UNVR Akan Melakukan Stock Split, Apakah Saat Yang Tepat untuk Membeli ?


Salah satu perusahaan blue chip yang terkemuka di Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk, mengumumkan bahwa perusahaan akan melakukan stock split. Terkait besaran perbandingan stock split-nya, perusahaan baru akan mengumumkannya setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada tanggal 20 November 2019 ini. Rumor beredar bahwa UNVR akan melakukan stock split dengan perbandingan 1:10, yang berarti, saham UNVR dapat dibeli dengan harga 10x lebih murah.  Eits, tapi ingat, ini masih berupa rumor.. Nah, dengan melalui stock split ini, apakah sebaiknya kita membeli saham UNVR?

 

Sekilas tentang UNVR

PT Unilever Indonesia pertama kali didirikan pada 5 Desember 1933 dengan nama “Lever’s Zeepfrabrieken N.V.”. Perusahaan baru merubah namanya menjadi PT Unilever Indonesia pada 22 Juli 1980. UNVR yang ada di Indonesia sendiri sebenarnya merupakan anak cabang dari perusahaan Unilever global, yang didirikan di Belanda 90 tahun yang lalu.

PT Unilever Indonesia bergerak di bidang consumer goods. Operasional UNVR sendiri terdiri dari manufaktur, marketing dan distribusi produk-produk consumer goods – yang termasuk di dalamnya seperti sabun, deterjen, produk-produk kosmetik, dan masih banyak lagi portfolio produk dari UNVR. Beberapa brand-brand yang berada di bawah naungan UNVR dan mungkin Anda juga mengetahuinya atau bahkan memakainya, adalah antara lain Pepsodent, Rinso, Molto, Dove, Sunsilk, Clear, Wall’s, Blue Band, Royco, dan masih banyak lagi brand-brand di bawah naungan UNVR.

Source: http://perusahaandata.blogspot.com/2016/03/dominasi-wings-unilever-kao-di-industri.html

Sekarang, UNVR telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Jika kita hitung berdasarkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia, maka UNVR menempati peringkat ke 4 dari 656 perusahaan tercatat di BEI.

Struktur Kepemilikan Saham UNVR

Source: Public Expose UNVR

 

Total saham yang dimiliki oleh publik adalah sekitar 15% saham Unilever, sedangkan sisanya 85% sahamnya dimiliki oleh asing. Artinya? Mayoritas pemegang saham UNVR adalah asing. Ketika harga sahamnya masih berada di angka > dari Rp 4.000.000,- per lot, memang tidak dapat dijangkau oleh semua investor domestic kita – yang mayoritas adalah investor retail.

Harapannya, dengan dilakukannya stock split akan dapat lebih menjangkau investor-investor retail di Indonesia.

 

Pengumuman akan mengadakan Stock Split

Melalui pengumuman ke Bursa Efek Indonesia, pihak UNVR berencana untuk mengadakan perubahan nilai nominal saham (stock split). Pihak UNVR menilai bahwa aksi korporasi untuk melakukan stock split ini akan dapat membuat harga saham UNVR dapat lebih terjangkau bagi investor retail kebanyakan. Pihak UNVR akan menyampaikan usulan mengenai kegiatan stock split ini kepada para pemegang saham di RUPSLB yang akan diadakan pada tanggal 20 November 2019.

Saat artikel ini ditulis, saham UNVR dihargai seharga Rp 44.200 per lembar. Yang berarti minimal pembelian saham UNVR adalah sekitar Rp 4.420.000,- per lot (exclude pajak dll). Harga saham UNVR memang dikenal sebagai salah satu saham termahal yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, secara nominal UNVR hanya berada di bawah saham GGRM senilai Rp 49.450,- per lembar atau Rp 4.945.000,- per lot.

Harga UNVR yang jauh di atas rata-rata ini membuat investor retail kebanyakan tidak dapat menjangkau UNVR. Maklum, tenaga pasar modal Indonesia belum sekuat pasar modal di negara-negara lain. Sehingga, investor retail cenderung bertransaksi ke saham-saham yang lebih “terjangkau secara nominal”.

 

Kinerja Unilever

Secara umum, penjualan Unilever dibagi menjadi 2 segmen, yakni segmen Home, Beauty, and Personal Care dan segmen Foods and Refreshment. Kontribusi masing-masing segmen tersebut pun terdiri dari Home, Beauty and Personal Care sebesar ±67% dan segmen Food and Refreshment sebesar ±33% (berdasarkan pubex 1Q 2019).

