investasi saham dan trading berbeda

Investasi Saham dan Trading Saham, Berbeda !


Apakah Anda tahu bedanya investasi saham dan trading saham ? Dalam hal ini, banyak orang yang salah memahami perbedaan antara keduanya. Sehingga banyak orang takut untuk berinvestasi saham. Lantas, kira-kira apa saja perbedaannya ?

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Investasi Saham dan Trading Saham, Dua Hal Berbeda

Investasi dan trading adalah metode keuangan untuk menambah kekayaan dengan suatu jangka waktu dengan membeli dan menyimpan sebuah portfolio atau kumpulan aset.

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memperoleh keuntungan. Tapi ternyata investasi saham berbeda dengan trading saham.

Pokok perbedaannya terletak di jangka waktu. Investasi saham fokusnya adalah waktu dengan tempo jangka panjang. Sedangkan trading adalah transaksi jangka pendek. Hal tersebutlah yang membentuk perbedaan pada strategi, prinsip maupun dengan tindakannya.

 

Investasi Saham yang Dilakukan oleh Investor

Investasi didefinisikan sebagai tindakan akumulasi suatu bentuk asset dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Dengan kata lain pada pasar saham, investasi dapat diartikan sebagai kegiatan membeli saham dan kemudian disimpan dan dijual kembali nantinya.

Investor tidak terlalu peduli dengan turunnya harga saham dengan ekspektasi bahwa harga akan kembali naik nantinya. Investor dapat dibagi menjadi investor institusi (perbankan, perusahaan asuransi dan lainnya) dan investor retail (investor perorangan). Salah satu investor terkenal adalah Warren Buffet.

 

Strategi

Karena jangka waktunya panjang, investor akan sangat memperhatikan dengan seksama faktor-faktor yang dapat mempengaruhi saham tersebut. Investor yang berinvestasi saham, tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga. Biasanya, yang dibeli adalah saham emiten yang sehat dan kualitas kerja yang baik dengan fundamental yang kokoh.

Investor akan memfokuskan pembelian saham pada kesehatan perusahaan. Adapun instrumen investasi yang biasa dipilih oleh investor adalah jenis investasi jangka panjang. Seperti halnya berinvestasi pada properti, industri (besar dan kecil) atau dapat juga berupa saham.

Selain nilai aset yang akan bertambah, investor juga mengambil keuntungan dari pembagian dividen secara berkala.

 

Prinsip

Buy and hold adalah prinsip dasar seorang investor. Investor cenderung akan menyimpan investasi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Dan hanya akan melepaskan sahamnya ketika tujuannya telah terpenuhi, atau ketika  kualitas emiten mulai memburuk.

Biasanya jenis investasi yang dipilih oleh investor memiliki likuiditas rendah. Dan biasanya menggunakan analisis fundamental seperti price-earnings ratio. 

 

Risiko

Risiko yang terdapat pada investasi adalah risiko counter party dan risiko partial fills. Risiko counter party timbul karena ketika investor membutuhkan pihak lain untuk membeli aset, pada saat investor menjualnya. Demikian pula sebaliknya.

Sedangkan risiko partial fills adalah risiko yang terjadi apabila aset investor hanya berhasil terjual sebagian.

 

Analogi Investasi pada tanah

Seorang investor yang ingin menanam uangnya pada pembelian tanah, akan memilih tanah yang berkualitas dari sisi ekonomi. Biasanya dengan memperhatikan penjual tanah, sertifikat, lokasi hingga lingkungan sekitar. Kemudian, investor akan membeli tanah tersebut dan menyimpannya hingga saat masa pensiun tiba. Sebagai gambarannya, untuk tujuan investasi ataupun untuk pendanaan masa pensiun.

Investor akan memanfaatkan tanah tersebut dengan cara menyewakannya dan mendapatkan pendapatan pasif berupa ongkos sewa. Seiring dengan waktu, tanah tersebut akan bertambah nilainya. Dan potensi yang paling menguntungkannya adalah pada saat pensiun nanti, tanah tersebut akan bisa diuangkan kembali dengan nilai yang juga semakin tinggi.

Apabila terjadi kebutuhan mendadak seperti biaya kesehatan dan sebagainya, maka investor akan menjual tanah tersebut. Tanah tersebut tidak akan dijual apabila terjadi kenaikan harga 1 tahun setelah pembelian atau sebelum masa investor pensiun.

 

Trading Saham yang Dilakukan oleh Trader

Trader adalah seseorang yang memanfaatkan perubahan harga guna mencari keuntungan. Dalam bahasa dagang, istilah trading disebut perdagangan. Jadi seorang trader akan membeli saham pada harga yang rendah dan jual pada harga yang lebih tinggi. Rentang waktu yang dilakukan biasanya jangka pendek, bisa per 15 menit, 30 menit atau paling lama jangka 1 minggu.

Trading adalah aktivitas yang dilakukan trader. Biasanya bisa terjadi pada pasar saham maupun pasar obligasi. Trader melakukan transaksi dengan frekuensi yang jauh lebih banyak dibandingkan investor dengan jangka waktu pendek.

Jika seorang investor puas dengan tingkat keuntungan 15% setiap tahunnya. Maka, seorang trader mencari tingkat keuntungan tersebut tiap bulannya. Salah satu investor yang terkenal adalah George Soros.

 

Strategi

Trader memfokuskan strategi mereka pada sentimen dan kondisi pasar dibandingkan performa emiten saham yang mereka beli. Jika pasar saham sedang mengalami penurunan akibat situasi politik negeri atau ekonomi global, maka seorang trader tidak akan masuk pasar saham sebelum kondisinya kembali normal.

Strategi dan rencana pada seorang trader akan lebih terarah dan jelas karena mereka tidak menahan posisi trading dengan lama. Beberapa strategi ekonomi yang digunakan oleh trader adalah stop loss, target profit dan risk-reward ratio.

 

Prinsip

Prinsip dasar seorang trader adalah buy and sell. Seorang trading akan selalu memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan dari selisih beli jual tersebut. Dan trading saham, cenderung menggunakan analisis teknikal untuk mengetahui pergerakan harga saham. Di mana trader akan membeli saham perusahaan yang memiliki potensi kenaikan harga dalam jangka waktu singkat

 

Risiko

Layaknya investor, trader pun terekspos pada risiko trading yaitu, risiko capital loss dimana harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli, risiko kebangkrutan perusahaan.

Pada trader, risiko counter party akan lebih rendah, tetapi tetap saja trader tidak dapat mengambil keuntungan sesaat dari penurunan harga drastis (larangan atasshort selling).

 

Contoh: Trading pada tanah

Seorang trader akan membeli tanah ketika mereka mengetahui bahwa akan banyak pembeli tanah dan harga tanah akan segera naik. Kemudian trader membeli tanah tanpa memperhatikan kualitas tanah, yang penting trader mempunyai tanah untuk dijual.

Trader cenderung menjualnya kembali, ketika ada pembeli yang menawarkan harga yang sesuai dengan ekspektasinya. Dan akan terus melakukan transaksi jual beli tersebut hingga tidak ada lagi peminat tanah.

Mengetahui perbedaan antara trader dengan investor dapat membantu Anda untuk mengetahui strateginya dengan jelas. Tentunya seorang investor tidak ingin menanam uangnya pada perusahaan yang sedang di terpa masalah dan terancam kebangkrutan.

Demikian pula, trader ingin membeli saham perusahaan yang berstruktur baik tetapi tetap memiliki fluktuasi rendah.

 

Mana yang Lebih Sesuai ? Investasi Saham atau Trading Saham ?

Biasanya orang akan bertanya, mana yang lebih menguntungkan investasi saham atau trading saham? Sayangnya pertanyaan ini kurang tepat. Seharusnya pertanyaan yang lebih tepat adalah : mana yang lebih sesuai untuk saya, investasi saham atau trading saham ?

  • Jika Anda berorientasi pada hasil jangka panjang, Anda lebih cocok berinvestasi saham. Pelajari teknik-teknik untuk analisis fundamental.
  • Jika Anda berorientasi pada hasil jangka pendek (sekaligus dijadikan mata pencaharian utama), Anda lebih cocok trading saham. Pelajari teknik-teknik untuk analisis teknikal (technical analysis).

Keduanya memiliki potensi keuntungan dan juga potensi kerugian. Sebelum Anda berinvestasi saham atau trading saham, pastikan Anda sudah mempelajarinya terlebih dahulu.

 

Sumber Referensi:

  • Finansialku. 4 November 2016. Apa Bedanya Investasi Saham dan Trading Saham ?. https://www.finansialku.com/apa-bedanya-investasi-saham-dan-trading-saham/

###

Info:

  • Monthly Investing Plan Mei 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q4 2018 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q4 2018 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Ultimate Value Investing (Bali, 27 – 28 April 2019) dapat dilihat di sini.
    • Stockademy Value Investing bersama TICMI (Jakarta, 11 Mei 2019) dapat dilihat di sini.

Tags : Investasi Saham dan Trading Berbeda | Investasi Saham dan Trading Berbeda | Investasi Saham dan Trading Berbeda | Investasi Saham dan Trading Berbeda | Investasi Saham dan Trading Berbeda | Investasi Saham dan Trading Berbeda

You may also like

1 Comment

  • sukinto
    May 14, 2019 at 9:39 PM

    saya sedikit berpendapat berbeda tentang masalah investasi itu titik pokoknya pada waktu yg panjang. contohnya: kita membeli emas sekarang dan disimpan 10 thn kemudian,apakah ini investasi??, tentu bukan, krn kita tdk mendapatkan cashflow selama 10 thn itu,tetapi hanya capital gain yg akan direalisasi bila kita menjual emas itu ( kondisi ini kita disebut seorg pedagang emas biarpun kita simpan 10 thn). jadi yg dibilang investasi itu apalagi dpt menghasilkan cashflow buat kita disamping capital gain bila kita menjual.

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!