Investasi Untuk Kehidupan Yang Lebih Terjamin


“Saya kan masih muda, ngapain mikirin investasi ? Nanti-nanti aja deh, mending hidup senang-senang dulu.”

Apakah Anda juga memberi alasan sejenis itu untuk tidak berinvestasi ? Jangan salah nilai dulu… Justru dengan Anda berinvestasi, Anda akan lebih tenang karena kehidupan terjamin. Dan Anda pun tetap bisa hidup enak sambil berinvestasi.  Justru investasi membuat cepat kaya dan kehidupan lebih terjamin…

Simak caranya berikut ini…

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Investasi Membuat Cepat Kaya, Memangnya Bisa ?

Sebagian besar dari Anda, tentunya beranggapan bahwa penghasilan pas-pasan menjadi alasan utama untuk tidak berinvestasi. Bahkan mungkin Anda takut hidup justru menjadi susah, tidak bisa hidup enak layaknya sekarang karena harus mengalokasikan sebagian uang untuk berinvestasi. Tapi siapa bilang tidak bisa hidup enak sambil berinvestasi ? Justru investasi membuat cepat kaya dan kehidupan lebih terjamin…

Coba lihat dulu definisi dari investasi. Menurut infografis dari Tomorrow Makers, investasi adalah:

A monetary asset purchased with the idea that it will increase in value, with the expectation that it will generate income in the future and grow your wealth. 
(Aset moneter yang dibeli dengan ide bahwa nilainya akan meningkat, dengan ekspektasi bahwa aset tersebut akan menghasilkan pemasukan di masa depan dan meningkatkan kekayaan).

Artinya ide dari berinvestasi adalah menunda gratifikasi. Di mana saat ini Anda menunda bersenang-senang, dengan harapan suatu hari nilai investasi akan meningkat dan menghasilkan kekayaan lebih banyak di masa depan. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa hidup enak saat ini dan harus hidup penuh kesusahan kok.

 

Pengalaman Zonk Karena Tidak Berinvestasi

Tidak berinvestasi apa pun adalah zonk. Masih muda saja tidak mau tahu apalagi setelah tua nanti ? Agar tidak mengulang kesalahan yang sama, berikut ini ada sebuah kisah seseorang yang menyesal akibat tidak investasi

Saat ia masih berstatus mahasiswa, boro-boro berpikir untuk berinvestasi, ia hanya berpikir bahwa yang penting uang untuk bulan ini cukup. That’s all ! Ia pun hanya ingin bersenang-senang, hidup enak dengan semua uang yang dimiliki tanpa memikirkan masa depan. Ketika ia telah menikah dan berumah tangga, barulah ia sadar pentingnya berinvestasi. Namun kondisi saat itu dinilai sudah terlambat. Akan lebih baik jika ia memulainya dari dulu, mungkin saat ini ia sudah bisa memiliki uang tambahan untuk menyekolahkan anak, serta untuk berinvestasi lebih banyak.

Berangkat dari kondisi tersebut, ia pun langsung berinvestasi setelah menikah, namun tetap terasa terlambat karena setelah menikah kebutuhan hidup otomatis juga bertambah, sehingga makin sedikitlah peluang untuk  bisa menabung dan berinvestasi. Padahal, di usia yang sama persis, teman-teman kuliahnya sudah bisa mencicil apartemen untuk disewakan kemudian hari, beberapa bahkan sudah membeli kendaraannya sendiri. Lantas bagaimana dengan dia ? Ia masih sibuk melunasi cicilan rumah, dan belum memiliki pendapatan pasif yang cukup.

Certified Public Accountant, Micah Fraim bahkan mengilustrasikan pentingnya berinvestasi sejak dini melalui sebuah infografis, dimana kesimpulannya adalah:

  1. Bahwa mereka yang mau berinvestasi lebih dulu akan memperoleh jumlah yang lebih besar hingga ratusan ribu dolar ketimbang mereka yang terlambat berinvestasi.
  2. Dan semua itu bisa terjadi meski jumlah yang Anda investasikan lebih sedikit dari mereka.
  3. Kenyataan lainnya yakni Anda sudah bisa bersantai saat Bruce malah harus membanting tulang berinvestasi.

 

Maka ubahlah pola pikir Anda sebelum terlambat ! Mulai alokasikan sebagian uang Anda untuk diinvestasikan. Dengan demikian masa depan cerah bisa menjadi milik Anda, dengan gaya hidup yang Anda inginkan, dan dengan pondasi finansial yang kokoh. Selain kehidupan yang terjamin, investasi membuat cepat kaya apalagi jika Anda berinvestasi dalam jangka panjang.