Sebagai perusahaan yang produknya banyak terlihat di pasaran dan merupakan sektor consumer goods yang produknya menjadi kebutuhan bagi masyarakat, UNVR memiliki sejarah pencatatan laba yang cukup stabil mengalami peningkatan dari 2011 sampai 2019. Bagaimana tidak, jenis barang-barang seperti shampoo, sabun, pasta gigi, dan produk Unilever merupakan produk yang menjadi daily needs masyarakat. Dan mengingat Unilever sebagai salah satu perusahaan yang memonopoli pasar produk-produk daily needs di Indonesia, tentu saja bukan hal yang aneh apabila Unilever terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan.

Pendapatan UNVR sejak 2011-2019 (anlz). Source: Cheat Sheet Q2-2019

Berlangganan Cheat Sheet di sini.

Berita baiknya lagi, kenaikan pendapatan atau biasa disebut top line ini juga diikuti dengan pertumbuhan juga di bagian laba bersih atau bottom line. Jika Anda coba mengamati dengan seksama, Anda dapat melihat lonjakan laba bersih di tahun 2018.. sehingga laba bersih di 2019 terlihat mengalami sedikit penurunan.

       

Pencatatan laba bersih UNVR 2011- 2019. Source: Cheat Sheet Q2-2019

Perlu Anda ketahui, kenaikan laba bersih UNVR di tahun 2018 bersumber dari penjualan aset kategori spreads yang dilakukan UNVR pada kuartal ke-3 2018 kemarin. Penjualan aset berkategori spreads tersebut berkontribusi sebesar Rp 2,1 triliun ke laba bersih UNVR, yang mengakibatkan peningkatan laba laba bersih yang signifikan.. Jadi, jika kita perhatikan, UNVR masih dalam tren pertumbuhan laba bersih yang konsisten.

Baik, mungkin tidak mengherankan apabila kita membahas kinerja profitabilitas perusahaan sekelas UNVR yang hasilnya sangat baik. Berikutnya izinkan penulis untuk menganalisa dari segi valuasi perusahaan..

 

Indikator-indikator saham UNVR

Penulis akan menjabarkan beberapa data terkait pembahasan indikator-indikator sederhana yang dapat menggambarkan kondisi dan situasi UNVR di bursa kita saat ini.

  • Price to Earning Ratio (P/E Ratio / PER)

Data histrorical P/E ratio UNVR. Source: Cheat Sheet Q2-2019

 

Terlihat bahwa UNVR dihargai dengan sangat premium di P/E sebesar 45,6x.. Bahkan, secara historis UNVR telah dihargai dari P/E 34,4 x sampai tertinggi sempt ke 60,9x P/E. Bila kita bandingkan dengan beberapa perusahaan consumer goods lainnya seperti MYOR (P/E 33,2x), SIDO (P/E 23,4x), UNVR memang dihargai jauh lebih mahal dibandingkan saham-saham tersebut.

 

  • Price to Book Value (PBV)

Data historical PBV UNVR 2011 – 2019. Source: Cheat Sheet Q2 2019

Berlangganan Cheat Sheet di sini.

Sama juga dengan P/E Ratio UNVR yang sangat tinggi, PBV UNVR pun tercatat berdda di angka 66,4x. Artinya, harga saham UNVR di pasaran adalah sebesar 69,4x lipat dari harga bukunya. Sekali lagi, secara historical memang UNVR dihargai di harga premium yang dianggap sesuai dengan kualitas perusahaan..  Sama juga bila kita membandingkan PBV UNVR dengan PBV perusahaan-perusahaan lain, akan terlihat bahwa PBV UNVR masih akan lebih tinggi..

 

Apakah Stock Split ini akan berpengaruh Terhadap Kinerja UNVR ?

Jika kita membicarakan corporate action yang diadakan UNVR – stock split, kemungkinan yang paling akan mengalami perubahan adalah likuiditas perdagangan saham UNVR. Tentu saja hal ini akan terjadi karena harga yang ditawarkan ketika membeli saham UNVR menjadi lebih terjangkau.

Yang harus Anda perhatikan adalah, stock split tidak akan mempengaruhi kinerja operasional perusahaan. Jadi, momentum stock split biasanya hanya akan berdampak sementara saja.

 

Demikian pula, meskipun stock split membuat nominal harga per lembar saham lebih murah, namun tidak membuat valuasinya menjadi lebih murah juga.. Jadi Anda harus membedakan antara harga nominal per lembar saham dengan valuasi.

Berikut adalah ilustrasinya :

UNVR Sebelum Stock Split Setelah Stock Split

(asumsi 1 : 10)

Laba Bersih 2019 (ANLZ) Rp 7.39 triliun Rp 7.39 triliun
Jumlah lembar saham beredar 7.63 miliar lembar 76.3 miliar lembar
Earnings per Share (EPS) Rp 969 / lembar Rp 96.9 / lembar
Harga Saham Rp 44.200 Rp 4420
Price to Earnings Ratio (PER) 45.6x 45.6x

 

  • Sebelum stock split, UNVR memiliki 7.63 miliar lembar saham. Artinya, dengan laba bersih 2019 adalah sebesar Rp 7.39 triliun (ANLZ), maka Earning per Share (EPS) UNVR adalah sebesar Rp 969 / lembar. Di harga saham Rp 44.200 / lembar, PER nya adalah 45.6x.
  • Setelah stock split (asumsi 1 : 10), UNVR akan memiliki 76,3 miliar lembar saham. Artinya, dengan laba bersih 2019 adalah sebesar Rp 7.39 triliun (ANLZ), maka Earnings per Share (EPS) UNVR adalah sebesar Rp 96.9 / lembar. Di harga saham Rp 4.420 / lembar, PER nya tetap 45.6x.

 

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa meskipun harga nominal per lembar saham UNVR setelah stock split 10x lebih murah dibandingkan dengan sebelum stock split, namun karena jumlah saham beredar setelah stock split juga 10x lebih banyak dibandingkan dengan sebelum stock split, maka valuasinya tidak akan berubah.

 

Kita juga bisa melihat contoh perusahaan consumer goods yang pernah melakukan stock split sebelumnya – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) – yang melakukan stock split dengan ratio 25 : 1 pada bulan Agustus 2016 silam, di mana harga MYOR yang sebelumnya sebesar ± Rp 40.000 kemudian setelah stock split menjadi ± Rp 1.600.

Setelah terjadinya stock split, harga saham MYOR naik sampai ke sekitar Rp 2.300 – 2.400 dalam waktu kurang dari 1 tahun (sekitar Mei 2017) dan menjadi Rp 3.200 – Rp 3.300 di tahun berikutnya (sekitar Mei – Juni 2018). Kenaikan ini tentu saja selain didorong oleh meningkatnya likuiditas saham MYOR, juga ditopang dengan peningkatan  performa perusahaan.

Pertanyaannya, apakah hal tersebut juga akan terjadi kepada saham UNVR? Sayangnya, Penulis tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dan tidak ada orang yang dapat memberikan jawaban yang pasti juga terkait ke mana pergerakan harga saham..

Kesimpulan

Stock Split yang akan dilaksanakan UNVR nanti memang menimbulkan sentimen tersendiri bagi investor di Bursa Efek Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan terbesar yang tercatat di BEI, UNVR yang diperdagangkan di harga Rp 40.000an per lembar saham dianggap tidak dapat dijangkau oleh banyak investor retail di Indonesia.

Dengan dilaksanakannya stock split, harapannya saham UNVR dapat dimiliki oleh banyak investor retail lainnya di Indonesia dan dapat meningkatkan likuiditas saham UNVR.

Tetapi, yang perlu Anda ketahui adalah, stock split tidak akan mempengaruhi kinerja operasional perusahaan. Melainkan hanya akan mempengaruhi jumlah dan harga saham yang beredar di pasar. Oleh karena itu, meskipun sebelumnya pernah terjadi stock split MYOR yang menyebabkan harganya naik, hal itu tidak semata-mata karena dilaksanakannya stock split, tetapi juga karena peningkatan performa perusahaan.

Jadi, Pak, untuk saham UNVR ini beli atau nggak nih?

Well, Penulis telah memberikan beberapa data dan fakta mengenai stock split yang akan dilaksanakan, kinerja perusahaan, dan sampai ke valuasi sederhana UNVR..  Satu kepastian yang dapat dipegang adalah, tidak ada yang dapat memprediksi secara pasti ke mana harga saham akan bergerak.. So, the choice is yours..

 

 

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan November 2019 akan terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2019 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Workshop & Advance Value Investing (Medan, 02 – 03 November 2019) dapat dilihat di sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 23 – 24 November 2019) dapat dilihat di sini.

 

Tags : UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | UNVR Stock Split | 

You may also like

1 Comment

  • Alex
    October 21, 2019 at 1:45 PM

    Quote:
    “Sebelum stock split, UNVR memiliki 63 miliar lembar saham. Artinya, dengan laba bersih 2019 adalah sebesar Rp 7.39 triliun (ANLZ), maka Earning per Share (EPS) UNVR adalah sebesar Rp 969 / lembar. Di harga saham Rp 44.200 / lembar, PER nya adalah 45.6x.
    Setelah stock split (asumsi 1 : 10), UNVR akan memiliki 3 miliar lembar saham. ”
    End Quote

    Sebelum stock split 7,63miliar lembar saham dan setelah stock split jadi 76,3miliar lembar saham kali pak maksudnya

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami