Prinsip Dasar Berinvestasi Saham


Tidak semua investor sudah menguasai prinsip dasar berinvestasi saham, meskipun sudah menjalankan investasi. Padahal dengan benar-benar menguasai prinsip dasar investasi, maka kita akan dengan mudah menjalankan investasi dengan cara yang benar dan nyaman. Jadi, sebenarnya apa saja prinsip dasar berinvestasi saham ?

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Ketidakpastian Masa Depan yang Harus Dipersiapkan

Apakah Anda mampu mengetahui apa yang akan terjadi esok hari terhadap diri Anda? Bisakah Anda memberi kepastian bagaimana keadaan perekonomian 1 jam mendatang? Dapatkah kita memastikan bahwa 5 menit yang akan datang saya masih bisa bernafas? Siapa yang tahu gambaran seperti apa masa depan?

Mungkin ada yang dapat memprediksi namun tidak ada yang dapat memberi kepastian. Apabila Anda mengetahui alat seismograf yaitu alat pendeteksi gempa bumi. Alat tersebut membantu manusia untuk mengetahui gejala gempa bumi namun hanya beberapa menit ke depan. Apabila goncangan hebat dan menyebabkan tsunami hanya diberitahukan 5 menit sebelum kejadian, agaknya kerusakan besar yang terjadi tetap tidak terelakkan.

Tidak ada yang pasti dan tidak ada satupun manusia yang dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Ketidakpastian melanda setiap orang tanpa memandang latar belakang dan siapapun kita. Namun demikian, ketidakpastian tersebut bukan berarti kita harus pasrah dan malahan tidak berbuat apa-apa. Ketidakpastian justru seharusnya membuat kita semakin berpikir kedepan untuk mempersiapkan apa yang diperlukan di masa depan dan meminimasi berbagai kerugian yang akan ditimbulkan dari ketidakpastian itu sendiri.

Dalam hal finansial, ketidakpastian pun terjadi. Tidak ada yang tahu usaha kita akan berjalan lancar atau tidak beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan. Oleh sebab itu, muncul yang namanya investasi yang merupakan “kendaraan” yang dapat membantu kita untuk memberi setidaknya persiapan bagi masa depan finansial kita. “Kendaraan” investasi ini memang dibuat untuk satu tujuan yaitu mempersiapkan diri kita dalam menghadapi masa depan hal finansial yang penuh dengan ketidakpastian. Investasi dapat diartikan juga dengan mengalokasikan uang kita untuk berkembang secara maksimal melalui berbagai pilihan instrumen investasi, diantaranya adalah saham, ataupun reksa dana, dan juga lain sebagainya.

Namun sebelum kita terjun kepada instrumen investasi, alangkah baiknya kita mengetahui dan bahkan memahami secara benar mengenai prinsip-prinsip dasar untuk memulai sebuah investasi. Jangan sampai tujuan dari berinvestasi yang baik malah menghancurkan kita atau membuat kita merugi karena kita tidak mengerti paradigma yang perlu dipahami sebelum terjun ke dalamnya.

 

#Berpikir Jangka Panjang

Banyak orang yang terjebak dalam suatu pemikiran bahwa dengan berinvestasi, mereka akan menikmati berbagai manfaatnya dalam waktu dekat. Berinvestasi bukan seperti itu. Berinvestasi merupakan proses menanam dan memutar uang Anda untuk profit sebesar lima atau bahkan sepuluh kali lipat yang akan dirasakan hasilnya di masa mendatang.

Profit tersebut dapat dirasakan 20 tahun atau 10 tahun mendatang, atau bahkan setidaknya yang paling singkat adalah 5 tahun mendatang. Mari kita ubah mindset kita! Jangan sampai kita terjebak dengan anggapan bahwa dengan berinvestasi, kita merasakan keuntungan secepat mungkin. Walaupun ada juga investor yang menginginkan keuntungan kurang dari setahun, namun tergantung dengan tujuan investasi dari para investor itu sendiri. Ada diantara mereka yang melakukan trading saham untuk mendapatkan keuntungan harian atau mingguan dengan tujuan untuk memperkuat arus kas mereka.

Sebagai informasi, bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam bentuk saham (seperti blue chip), properti dan bisnis kecil, sebaiknya Anda memegang kepemilikan secara jangka panjang. Hal ini dikarenakan, apa yang Anda miliki mengandung nilai yang terus menerus bertumbuh dalam jangka waktu yang lama.

 

Para Investor, Hindari 5 Kesalahan Investasi Ini Jika Ingin Sukses 02 - Finansialku

 

 #Memahami Instrumen Investasi yang Dipakai

Pemahaman akan seluk-beluk, prosedur, mekanisme dan bahkan konsekuensi serta risiko yang dihadapi dalam suatu instrumen investasi yang dipakai sangatlah diperlukan sebagai modal dasar dalam usaha Anda untuk menjalankan roda investasi Anda. Jangan sekali-kali menginvestasikan uang Anda pada suatu instrumen investasi yang Anda tidak pahami secara benar karena justru instrumen tersebut yang seharusnya dapat menolong masa depan finansial Anda, malahan menjadi boomerang dan membuat Anda merugi.

Ingat, investasi bukanlah suatu “permainan” video game yang ketika Anda mengalami kekalahan, Anda dapat me-reset atau mengulanginya tanpa ada dampak secara langsung dalam hidup Anda. Miliki pengetahuan yang benar tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan instrumen investasi yang Anda jalankan. Pelajari secara teliti dan pahami segala sesuatunya, jangan sampai Anda merugi karena salah pilih instrumen investasi yang tidak Anda mengerti secara pasti!

 

#Gunakan Akal Sehat

Ada suatu anggapan yang dipercayai di dunia bisnis investasi mengenai “intuisi bisnis”. Pemahaman ini ada benarnya, namun “intuisi bisnis” tidaklah muncul tanpa dibarengi dengan pengalaman yang mengkristal dan menjadi suatu spontanitas. Intuisi bisnis terjadi oleh karena perpaduan antar kerja keras dan penggunaan akal sehat.

Hati-hati dengan berbagai tawaran yang menggiurkan, namun modal yang sangat kecil dan bahkan tidak logis. Terkadang hal ini terjadi kepada orang-orang yang terbawa nafsu oleh karena iming-iming dari hasil yang diberikan serta rentang waktu yang begitu instan. Mari kita belajar dari para investor yang merugi akibat kasus-kasus penipuan yang kerap terjadi. Pakai rumus sederhana ini:

Ketahui Prosesnya, Pertanyakan Prosedurnya, Analisis Transparansinya.

 

#Menabung Bukanlah Investasi

Kebiasaan menabung sangatlah baik. Sudah seharusnyalah kita menanamkan prinsip menabung dan berhemat sejak dini. Bahkan kita pun sudah diajarkan dari semenjak kecil dan perlu juga mewariskan prinsip menabung itu kepada anak-anak kita. Mereka sebagai generasi penerus kita agar mereka hidup semakin sejahtera di kemudian hari. Dalam kaitannya dengan investasi, menabung sangat baik untuk dilakukan dan menabung juga memang akar dari investasi. Namun, kita perlu membedakannya karena memang manfaatnya secara signifikan sangatlah berbeda.

Apabila seorang memiliki pola pikir bahwa hanya dengan menabung saja sudah cukup untuk mempersiapkan masa depan, agaknya pemahaman tersebut perlu diluruskan. Hal ini dikarenakan, pada praktiknya, usaha menabung saja tidaklah cukup mengingat bunga bank hanya sekitar 1% – 3% per tahun untuk tabungan biasa dan 5% – 8% per tahun untuk deposito. Dengan hanya menabung, tidaklah memberi imbal hasil yang maksimal apabila kita mengukurnya dengan inflasi yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian, nilai uang kita akan tergerus habis.

Investasi merupakan cara terbaik untuk dapat menyelamatkan masa depan finansial kita dari gerusan inflasi dan ketidakpastian arus perekonomian dunia global. Gunakan “kendaraan” investasi untuk dapat mendapatkan hasil 10% – 30% per tahun. Secara umum, investasi yang sangat berpotensi untuk mencetak keuntungan maksimal diantaranya investasi saham dan properti, walaupun memang investasi dalam bentuk properti sangat menjanjikan dengan keuntungan yang besar namun diperlukan modal yang tidaklah kecil.

 

Investasi Jawaban Ketidakpastian Dunia Finansial

Ketahui prinsipnya dengan benar maka Anda dapat menjalankan investasi dengan aman, tenang dan tentram walaupun terjadi gejolak dari arus ketidakpastian. Cukup mudah namun jangan disepelekan dan dianggap enteng, demikianlah investasi.

Menurut Anda, masalah apa yang timbul dalam berinvestasi?

 

 

Sumber Referensi:

  • Finansialku. 15 Maret 2017. Prinsip Dasar Berinvestasi Yang Perlu Anda Ketahui Sekarang Juga. https://www.finansialku.com/prinsip-dasar-berinvestasi-yang-perlu-anda-ketahui-sekarang-juga/

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube
YouTube
Instagram
error: Content is protected !!