Tertekan Wabah Virus Corona, Bagaimana Dampak Terhadap Pasar Saham ?


Pasar global baru-baru ini dikejutkan dengan adanya wabah virus corona, yang dengan cepat menyebar di Wuhan – China. Penyebaran virus tersebut, sudah menyebar hingga ke sejumlah negara lainnya, termasuk juga di Asia. Bahkan dampaknya pun, turut melemahkan semua sektor. Hal demikian yang belakangan juga terjadi di Indonesia, di mana pergerakan IHSG mengalami pelemahan. Tak pelak kondisi itu membuat pelaku pasar khawatir, iklim investasi di pasar saham domestik terganggu dan melambat. Jika demikian kondisinya, bagaimana pengaruh antara wabah virus corona dengan iklim investasi tahun ini ?

 

Penyebaran Wabah Virus Corona

Virus Corona, atau yang dikenal dengan nama Koronavirus Wuhan (Pneumonia Wuhan) untuk pertama kalinya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei – China pada pertengahan Desember 2019. Indikasi pengidap wabah virus corona hingga kini masih belum bisa dipastikan penyebabnya. Meski sempat diyakini, bahwa wabah virus corona ini bersumber dari satwa liat yang diperjual-belikan secara ilegal di sebuah pasar hewan di pusat kota Wuhan.

Wabah virus corona ini pada awal kemunculannya, sempat dianggap sebagai virus jenis baru. Namun berdasarkan informasi dari sejumlah peneliti di China, virus corona yang diberi kode 2019-nCoV ini ternyata memiliki sedikitnya 70% gen, yang sama seperti SARS-CoV. Bahkan wabah virus corona, bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya dengan tingkat kontaminasi yang tergolong cepat antar manusia. Bahkan wabah virus corona ini sudah menyebar ke beberapa negara bagian Asia seperti : Thailand, Korea Selatan, Jepang, Makau, dan lainnya. Sedangkan di negara bagian AS di antaranya : Washington, Chicago, California, Arizona, dan Kanada. Penyebaran tersebut sejalan dengan informasi yang ditegaskan oleh WHO, bahwa virus corona ini berpotensi meluas.

 

Kasus Wabah Virus Corona per 25 Januari 2020. Source : kompas.id

 

Kondisi China Pasca Terpapar Virus Corona

Perekonomian China belakangan ini cukup terguncang, seiring dengan menyebarnya wabah virus corona. Lantaran wabah virus ini sudah menimbulkan korban jiwa sejak pertengahan Januari 2020 kemarin. Alhasil imbas buruknya, kota Wuhan harus dikarantina secara efektif untuk seluruh perjalanan keluar masuk kota. Karantina itu sendiri dimulai dari 23 Januari 2020 kemarin, dan seluruh kegiatan ekonomi terpaksa terhenti. Bahkan hingga saat artikel ini ditulis per 30 Januari 2020, jumlah korban meninggal akibat mengidap virus corona diperkirakan sudah mencapai ±200 jiwa. Dan korban meninggal hampir semuanya terjadi di daratan China. Tidak hanya itu saja, jumlah warga yang terinfeksi virus corona setiap harinya selalu bertambah. Berikut ini adalah grafik warga yang mengidap virus corona…

Kenaikan jumlah pengidap virus corona. Source : https://id.wikipedia.org

Situasi yang sedemikian parahnya, membuat perekonomian China tumbuh melambat. Dampaknya pun pasar saham China dan industri lainnya harus tertekan. Maka dengan melambatnya perekonomian China, dampaknya pun bisa meluas ke negara-negara bagian lainnya.

 

Kasus Serupa : Wabah Virus SARS 2002 – 2003

Wabah virus corona yang belakangan ini terjadi, bukanlah kasus yang pertama kalinya terjadi. Mengingat sebelumnya kita juga sudah pernah dihadapkan pada kasus menyebarnya virus Sindrom Pernapasan Akut Berat (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau lebih dikenal dengan virus SARS. Wabah virus SARS saat itu ditemukan pertama kali di Guangdong – China pada November 2002, dan penyebaran terakhir wabah virus SARS ini terjadi di Juni 2003. Dengan indikasi sekitar 10% dari pengidap virus SARS meninggal dunia. Wabah virus SARS ini menyebar hampir tidak terkendali hingga hampir ke 37 negara, menyebabkan kematian ±800 orang.

Dengan tingginya angka korban saat itu, wabah virus SARS ini diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi China hingga US$ 800 miliar.    Berdasarkan data dari Refinitiv, perekonomian China kuartal III-2002 tercatat tumbuh sebesar 9.6% YoY. Dan pada kuartal IV-2002 perekonomian juga melemah 9.1% YoY. Perekonomian China sempat bertumbuh 11.1% YoY pada kuartal I-2003. Namun pada kuartal berikutnya ekonomi China kembali melemah, yakni kuartal II-2003 sebesar 9.1%, dan kuartal III dan IV 2003 masing-masing sebesar 10% YoY.

 

Dampak Wabah Virus Corona terhadap Iklim Investasi Indonesia

Meskipun sejumlah media menyebutkan wabah virus corona sudah mulai menyebar ke Indonesia. Namun hingga artikel ini ditulis, wabah virus corona sebenarnya memang belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Karena hingga sejauh ini wabah virus corona di Indonesia masih belum ditemukan kasusnya terjadi pada manusia. Meskipun pada pertengahan Januari 2020 kemarin, media sempat gempar mengabarkan bahwa wabah virus corona sudah menyerang orang-orang yang berada di gedung BRI II – Bendungan Hilir Jakarta. Namun faktanya, kabar tersebut tidak terbukti dan sejauh ini Indonesia masih tergolong aman. Di bawah ini adalah ilustrasi, tersebarnya isu virus corona beberapa waktu lalu…

 

Disinformasi terkait Wabah Virus Korona di Indonesia. Source : https://www.kominfo.go.id

 

Kendati demikian, hal lain yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar adalah iklim investasi yang berpotensi terganggu. Lantaran bursa saham China diliburkan bersamaan dengan peringatan Tahun Baru Cina di Januari 2020 kemarin. Alhasil kinerja sejumlah bursa saham dunia melemah, terutama bursa saham di Asia. Hal itu terjadi karena kepercayaan diri investor berkurang, sehingga terjadi aksi jual.

Berikut ini adalah kondisi penurunan kinerja di sejumlah bursa saham Asia, terhitung dari 24 Januari hingga 29 Januari 2020, atau 1 minggu setelah wacana virus Corona ini mengemuka :

  • Indeks HangSeng – Hongkong, turun -2.1% dari level 27.900 turun ke level 27.300
  • Indeks KOSPI – Korea Selatan, turun -3% dari level 2.245 turun ke level 2.193.
  • Indeks STI Singapura, turun -1.6% dari level 3.240 turun ke level 3.188.
  • Indeks Nikkei Jepang, turun -1.97% dari level 23.816 turun ke level 23.346.

Penurunan kinerja saham bursa Asia itu, juga mempengaruhi dan semakin menekan kinerja IHSG yang belakangan ini memang menurun karena sejumlah sentimen negatif baik yang berasal dari domestik maupun global. Seperti halnya : adanya ketidakpastian ekonomi global, masih terjadinya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, dan juga masih berlanjutnya perang dagang AS dan China sebelum masuk ke kesepakatan Fase 2. Sehingga tidak heran jika penurunan kinerja IHSG belakangan ini cukup anjlok, bahkan saat artikel ini ditulis kinerja IHSG terus terkoreksi hingga ke level 5940 an. Ilustrasi pergerakan IHSG per 31 Januari 2020, seperti di bawah ini :

 

IHSG melemah sejak awal Januari 2020. Source : RTI Business

 

Tapi apakah benar bahwa IHSG akan selalu turun ketika wabah virus menyerang ? Jika kita belajar dari historical, ternyata ketika wabah virus SARS yang menyebar 17 tahun yang lalu (November 2002 – Desember 2003), IHSG justru dalam trend bullish seolah tidak terdampak, dan bergerak naik dari 365 ke 738 an.

Salah satu hal yang memicu IHSG turun, lebih karena adanya panic selling para pelaku pasar, terhadap semua sektor saham lantaran wabah virus corona ini di nilai mengganggu ekonomi secara global. Sehingga bisa dikatakan, bahwa penurunan IHSG saat ini merupakan cerminan kondisi psikologis para pelaku pasar yang panik dalam merespon penyebaran wabah virus corona.

 

IHSG Tahun 2002 dan 2003. Source : https://finance.yahoo.com/

 

Dari grafik pergerakan IHSG di atas, terlihat bahwa kinerja IHSG tidak terpengaruh dengan adanya isu wabah virus SARS.

 

Langkah Antisipasi Pemerintah

Dengan memperhatikan penyebaran wabah virus corona yang terbilang sangat cepat tersebut. Pemerintah Indonesia pun, turut mengantisipasi potensi masuknya wabah virus corona. Adapun sebagai langkah antisipasinya, Pemerintah saat ini tengah membentuk 100 rumah sakit rujukan yang berada di bawah naungan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Rumah sakit rujukan tersebut berada di berbagai daerah di Indonesia.

Antisipasi itu sejalan dengan rencana karantina, bagi WNI yang akan dipulangkan dari Wuhan – China. Dalam masa karantina, WNI akan dipantau dalam satu atau dua hari sampai dipastikan tidak ada indikasi infeksi virus corona. Jika tidak terinfeksi, maka WNI tersebut diperbolehkan pulang.

 

WNI yang merupakan mahasiswa di Wuhan. Source : https://www.cnbcindonesia.com

 

Kesimpulan

Virus Corona atau yang dikenal dengan nama Koronavirus Wuhan (Pneumonia Wuhan), pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei  – China pada pertengahan Desember 2019 kemarin. Bahkan mulai menimbulkan korban jiwa pada pertengahan Januari 2020. Sebagai akibatnya seluruh akses keluar masuk kota Wuhan sudah di karantina secara efektif mulai dari 23 Januari 2020 kemarin. Kondisi itu membuat perekonomian China tumbuh melambat.

Tidak tanggung-tanggung dampak dari meluasnya wabah virus corona ini, adalah berjatuhannya kinerja saham di bursa Asia. Tak terkecuali dengan Indonesia, di mana IHSG nya terus terkoreksi hingga ke level 5940 an per akhir Januari 2020 kemarin. Hal ini kontras dengan ketika Virus SARS mewabah di November 2002 – Desember 2003, di mana IHSG justru dalam trend bullish dan bergerak naik.

Kendati IHSG mengalami penurunan, namun hal tersebut tidak hanya semata-mata disebabkan oleh merebaknya wabah virus korona saja. Melainkan juga disebabkan oleh sejumlah sentimen negatif : mulai dari ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, juga masih berlanjutnya perang dagang AS dan China sebelum masuk ke kesepakatan Fase 2. Sehingga IHSG yang terkoreksi belakangan ini, hanya sebagai cerminan dari kondisi psikologis para pelaku pasar, dalam merespon penyebaran wabah virus corona.

Sebagai value investor, Anda tidak perlu panic selling ataupun takut secara berlebihan menghadapi sentimen ini. Manfaatkan penurunan harga (selama fundamental perusahaan tidak terdampak), sebagai kesempatan membeli kembali sahamnya di harga yang lebih murah..

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Februari 2019 telah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2019 telah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2019 telah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop : 

 

 

Tags : Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | Tertekan Wabah Virus Corona | 

You may also like

1 Comment

  • Bani putra
    February 11, 2020 at 8:49 AM

    Oh ya pak sampe per hari ini kan jumlah korban meninggal udh 900 lebih udh pasti ihsg merah lg. Kira2 apa merahnya ihsg ini bakal berlanjut di smstr 1 2020 ini pak?

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!