value investing untuk jangka panjang

Bagaimana Value Investing Mampu Memenuhi Tujuan Jangka Panjang Anda ?


Dalam banyak Seminar dan Workshop yang Penulis adakan, Penulis sering menyampaikan bahwa investasi saham bukanlah cara cepat untuk kaya, dan seseorang tidak mungkin bisa memprediksi kenaikan ataupun penurunan harga saham dalam jangka pendek. Banyak investor yang telah membuktikan dirinya bisa menjadi kaya di pasar saham berkat berinvestasi saham dengan cara yang tepat karena memiliki fokus investasi jangka panjang.

Sayangnya hal ini yang tidak dimengerti oleh semua pelaku pasar, yang mayoritas masih mengejar keuntungan jangka pendek saja. Padahal investasi yang baik dan memiliki risiko yang jauh lebih rendah adalah investasi saham untuk jangka panjang.

Nah dalam artikel kali ini (mumpung market juga sedang sepi karena Pemilu 2019), Penulis akan sharing kepada Anda mengenai apa saja kelebihan investasi saham untuk jangka panjang, dan bagaimana Anda bisa memenuhi tujuan jangka panjang dengan metode Value Investing.

 

Kelebihan Investasi Saham Jangka Panjang

Hakikatnya investasi saham jangka panjang ialah investasi yang dilakukan oleh seseorang dalam jangka waktu selama beberapa tahun. Atau biasanya jangka waktu paling sebentar adalah minimal 1 tahun. Dengan berinvestasi dalam jangka Panjang dan bukan jangka pendek, maka akan ada beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan.

Pertama, Anda dapat memaksimalkan pertumbuhan asset dengan lebih optimal. Dengan berfokus dalam jangka panjang, Anda dapat menggulung aset atau modal yang Anda miliki dengan lebih maksimal. Bagaimana caranya ? Dengan Anda fokus berinvestasi untuk jangka panjang, Anda tidak akan tergoda untuk menarik profit yang telah Anda dapatkan dari capital gain atau dividend yang telah Anda dapatkan. Melainkan, Anda akan menginvestasikan kembali dividend dan capital gain tersebut supaya dapat kembali menghasilkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang. Hal tersebut seringkali disebut sebagai compounding effect, di mana Anda bisa memperoleh pendapatan yang lebih besar dari pendapatan sebelumnya. Supaya Anda dapat merasakan compounding effect ini membutuhkan bukan hanya dalam waktu 1 – 2 tahun saja, melainkan harus dilakukan secara konsisten dalam waktu 10 – 20 tahun ke depan. Oleh karenanya, Anda harus terbiasa bersahabat dengan waktu. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat membaca kembali artikel saya tentang Compounding Effect berikut ini :

[Baca lagi : The Power Of Compounding Return]

 

Kedua, dengan berfokus pada investasi jangka Panjang, Anda pun bisa meminimalisir risiko kerugian. Anda mungkin sudah tidak asing lagi mendengar bahwa banyak orang yang bukannya mendapatkan keuntungan, malahan harus menderita kerugian di pasar saham. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak investor yang hanya berfokus pada hasil jangka pendek. Jangka pendek yang Penulis maksudkan di sini adalah bulanan, mingguan, atau harian. Mengapa investasi jangka pendek jauh lebih berisiko ? Karena dalam jangka pendek, harga saham banyak dipengaruhi oleh sentiment, berita, rumor, dsb yang membuat fluktuasi jangka pendek tidak dapat diprediksi. Namun dalam jangka Panjang, harga saham akan senantiasa bergerak sesuai dengan fundamental perusahaannya. Jadi jika Anda berinvestasi di perusahaan yang bagus sekalipun, namun fokus Anda adalah hasil jangka pendek, maka hasilnya bisa jadi Anda justru menghasilkan kerugian. Sebaliknya, dalam jangka panjang, kemungkinan Anda untuk meraih keuntungan jauh lebih besar.

Ketiga, dengan berinvestasi jangka Panjang, Anda dapat lebih tenang dalam menghadapi penurunan harga saham. Seperti Penulis telah sampaikan sebelumnya, jika Anda hanya berfokus pada jangka pendek mungkin Anda akan selalu waspada terhadap pergerakan harga saham harian. Bukan tidak mungkin hal ini justru akan membuat Anda menjadi tidak produktif dalam pekerjaan utama Anda. Lebih jauh, jika Anda hanya berfokus pada jangka pendek, maka Anda akan mudah terombang-ambing secara psikologis. Ketika harga saham naik Anda menjadi euphoria, ketika harga saham turun Anda menjadi stress.

Sebaliknya dengan berfokus dalam jangka Panjang, Anda tidak selalu direpotkan dan panik ketika pasar menunjukkan harga saham yang sedang Anda pegang menurun. Melainkan, justru Anda melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menambah investasi Anda.

 

Investasi Saham Jangka Panjang dengan Value Investing

Adapun salah satu cara terbaik dalam investasi saham jangka panjang, adalah dengan menggunakan metode Value Investing. Mengapa demikian ? Banyak orang yang berpikir berinvestasi saham itu High Risk High Return, namun sebenarnya jika Anda berinvestasi saham dengan Value Investing akan memberikan Anda Low Risk High Return.

 Adapun penjelasan singkat mengenai metode Value Investing dapat dianalogikan sebagai berikut  :

 Value Investing adalah membeli Perusahaan yang memiliki kinerja yang baik di harga yang terdiskon. Misalkan Perusahaan memiliki harga wajar / intrinsic value di Rp 1.000,-an. Namun saat ini harga sahamnya salah dihargai pasar di harga Rp 500,-an. Sama hal nya seperti membeli rumah dengan nilai wajar Rp 1 miliar, namun kita membelinya dengan harga Rp 500 juta…

Dari penjelasan singkat di atas, kita mengetahui bahwa Value Investing merupakan metode investasi membeli instrumen investasi saham ketika harga sahamnya jauh di bawah harga wajarnya untuk kemudian menjualnya kembali di harga wajarnya. Dengan prinsip seperti itu, metode Value investing memiliki tingkat risiko yang jauh lebih rendah, akan tetapi berpotensi menghasilkan profit yang jauh lebih besar. Value Investing juga terbukti mampu mengalahkan rata-rata pasar dalam jangka panjang, sehingga metode ini menjadi sangat tepat untuk investasi saham jangka panjang Anda.

Di sisi lain, Metode Value Investing akan menjadikan Anda seorang investor yang jeli melihat peluang ditengah kekacauan pasar. Di mana dalam kondisi yang tidak terduga, ada saham-saham yang likuid namun salah harga sehingga menjadi murah. Namun murah di sini tidak hanya dilihat dari berapa nominalnya saja, akan tetapi juga dari Value saham tersebut. Dalam artikel lainnya pun, Penulis sudah pernah membahas tentang apa itu Value Investing, yang bisa Anda baca dalam artikel berikut :

 

[Baca lagi : Value Investing – Menjadi Kaya Sambil Tidur]

 

Tidak hanya tokoh investor terbaik seperti Warren Buffet saja yang sudah membuktikan metode Value Investing untuk investasi saham jangka panjangnya. Namun sejumlah tokoh Value Investing lainnya, seperti John Templeton, Thomas Rowe, Jesse Livermore, Carl Icahn, Walter Schloss pun sudah membuktikan metode Value Investing.

 

Kriteria Saham Value Investing

Dalam proses memilih saham, metode Value Investing memiliki kriteria yakni terhadap perusahaan yang bisnisnya kuat dan baik kinerjanya. Hal tersebut menandakan bahwa kualitas harga sahamnya pun akan baik, meskipun pasar salah menilainya. Berikut ini adalah sejumlah kriteria dalam metode Value Investing :

Pertama, Perusahaan memiliki fundamental yang baik. Definisi fundamental yang baik memang sangat luas. Jika kebanyakan investor hanya menitikberatkan definisi fundamental hanya kepada pertumbuhan laba bersih dan pendapatan, Penulis juga memperhatikan kinerja indikator lain seperti ekuitas, arus kas, profit margin, ROE, dsb. Dan satu hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah Kualitas Manajemen. Value Investing sangat memperhatikan bagaimana kualitas management dari suatu perusahaan. Di mana management yang baik adalah manajemen yang menerapkan Good Corporate  Governance yang baik, serta dipimpin oleh orang-orang yang dapat dipercaya.

Kedua, Value Investing akan senantiasa memilih perusahaan dengan Economic Moat yang kuat. Economic Moat adalah istilah yang menggambarkan seberapa besar Competitive Advantage yang dimiliki oleh sebuah perusahan. Besar atau kecilnya Economic Moat yang dimiliki oleh sebuah perusahan terlihat dari sejumlah aspek diantaranya : merek dagang yang kuat, hak paten yang cukup sulit disaingi kompetitor, skala jaringan yang luas dan kuat, merupakan price maker, dan cenderung menguasai pasar. Economic Moat ini dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang hebat, dengan prospek baik dan juga menguasai sektornya. Economic Moat yang dalam bahasa Indonesia berarti “Parit Ekonomi”, yang bisa melindungi bisnis perusahaan tersebut dari persaingan dengan perusahaan lainnya. Semakin lebar parit, maka akan semakin sulit pesaing memasuki sektor bisnisnya dan menaklukan bisnisnya. Atau dalam analogi sederhananya, parit yang selalu dijadikan perlindungan pertama dari sebuah benteng pertahanan. Semakin lebar parit, musuh akan semakin disulitkan memasuki dan menguasai benteng tersebut.

 

 

Ketiga, metode Value Investing memiliki konsep ‘saham terdiskon’ atau murah. Hal ini terkait dengan pasar yang bergerak fluktuatif, kondisi ini sering membuat harga saham sejumlah perusahaan yang kinerjanya baik tiba-tiba mengalami penurunan hanya karena pasar salah menilainya. Nah kondisi ini yang dijadikan “momentum” bagi para investor yang berinvestasi dengan metode Value Investing, dengan membeli saham perusahaan yang dihargai salah oleh pasar. Ini adalah kejelian seorang investor dalam melihat peluang yang terjadi di kekacauan pasar, terutama ketika kabar buruk yang menghampiri perusahaan bagus seringkali membuat para pemegang sahamnya goyah kemudian mereka panic selling. Di mana mereka tidak mengacu pada fundamental perusahaan dari kinerja laporan keuangan yang selalu positif. Kondisi ini yang sering dijadikan peluang dan kesempatan terbaik investor dengan metode Value Investing untuk memperoleh perusahaan kuat dan yang baik kinerjanya, dengan harga saham yang sangat terdiskon.

 

Kesimpulan

Dari uraian di atas kita melihat keterkaitan satu sama lain antara investasi saham jangka panjang dengan metode Value Investing. Meski demikian yang harus kita pahami di sini bahwa metode Value Investing bukanlah cara cepat untuk meraih keuntungan di pasar modal. Dan bukan pula sebuah rumus ajaib yang bisa menjadikan Anda kaya dalam waktu yang singkat.

Dengan mindset investasi adalah untuk jangka Panjang, ditambah dengan pemahaman dalam menerapkan metode Value Investing, maka Anda berpeluang besar untuk menggandakan asset yang Anda miliki di pasar saham.

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan April 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q4 2018 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q4 2018 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Ultimate Value Investing (Bali, 27 – 28 April 2019) dapat dilihat di sini.
    • Stockademy Value Investing bersama TICMI (Jakarta, 13 April 2019) dapat dilihat di sini.

 

Tags : Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang | Value Investing Untuk Jangka Panjang

You may also like

1 Comment

  • David
    April 29, 2019 at 2:16 PM

    selama ini saya pikir dengan saya membeli sebuah saham saya sudah termaksut seorang investor. namun saya hanya mencari profit dalam jangka pendek saja (trader). saya tidak terpikirkan kalo menjadi seorang value investor dapat menghasilkan profit lebih banyak dan risk yg lebih kecil.. thank u pak..

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami