prospek LPCK pasca right issue

Prospek LPCK Pasca Right Issue USD 200 juta ?


Pada bulan April 2019 lalu, LPCK mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di mana salah satu hal yang dibahas dalam RUPST tersebut adalah menyetujui pelaksanaan Right Issue senilai USD 200 juta. Banyak yang bertanya kepada Penulis, bagaimana prospek LPCK pasca Right Issue ini ? Apakah di harga 1.600 an saat ini, LPCK merupakan Peluang? Mengingat saat ini LPCK dihargai pada PER 1.8x dan PBV 0.16x. Berikut adalah penjelasan selengkapnya…

 

Pengertian Right Issue

Sebelum kita bahas lebih detail, kita review kembali apa yang dimaksud dengan Right Issue. Right Issue adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh sebuah emiten / perusahaan. Setiap perusahaan yang sudah melakukan Penerbitan Saham Perdana / Initial Public Offering (IPO) bisa menerbitkan saham baru. Para investor yang sedang dalam posisi memegang saham yang akan Right Issue tersebut diprioritaskan untuk menebus saham tersebut sebelum ditawarkan kepada investor baru. Jika investor lama tidak menggunakan hak untuk menebus Right Issue tersebut, maka Investor Baru berhak untuk mengambil jatahnya. Jadi kalau Anda saat ini adalah Pemegang Saham LPCK, maka Anda akan diprioritaskan untuk menebus jatah Right Issue tersebut sebelum ditawarkan kepada Investor Baru, jika Anda tidak menebus hak Anda tadi.

Right Issue biasanya dihitung dengan rasio. Misalkan kalau rasio Right Issue 1 : 2, maka setiap pemegang satu lembar saham, berhak memperoleh dua hak membeli saham baru yang akan diterbitkan tersebut. So kalau Anda sedang memegang 10.000 lembar saham, maka Anda berhak untuk menebus 20.000 saham baru yang akan diterbitkan.

Harga saham baru yang diterbitkan TIDAK SAMA dengan harga pasar saat ini. Harga yang digunakan (Harga Right) bisa lebih rendah ataupun lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar saat ini. Jika emiten ingin memberikan keuntungan kepada para Investor Lama, maka biasanya harga Right yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Jadi misalkan Anda memegang saham A dengan harga Rp 1,000 per lembar saham, dan PT A menerbitkan saham baru dengan Harga Right di Rp 800 per lembar saham, maka Anda hanya perlu membayar Rp 800 untuk menebus satu lembar saham baru tadi.

Tujuan Right Issue bisa berbagai macam. Ada perusahaan yang melakukan Right Issue untuk ekspansi perusahaan, ada yang melakukan Right Issue untuk membayar hutang lama. Namun ada juga Right Issue yang digunakan untuk keduanya.

 

Right Issue LPCK

Balik ke topik utama, di mana LPCK belum lama ini mengumumkan Right Issue dalam RUPST nya di bulan April 2019 tadi. LPCK akan menawarkan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I untuk sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham. Dari Right Issue ini, LPCK mengincar dana segar sekitar USD 200 juta (setara dengan Rp 2.8 triliun dengan kurs USD 1 = Rp 14.000).

 

 

Dan seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya, Investor yang dalam posisi memegang saham LPCK (Investor Lama) berhak untuk diprioritaskan dalam Right Issue ini. Oleh karena itu, setiap pemegang saham biasa yang namanya tercantum dalam pemegang saham LPCK per 31 Mei 2019, berhak untuk mendapatkan satu HMETD dan berhak untuk membeli 1 saham baru. Right Issue ini rencananya akan dirampungkan pada Kuartal III 2019 nanti. Dalam RUPST tersebut, LPCK menyampaikan bahwa dana Right Issue yang ada akan dipakai untuk pengembangan usaha terkait pengerjaan District 1 mega proyek Meikarta di akhir tahun 2019 ini.

Dalam PUT I ini, pemegang saham utama LPCK yaitu PT Kemuning Setiatama (KMST) yang memegang 42.20% saham LPCK, telah menyatakan akan mengeksekusi Hak HMETD miliknya. Tidak hanya akan mengeksekusi Hak HMETD miliknya, KMST juga berhak atas HMETD milik pemegang saham lainnya. Dalam keterbukaan informasi perusahaan, Hak HMETD milik PT Graha Cemerlang (GTC), PT Lippo Malls Indonesia (LPI), PT Muliasentosa Dinamika (MSD), dan PT Sentra Realtindo Development (SRD) telah dialihkan haknya ke KMST. KMST sendiri juga akan menjadi standby buyer atas pemegang saham lainnya yang tidak terserap. Dengan demikian, jika semua HMETD dieksekusi oleh KMST, maka proporsi kepemilikan saham KMST akan bertambah dari 42.20% menjadi 51.23%.

Sebagai catatan tambahan, KMST sendiri merupakan anak perusahaan dari PT Lippo Karawaci (LPKR). Dan wajar kalau KMST sendiri sebagai pemegang saham utama LPCK pastinya akan mengeksekusi HMETD nya karena tidak ingin kehilangan kendali atas LPCK.

 

Bagaimana Sikap Investor Retail Menghadapi Right Issue ini ?

Penulis sendiri banyak mendapatkan pertanyaan mengenai bagaimana prospek LPCK pasca Right Issue ini ? Penulis sendiri harus mengatakan I’m not a big fan of Lippo Group. Terutama karena Penulis sendiri sangat mengedepankan Good Corporate Governance (GCG) sebuah perusahaan, bahkan di atas Laporan Keuangan itu sendiri. Jadi, tidak peduli seberapa murah harga sahamnya, Penulis tidak akan mempercayakan uang kalau dikelola oleh manajemen yang kurang dapat dipercaya.

So, kalau kita tarik Laporan Keuangan LPCK di 2018, banyak investor (terutama yang masih awam) yang melihat bahwa LPCK ini termasuk “undervalue”. Benarkah demikian ? Kalau Anda langsung ambil shortcut dengan software atau Online Trading, Anda akan menjumpai bahwa di harga 1,600 an, LPCK ini memiliki valuasi PER 1.8x dan PBV 0.16x. Namun kalau Anda tahu cerita di belakangnya, Anda akan memiliki perspektif yang berbeda 180 derajat.

Okay, let me explain more. Selepas merilis LK Q2 2018 (Oktober 2018 – ini juga hitungannya telat banget karena harusnya dirilis Juli 2018), harga saham LPCK sempat melonjak dari 1200 an menjadi 2700 an, karena banyak investor retail yang melihat lonjakan laba bersih LPCK yang sangat signifikan. Di mana dalam LK Q2 2018 nya tersebut, LPCK mencatatkan kenaikan laba bersih dari Rp 265.6 miliar di LK Q2 2017 menjadi Rp 2.87 triliun di LK Q2 2018. Mungkin karena kalap melihat Laba bersih LPCK melonjak 10x lipat, harga sahamnya langsung melonjak.

Namun, kalau Anda perhatikan lebih detail, sebenarnya keuntungan tadi bukan diperoleh dari operasional nya LPCK. Melainkan dari “Keuntungan Pencatatan Investasi Pada Entitas Asosiasi” sebesar Rp 2.35 triliun. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa lihat terlebih dahulu income statement LPCK Q2 2018 di bawah ini…

Income Statement LPCK Q2 2018. Laba Bersih naik 10x lipat tapi bukan dari operasional (lihat Remarks merah di atas)

 

Apa itu yang dimaksud dengan “Keuntungan Pencatatan Investasi Pada Entitas Asosiasi” ? Untuk lebih jelasnya, Anda bisa baca Catatan Kaki 37, di mana Anda akan menemukan bahwa ada akun tersebut didapatkan saat hilangnya pengendalian pada PT Mahkota Sentosa Utama (MSU). Dan selisih antara nilai investasi sebelum hilangnya pengendalian dan nilai wajar atas bagian investasi saat hilangnya pengendalian sebesar Rp 2.35 triliun itulah yang diakui sebagai pendapatan oleh LPCK. Dari sini, Anda bisa melihat bahwa laba bersihnya tadi bukan dihasilkan dari penjualan operasional, melainkan dari pelepasan entitas anaknya. Jadi jelas, laba bersihnya tidak sebesar kelihatannya tadi. Untuk lebih jelasnya Anda bisa lihat dalam gambar di bawah ini.

