risiko investasi pasar modal

Inilah 5 Risiko Yang Perlu Diperhatikan Investor Dalam Berinvestasi Di Pasar Saham


Apa risiko investasi pasar modal yang membuat investor bisa rugi di investasi saham?

Pasar modal merupakan tempat yang terdengar cukup menggiurkan bagi Anda yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan atau menggandakan kekayaan yang Anda miliki. Namun, di balik janji-janji kekayaan yang ada di pasar modal, bukan mustahil Anda juga bisa mengalami kerugian jika tidak pintar mengetahui seluk beluk serta risiko investasi pasar modal. Untuk itu, yuk ketahui lebih dulu apa saja potensi risiko investasi pasar modal terhadap investasi saham Anda…

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

 

Jenis-jenis Risiko Pasar Modal

Melipatgandakan aset Anda melalui pasar modal adalah hal yang cukup menjanjikan dan menggoda. Bayangkan berapa banyak keuntungan dan kestabilan pemasukan yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan investasi di pasar modal. Namun, sebelum terlibat lebih jauh, ada baiknya Anda memahami apa saja risiko investasi pasar modal. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisasi risiko investasi pasar modal. Berikut ini adalah beberapa risiko investasi pasar modal yang perlu diketahui investor :

 

#1 Kondisi Ekonomi dan Politik

Sebagai seorang investor, Anda tidak dapat mengabaikan begitu saja kondisi ekonomi dan politik yang terjadi di sebuah negara. Krisis ekonomi di tahun 1998 atau kejadian BREXIT di 2016 lalu menjadi contoh bagaimana gejolak ekonomi dan politik dapat sangat berpengaruh terhadap fluktuasi harga saham. Saat kondisi semacam ini terjadi, Anda bisa bermain aman dengan mengalihkan uang Anda yang tadinya berada di pasar saham ke pasar uang seperti obligasi atau deposito.

 

#2 Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Perubahan nilai tukar mata uang memang sebuah hal yang wajar terjadi dan tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai saham yang ada di bursa. Akan tetapi, jika perubahan nilai tukar yang terjadi cukup signifikan, maka hal tersebut dapat memberikan gejolak di dalam bursa saham. Apalagi jika perusahaan tersebut memiliki utang dalam bentuk mata uang asing.

 

#3 Risiko Bisnis Setiap Perusahaan

Saat Anda menginvestasikan uang Anda kepada sebuah perusahaan, maka Anda perlu mengetahui bagaimana risiko bisnis yang dimiliki perusahaan tersebut. Karena pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki risiko bisnisnya masing-masing. Dengan mengetahui apa risiko bisnis yang ada di perusahaan tersebut, maka Anda bisa mengantisipasi risiko kerugiannya. Salah satu cara untuk mengetahui risiko bisnis suatu perusahaan adalah dengan membaca Laporan Tahunan yang mereka miliki.

 

#4 Risiko Likuiditas

Risiko Likuiditas ini memiliki kaitan dengan kapitalisasi dan besaran transaksi sebuah saham. Risiko ini penting untuk Anda ketahui agar jika sewaktu-waktu Anda perlu menjual seluruh saham yang Anda miliki, Anda dapat melakukannya dengan lebih mudah. Semakin likuid nilai saham suatu perusahaan, biasanya akan semakin mudah pula sahamnya untuk dijual.

 

#5 Risiko Emosional

Selain risiko-risiko yang telah disebutkan di atas, sebagai seorang investor biasanya Anda juga memiliki risiko emosional. Risiko ini biasanya disebut sebagai greed and fear. Greed adalah suatu kondisi dimana muncul rasa ingin menikmati keuntungan yang lebih saat sebuah saham mengalami floating profit yang bagus.

Sedangkan fear biasanya terjadi saat floating loss sebuah saham turun, dan Anda merasa khawatir kalau-kalau Anda semakin rugi. Untuk menghadapi hal ini, Anda perlu mengetahui nilai intrinsik yang dimiliki sebuah saham.

 

5 Alasan yang Membuat Investor Bisa Rugi di Saham

Menjadi investor di pasar modal bukan berarti terbebas dari kemungkinan kerugian. Justru tetap ada beberapa kondisi dimana uang yang sudah Anda investasikan di pasar modal, bukannya memberikan Anda keuntungan tapi malah menyebabkan kerugian jika Anda tidak memahami risiko investasi pasar modal.

Lalu apa saja yang membuat seorang investor bisa mengalami kerugian di pasar modal? Beberapa diantaranya adalah disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

 

#1 Tidak Memahami Kondisi Ekonomi dan Sistem yang Berlaku di Pasar Modal

Sebagaimana bisnis pada umumnya, untuk bisa mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang Anda harapkan, Anda harus terlebih dahulu memahami bagaimana sistem ekonomi dan sistem investasi di pasar modal berjalan.

Dengan mengetahui seluk beluk pasar modal, seperti kapan harga saham cenderung naik atau turun. Selain itu, dengan mengetahui hal tersebut, Anda juga bisa mengetahui apa saja langkah yang perlu Anda ambil untuk menjaga bahkan menggandakan modal yang telah Anda tanamkan.

 

#2 Membiarkan Emosinya Mengambil Alih

Kesalahan lain yang biasa dilakukan oleh investor pemula adalah membiarkan emosi mereka bermain saat akan mengambil keputusan. Dalam dunia saham, mengambil keputusan berlandaskan emosi bisa menjadi sesuatu yang kurang bijak.

 

#3 Menganggap Bahwa Berinvestasi adalah Cara Cepat Menjadi Kaya

Jika Anda masih tergolong investor baru, tidak ada salahnya untuk sabar dan hati-hati sebelum mengambil keputusan. Jangan mudah tergoda dengan investasi yang menawarkan keuntungan yang besar sebelum Anda mengetahui lebih dalam. Sebagai pemula, fokus Anda adalah untuk menjaga agar modal Anda bisa tumbuh dan Anda tidak mengalami kerugian.

 

#4 Over-exposure and Non-diversification

Kesalahan lain yang biasa dilakukan seorang investor dan membuatnya rugi besar adalah karena menyimpan sahamnya hanya di satu tempat saja. Hal ini bisa jadi menguntungkan jika perusahaan tersebut berjalan dengan baik dan Anda bisa mendapatkan keuntungan ganda karena nilai saham perusahaan tersebut terus meningkat.

Namun, Anda juga perlu memahami bahwa nilai suatu saham sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor penentu. Dari mulai kinerja perusahaan itu sendiri, hingga kondisi ekonomi bahkan perpolitikan yang terjadi di suatu negara. Jika Anda menyimpan seluruh uang Anda di satu perusahaan saja, saat nilai saham perusahaan tersebut turun, maka Anda akan mengalami kerugian besar.

 

#5 Membeli Saham Tanpa Mempelajarinya Lebih Dahulu

Saat Anda memutuskan untuk menyimpan uang Anda dengan membeli saham sebuah perusahaan, Anda tidak bisa hanya mengandalkan saran dari orang lain saja. Bagaimanapun, uang Anda adalah milik Anda. Dan meskipun Anda memilih suatu saham untuk Anda beli karena saran yang Anda dapat dari orang lain, risiko investasi pasar modal yang terjadi tetap sepenuhnya menjadi risiko Anda. Karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli suatu saham, sebaiknya Anda tetap mempelajarinya terlebih dulu.

 

#6 Terburu-buru Mengambil Keputusan

Banyak investor baru yang malah cenderung mempertahankan saham yang nilainya turun, sementara mereka justru cepat-cepat menjual saham yang naik meskipun keuntungan yang ditawarkan hanya sedikit. Keputusan semacam ini meskipun aneh tapi seringkali dilakukan oleh para investor pemula atau orang-orang yang baru bermain di pasar modal.

 

#7 Investasi dengan Dana Pinjaman

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli saham, akan lebih baik jika Anda memastikan bagaimana kondisi finansial Anda lebih dulu. Meskipun diizinkan, membeli saham dengan dana pinjaman bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Karena saat Anda melakukan investasi atau trading saham dengan menggunakan uang pinjaman, secara psikologis Anda akan diikuti oleh kekhawatiran dan juga beban untuk mengembalikan dana yang telah Anda pinjam tersebut.

 

Meminimalisasi Risiko Kerugian

Itulah beberapa risiko investasi pasar modal yang perlu Anda ketahui untuk meminimalisasi risiko kerugian yang Anda alami. Anda juga bisa membagikan pengalaman Anda dalam jual beli saham di kolom komentar agar lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat dari pengalaman Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar dunia investasi saham, silahka ajukan pertanyaan Anda.

 

You may also like

1 Comment

  • Andez
    June 21, 2019 at 8:16 AM

    Makasih atas artikel ttg investasi ini..
    Salam sukses selalu

    Andez

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami

Translate »
error: Content is protected !!