Bagaimana Tips Memanage Portfolio Yang Baik ?


Bagaimana cara mengelola portfolio yang baik ? Penulis seringkali mendapatkan pertanyaan seperti ini di dalam Workshop yang Penulis adakan. Memang, menyusun Portfolio adalah hal yang terlihat mudah, namun sebenarnya agak sulit untuk dilakukan dalam prakteknya. Seringkali pertanyaan tersebut muncul saat Anda sudah siap untuk berinvestasi saham, sementara Anda masih investor pemula, sehingga wajar saja jika Anda masih bingung cara untuk menyusun portfolio yang baik.

Jadi, bagaimana sih caranya untuk bisa membentuk dan memanage portfolio yang baik ? Pada kesempatan kali ini Penulis akan memaparkan langkah-langkahnya dalam memanage portfolio yang baik. Tentunya Penulis berharap, ini bisa menjadi guidance bagi Anda dalam mencapai portfolio yang sehat, sehingga Anda dapat berinvestasi dengan lebih tenang.

 

  1. PAHAMI ALOKASI CASH DAN PORTFOLIO KETIKA BERINVESTASI

Memahami kapan Anda harus menahan dana Anda dalam bentuk cash, dan kapan Anda bisa all out dalam berbelanja saham adalah salah satu kunci penting dalam mengelola portfolio. Sebagai contoh, ketika IHSG sedang mahal dan melambung tinggi, maka langkah tepat yang dapat Anda lakukan adalah meng-hold dana cash yang Anda miliki. Hold ini bisa dikatakan sebagai langkah antisipasi, jika nantinya IHSG harus terkoreksi.

Seperti halnya di awal tahun 2018 ini, IHSG sempat berada di level tingginya 6600-an, di saat kebanyakan investor berlomba membeli saham saat harga tinggi. Beda halnya dengan Penulis, di mana Penulis lebih memilih untuk hold cash. Lho kenapa begitu ? Karena saat IHSG sedang tinggi-tingginya, justru banyak harga saham yang valuasinya tidak masuk akal. Sebaliknya saat menjelang pertengahan 2018 ini, Penulis baru mulai all out di saat IHSG terkoreksi cukup dalam hingga di 5.600 – 5.700-an.

 

[Baca Lagi : Tips Berinvestasi Saat Market Bearish]

 

Memahami kapan Anda harus hold cash dan memahami kapan Anda harus All Out sangat penting untuk dapat melindungi Anda dari kerugian yang diakibatkan oleh ketidakpastian pasar modal. Atau dengan kata lain, jika terjadi kondisi IHSG sedang murah seperti di pertengahan 2018 kemarin, Anda memiliki sejumlah cash untuk membeli saham-saham di harga yang murah.

 

  1. BERINVESTASI DI SAHAM DENGAN MARGIN OF SAFETY YANG BESAR

Langkah selanjutnya adalah mencari saham-saham dengan Margin of Safety yang tinggi, atau dengan kata lain saham yang memiliki margin keamanan (batas aman). Jika Anda memilih berinvestasi pada saham dengan Margin of Safety yang tinggi, maka resiko Anda untuk merugi akan semakin kecil.

Sebagai contoh pertama : bila ada harga saham yang saat ini berada di sekitar Rp 900-an, sementara nilai intrinsik nya adalah Rp 1.000. Jika Anda membelinya saat ini maka nilai aman Anda hanya sekitar 10%. Bandingkan dengan apabila Anda membeli saham yang nilai intrinsik nya di harga Rp 3.000, saat ini diperdagangkan pada harga Rp 2.000, maka Saham tersebut memiliki Margin of Safety hingga 50%. Tentu saja, saham dengan Margin of Safety 50% akan lebih aman dari pada saham dengan Margin of Safety 10% tadi.

Jadi bagaimana kalau ternyata harga suatu saham bisa lebih murah lagi ? Tentunya Margin of Safety nya pun akan semakin jauh lebih besar lagi, dan hal ini seharusnya akan membuat Anda lebih merasa tenang secara psikologis. Sebab Anda tahu bahwa Anda sudah membeli sebuah saham yang bagus, dan Anda pun membeli saham tersebut dengan harga jauh di bawah nilai intrinsiknya. Dan, semakin murah harga wajar sebuah saham maka akan semakin menarik minat para value investor.

Jika saat ini Anda sudah menemukan saham dengan Margin of Safety yang besar, hal yang menguntungkan bagi Anda adalah ke depannya Anda tidak akan direpotkan lagi dengan fluktuasi harga saham harian. Kelebihan lainnya, jika Anda berinvestasi pada Perusahaan yang memiliki Margin of Safety besar, maka akan memperkecil risiko Anda dalam berinvestasi di pasar saham. Saham dengan Margin of Safety yang besar merupakan investasi “low risk, high return”, karena akan meminimalisirkan risiko dari kerugian sekaligus memperbesar potensi reward / profit yang didapat.

Notes : Anda bisa menghitung Margin of Safety dan nilai intrinsik dari suatu saham, di sini

 

  1. MINIMALISIR UNSUR SPEKULASI, SPEKULASI BUKAN INVESTASI

Jika Anda sudah tahu saham mana saja yang memiliki Margin of Safety yang besar, maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah meminimalisir spekulasi dan rumor beredar yang Anda sendiri belum tahu kejelasannya. Untuk menghindari Anda berspekulasi, alangkah baiknya jika Anda mencari informasi yang menjelaskan kondisi sebenarnya. Adapun ciri khas dari rumor yang beredar akan terkuak kebenarannya saat market sudah berbalik arah.

Spekulasi dan rumor hampir setiap saat ada di market, baik di setiap perubahan harga saat naik ataupun turun. Baiknya seorang investor yang handal tidak mengandalkan unsur spekulasi, yang hanya memanfaatkan perubahan harga yang bisa jadi hanya sementara.

Sebagai contoh nya, sebuah perusahaan yang sedang menggoreng harga sahamnya tanpa diiringi upaya perbaikan secara fundamental. Ataupun rumor beredar mengenai sebuah perusahaan yang akan mengakuisisi sebuah perusahaan lain, yang Anda sendiri masih belum mengetahui kejelasannya dari rencana perusahaan tersebut.

Nah, salah satu contoh rumor yang pernah beredar di tahun 2018 ini adalah AISA yang disebut-sebut akan dibeli oleh Sinarmas. Saat rumor tersebut gencar dikabarkan, pengaruh yang paling terasa adalah kenaikan harga saham AISA. Sebelum AISA dikabarkan akan di akuisisi oleh Sinarmas, harga sahamnya masih sideways di Rp 500-an. Akan tetapi saat berembus kabar bahwa AISA akan diakuisisi oleh Sinarmas, harga saham AISA langsung naik ke Rp 700-an. Tapi tetap saja hal tersebut adalah rumor, dan dalam waktu singkat saat market sadar maka hal tersebut hanyalah rumor, maka harga saham AISA pun langsung turun.

Dari kasus AISA tersebut, kita sudah bisa belajar bagaimana pengaruh dari spekulasi maupun rumor yang beredar. Tanpa kita belum tahu kejelasannya, kita langsung memercayainya tentu ini akan merugikan kita. Jadi, sebaiknya hindari memanfaatkan sebuah spekulasi maupun mempercayai rumor.

[Baca Lagi : Pasca Divestasi Bisnis Beras, Inilah Valuasi AISA]

 

  1. INVESTMENT IS ALL ABOUT MONEY MANAGEMENT

Setelah Anda berhasil untuk tidak berspekulasi, Anda perlu menerapkan strategi pengelolaan portfolio dengan money management. Melalui strategi Money Management Anda akan lebih fokus pada penempatan posisi (position sizing) dan mengelola risiko (risk management). Strategi ini akurat untuk memanage dana Anda, agar terhindar dari risiko maupun kerugian yang lainnya. Karena berinvestasi saham memiliki risiko tinggi, namun juga dapat memberikan imbal hasil yang juga tinggi “high risk high return”.

Jadi tidak ada salahnya dong, kalau Anda belajar lagi mengenai money management ini ? Saat Anda berkeinginan mempelajari money management, berarti Anda sudah selangkah lebih maju untuk mengatur strategi pengelolaan dana yang tepat dan siap menghadapi gejolak pasar dengan tingkat risiko yang tinggi.

