Laba Bersih Naik Hampir 4x Lipat, Bagaimana Prospek KBLI di tahun ini ?


Sejak memasuki awal tahun 2019 ini, pergerakan harga saham KBLI berada pada tren bullish dengan kenaikan sekitar 100%, dari 230-an per Januari 2019 saat ini harga saham KBLI berada di kisaran 600-an per Agustus 2019. Bersamaan dengan performa saham yang meningkat, KBLI juga mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan terhadap Laba Bersihnya. Di mana Laba Bersih KBLI tumbuh hampir sekitar 4x lipatnya dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 kemarin. Lantas apakah kenaikan harga saham KBLI saat ini memang didukung oleh kinerja fundamental KBLI yang juga meningkat ? Dan bagaimanakah prospek bisnis KBLI di tahun ini ?

 

Company Profil KBLI

Berdiri pada Januari 1972 dengan nama PT Kabelmetal Indonesia sebagai salah satu produsen kawat dan kabel terkemuka di Indonesia. Kemudian di tahun 1974 perusahaan mulai memproduksi kabel listrik tegangan rendah dan kabel telepon di daerah Cakung – Jakarta Timur. Tepat di Juli 1992 akhirnya perusahaan mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya, dengan kode perdagangan KBLI. Sejak saat itu, KBLI mulai memproduksi bahan baku utama sendiri yakni kawat aluminium dan tembaga.

Keberhasilan itu membawa KBLI di tahun 2008 untuk melakukan perubahan nama dari PT GT Kabel Indonesia Tbk, menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk. Dengan perubahan nama itu, KBLI tumbuh semakin kukuh. Hal itu dibuktikan dengan KBLI dipercaya menjadi pemasok kabel listrik utama untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sekligus menjadi eksportir kabel listrik untuk sejumlah negara di Asia Pasifik, Australia, Eropa, dan Afrika.

Dalam operasional bidang usahanya, KBLI ini bergerak di bidang pembuatan kabel dan kawat aluminium dan tembaga. Dengan beberapa jenis produk diantaranya Kabel Listrik Tegangan Rendah, Kabel Listrik Tegangan Menengah, Kabel Listrik Tegangan Tinggi, dan Kabel Instrumen atau Kontrol dan Kabel Spesial lainnya.

Adapun berdasarkan komposisi kepemilikan saham, pemegang saham KBLI terbagi seperti berikut ini :

 

Pemegang Saham KBLI. Source : Laporan Tahunan KBLI 2018

 

Kenaikan Harga Saham KBLI

Sepanjang Januari hingga Agustus 2019 ini, harga saham KBLI mengalami kenaikan sekitar 100% dari 300-an per Januari 2019 dan hingga saat ini harga saham KBLI berada di kisaran 600-an per Agustus 2019. Seperti terlihat pada screenshot di bawah ini :

 

Tren Bullish Harga Saham KBLI. Source : YahooFinance

 

Padahal di tahun sebelumnya, harga saham KBLI bergerak stabil di kisaran 200-an. Meskipun bergerak stabil, namun KBLI merupakan salah satu emiten yang memproduksi berbagai kabel dengan pencapaian kinerja yang terus mengalami peningkatan. Nah, terkait hal itu Penulis sendiri pernah membahas performa saham KBLI, yang di tulis pada tahun 2017 yang lalu. Anda bisa mereview nya kembali melalui link di bawah ini :

 

[Baca lagi : Hidden Treasure : KMI WIRE And CABLE (KBLI)]

 

 

Kinerja Fundamental KBLI

Untuk itu ada baiknya juga jika saat ini, kita kembali membuka Laporan Keuangan Kuartal II-2019 milik KBLI agar lebih mudah mengetahui bagaimana kinerjanya sepanjang semester I-2019 ini.

Adapun berdasarkan Laporan Keuangan Kuartal II-2019, lagi-lagi KBLI memang mencatatkan peningkatan kinerja melalui total Pendapatannya. Di mana Pendapatan KBLI meningkat sekitar 20% dari Rp 1.6 triliun di Kuartal II-2018, menjadi sebesar Rp 1.8 triliun per Kuartal II-2019. Dengan kontribusi terbesar utama berasal dari Pendapatan Tegangan Rendah yang mencapai 27% atau sekitar Rp 1.3 triliun terhadap total Pendapatan KBLI. Dan kontribusi terbesar kedua berasal dari Pendapatan Tegangan Menengah yang mencapai 16.1% atau sekitar Rp 292 miliar terhadap total Pendapatan KBLI. Adapun sebagai gambarannya seperti di bawah ini :

 

Kontribusi Pendapatan terhadap Total Pendapatan. Source : Laporan Keuangan Kuartal II-2019.

 

Peningkatan Pendapatan itu juga sejalan dengan pertumbuhan Laba Bersih KBLI. Di mana Laba Bersih KBLI mencatatkan kenaikan sekitar 225% dari Rp 54 miliar di Kuartal II-2018, menjadi sebesar Rp 176 miliar per Kuartal II-2019. Gambarannya seperti di bawah ini :

 

Pertumbuhan Laba Bersih KBLI. Source : Laporan Keuangan Kuartal II-2019 KBLI

 

Pertumbuhan profitabilitas tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan Ekuitas KBLI di Kuartal II-2019 ini. Di mana Ekuitas KBLI tumbuh sekitar 5.9% dari Rp 2.03 triliun di Kuartal II-2018, menjadi sebesar Rp 2.15 triliun per Kuartal II-2019. Bahkan jumlah Liabilitas KBLI di Kuartal II-2019 justru mengalami penurunan sekitar 74.8% dari sebesar Rp 1.21 triliun di Kuartal II-2018, menjadi Rp 907 miliar per Kuartal II-2019.

Maka dengan demikian, Rasio Hutang terhadap Ekuitas (DER) hanya sebesar 0.42x yang artinya KBLI ini mampu mengcover seluruh total hutangnya hanya dengan menggunakan modal yang dimiliki. Bahkan dalam waktu jangka pendek saja, Aset Lancar KBLI yang jumlahnya mencapai Rp 2.02 triliun per Kuartal II-2019 mampu menutupi total Liabilitas Jangka Pendek KBLI yang sebesar Rp 595 miliar per Kuartal II-2019. Maka bisa disimpulkan Liquidity Ratio KBLI sebesar 2.9x, menunjukkan bahwa Liabilitas Jangka Pendek bisa diatasi dengan Aset Lancar yang dimiliki oleh KBLI. Sehingga secara overall, kondisi neraca keuangan KBLI ini bisa dikatakan dalam kondisi sehat dan tidak terbebani oleh hutang yang dimilikinya.

Kendati demikian, cukup disayangkan lantaran pertumbuhan tersebut tidak tercermin dalam  Arus Kas Operasi KBLI per Kuartal II-2019 ini. Lantaran Arus Kas Operasi KBLI harus tumbuh negatif dari Rp 29 miliar di Kuartal II-2018, menjadi negatif Rp 64 miliar per Kuartal II-2019. Adapun gambarannya seperti berikut :

 

Arus Kas Operasi Negatif di Kuartal II-2019. Source : Laporan Keuangan Kuartal II-2019 KBLI

 

Faktor Kenaikan Harga Saham dan Kinerja KBLI

Jika sebelumnya kita membahas mengenai kenaikan harga saham dan kinerja KBLI, kali ini kita juga perlu memperhatikan faktor eksternal yang secara tidak langsung memang sangat mempengaruhi kinerja KBLI. Jika Anda sudah sempat mereview kembali artikel tentang KBLI di tahun 2017 kemarin. Penulis sudah memaparkan risiko lain yang mungkin dihadapi oleh KBLI, yakni harga tembaga sebagai bahan baku kabel.

Harga tembaga tersebut menjadi salah satu penunjang peningkatan kinerja KBLI pada Kuartal II-2019 ini. Lantaran saat ini harga tembaga sedang dalam kondisi tertekan, dan terus menurun. Tertekannya harga tembaga tersebut juga tak terlepas dari imbas negatif perang dagang AS – China yang sudah menekan pertumbuhan ekonomi secara global. Lantaran AS berencana untuk merilis detail tarif tambahan sekitar US$300 miliar untuk barang-barang China, melanjutkan keputusannya yang telah menaikkan tarif 25% untuk barang-barang China senilai US$200 miliar. Terkait dengan perihal perang dagang, Anda juga bisa membaca kembali artikelnya melalui link di bawah ini :

 

 

Efeknya jumlah permintaan atas tembaga pun mengalami penurunan. Adapun sebagai gambarannya, harga tembaga di bulan Mei 2019 berdasarkan data Bloomberg adalah : tembaga di bursa Comex melemah hingga mencapai US$274,85 per ton. Sementara itu, harga tembaga di bursa Shanghai melemah hingga mencapai 47.720 Yuan per ton. Harga tembaga di bursa London bergerak melemah hingga mencapai US$6.075,5 per ton.

Maka dengan kondisi harga tembaga yang tertekan itu, tidak heran jika akhirnya mampu mendongkrak kinerja KBLI dengan Laba Bersih yang meningkat hingga sebesar Rp 176 miliar per Kuartal II-2019. Sekaligus menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga sahamnya di Kuartal II-2019 ini.

 

Prospek Bisnis KBLI

Dari pembahasan di atas kita dapatkan bahwa kenaikan harga saham KBLI ini secara tidak langsung memang dipengaruhi oleh pencapaian kinerjanya hingga di Kuartal II-2019 ini. Apalagi jika melihat prospek bisnis KBLI di tahun ini masih cukup terbuka. Di mana KBLI ini masih tertolong oleh adanya mega proyek pengadaan kapasitas pembangkit listrik yang sebesar 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah melalui PLN. Meskipun proyek tersebut hingga kini masih terkendala mengingat proyek tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2015 yang lalu. Tentu untuk kedepannya, KBLI perlu menunggu perkembangan lebih lanjut proyek tersebut, meskipun berpotensi terhadap adanya permintaan kabel KBLI yang meningkat. KBLI sendiri menilai proyek pemerintah tersebut adalah bagian dari proyek jangka panjangnya. Adapun porsi penjualan kabel KBLI ke PLN sudah menggenggam sekitar 22% nya dari total Pendapatan, atau sekitar Rp 225 miliar.

Sehingga untuk menjaga pencapaian kinerjanya pada Kuartal selanjutnya, KBLI perlu menargetkan sejumlah tender dari proyek-proyek lainnya dan tidak bergantung dari proyek pemerintah saja.

Di sisi lain, nampaknya emiten produsen kabel ini juga sudah memikirkan langkah lain. Seperti halnya dengan rencananya yang akan meningkatkan penjualan kabel di pasar ekspor, mengingat hingga saat ini pangsa pasar ekspor KBLI ini masih tergolong kecil dan hanya berkontribusi ± 1% dari total Pendapatan KBLI. Bahkan per Kuartal II-2019 ini saja, sebenarnya Penjualan Ekspor KBLI ini mengalami penurunan sekitar 32% dari Rp 28 miliar per Kuartal II-2018 menjadi Rp 19 miliar di Kuartal II-2019 ini. Maka dengan kondisi tersebut, sebenarnya KBLI masih memiliki peluang yang besar untuk menggenjot penjualan ekspornya dan mencari pangsa pasar lain di luar negeri.

 

Kesimpulan

Dengan penjelasan di atas, setidaknya kita sudah bisa menarik beberapa kesimpulan yang membuat bullish nya harga saham KBLI dan meningkatnya Laba Bersih KBLI di Kuartal II-2019 ini. Salah satu sentimen positif yang mendongkrak kinerja KBLI adalah tertekannya harga tembaga sejak memasuki Kuartal II-2019 kemarin, dan mengakibatkan kinerja selama Kuartal II-2019 juga meningkat signifikan. Seperti yang kita tahu, bahwa tembaga adalah bahan baku utama untuk kabel yang diproduksi oleh KBLI. Jadi tidak heran jika akhirnya, per Kuartal II-2019 ini KBLI mampu mencatatkan Laba Bersih yang meningkat hampir 4x lipatnya. Apalagi secara overall, kinerja fundamental KBLI memang cukup positif.

Bagi Anda yang sudah memegang KBLI ini dari level 300 an, Anda masih bisa hold sepanjang KBLI ini kinerjanya masih positif. Sementara bagi Anda yang belum masuk ke KBLI ini, lebih baik jangan dipaksakan masuk dulu ketimbang nanti Anda harus mengalami kerugian atau saham nyangkut.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Agustus 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q2 2019 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q2 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami