh Ahok yang baru-baru ini ditunjuk menjadi Komisaris Utama di Pertamina. Ahok sebagai Komisaris Utama berarti bahwa Ahok menjadi Ketua di jajaran Komisaris di Pertamina. Dan tugas Ahok di Pertamina, seperti yang telah dijelaskan di atas, bukan merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap operasional bisnis Pertamina, melainkan Ahok sebagai pengawas dan pemberi nasihat terhadap kebijakan yang dapat diambil oleh Direksi Pertamina.

 

Apa tugas Direksi di suatu perusahaan?

Seperti yang telah dibahas di atas, Direksi suatu perusahaan berbeda dengan Komisaris. Direksi di suatu perusahaan adalah salah satu bagian dari structural perusahaan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh terhadap operasional perusahaan. Oleh karena itu, kita lebih mendengar istilah jabatan seperti Direktur Keuangan, Direktur Operasional – yang di mana itu berarti Direktur tadi merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja divisi yang dipegang.

Tugas pokok dan fungsi Direktur terdapat dalam Pasal 97 Undang-undang Perseoran Terbatas (UUPT) yakni :

  1. Direksi bertanggung jawab atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan perusahaan yang sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan, dan harus sesuai juga dengan kebijakan yang dipandang tepat dalam batas yang telah ditentukan dalam Undang-Undang atau Anggaran Dasar.
  2. Direksi wajib beritikad baik dan bertanggung jawab dalam melakukan pengurusan dalam Perusahaan.
  3. Direksi wajib mewakili perusahaan baik di luar maupun di dalam pengadilan.
  4. Direksi juga wajib membuat dan memelihara daftar pemegang saham, risalah RUPS, dan risalah rapat direksi, menyelenggarakan pembukuan perseroan, dan juga melaporkan kepemilikan sahamnya.
  5. Jika mengalami kelalaian atau kerugian, setiap anggota Direksi bertanggungjawab penuh secara pribdi atas kerugian Perusahaan apabila yang bersangkutan atau lalai dalam menjalankan tugasnya. Jika Direksi terdiri dari 2 orang anggota Direksi atau lebih, maka tanggung jawab tersebut berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Direksi.

 

Secara singkat dan apabila dapat diambil kesimpulannya, Direksi bertugas dan bertanggung jawab terhadap operasional perusahaan. Direksi juga menjadi pihak structural perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan perusahaan. Oleh karena itu, roda bisnis, dan operasional perusahaan merupakan sepenuhnya tugas dan fungsi dari Direksi.

Irfan Setiaputra, Direktur Utama GIAA

 

Jadi, setelah Anda membaca mengenai tugas dan fungsi Direksi dan Komisaris, Anda telah mengetahui perbedaannya. Jika dikaitkan dengan berita yang belakangan ini muncul dari perombakan direksi, kita dapat mengambil contoh penunjukkan Irfan Setiaputra yang ditunjuk sebagai Direktur Utama di Garuda Indonesia menggantikan Direktur Utama sebelumnya, Ari Akshara. Sebagai Direktur Utama, Irfan Setiaputra akan mengetuai jajaran Direksi di Garuda Indonesia yang terdiri dari beberapa Direktur di berbagai bidang. Sebagai Direktur Utama juga, Irfan Setiaputra akan bertanggung jawab terhadap operasional perusahaan, kinerja perusahaan, dan pengambilan keputusan dan kebijakan yang akan dilakukan oleh Garuda Indonesia.

 

Jabatan mana yang lebih penting?

Lantas setelah mengetahui pengertian dari Direksi dan Komisaris, muncul pertanyaan, mana yang lebih penting? Direksi atau Komisaris?

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah, Direksi dan Komisaris bertugas untuk saling melengkapi satu sama lain. Hal ini dikarenakan, dalam operasionalnya, Direksi tentunya akan membutuhkan banyak sudut pandang dalam mengambil keputusan, dan membutuhkan partner dalam pertimbangan pengambilan keputusan.

Bila dikaitkan dengan Ahok sebagai Komisaris Utama tadi, Ahok nantinya akan memberikan saran-saran sesuai dengan tujuan perusahaan dan negara (karena Pertamina termasuk ke dalam BUMN) terhadap kebijakan yang akan diambil oleh Direksi di Pertamina.

Anyway terkait peran Komisaris, Penulis sempat juga menulis tentang dampak bergabungnya Arcandra Tahar sebagai komisaris utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), Anda dapat membacanya melalui link berikut ini…

[Baca lagi : Archandra Tahar jadi Komisaris Utama PGAS, Apa Dampak Positifnya untuk PGAS?]

 

Kesimpulan

Banyak yang masih kurang paham terhadap tugas dan tanggung jawab dari Direksi dan Komisaris. Banyak juga yang terbalik, atau menganggap sama tugas dari Komisaris dan Direksi, padahal kedua struktural tersebut sebenarnya memiliki tugas berbeda.

Dapat disimpulkan bahwa Komisaris bertugas untuk mengawasi dan memberikan saran bagi Direksi dalam pengambilan keputusan, operasional perusahaan, demi tujuan perusahaan. Sedangkan Direksi bertugas untuk mengambil keputusan, dan mengontrol operasional perusahaan. Kedua jabatan structural ini bertugas untuk saling melengkapi dan bukan untuk bertentangan satu sama lain.

Jadi, apabila Anda melihat penunjukkan atau pergantian dari Direksi ataupun Komisaris, sekarang Anda telah mengetahui apa saja perbedaannya dan apa tugas masing-masing jabatan tersebut.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Maret 2020 telah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2019 telah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2019 telah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop : 
    • Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 14 – 15 Maret 2020) dapat dilihat di sini.
Tags : Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi | Perbedaan Komisaris dan Direksi

You may also like

1 Comment

  • Sri Ayu Prastika Safitri Siregar
    May 8, 2020 at 12:43 PM

    waah sungguh informative ,thank you!

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!