 

Catatan Kaki 37 LPCK : Keuntungan Pencatatan Investasi Pada Entitas Asosiasi

 

Dan investor yang sudah berpengalaman tahu, bahwa jika ada sebuah emiten yang mencatatkan laba bersih bukan dari operasionalnya, maka hanya tinggal menunggu waktu saja sampai kinerjanya turun kembali. Dan hal ini terlihat dalam Laporan keuangan selanjutnya yaitu : LK Q3 2018, LK Q4 2018, dan LK Q1 2019. Supaya lebih ringkas, Anda bisa lihat pada screenshot di bawah ini.

EPS Per Kuartal LPCK. Perhatikan ada lonjakan EPS di LK Q2 2018, namun setelahnya kinerjanya terus menurun.

 

Dan ketika market mulai menyadari bahwa kenaikan laba bersihnya hanya karena alasan non operasional, maka harga sahamnya  pun langsung menyesuaikan, di mana harga sahamnya langsung terkoreksi kembali ke 1,600 an ketika artikel ini ditulis. Kalau Anda saat ini dalam posisi nyangkut di LPCK, maka artinya Anda sedang terkena Value Trap dari LPCK yang “terlihat kinclong” ini.

So, balik lagi ke pertanyaan awal, apa yang harus dilakukan investor retail menghadapi Right Issue LPCK ini ? Jika Anda saat ini dalam posisi memegang saham LPCK, maka terserah Anda apakah ingin menebus HMETD Anda atau tidak. Kemungkinan terbaik Anda akan mendapatkan average yang lebih rendah, dan kepemilikan saham Anda tidak terdilusi. Namun, kemungkinan terburuk adalah dana Anda dalam risiko yang cukup tinggi. Balik lagi, karena faktor management dan GCG adalah faktor utama.  Namun jika Anda dalam posisi belum memegang saham LPCK, maka don’t bother with it. Masih banyak pilihan saham bagus lainnya yang dikelola oleh manajemen yang lebih baik.

 

Kesimpulan

Dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh LPCK, maka LPCK akan meraup dana segar sekitar USD 200 juta. Namun demikian, Penulis tidak melihat bahwa Right Issue ini akan membawa LPCK ke arah yang positif, terkait kepercayaan investor terhadap manajemen LPCK sepertinya sudah jauh berkurang, terutama dengan proyek Meikarta yang lebih banyak menuai masalah.

Jika Anda saat ini dalam posisi memegang saham LPCK, maka Anda sebaiknya berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menebus HMETD Anda. Dan jika Anda dalam posisi tidak memegang saham LPCK, maka Anda gak perlu repot-repot menganalisanya. Masih banyak pilihan saham lainnya yang dikelola manajemen yang lebih baik.

Disclaimer : Penulis tidak sedang dalam posisi memegang saham LPCK. Pembahasan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Do Your Own Research.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Mei 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q1 2019 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q1 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Stockademy Value Investing bersama TICMI (Jakarta, 22 Juni 2019) dapat dilihat di sini.

Tags :  Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue | Prospek LPCK Pasca Right Issue

You may also like

6 Comments

  • Ronald W
    May 15, 2019 at 9:18 AM

    Saya sangat setuju ! Investor sejati tidak hanya menjadikan Laporan Keuangan sebagai satu-satunya pengambilan keputusan… GCG jauh di atas segala-galanya… Menurut saya pribadi, masih cukup banyak emiten di sektor properti yang lebih baik…

  • Kevin Adi
    May 15, 2019 at 9:34 AM

    Kalau prospek LPKR gimana Pak RK ? Apakah sama juga dengan LPCK ? Saya baru tahu kalau Kemuning itu anak usaha LPKR juga…

    • Rivan Kurniawan
      May 16, 2019 at 10:55 AM

      Hmm menurut saya gak jauh berbeda.. Masih banyak yang lebih aman koq..

  • bob
    June 27, 2019 at 3:04 PM

    saya sangkut di LPCK dan LPKR, tapi setelah baca artikel ini setidaknya saya dpt insight…thx anyway

    • Rivan Kurniawan
      June 30, 2019 at 12:31 AM

      semoga nyangkutnya bisa ditutupi oleh profit di saham lainnya.. Dan semoga bermanfaat artikelnya..

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami