5 Tanda Anda harus Melepaskan Investasi, Kenali Sebelum Terlambat !


Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Prinsip Dasar Investasi

Bagi Anda para investor yang masih terbilang baru dalam berinvestasi, baiknya sebelum Anda mengetahui tanda-tanda saham Anda berpotensi gagal, sudahkah Anda memahami seluk beluk investasi? Jangan dulu takut memulai berinvestasi karena takut gagal. Karena pada dasarnya seluruh investasi memiliki risiko yang tidak dapat dihindari, hanya saja kita sebagai investor dapat menyesuaikan instrumen dan jenis investasi kita dengan tingkat risikonya.

Nah, untuk meraih kesuksesan yang maksimal, tentu Anda harus mengetahui prinsip-prinsip dasar investasi. Yuk simak prinsip-prinsipnya sebelum terjun lebih jauh dalam dunia investasi:

 

#1 Keuntungan Bergantung dengan Waktu

Seperti yang sudah Anda pahami, semua hal di dunia ini butuh proses. Begitu juga dengan investasi. Jika Anda ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal, tentu Anda memerlukan waktu yang tidak sebentar. Ini adalah prinsip dasar investasi; semakin panjang jangka waktunya, semakin tinggi imbal yang Anda dapatkan.

 

#2 Sekarang Susah, Nanti Senang

Seperti yang dikatakan orang bijak:

‚ÄúBerakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.‚ÄĚ

Pepatah di atas sesuai dengan investasi, di mana Anda harus rela berhemat dan mengalokasikan uang demi kehidupan masa depan yang lebih baik. Misalnya saja, seseorang yang ingin berinvestasi untuk hari tuanya dengan asumsi pertumbuhan 5%, maka jika dia menyisihkan uangnya sebesar 10 ribu rupiah setiap harinya, ia baru bisa mencapai targetnya dalam waktu 55 tahun ke depan.

Tentu 55 tahun merupakan waktu yang sangat panjang, setidaknya bila diperpendek menjadi 27 tahun, maka uang yang harus disisihkan setiap hari adalah 50 ribu rupiah. Ini adalah sebuah contoh, makin besar yang Anda taruh maka akan makin pendek pula rentang pertumbuhannya.

 

#3 Diperlukan Kesabaran

Kesabaran adalah salah satu modal utama bagi seseorang dalam berinvestasi. Jika tidak memiliki cukup kesabaran, Anda bisa merugi. Misalnya, Anda buru-buru ingin menjual saham Anda karena pertumbuhan imbal hasil di perusahaan tersebut dirasa cukup tinggi.

Padahal, dengan jangka waktu yang terlalu cepat, imbal hasil yang Anda dapatkan belum optimal. Gegabah dalam menjual tentu bukannya membawakan Anda keuntungan tinggi, malahan bisa jadi Anda menanggung kerugian. Oleh karena itu kesabaran adalah salah satu hal yang patut dimiliki dalam melakukan investasi.

 

#4 Belajar dari Pengalaman

Jika Anda masih sering salah menganalisis pasar, jangan langsung menyerah. Warren Buffet, investor sukses kelas dunia sekalipun pernah gagal. Sepak terjangnya di dunia investasi tidak selalu sempurna. Buffet mengaku bahwa ia pernah membuat sejumlah kesalahan dalam berinvestasi sehingga gagal memenuhi ekspektasi para pemegang saham. Walau begitu, dia menerima kesalahannya dan belajar dari situ.

[Baca lagi : 9 Fakta Tentang Warren Buffet yang Perlu Anda Ketahui]

 

Selain Warren Buffet, masih banyak kisah kegagalan para investor ternama. Misalnya investor kelas kakap Indonesia, Lo Kheng Hong. Ia juga pernah merasakan pil pahit akibat salah langkah ketika berinvestasi. Namun ia berhasil memperbaiki kesalahannya dan menjadi salah satu investor tersukses di Indonesia.

Selain belajar dari pengalaman, Anda juga perlu melahap sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang dapat membantu Anda menguasai ilmu investasi. Bahkan, sebelumnya Penulis juga sudah pernah membahas mengenai 3 prinsip dasar dalam berinvestasi dalam artikel lain. Yuk baca lagi artikelnya…

[Baca lagi : Prinsip Dasar Berinvestasi Saham]

Setelah memahami prinsip dasar investasi, kini saatnya Anda mengetahui tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa Anda harus melepas saham Anda. Mari kita simak penjelasannya bersama.

 

5 Tanda Anda Harus Melepaskan Investasi Anda

Tidak peduli berapa banyak tindakan preventif yang Anda lakukan, pasti tetap saja ada investasi yang kinerjanya tidak sesuai dengan ekspektasi Anda. Untuk itu, Anda harus bisa membaca situasi dan menyadari kapan Anda harus mundur sebelum mengalami kerugian dalam berinvestasi. Sebelum memulai, idealnya Anda sudah memiliki strategi untuk keluar. Dengan demikian Anda dapat meminimalisasi kerugian. Ini dia 5 tanda kegagalan yang harus Anda perhatikan dari instrumen investasi Anda:

 

#1 Investasi Tidak Membawa Arus Kas Positif

Tanda pertama yang harus Anda waspadai adalah ketika sebuah perusahaan tidak memperlihatkan arus kas positif. Namun harus Anda pahami, ketika sebuah perusahaan memiliki arus kas negatif selama beberapa bulan, bukan berarti bahwa perusahaan tersebut akan terus memberikan hasil yang negatif. Pasalnya, sejumlah industri memiliki kondisi keuangan yang fluktuatif dan dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk bangkit. Akan tetapi, periode arus kas negatif yang berkepanjangan jelas merupakan peringatan besar terhadap investasi Anda.

Jadi, sebelum Anda menginvestasikan uang hasil jerih payah Anda ke perusahaan yang peluang tumbuhnya belum terbukti optimal, pastikan untuk menganalisis catatan keuangan atau pertumbuhan bisnis dan pastikan bahwa trennya relatif meningkat.

Sebagai seorang investor, tujuan Anda adalah menaruh uang Anda di tempat yang jelas, bukannya mempertaruhkan uang Anda tanpa dasar yang kuat. Untuk itu, pastikan Anda menempatkan modal Anda pada wadah yang menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan dan masa depan yang menjanjikan.

 

#2 Tinjau Harga Saham Selama 12 Bulan Terakhir

Jika harga saham perusahaan terus menurun selama rentang waktu 12 bulan, Anda disarankan untuk segera menjual saham itu sebelum jatuh lebih jauh. Tren negatif yang terjadi selama kurang lebih 1 tahun biasanya akan terus berlanjut lebih jauh. Jika Anda menemukan pola seperti ini, Anda lebih baik memotong kerugian Anda sebelum harga saham makin jatuh.

Selalu perhatikan investasi Anda dan perhatikan juga tren yang terjadi di pasar sehingga Anda tahu sebelum terlambat. Anda tidak boleh berinvestasi di sebuah perusahaan dan kemudian hanya duduk manis menunggu imbal hasil tanpa ada upaya sedikitpun. Tetap jeli dan cobalah untuk mendapat informasi selengkap-lengkapnya tentang kondisi investasi Anda, serta kondisi perusahaan tempat Anda menaruh modal.

 

#3 Yield Tidak Lagi Bersaing Dengan Pasar Saat Ini

Jika investasi yang Anda miliki tidak menghasilkan laba yang kompetitif, maka sudah waktunya untuk menyingkirkan investasi itu. Menaruh modal di perusahaan yang tak menghasilkan keuntungan yang kompetitif merupakan sebuah kesalahan yang terkadang diabaikan oleh investor baru. Dengan mengabaikan kondisi tersebut, Anda menyia-nyiakan modal Anda yang sebenarnya bisa ditaruh di perusahaan lain yang labanya lebih kompetitif.

 

Sebaiknya, ada baiknya untuk Anda mengetahui nilai investasi Anda baik di perusahaan, saham, atau obligasi, dan pastikan Anda mendapatkan imbal hasil yang solid dari investasi Anda. Tidak hanya itu, Anda juga perlu melihat kinerja perusahaan yang serupa atau pun perusahaan pesaing dan bandingkan kembali di perusahaan tempat Anda menaruh modal.

 

#4 Perusahaan Tidak Bisa Mempertahankan Karyawan

Jika karyawan perusahaan keluar dari suatu perusahaan karena kesejahteraannya tak terpenuhi, Anda harus waspada. Perusahaan yang tak dapat mempertahankan sumber daya manusianya yang berkualitas kemungkinan besar mengalami kegagalan dalam hal manajemennya. Walau arus kas perusahaan tersebut masih stabil, adanya kesalahan terkait manajemen pasti akan menyebabkan kegagalan di masa depan.

Ditambah lagi, jika Anda melihat adanya perubahan dewan dan pejabat-pejabat tinggi yang di luar dugaan, maka ini mungkin waktunya Anda melakukan hal yang sama dan pergi sebelum terlambat.

 

#5 Tidak Ada yang Peduli Dengan Perusahaan

Jika pelanggan, bahkan karyawan serta bagian manajemen tidak peduli dengan kemajuan sebuah perusahaan, maka bisnis itu kemungkinan tidak akan maju ke mana-mana. Untuk menjadi kompetitif di pasar saat ini, pendiri perusahaan dan karyawannya harus memiliki dedikasi tinggi dan mencurahkan usaha maksimal demi pertumbuhan dan kesuksesan bisnis mereka.

 

Meskipun perusahaan masih terbilang baru, jika seluruh tim di dalamnya turut berkontribusi dan memiliki semangat untuk mengembangkan perusahaannya, maka Anda boleh menggantungkan harapan dan optimis bahwa perusahaan itu akan menjadi ladang investasi besar. Namun jika tidak ada yang peduli dengan perusahaan itu, maka saatnya untuk mencari tempat lain.

 

Berinvestasi Dengan Hati dan Pikiran yang Tenang

Setelah mengetahui 5 tanda kegagalan investasi, Anda harus ingat aspek terpenting dalam mengambil keputusan investasi, yakni ketenangan pikiran. Anda bisa merasa tenang jika sudah melakukan analisis informasi yang komprehensif terhadap perusahaan tempat Anda menanam modal. Analisis yang dilakukan antara lain adalah dengan mempelajari laporan keuangan fundamental perusahaan, serta mengevaluasi kinerja bisnis perusahaan.

 

Tetap Waspada dan Mencari yang Terbaik

Melansir data statistik dari Inc.com, dalam dunia bisnis saat ini hampir 75% dari semua perusahaan baru gagal. Data tersebut mungkin terdengar menakutkan bagi calon investor. Namun, selama Anda tidak mengidentifikasi tanda-tanda kegagalan di atas, Anda bisa melindungi uang hasil jerih payah Anda, serta berinvestasi dalam perusahaan yang akan memberi imbalan menggiurkan kepada Anda.

 

 

Sumber Referensi:

  • Kriswangsa Bagus Kusuma Yudha.¬†17 April¬†2018. Tahu Kapan Anda Harus Melepaskan Investasi Anda? Kenali 5 Tandanya Berikut Ini Sebelum Terlambat!.¬†https://www.finansialku.com/melepaskan-investasi-anda/
###

Info:

  • Monthly Investing Plan November 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2019¬†akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2019¬†akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Jadwal¬†Workshop :
    • Workshop & Advance Value Investing (Medan, 02 – 03 November 2019)¬†dapat dilihat di sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 23 – 24 November 2019)¬†dapat dilihat di sini.

 Tags : Melepaskan Investasi | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi | Melepaskan Investasi  | Melepaskan Investasi | Melepaskan Investasi

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate ¬Ľ
error: Content is protected !!