Pendapatan Kecil Tapi Bisa Berinvestasi. Begini Caranya …


Seringkali keinginan berinvestasi terhalang karena ketidakyakinan diri kita terhadap modal yang kita miliki. Salah satunya dengan pendapatan bulanan yang masih belum besar. Sehingga Anda akan cenderung berpikir ulang untuk melakukan investasi. Namun ternyata, berinvestasi juga bisa dilakukan ketika pendapatan kita masih belum besar. Yuk di simak dalam artikel satu ini… Gimana cara berinvestasi jika pendapatan bulanan masih relatif kecil ?

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Investasi dengan Pendapatan yang Masih Kecil

Apakah Anda termasuk orang yang mengharapkan hidup mapan dan sejahtera secara keuangan ? Namun masih terkendala dengan pendapatan yang pas-pasan.

Peningkatan kesejahteraan sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya meningkatkan pendapatan. Banyak orang beranggapan investasi itu dilakukan jika nanti sudah memiliki uang, bahkan kadang banyak yang berpikiran bahwa investasi cocoknya untuk orang-orang kaya saja. Padahal investasi itu adalah kendaraan Anda, untuk mencapai kesejahteraan dan mewujudkan tujuan-tujuan keuangan.

Untuk itu, saat ini investasi sudah bisa di mulai dengan modal sebesar Rp 100.000,- saja. Jika saat ini pendapatan Anda masih belum besar, Anda dapat mulai berinvestasi pada produk-produk pasar modal, salah satunya investasi saham. Investasi saham ini bisa menjadi salah satu alternatif, untuk Anda menambah penghasilan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika berinvestasi sejak dini, sekaligus bertujuan untuk melatih pola pikir (mindset) Anda agar menjadi pola pikir orang kaya, tidak bergantung pada pendapatan aktif. Namun untuk menjadi orang kaya, adalah tentang bagaimana keahlian Anda mengubah pendapatan aktif menjadi pendapatan dari hasil investasi, maupun dan pendapatan pasif.

 

Caranya Gimana ?

#1 Memprioritaskan minimal 20% pendapatan untuk diinvestasikan

Hal pertama dan yang paling penting dilakukan adalah memprioritaskan minimal 20% penghasilan untuk diinvestasikan. Contoh Pak Rudi adalah seorang karyawan swasta dengan penghasilan sebesar Rp 5.000.000 per bulan. Idealnya Pak Rudi berinvestasi sebesar 20% x Rp 5.000.000 = Rp 1.000.000 per bulan.

 

Banyak orang yang merasa berat dengan investasi sebesar 20% dari penghasilan, karena orang-orang memiliki mindset: investasi sebagai pengeluaran saat ini dan hasilnya tidak dapat langsung dinikmati. Lain cerita dengan seseorang yang membeli handphone terbaru hingga rela berutang. Orang tersebut dapat langsung merasakan manfaatnya. Sayangnya, dengan membeli handphone beberapa waktu ke depan nilainya cenderung akan menurun. Misal Anda membeli handphone seharga Rp 8.000.000 saat ini. Apa yang terjadi jika tahun depan keluar handphone seri terbaru dan lebih canggih? Tentu saja handphone Anda saat ini nilainya akan turun kan? Kasus ini sudah banyak terjadi, tapi faktanya memang sangat banyak orang-orang yang rela berhutang demi mendapatkan handphone keluaran terbaru.

 

Memang betul investasi adalah pengeluaran yang harus Anda lakukan saat ini, tetapi nilai uang Anda tidak akan menyusut. Nilai Anda memiliki potensi untuk bertumbuh. Contoh kira-kira berapa uang yang didapat jika kita mengurangi biaya minum kopi bulanan dan uangnya kita investasikan?

 

 

#2  Memilih produk investasi sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko

Cara kedua adalah mulai memilih produk investasi sesuai dengan tujuan keuangan Anda dan profil risiko Anda. Mulailah dengan menghitung kebutuhan dana untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan Anda, misal untuk kebutuhan menikah, dana pendidikan anak atau dana hari tua. Setelah itu baru Anda melanjutkan mencari produk yang sesuai dengan tujuan Anda dan profil risiko.

 

#3 Investasi dengan Sistem Autodebet

Terakhir adalah investasi dengan cara yang otomatis, yaitu sistem autodebet. Khusus untuk teman-teman yang sulit untuk disiplin, saat ini Anda dapat berinvestasi secara otomatis dengan sistem autodebet. Anda cukup mengatur berapa jumlah yang di debet setiap bulannya dan kapan waktu pendebetan. Sisanya akan dikerjakan oleh sistem. Sistem autodebet ini sebenarnya adalah implementasi dari strategi investasi DCA – Dollar Cost Averaging.

 

Kalau Bisa Sekarang, Kenapa Ga Sekarang Saja?

Seberapapun gaji, penghasilan, ataupun pendapatan Anda, asalkan ada niat dan kemauan semuanya pasti bisa. Untuk menyejahterakan kehidupan di masa mendatang, tidak ada alasan tidak bisa berinvestasi. Jadi, kira-kira upaya apa yang sudah Anda lakukan untuk bisa berinvestasi seperti sekarang.

 

Sumber Referensi:

  • Finansialku. 30 Mei 2016. 3 Cara Berinvestasi Jika Pendapatan Masih Mini. https://www.finansialku.com/3-cara-berinvestasi-jika-pendapatan-masih-mini/

 

###

You may also like

2 Comments

  • Bagas Rizki
    June 14, 2019 at 10:13 AM

    jaman sekarang udah mudah banget untuk investasi, tinggal tap-tap layar handphone. dan ini tips yang bagus untuk teman” yang baru lulus kuliah dan sudah mulai bekerja supaya langsung memulai investasi

  • Anju fernando
    June 24, 2019 at 5:17 PM

    Mantap

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!