Kalau begitu apa yang harusnya saya lakukan untuk mengelola modal saya ? membahas money management erat kaitannya dengan risk management, atau dengan kata lain kuncinya ya menetapkan “pembatasan risiko”. Contoh sederhana yang bisa Anda lakukan misalkan Anda memiliki modal sebesar Rp 100.000.000,-. Ada baiknya Anda tidak mengeluarkan seluruh modal Anda hanya untuk satu saham saja, melainkan Anda bisa melakukan diversifikasi, katakanlah alokasi sekitar Rp 30 juta di saham tersebut. Artinya Anda pun masih memiliki dana tersisa Rp 70 juta untuk bisa Anda belikan ke saham yang lain. Dengan langkah ini Anda sudah meminimalisir kerugian Anda, jika ternyata hipotesa Anda terhadap saham tersebut keliru.

 

  1. MILIKI KESABARAN, DI SAAT BANYAK ORANG TIDAK MEMILIKINYA

Terakhir yang harus Anda bentuk, ialah bersabar. Anda perlu melatih kembali rasa sabar, saat banyak rumor yang beredar ataupun sekelompok orang yang menawarkan suatu keuntungan dalam waktu singkat saja ada baiknya Anda tidak mudah tergiur bahkan tergoda. Sebab apa yang ditawarkan tersebut (memperoleh keuntungan dalam waktu singkat), biasanya tidak sesuai dengan kenyataan.

Demikian pula, ketika Anda sudah memiliki saham yang baik, pada harga yang baik pula. Maka tugas Anda selanjutnya cuma satu : bersabar sampai investasi Anda membuahkan hasil. Anda tidak perlu untuk melakukan  bongkar pasang portfolio setiap saat (semakin sering Anda bongkar pasang, semakin sulit mendapatkan portfolio ideal yang Anda inginkan).

Jika Anda melihat pada kesuksesan seorang investor, seperti Warren Buffet dan Pak Lo Kheng Hong saat ini bukanlah suatu hal mudah dan bahkan dalam waktu singkat mereka miliki. Sebaliknya mereka membutuhkan waktu yang panjang untuk memperoleh kekayaan. Mereka tidak sembarangan membeli saham. Namun ketika mereka memutuskan untuk membeli sebuah saham, mereka akan bersabar hingga tahunan untuk merealisasikan keuntungan dari investasi yang dilakukan.

Untuk itu Anda harus mengubah mindset untuk berinvestasi dalam jangka panjang, di mana Anda tidak mudah terpengaruh dengan kenaikan maupun penurunan harga saham yang terjadi di jangka pendek tanpa memperhitungkan tujuan finansial jangka panjang Anda. Contoh nya : jika saat ini Anda sudah memikirkan bagaimana keadaan finansial Anda di masa pensiun, tentu Anda akan berprioritas pada rencana jangka panjang Anda termasuk dalam portfolio saham Anda.

 

Jadi Tetap Pentingkah Manage Portfolio ?

Dengan uraian diatas kita sudah mendapatkan jawaban “Ya, menjaga portofolio saham itu penting”, apalagi jika kita sudah tahu cara membentuk dan memanage portfolio yang baik. Untuk bisa menyusun portfolio investasi yang baik, dibutuhkan pemahaman alokasi cash dan portfolio, memilih saham-saham yang mempunyai Margin of Safety yang besar, hindari sikap mudah berspekulasi atau bahkan mudah terpangaruh oleh rumor yang beredar, mempelajari kembali money management. Dan yang paling terakhir, namun paling penting adalah Anda harus memiliki rasa sabar yang besar di saat kebanyakan orang lain tidak mau bersabar.

Dengan memanage kembali portfolio Anda, setidaknya Anda sudah memiliki perencanaan yang matang dan terarah dalam berinvestasi saham. Yuk, mulai saat ini kita bersama-sama belajar manage portfolio kita dengan cara yang benar dan baik.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Januari 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2018 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2018 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Workshop Ultimate Value Investing (Jakarta, 26 – 27 Januari 2019) dapat dilihat di sini.
    • Workshop Ultimate Value Investing (Surabaya, 9 – 10 Februari 2019) dapat dilihat di sini.
    • Workshop Ultimate Value Investing (Medan, 23 – 24 Februari 2019) dapat dilihat di sini.

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami