prospek ACES di 2019

Jumlah Gerai Hampir Mencapai 200 Outlet, Bagaimana Prospek ACES Ke Depannya ?


Prospek ACES di 2019 menjadi salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan kepada Penulis dalam beberapa seminar yang baru Penulis adakan. Di tengah persaingan industri retail perkakas yang semakin ketat saat ini, ACES sukses menjadi pemimpin di pasar retail. ACES juga berhasil melewati beratnya tantangan industri retail nasional. Hal itu dibuktikan dengan masifnya ekspansi yang dilakukan ACES, yang selalu menambah jumlah gerainya. Sekaligus sebagai upaya ACES dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Pertanyaannya, akan seperti apakah prospek ACES di 2019 ?

 

Profil & Ekspansi ACES

ACES pertama kali berdiri pada tahun 1924 di Chicago – AS sebagai Ace Stores. Di tahun 1931 berubah nama menjadi Ace Hardware Corporation. Sejak itu gerainya bertumbuh secara pesat. Sehingga di tahun 1968, menjadi momentum pertama kalinya ACES membuka toko di luar AS. Selanjutnya pada tahun 1990, ACES mulai bekerja sama dengan perusahaan lokal di setiap negara dengan membuka toko.

 

 

Akhirnya di tahun 1995 Ace Hardware Corporation masuk ke Indonesia. Dan ACES mulai menjalin kerja sama dengan Grup Kawan Lama. Dari joint venture tersebut, berdirilah ACES yang dikenal dengan PT ACE Hardware Indonesia Tbk. ACES kini menjadi entitas anak PT Kawan Lama Sejahtera. Pembukaan gerai ACES pertama di tahun 1996  berlokasi di Karawaci, Tangerang – Jawa Barat. Tepat pada Oktober tahun 2000, ACES kembali merubah nama menjadi PT Ace Indoritel Perkakas. Terakhir di September tahun 2002, namanya berubah lagi menjadi PT Ace Hardware Indonesia.

Nama PT Ace Hardware Indonesia itulah yang hingga kini di kenal dan tersebar luas di Indonesia, serta merupakan sub holding dari Ace Hardware Corporation (AHC) AS. Resmi melantai di BEI sejak 6 November 2007, ACES menawarkan saham sebesar 30% kepada publik melalui mekanisme Initial Public Offering.

ACES sendiri bergerak dalam bidang ritel perabotan rumah tangga dan perkakas, dan mengoperasikan jaringan gerai modern dengan menyediakan produk-produk berkualitas selama hampir lebih dari dua dekade.

 

Source : Annual Report ACES 2017

 

Sampai saat ini, sudah lebih dari 68.000 jenis produk berkualitas yang disediakan oleh seluruh gerai ACES. Umumnya, produk ACES ini terbagi menjadi dua kategori utama yakni Home Improvement dan Lifestyle. Target pasar ACES yaitu masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas.

Prospek ACES di 2019 masih bisa dikatakan sangat cerah. ACES berakselerasi untuk terus menambahkan pangsa pasarnya. Salah satunya dengan menjajaki peluang pasar di sektor mainan anak sejak tahun 2010. Pada 4 Juni 2010 ACES, melalui PT Toys Games Indonesia, resmi membuka gerai pertama dengan brand “Toys Kingdom” . Toys Kingdom hadir sebagai pemain utama di sektor retail mainan, dengan pangsa pasar utama yaitu anak-anak, kalangan remaja, hingga dewasa. Tidak sebatas menyediakan ragam produk mainan anak-anak saja, Toys Kingdom juga menawarkan produk collectibles item. Seperti contoh nya permainan untuk keluarga, hingga produk untuk keperluan bayi. Dengan klasifikasi produk lokal maupun merek global.

Itulah mengapa, jika Anda perhatikan penempatan gerai Toys Kingdom berdekatan dengan gerai ACES. Tidak berhenti disitu, demi memberikan kemudahan pelanggannya berbelanja, Toys Kingdom juga hadir pada platform online nya di www.toyskingdom.co.id sebagai situs resmi belanja Toys Kingdom. Kini, Toys Kingdom sudah mencapai 30 gerai yang tersebar di 11 kota besar (Jawa, Sumatera, Kalimantan, maupun Sulawesi). Dengan begitu, kini ACES tidak hanya menyediakan ragam produk peralatan rumah tangga saja, melainkan juga menambahkan mainan anak ke dalam list produknya.