 

Enak dengan Investasi ?

Nah, lihat bagaimana tips agar berinvestasi tidak merusak gaya hidup enak Anda… Karena sebenarnya kehidupan terjamin dengan investasi !

 

#1 Lunasi Utang, Terutama Utang Konsumtif

Jika Anda menghabiskan seluruh simpanan hanya untuk melunasi utang, selesaikan sesegera mungkin. Bagaimana mau investasi kalau utang masih menumpuk ? Mulai lunasi utang dengan membuat prioritas, tuliskan seluruh list utang yang menumpuk itu, dan kamu sudah siap menentukan prioritas pembayaran. Tentukan utang mana yang sebaiknya dilunasi terlebih dahulu dan bayar lebih dari yang diharuskan pada utang tersebut.

Sedangkan utang lainnya bisa dilanjutkan dengan pembayaran minimum. Tetapi hutang mana yang sebaiknya dilunasi terlebih dahulu? Mari kita lihat beberapa metode penentuan prioritas pelunasan hutang dari yang terlambat sampai tercepat:

 

#1 Strategi Terlambat: Hanya Melakukan Pembayaran Minimum

Walaupun merupakan jalan yang sangat lamban dan salah, ternyata masih banyak orang yang menganut strategi ini. Menurut studi terkini, 29% pengguna kartu kredit menggunakan strategi bayar minimum ini. Jangan sampai Anda menjadi salah satunya. Sederhananya, bayar minimum mengakibatkan semakin banyak bunga yang harus Anda bayar, sehingga otomatis semakin lama Anda bisa melunasi utang.

Dengan demikian strategi ini sebaiknya hanya digunakan untuk mencicil utang yang bukan merupakan prioritas utama. Kelebihan strategi ini adalah kecilnya besaran cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Kekurangannya banyak, seperti bunga yang semakin menumpuk, utang semakin membengkak, dan waktu pelunasan semakin lama.

#2 Lebih cepat: The Debt Snowball Method by Dave Ramsey

Cara kerja strategi ini adalah membuat ranking dari sisa pokok hutang yang paling rendah ke yang paling tinggi dengan mengabaikan besaran bunga yang harus dibayar. Jika Anda memilih metode ini, maka Anda akan melunasi utang yang minimal terlebih dahulu dan mengalokasikan uang Anda untuk membayar di waktu pembayaran berikutnya. Namun, kekurangan dari metode ini adalah Anda akan menghabiskan uang lebih banyak untuk membayar bunga kredit.

 

#3 Tercepat: Debt Avalanche atau Debt Stacking

Caranya adalah membuat ranking dari bunga yang paling tinggi ke yang paling rendah. Strategi debt stacking menyarankan untuk membayar minimum semua tagihan atau cicilan. Kemudian fokus melunasi utang dengan bunga paling besar.

Kelebihan strategi debt stacking adalah dapat menghemat pembayaran bunga. Sedangkan kekurangannya adalah dibutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikan utang pertamanya. Nah, silakan gunakan strategi yang sesuai bagi Anda untuk mulai melunasi utang dengan fokus terhadap 1 utang terlebih dahulu…

 

#2 Mulai Berinvestasi dan Menabung

“Bagaimana Anda mau menabung jika gaji atau pemasukan masih minim?” Jawabannya adalah bisa ! Asalkan Anda tidak menjadikan minimnya pemasukan sebagai sebuah alasan untuk tidak menabung dan berinvestasi.

Dalam mencapai financial freedom, kuncinya bukanlah menyisihkan pemasukan untuk ditabung, namun memprioritaskan dan mengalokasikan pemasukan untuk ditabung dan diinvestasikan. Jika hanya menyisihkan, sama saja Anda hanya menunggu ada uang sisa untuk ditabung, dan akan sulit mencapai konsistensi dengan cara tersebut. Coba Anda lihat sebuah sistem pengelolaan uang yang sedang disempurnakan berikut ini.

Hidup Enak dengan Investasi 02 Cara Mengelola Keuangan Keluarga - Finansialku

 

Tabungan dan investasi memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada kewajiban membayar utang atau cicilan dan pengeluaran atau biaya rumah tangga. Dengan mengikuti skema tersebut, tidak akan ada lagi alasan “Saya tidak menabung atau berinvestasi, karena uang tidak cukup.” Anda harus kembali ingat bahwa kehidupan bisa terjamin, dan dengan investasi membuat cepat kaya…

 

#3 Membuat Anggaran

Apa sebenarnya anggaran itu? Anggaran adalah alokasi dana yang direncanakan pada setiap periode tertentu. Biasanya hal ini baru dilakukan setelah Anda sudah mengetahui prioritas keuangan terlebih dahulu. Kesimpulannya, pembuatan anggaran perlu menjawab 3 pertanyaan berikut:

  1. Dimana titik finansial kita saat ini?
  2. Apa tujuan finansial yang ingin dicapai?
  3. Apa yang harus kita lakukan step by step untuk mencapai tujuan tersebut?

 

Selanjutnya Anda pun sudah bisa memulai pembuatan anggaran, dengan mencantumkan beberapa hal standar sebagai berikut:

  • Pendapatan (pendapatan bulanan, THR, bonus)
  • Pengeluaran (estimasi pengeluaran per bulan, pengeluaran utama)
  • Aset pribadi (simpanan, investasi)
  • Liabilitas (utang, kewajiban)

 

#4 Jangan Menambah Utang Baru

Selain mengeliminasi utang, Anda pun perlu mengubah kebiasaan dan membuat keputusan lebih baik dengan tidak menambah utang baru. Konsepnya sebenarnya sederhana, dimana Anda hanya perlu membatasi diri agar tidak mengeluarkan uang lebih banyak dari kemampuan Anda.

Inilah mengapa kartu kredit menjadi salah satu penyebab utama utang, karena terkadang limit kartu kredit jauh lebih besar daripada kemampuan finansial seseorang. Alhasil mereka mengeluarkan uang lebih banyak dari kemampuannya, dan berujung dengan tagihan yang menumpuk. Stop melakukan hal ini, dan mulailah menaati anggaran yang sudah Anda buat sebelumnya.

 

#5 Cerdas Saat Mengeluarkan Uang

Intinya disini adalah belajar membandingkan. Bayangkan ketika Anda diberikan dua tawaran:

  • Baju A dengan spesifikasi kain sutra, jahitan seamless, dan nyaman dengan harga Rp 500.000.
  • Baju B dengan spesifikasi kain katun, jahitan biasa, nyaman, dan bermerek dengan harga Rp 2.000.000.

Mana yang Anda pilih? Jika Anda memilih baju B hanya karena bermerek, maka bahaya ! Saat Anda mau hidup enak sambil tetap berinvestasi, saatnya mulai cerdas. Untuk apa keluar uang lebih banyak jika Anda sudah bisa dapat kualitas prima dengan harga Rp 500.000? Kenapa berpikir untuk mengeluarkan uang Rp 2.000.000?

Cerdas dalam mengeluarkan uang agar uang tidak terbuang sia-sia. Dan berinvestasilah, karena investasi membuat cepat kaya !

 

#6 Evaluasi Apabila Dibutuhkan

Tidak pernah ada kata sempurna dalam mengatur keuangan, Anda bisa terus mengimprovisasinya menjadi lebih baik lagi. Setelah menjalankan pengaturan keuangan berdasarkan beberapa tips tadi, jangan cepat puas dulu. Anda bisa memperoleh keuangan yang lebih baik dengan terus mengevaluasi sistem pengaturan keuangan di dalam kehidupan rumah tangga.

Dan jika Anda menemukan hal yang memang dirasa tidak cocok atau kurang baik, jangan ragu untuk mengubahnya dengan cara yang lebih baik. Sebaliknya jika menemukan masalah keuangan dan kesulitan mengubahnya, maka tidak perlu ragu untuk meminta bantuan tenaga ahli.

 

Investasi Sejak Dini Adalah Keharusan

Percayalah, kerja keras sejak dini tidak akan pernah mengecewakan. Apalagi jika keputusan Anda adalah berinvestasi. Yakinlah, investasi membuat cepat kaya. Bukan sebaliknya membuat kondisi finansial Anda stagnan. Jadi mulailah berinvestasi sedini mungkin. Karena tidak akan pernah ada ruginya mengumpulkan banyak pengalaman sejak muda, selagi masih mampu bekerja keras. “Investasi membuat cepat kaya, kenapa tidak ?” Yuk, lakukan sedini mungkin…

 

Apa Anda memiliki pertanyaan mengenai cara hidup enak dengan investasi lainnya?

Info:

  • Monthly Investing Plan Maret 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q4 2018 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q4 2018 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Workshop Ultimate Value Investing (Medan, 23 – 24 Februari 2019) dapat dilihat di sini.

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube
YouTube
Instagram
error: Content is protected !!