tetap berinvetasi walau anggaran ketat

Tetap Berinvestasi, Walau Anggaran Ketat ? Ini Caranya…


Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Anggaran Bulanan Super Ketat

Anggaran bulanan harus disesuaikan dengan penghasilan. Jika penghasilan terbatas, dengan terpaksa Anda harus membuat anggaran yang ketat. Bisakah Anda berinvestasi ketika memiliki anggaran yang ketat? Tentu bisa. Pada dasarnya segala sesuatu dapat dipenuhi selama dijadikan prioritas. Jika Anda menjadikan investasi sebagai prioritas bulanan, pasti ada cara untuk memenuhinya. Secara teori memang terlihat mudah, tetapi pada prakteknya bisa jadi sulit. Tetapi hal investasi perlu diprioritaskan agar kelak Anda dapat mencapai kebebasan keuangan.

Berikut adalah 5 cara yang dapat Anda praktekkan untuk dapat berinvestasi meski memiliki anggaran bulanan yang ketat:

 

#1 Mengganti Layanan Bulanan TV Kabel

Jika selama ini Anda menggunakan layanan TV kabel, cobalah untuk meninjau ulang pengeluaran tersebut. Apakah layanan TV kabel tersebut benar-benar diperlukan. Umumnya kebutuhan TV kabel bukanlah kebutuhan utama. Sementara biaya yang dikeluarkan per bulan relatif besar jika dimasukkan ke dalam anggaran yang ketat. Jika layanan TV kabel bukan hal yang sangat dibutuhkan sebaiknya Anda menghentikan penggunaannya untuk sementara. Jika sudah mampu mendapatkan penghasilan yang lebih besar barulah Anda dapat menggunakannya lagi.

Tetapi jika TV kabel merupakan sebuah keharusan, Anda dapat mencoba mencari layanan dengan biaya yang lebih murah. Cobalah membandingkan penawaran layanan TV kabel dari beberapa perusahaan. Jika ada perusahaan yang menawarkan harga lebih murah, sebaiknya Anda ganti layanan TV kabel yang saat ini digunakan. Selain itu, saat ini sudah ada layanan online streaming yang dapat memberikan manfaat seperti TV kabel konvensional. Jika harganya lebih murah maka cobalah menggunakan alternatif tersebut. Biaya yang dihemat dari layanan TV kabel dapat digunakan untuk berinvestasi setiap bulan.

 

#2 Mengubah Kebiasaan Makan

Pernahkah Anda mengecek bon pembelian makanan Anda setiap bulan? Makanan memang kebutuhan utama hidup, tetapi kebanyakan orang biasanya tidak berpikir untuk menghemat biaya makanan. Cara terbaik untuk mengurangi pengeluaran dari makanan adalah dengan mengurangi frekuensi makan di luar. Ketika Anda makan di sebuah restoran, harga yang harus dibayar jauh lebih mahal daripada jika memasak sendiri. Hal ini tentu dikarenakan fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan oleh restoran tersebut. Padahal pada dasarnya yang paling Anda butuhkan adalah makanan yang disajikan. Tidak masalah terus-menerus makan di luar jika Anda memiliki penghasilan yang setara. Hanya saja dengan penghasilan yang terbatas, sebaiknya Anda belajar berhemat.

‘Nongkrong’ di kafe bersama teman-teman juga merupakan salah satu ‘jebakan’ yang dapat mempersulit anggaran Anda. Karena itu hindari terlalu sering nongkrong di kafe yang menjual kopi dengan harga sangat mahal. Daripada digunakan untuk keperluan konsumtif seperti itu, lebih baik uang yang ada diinvestasikan.

#3 Manfaatkan Promosi Online

Sulit rasanya mempertahankan anggaran jika Anda merasa tidak memiliki dana untuk bersenang-senang. Anggaran yang ketat bukan berarti Anda tidak boleh bersenang-senang. Hanya saja dana yang digunakan untuk bersenang-senang harus dioptimalkan. Salah satu cara untuk mengoptimalkannya adalah dengan menggunakan promosi-promosi online.

Umumnya banyak situs online yang menawarkan diskon dan promosi. Jika Anda senang berbelanja, cobalah mencari promosi dari toko-toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, OLX dan lain-lain. Jika Anda senang berjalan-jalan atau liburan, cobalah mencari penawaran-penawaran menarik dari situs perjalanan seperti Traveloka, Pegipegi dan lain-lain. Selain itu Anda juga dapat menggunakan Groupon untuk mendapatkan banyak keuntungan. Dengan memanfaatkan promosi-promosi tersebut Anda tetap dapat mencari hiburan dengan biaya yang ekonomis.

 

#4 Simpan Sejumlah Kecil Uang dari Setiap Pengeluaran

Dalam membuat anggaran Anda seringkali melebihkan dana yang dibutuhkan untuk berjaga-jaga. Artinya, selalu ada dana lebih yang sebenarnya dapat disimpan dari setiap kategori pengeluaran. Cobalah untuk berkomitmen mengurangi sedikit uang dari masing-masing kategori pengeluaran Anda. Mengurangi Rp10.000 dari setiap kategori sekalipun sudah dapat membantu Anda mengumpulkan ratusan ribu rupiah per bulan. Jika Anda rutin dan disiplin menjalankannya, tanpa terasa dana yang dapat diinvestasikan pun akan semakin besar.

Ketika berbelanja di supermarket, cobalah mengurangi satu barang yang tidak terlalu Anda butuhkan. Dengan begitu Anda sudah dapat menghemat beberapa puluh ribu rupiah. Segera masukkan uang yang ‘dilebihkan’ tersebut ke pos keuangan lain untuk diinvestasikan. Jangan sampai pengeluaran bocor dan uang yang sudah disimpan justru digunakan untuk keperluan lain.

 

#5 Tinjau Pengeluaran-Pengeluaran Besar

Cobalah untuk meninjau pengeluaran-pengeluaran utama setiap bulan. Misalnya biaya-biaya seperti cicilan mobil, biaya tempat tinggal dan lain sebagainya. Jika cicilan per bulan mobil dirasa terlalu besar, Anda mungkin harus mempertimbangkan solusinya. Cobalah mencari tahu apakah Anda perlu menjual mobil tersebut dan menggantinya dengan yang lebih murah atau tidak. Bagi Anda yang tinggal di rumah kost, cobalah mencari alternatif lain dengan harga yang lebih murah. Jika mendapatkan rumah kost dengan fasilitas yang memadai dengan harga yang lebih murah, untuk apa tetap tinggal di tempat lama?

Dengan mengurangi pengeluaran utama seperti ini, Anda dapat menghemat biaya yang sangat besar. Mungkin saja orde biaya yang dapat dihemat bukanlah puluhan ribu melainkan ratusan ribu atau jutaan. Jika biaya tersebut dapat digunakan untuk berinvestasi, akan lebih mudah untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

 

Nah, dalam artikel terpisah lainnya juga Penulis pernah menuliskan tentang bagaimana cara berinvestasi dengan penghasilan yang minimal ? Yuk, baca lagi artikelnya melalui link di bawah ini :

[Baca lagi : Tips Berinvestasi Dengan Penghasilan Minimal]

 

Selalu Ada Cara untuk Memenuhi Prioritas

Investasi merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kebebasan keuangan. Memiliki anggaran bulanan yang ketat bukanlah alasan untuk tidak dapat berinvestasi. Kunci utama untuk dapat tetap berinvestasi dalam keadaan anggaran terbatas adalah dengan menjadikannya prioritas. Tidak ada alasan untuk tidak memenuhi suatu kebutuhan jika hal tersebut dianggap prioritas.

 

Bagaimana cara Anda dalam mengurangi pengeluaran setiap bulannya? Setujukah Anda dengan uang yang dikurangi dari pengeluaran tersebut dapat digunakan untuk investasi? 

 

Sumber Referensi:

  • Stacia E. H. Sitohang CFP®. 27 Januari 2017. Ini 5 Tips untuk Berinvestasi walaupun Memiliki Anggaran Ketat. https://www.finansialku.com/ini-5-tips-untuk-berinvestasi-walaupun-memiliki-anggaran-ketat/
###

Info:

  • Monthly Investing Plan September 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q2 2019 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q2 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    •  Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 31 Agustus – 1 September 2019) dapat dilihat di sini.

 

Tags: Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat | Tetap Berinvestasi walau Anggaran Ketat

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!