Mengatur Ritme Investasi Saham Dengan Money Management


Apakah Anda sudah berinvestasi saham? Dalam berinvestasi, tentunya seperti pelari Marathon, kita perlu mengatur ritme pernapasan kita. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila seorang investor saham juga perlu memiliki money management yang baik. Lantas jika demikian baiknya, apa saja yang harus dilakukan oleh investor saham dalam mengatur ritme investasinya?

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Mempersiapkan Diri Untuk Berinvestasi Saham

Sebagai pelaku pasar modal yang aktif, kita tahu bahwa tujuan seorang¬†investor¬†maupun¬†trader¬†masuk ke bursa saham tidak lain adalah untuk mencari keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli saham. Mereka memilih ke bursa saham bukan tanpa alasan, jika kita mengutip salah satu¬†quotes¬†seorang investor kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong,¬†‚ÄúHarta kekayaan dunia ini bukan terletak di bawah laut, tetapi di bursa saham‚Ä̬†maka sangat jelas mengapa bursa ini menjadi pilihan banyak orang.

Bursa saham memang adalah ladang yang paling efektif untuk mencari keuntungan. Bursa saham juga menjanjikan return yang menggiurkan. Mulai dari saham-saham bluechip hingga saham-saham dengan volatilitas yang tinggi yang sering disebut saham gorengan.

 

Analisa Fundamental Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong, Bapak Saham Indonesia yang sukses dalam investasi saham

Tetapi nyatanya hal tersebut tidak untuk dinikmati semua orang.¬†Jika mengutip kata-kata dari pak Lo Kheng Hong tentang bursa saham¬†‚ÄúTuhan memang Maha Pengampun, tetapi bursa saham tidak kenal belas kasihan.‚Ä̬†Terdengar sedikit berlebihan namun nyatanya hal inilah yang banyak terjadi, banyak orang yang terlibat dalam bursa kita yang akhirnya¬†cut loss¬†atau¬†nyangkut¬†di bursa saham kita karena¬†lack of preparation.

Kesuksesan kita dalam investasi di bursa saham seringkali tidak dinilai dari berapa persen capital gain yang berhasil kita kumpulkan dalam satu periode tertentu, tetapi seberapa lama kita bisa bertahan dalam game. Investasi bukanlah seperti lomba lari jarak 100 meter, tetapi lebih seperti lomba lari marathon. Perlu beberapa faktor agar kita bisa sampai dengan selamat menuju garis finish. Banyak hal yang harus kita punyai:

  1. Sepatu lari yang terbaik dan teruji,
  2. Mental seorang pemenang, dan
  3. Mengatur ritme pernapasan agar tidak kehabisan nafas di tengah perlombaan.

 

#1 Memiliki Sepatu Terbaik: Tools Analisis Terbaik

Memang diperlukan sepatu yang terbaik dan teruji dalam lomba lari marathon. Jika tidak, mungkin kaki kita akan mudah terkilir, mungkin juga mudah pegal karena sepatu yang tak nyaman atau terlalu berat. Atau mungkin desain sepatu tersebut yang tidak terlalu pas dengan kepribadian kita, sehingga membuat kita tidak percaya diri saat menggunakannya. Atau  bahkan bisa saja kita sudah menggunakan sepatu branded dengan harga yang mahal namun bentuknya tidak sesuai dengan anatomi kaki kita, sehingga malah membuat kaki kita cidera.

langkah-langkah-memulai-investasi-saham

Langkah-langkah memulai investasi saham

 

Sama halnya dalam Trading, kita memerlukan metode Analisis yang terbaik dan teruji, salah satu cara mengetahuinya adalah dengan melakukan backtesting terhadap metode Analisis tersebut.

Kita juga perlu menyesuaikan metode Analisis tersebut dengan kepribadian kita. Contohnya jika kita mudah tergoda dengan barisan saham hijau yang menghiasi running trade dan itu sering kali membuat kita mengambil keputusan yang salah, mungkin lebih bijak kita melakukan analisis saat market tutup.

 

#2 Memiliki Mental Pemenang

Mental seorang pemenang juga sama diperlukannya dalam lomba lari marathon, karena ini memberikan kepercayaan diri saat kita sedang berada di arena pertandingan. Dalam investasi di bursa saham, salah satu contoh mental seorang pemenang terlihat saat kita tidak mudah panik di saat market sedang aksi jual besar-besaran.

Lo Kheng Hong merupakan salah satu contoh orang yang memiliki mental seorang pemenang, terbukti dari reaksinya untuk tetap hold bahkan terus membeli (average down) saham yang sedang dalam krisis, di saat ritel lain mulai melakukan cut loss atau panic selling di saham tersebut. Dan akhirnya, ia kembali dengan kondisi tetap cuan meskipun harga sudah turun jauh.

Nah, diatas tadi Penulis sempat menyebutkan bahwa mental seorang investor sama seperti dalam lomba lari marathon. Pada tahun 2017 yang lalu, Penulis juga pernah membahas artikel serupa, oleh karena itu Anda pun bisa kembali me-review artikelnya di bawah ini :

[Baca lagi : Mempelajari Kesuksesan Berinvestasi Dari Pelari Marathon]

 

#3 Mengatur Ritme Pernapasan: Money Management

Jika seorang pelari sudah memiliki sepatu yang terbaik dan teruji, dan juga mental seorang pemenang, maka satu hal yang terakhir yang harus dimilikinya adalah kemampuan untuk mengatur ritme pernapasan dengan baik. Mengatur ritme pernafasan menjadi hal yang penting bagi seorang pelari, lantaran jika tidak mungkin hanya dalam berapa kilometer saja pelari tersebut sudah kehabisan tenaga dan tidak bisa sampai di garis finish.

Hal ini tentunya tidak didapatkan dengan mudah, diperlukan latihan yang berulang-ulang, keinginan untuk memilah metode mana yang works mana yang tidak, dan kedisiplinan yang tinggi untuk tetap progressive improvement.

Mengingat pentingnya money management¬†saat menjalankan investasi saham, maka dalam waktu yang bersamaan Anda juga perlu mempelajari apa yang harus Anda lakukan untuk menjaga uang Anda dalam investasi. Oleh karenanya, Anda juga bisa membaca kembali artikel yang sudah pernah Penulis bahas…

[Baca lagi : How To Lose Money In Investment]

Ritme Pernapasan dalam bursa saham tergambar dengan jelas melalui sistem Money Management yang kita buat. Money Management diperlukan untuk membuat kita tetap bertahan dalam game, karena jika kehabisan modal, maka kita akan secara otomatis keluar dari bursa saham dengan sejumlah kerugian, di samping tujuan awal kita masuk ke bursa tidak tercapai, juga kita malah kehilangan uang yang sudah kita tabung.

 

Money Management #1: Diversifikasi Portfolio

Konsep paling dasar yang perlu kita mengerti dalam¬†money management¬†yang pertama adalah¬†‚Äúdo not put all eggs in one basket‚ÄĚ.

Jika kita melihat dari kasus seorang pelari marathon, ia tidak akan menghabiskan seluruh tarikan nafasnya pada 100 meter pertama. Karena jika demikian dapat dipastikan jangankan untuk menang, untuk mencapai garis finish saja ia tidak akan sanggup.

Dalam investasi di bursa saham juga demikian, jika kita menghabiskan seluruh modal kita hanya dalam satu saham, satu posisi dan satu waktu saja, kita mungkin akan mendapat untung yang besar dalam waktu yang relatif singkat. Namun jika terjadi risiko penurunan harga, malah mungkin modal kita malah lenyap seketika.

 

Money Management #2: Mengukur Risk & Reward

Perbedaan yang paling terlihat dari seorang investor professional dan investor pemula adalah cara mereka mengelola uang mereka. Investor profesional tidak hanya membagi risiko ke berbagai saham, posisi, dan waktu, tetapi juga menentukan Risk & Reward pada setiap transaksi yang mereka buat.

Konsep Risk & Reward ini menjadi salah satu faktor penting dalam Money Management karena salah satu penyebab banyak investor ritel gagal adalah mereka tidak tahu kapan harus keluar. Penting untuk mengetahui kapan waktu untuk keluar sebelum kita masuk karena umumnya psikologi kita akan mulai bereaksi berlebihan saat kita melibatkan hal yang berpengaruh penting untuk hidup kita (uang yang kita taruh dalam saham).

Risk yang dimaksud bisa berupa posisi Stop Loss yang kita pasang untuk menjaga kita dari kerugian yang berlebihan. Saat kita membiarkan posisi kita tanpa Stop Loss sama saja seperti membiarkan gawang kita tanpa penjagaan keeper.

Penting untuk kita menetapkan Stop Loss sebelum kita melakukan Investasi di bursa saham karena menghindari kita dari bahaya Fear and Greed yang akan menjebak psikologi kita. Karena saat kita sudah melibatkan modal kita dalam transaksi saham dan kita melihat saham yang kita punya merugi, psikologi kita akan sulit melihat realita yang ada dan akhirnya kita cenderung melakukan tindakan yang tidak bijak seperti, membiarkan posisi kita tersebut dan berakhir nyangkut.

Nyangkut sendiri adalah bentuk kerugian waktu dan uang yang banyak memakan korban di bursa saham, dan kejadian ini umumnya berawal dari ketidakpahaman kita akan Risk & Reward. Salah satu contoh Risk & Reward yang digunakan dalam trading saham adalah seperti gambar di bawah ini:

Money Management Mengatur Ritme Pernapasan Investasi Saham 02 - Finansialku

Menentukan reward dalam investasi di bursa saham juga harus dilakukan bersamaan dengan penentuan risk. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah layak kita merisikokan sejumlah uang (risk) untuk meraih keuntungan (reward) yang kita inginkan.

Jangan sampai uang yang kita risikokan jauh lebih besar dari potensi keuntungan yang diharapkan. Dari hal inilah kita memahami betapa pentingnya kita membeli saham di harga support atau harga dimana pantulan banyak terjadi.

 

Money Management #3: Memiliki Reporting Plan

Penting untuk kita mencatat semua yang kita lakukan di bursa saham, mulai dari waktu transaksi terjadi, metode yang kita lakukan untuk masuk ke transaksi tersebut, dan alasan mengapa kita masuk dan keluar dari transaksi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah strategi dan saham yang kita pilih membuahkan hasil atau tidak. Dengan demikian, penting untuk kita memiliki Reporting Plan sebagai dasar untuk berinvestasi saham

Terkadang jika kita tidak mencatat apa yang kita lakukan di bursa saham, kita hanya melihat untung rugi dari selisih uang kita sekarang dengan modal awal kita, tanpa adanya evaluasi memperbaiki cara Investasi yang kita lakukan, seperti membuang strategi atau saham yang tidak sesuai dengan harapan kita.

eporting plan sendiri tidak memerlukan analisis dan usaha yang besar. Reporting plan hanyalah mencatat aktivitas yang dilakukan. Aktivitas ini diawali dengan mengamati beberapa hal untuk dicatat. Hal-hal tersebut antara lain:

  1. Besaran Ratio Reward per risk,
  2. Tanggal in and out,
  3. Metode yang digunakan, dan
  4. Rasio keberhasilan dari metode tersebut.

 

Ratio Reward Per Risk biasanya ditentukan di satu nilai tertentu, namun ide paling dasarnya adalah tetap risk yang dikorbankan tidak boleh melebihi potential reward yang diinginkan. Dan pada dasarnya hanya dengan memiliki metode analisis yang mampu memberi win ratio sekurang-kurangnya 50% dan ratio reward per risk lebih dari 1, maka Anda tidak mungkin akan kehilangan uang.

Tanggal in and out digunakan untuk mengetahui trend tahunan yang mungkin akan membantu kita dalam melakukan transaksi ketika kita memasuki zona waktu tertentu. Misalnya jika selama bulan November, aktivitas transaksi kita selama 4 tahun terakhir selalu mengalami kerugian maka bukan langkah yang bijak jika kita banyak melakukan transaksi di bulan ini.

Mencatat metode yang digunakan dan menghitung win ratio-nya adalah salah satu hal penting. Dengan mencatat rasio keberhasilannya, untuk kita memiliki dasar yang kuat jika ingin mengganti metode yang tidak menghasilkan cukup keuntungan seperti harapan kita. Kita pun bisa mengetahui metode mana yang paling efektif untuk kita gunakan.

 

Money Management #4: Memiliki Investing/Trading Plan

Investing Plan setiap orang bisa berbeda tergantung pada kepribadian dan tujuan keuangan masing-masing orang. Sebagian orang lebih nyaman untuk melakukan investasi jangka panjang, dengan tujuan untuk mengamankan keperluan uang yang jangka waktunya di atas 5 tahun. Contohnya seperti tujuan keuangan pendidikan anak, dana pensiun, dan uang warisan. Ada juga sebagian orang lainnya yang memang menginginkan keuntungan jangka pendek melalui day trading.

Tidak ada Investing Plan yang terbaik, semua tergantung pada kepribadian dan tujuan Investasi karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda.

Money Management Mengatur Ritme Pernapasan Investasi Saham 03 - Finansialku

 

Tujuan utama Investing Plan adalah mendapatkan instrumen investasi yang risikonya paling cocok (risk profiling) dengan target investasi yang paling memungkinkan dengan tujuan keuangan kita.

 

Memahami Pentingnya Money Management

Hampir semua konsep dasar Money Management adalah untuk mencegah kita dari kerugian yang besar. Perlu kita pahami bahwa investor yang sukses adalah Investor yang berhasil mendapatkan profit secara konsisten dan bertahan dalam waktu yang lama, seperti pelari marathon yang berusaha mengatur ritme pernapasan dengan baik agar bisa sampai ke garis finish.

Untuk menjadi seorang Investor yang sukses tidak perlu mencari siapa yang mengeruk keuntungan paling besar, karena belum tentu yang cuan paling besar dan paling cepat, berhasil mempertahankan keuntungannya tersebut. Oleh karena itu sebaiknya sebelum melakukan investasi, kita memahami betul apa yang kita kejar. Investor yang sukses, selain berhasil profit secara konsisten, pastinya ia juga berhasil mencapai tujuannya. Karena itu, setelah kita memiliki kemampuan analisis yang baik dan psikologi trading yang matang, syarat terakhir agar kita bisa menjadi seorang Investor yang berhasil adalah kita mengembangkan kemampuan kita dalam mengatur money management. Dengan memiliki money management yang baik, maka kecil kemungkinan kita akan terkena risiko kehilangan uang dalam bursa saham.

Apakah Anda sudah berinvestasi saham? Bagaimana pendapat Anda mengenai peran Money Management dalam investasi saham?

 

Sumber Referensi:

  • Creative Trading System.¬†15¬†Maret 2018.¬†Pentingnya Money Management: Mengatur Ritme Pernapasan Investasi Saham.¬†https://www.finansialku.com/money-management-investasi-saham/
###

Info:

  • Monthly Investing Plan November 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2019¬†akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2019¬†akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Jadwal¬†Workshop :
    • Workshop & Advance Value Investing (Medan, 02 – 03 November 2019)¬†dapat dilihat di sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 23 – 24 November 2019)¬†dapat dilihat di sini.

 

Tags : Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi | Mengatur Ritme Investasi |

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate ¬Ľ
error: Content is protected !!