strategi 3e ala robert

Strategi 3E Ala Robert T. Kiyosaki


Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan investasi. Terlebih lagi jika kondisi pasar relatif sedang bearish. Dan muncul anggapan, bahwa tren bearish tersebut adalah saat yang baik untuk membeli, kenapa? Karena pada saat ini lah barang-barang investasi sedang diskon, apakah benar ? Yuk kenali strategi dalam berinvestasi

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Strategi Investasi

Salah seorang pakar investasi khususnya di property bernama Robert T. Kiyosaki memiliki rumusan 3E sebagai strategi investasi, yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan investasi apapun. Konsep 3E ini dapat dikatakan basic yang harus kita kuasai agar kita dapat mengendalikan produk investasi kita. Menurut dia permasalahan atau risiko bukan pada produknya, risiko ada pada diri kita sendiri sebagai pelaku. Sedikit video dari Robert T. Kiyosaki mengenai investasi

 

Berikut ini adalah penjelasan Konsep 3E :

 

Education atau Pendidikan

Sebelum melakukan investasi apapun sebaiknya investasi di waktu untuk mempelajari investasi apa yang akan kita lakukan. Investasi tidak dilakukan dengan gegabah atau berdasarkan kata orang. Untuk itu, Anda membutuhkan Edukasi yang bisa dilakukan dengan cara membaca buku, artikel atau datang ke orang yang tahu, misal Anda datang ke konsultan keuangan.

Adapun salah satu cara untuk mengetes tingkat edukasi Anda tentang investasi adalah dengan cara: Anda berbicara mengenai topik investasi kepada teman atau pasangan Anda selama kurang lebih 5 menit, Apabila pasangan Anda atau teman Anda mengerti berarti Anda sudah meguasai topik investasi tersebut (biasanya orang yang menguasai topik dapat menyampaikan dengan jelas kepada lawan bicaranya).

 

Experience atau Pengalaman

Anda juga perlu memiliki pengalaman sebelum berinvestasi sebenarnya. Lalu kalau kita belum pernah sama sekali gimana? Pertanyaan tersebut sama seperti kalau kita belum pernah berenang bagaimana cara berenang? Ya betul langsung aja nyemplung ke kolam, tapi kolam yang cetek dulu.

Sama seperti berenang, investasi juga dimulai dari yang kecil, pelajari kondisi pasar dan karakteristik produk. Cari tau data-data seputar produk, baru setelah memiliki pengalaman yang cukup investasi dalam jumlah lebih besar lagi.

 

Excessive Money atau Uang yang Berlebih

Uang berlebih tidak diartikan dalam uang dalam jumlah besar tetapi uang dingin yang tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi apabila Anda mengalami rugi atas investasi Anda, kehidupan harian Anda tidak mengalami kesulitan. Bagaimana cara mempersiapkan uang dingin?

Penjelasan detail ada di bagian kedua yaitu merencanakan investasi.

 

Merencanakan Strategi Investasi

Uang dingin untuk investasi biasanya dilakukan oleh sebagian besar keluarga dengan konsep sebagai berikut:

Penghasilan – Pengeluaran = Uang Dingin

Uang dingin tersebut akan digunakan untuk ditabung atau diinvestasikan. Apakah strategi ini berhasil? Ternyata tidak juga, mengapa? Dalam kasus di atas Anda tidak membayar diri sendiri terlebih dahulu, Anda bayar kebutuhan lain-lainnya dulu (Anda tidak berinvestasi atas masa depan Anda). Apabila permasalahannya mengurus arus kas, peningkatan pendapatan (peningkatan gaji) akan diikuti peningkatan pengeluaran, sehingga tidak ada uang dingin yang tersisa untuk investasi.

Konsep tersebut sebaiknya dibalik menjadi seperti ini:

Penghasilan – Donasi – Uang Dingin = Pengeluaran

Dari pendapatan Anda gunakan untuk donasi (Bagi teman-teman yang memeluk Agama Islam dikenal dengan Zakat, Bagi teman-teman yang memeluk Agama Nasrani dikenal dengan Perpuluhan, Bagi teman-teman yang memeluk Agama Budha atau Hindu dikenal dengan Berderma). Setelah itu sisihkan 15% – 35% untuk uang dingin. Sisanya baru digunakan untuk pengeluaran bulanan. Pola arus kas Anda akan lari seperti ini:

 

 

Kenali Jenis Investasinya

Perhatikan pada nomor 2 berinvestasi di asset. Jangan sampai salah membedakan asset dan kewajiban. Asset adalah segala sesuatu yang dapat menghasilkan pendapatan untuk Anda (Asset memungkinkan uang bekerja untuk Anda). Apabila Anda membeli sebuah rumah villa untuk ditempati keluarga pada saat liburan artinya bukan investasi tetapi kewajiban. Hal ini dikarenakan biaya perawatan villa lebih besar daripada pendapatan yang Anda peroleh dari villa tersebut.

Produk investasi ada yang bersifat asset real dan asset kertas.Berikut ini grafik yang menggambarkan asset real dan asset kertas.

 

Sumber Referensi:

  • Finansialku. 8 Juli 2013. Strategi Investasi untuk Pribadi dan Keluarga. http://www.finansialku.com/strategi-investasi-untuk-pribadi-dan-keluarga-indonesia/

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!