 

Gerai Toys Kingdom. Source : Annual Report ACES 2017

 

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bisnis retail, ACES terus berupaya mempertahankan posisinya sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai perkakas rumah tangga. Prospek ACES di 2019 dapat dilihat juga dari pertumbuhan jumlah gerai yang konsisten. Setiap tahunnya, ACES secara konsisten menjaga pertumbuhan organiknya dengan ekspansi yang masif, seperti berikut ini :

 

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Gerai ACES

45 gerai 53 gerai 76 gerai 95 gerai 110 gerai 117 gerai 129 gerai 144 gerai

174 gerai

Gerai Toys Kingdom 5 gerai 10 gerai 16 gerai 20 gerai 24 gerai 27 gerai 26 gerai 30 gerai

40 gerai Toys Kingdom

+ 7 gerai Toysbox

Total ekspansi gerai ACES 2010 – 2018

 

ACES bersama dengan Group Kawan Lama, juga merambah dunia digital yakni dengan menyediakan platform online sendiri guna memberikan kemudahan akses informasi dan solusi berbelanja produk ACES, Informa, serta Toys Kingdom maupun produk grup lainnya. Platform online tersebut berupa situs belanja online yang bernama “Ruparupa” (www.ruparupa.com) yang resmi diluncurkan pada 25 April 2016, berada di bawah naungan PT Omni Digitama Internusa yang masih menjadi bagian dari Kawan Lama Group. Platform online ruparupa.com ini menjadi pendukung utama ACES dalam menyasar konsumen digital…

 

Source : Annual Report ACES 2017

 

Meskipun ACES sudah memiliki platform online sendiri, ternyata pertumbuhannya belum terlalu besar dalam kontribusi ke pendapatan ACES. Terhitung hingga per 2018, kontribusi penjualan ruparupa.com masih tumbuh di bawah 1% dari total penjualan Kawan Lama Grup. Kontribusi terbesar ACES masih diperoleh dari produk-produk yang dijual secara offline di seluruh gerai ACES. Berikut ini adalah gambaran kontribusi penjualan produk terhadap total pendapatan ACES :

 

Kontribusi Penjualan Produk offline ACES terhadap total Pendapatan. Source : Laporan Keuangan ACES kuartal III-2018

 

Dari table di atas, kita dapat mengetahui bahwa kontribusi paling besar diperoleh dari Home Improvement Product sebesar Rp 2.9 triliun per kuartal III-2018, sementara Life Style Product yang sebesar Rp 2.2 triliun per kuartal III-2018. Serta kontribusi penjualan produk Toys Kingdom sebesar Rp 259 miliar per kuartal III-2018.

 

Prospek Ekspansi ACES di 2019

Sebelum masuk pada pembahasan rencana ekspansi ACES, akan lebih baik jika Anda mengetahui lebih dulu bagaimana kondisi ekspansi ACES di tahun sebelumnya. Ekspansi ACES di 2017 telah merealisasikan sebanyak 17 gerai baru (dan ada 2 gerai yang ditutup), sehingga total gerai ACES di 2017 kemarin sudah mencapai 144 gerai yang terbesar di 36 kota di Indonesia.

Demikian pula sejak awal tahun 2018, ACES sudah menetapkan target ekspansinya dengan membangun 15 gerai baru. Namun, ternyata hingga akhir 2018 kemarin, ACES mampu berekspansi melebihi targetnya menjadi 2x lipat, melalui terealisasinya pembukaan 33 gerai baru termasuk 7 toko ACE Express yang hadir dengan format toko yang lebih kecil. Sehingga total kepemilikan gerai ACES di tahun 2018 kemarin sudah mencapai ke 174 gerai. Dengan total gerai ACES yang sudah cukup banyak tersebut, bisa dikatakan bahwa ACES ini merupakan salah satu perusahaan dalam bisnis retail yang sangat agresif dalam berekspansi dan lebih mengandalkan pertumbuhan organik bagi kelangsungan bisnisnya…

Lalu kira-kira akan seperti apa prospek ekspansi ACES di 2019? Di tahun 2019 ini ACES sendiri sudah membuat target penambahan sekitar 20 gerai, dengan menyediakan anggaran capital expenditure sekitar Rp 175 miliar. Target ekspansi ACES di tahun ini lebih sedikit, bila dibandingkan dengan 33 gerai yang sudah dibangun di 2018, lantaran ACES merasa ekspansinya di tahun kemarin sudah cukup masif. Bila dihubungkan dengan prospek bisnis retail ACES di tahun 2019 ini masih berpotensi lebar. Pasalnya, ACES terdorong oleh sejumlah hal yang diantaranya:

Pertama, harga ACES yang sering mengadakan promosi dengan harga yang sangat kompetitif. Seperti melaksanakan program promosi bulanan, salah satunya Boom Sales yang biasa dilakukan dalam dua periode yakni Maret – April dan September – Oktober dengan menawarkan diskon sampai dengan 50%.

Kedua, dari sisi lain ACES juga lebih unggul dari lokasi gerainya yang memudahkan akses berbelanja serta nyaman, dan kemudahan untuk menjangkau gerai karena lebih dari 60% gerai ACES berada di pusat perbelanjaan.

Ketiga, ACES memberikan kemudahan dalam pembayaran dan fasilitas pengiriman.

Keempat, pertumbuhan same store sales growth (SSSG) ACES pada periode awal tahun 2018 hingga ke November 2018 naik 11.1%. Atau dengan kata lain, bisnis retail ACES menunjukkan pertumbuhan penjualan di sejumlah wilayah Indonesia, seperti berikut :

 

Source : Kontan.co.id

 

Kelima, tingkat GDP perkapita yang menembus USD 4000/kapita. Menurut Badan Pusat Statistik pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal III-2018 tumbuh sebesar 5.17% secara YoY atau naik sekitar 0.11%, jika dibandingkan pada kuartal III-2017 yang sebesar 5.06%. Hal itu menunjukkan bahwa salah satu karakteristik perekonomian Indonesia yang bertumbuh pesat adalah tingkat daya beli masyarakat yang meningkat tinggi, lantaran terdorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh hingga 2.69%. Sebagai gambarannya terlihat pada grafik dibawah ini :

Indonesia GDP Annual Growth Rate. Source : tradingeconomics.com

Meningkatnya daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh semakin bertambahnya jumlah kalangan menengah atas saat ini. Sebagai informasi saja, jumlah kelas menengah di Indonesia meningkat pesat pasca krisis moneter di tahun 1997/1998. Pertumbuhan kelas menengah dari 0% di tahun 1999 naik menjadi 6.5% di tahun 2011 dengan total 130 juta jiwa. Demikian halnya dengan prediksi pertumbuhan di tahun 2030 mendatang, berkisar 141 juta jiwa. Maka tidak mengherankan, jika kalangan menengah ini dijuluki sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang menjadi sasaran pasar bagi produk-produk impor seperti yang mayoritas dijual oleh ACES.

Kendati demikian, ACES pun tetap mengalami kendala seperti supply barang Impor, mengingat hampir seluruh produk yang dijual ACES adalah merk luar. ACES Indonesia juga menjadikan ACE Hardware Amerika sebagai pemasok utama, di samping pemasok lain sebagai supplier tetap yang berada di luar negeri. Hal itulah yang membuat ACES turut dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar Rupiah.

Kendala lain yang juga dihadapi oleh ACES adalah adanya kompetisi barang murah yang berasal dari China, sebagai akibat dari berlakunya China – Asean Free Trade Agreement pada 1 Januari 2010. Barang murah dari China ini terdorong oleh berlakunya kebijakan pengembalian pajak yang diterapkan pemerintah China, sehingga produk China bisa lebih murah sekitar 20% – 30% bila dibandingkan dengan produk dalam negeri. Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut akan menjadi kompetitor yang berat bagi prospek ACES di 2019.

 

Kesimpulan

Prospek ACES di 2019 masih relatif cerah. Ekspansi ACES yang masif hingga kini, menunjukkan debut bisnis retail perkakasnya mampu bersaing dengan perusahaan retail sejenisnya. Ketahanan ACES cukup menjadikan ACES sebagai market leader dibidangnya, belum lagi tergabungnya ACES ke dalam Kawan Lama Group semakin memperkokoh posisinya sebagai perusahaan perkakas terbesar di Indonesia. Dibandingkan dengan tahun lalu, target ekspansi organiknya di tahun 2019 ini terbilang sedikit. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan akan adanya pencapaian ekspansi yang melebihi targetnya tersebut.

Sayangnya, ACES sendiri bisa dikatakan hampir tidak pernah diperdagangkan pada bargain price, kecuali saat harga sahamnya terkoreksi dari 900 an ke 500 an di tahun 2015 silam. Namun selebihnya, ACES hampir selalu diperdagangkan pada valuasi yang premium. Termasuk pada saat IHSG memasuki periode bearish di tahun 2018 kemarin, harga saham ACES relative tidak memberikan opportunity seperti hal nya saham properti, konstruksi, perbankan, dan beberapa sektor lainnya yang terdiskon di 2018. Bahkan saat artikel ini ditulis, ACES diperdagangkan pada PER 32x dan PBV 7.9x yang artinya sudah tergolong mahal dalam kaidah Value Investing.  Jika nanti ke depannya, katakanlah ACES ini terkoreksi kembali, maka bisa jadi itu adalah salah satu peluang yang bisa kita manfaatkan untuk investasi jangka Panjang..

Semoga dengan memahami Prospek ACES di 2019, Anda dapat mengambil keputusan yang tepat.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Februari 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2018 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2018 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Workshop Ultimate Value Investing (Surabaya, 9 – 10 Februari 2019) dapat dilihat di sini.
    • Workshop Ultimate Value Investing (Medan, 23 – 24 Februari 2019) dapat dilihat di sini.

You may also like

Comments are closed here.

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami