Kontrak Baru WEGE

Realisasi Kontrak Lebih Dari 80%, Akankah WEGE Bersinar ?


Sejak WEGE IPO di akhir tahun 2017 diharga 290, hingga saat ini harga saham WEGE masih terpuruk di 220-an. Meskipun harga saham WEGE saat ini masih dibawah harga IPO nya, namun pencapaian kontrak baru WEGE sudah sebesar 81.5% per September 2018. Pertanyaannya, bagaimana dengan fundamental WEGE dan bagaimana prospek ke depannya ? Dan apakah saat ini merupakan opportunity bagi investor untuk berinvestasi di WEGE ? Baik, langsung saja kita bahas potensi WEGE ini…

 

Sekilas Emiten WEGE

Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merupakan anak usaha dari induk usaha Wijaya Karya Persero Tbk (WIKA). WEGE beridiri pada tahun 2008, tumbuh dan berkembang konsisten untuk melayani bidang konstruksi bangunan gedung. Di tahun 2013 WEGE mengembangkan usahanya ke bisnis properti ke arah investasi dan konsesi. WEGE melanjutkan pengembangan dengan melakukan Penawaran Umum Perdana atau IPO ditahun 2017, sebagai strategi jangka panjangnya.

Lini usaha WEGE terbagi menjadi dua, sebagai berikut :

  1. Konstruksi, yang saat ini sedang ada kerjasama strategis dengan developer besar di Indonesia dalam realisasi “Program Satu Juta Rumah’.
  2. Proyek yang dijalankan untuk mendapat hasil dari recurring income dan seluruh konstruksi di proyek investasi seperti bandar udara dan aerocity, pengembangan transit oriented development, fasilitas kesehatan, perkantoran, park dan ride.

 

WEGE ini berbeda dengan induknya WIKA. WEGE lebih banyak menerima proyek swasta dan salah satu customer terbesar WEGE adalah TransCorp, sedangkan induk usaha nya WIKA proyek didominasi oleh proyek Goverment. Dengan adanya perbedaan pada sektor pembangunan tersebut, posisi WEGE saat ini lebih diuntungkan dengan adanya proyek pembangunan di badan swasta yang saat ini sedang banyak bertumbuh.  Sebagai informasi, pencapaian kontrak yang diperoleh WEGE terbagi menjadi tiga komposisi yakni sebanyak 59% pada sektor swasta, dan sekitar 30% nya sektor BUMN, serta 11% nya dari pemerintah.

Sebelumnya, Penulis sempat membahas mengenai update sektor konstruksi yang lebih banyak menerima proyek dari pemerintah. Sebagai gambaran, Anda  bisa membaca kembali Artikel kami sebelumnya yang mengulas tentang emiten sektor konstruksi khususnya WSKT, WIKA, ADHI dan PTPP, dalam artikel berikut :

[Baca Lagi : Kontrak Baru Tidak Tercapai, Sektor Konstruksi Mulai Memasuki Sunset Period]

 

Jumlah Proyek yang diterima oleh WEGE

Selepas IPO, jumlah order Book WEGE terus meningkat. Sampai dengan saat ini WEGE mengerjakan proyek senilai Rp 16.59 triliun, dengan beberapa kontrak baru WEGE di tahun 2018 ini yang mencapai Rp 6.36 triliun. Adapun beberapa proyek baru di tahun 2018 ini yang memiliki nilai terbesar adalah : Benhil Central Jakarta senilai Rp 1.4 triliun, Syamsudin Noor Airport – Banjarmasin senilai Rp 506 miliar, dan dari Transcorp diantara nya Transpark Cibubur Rp 933 miliar, Transmart Majapahit – Semarang Rp 124 miliar, Transmart Pekalongan Rp 119 miliar.

Adapun sejumlah kontrak baru WEGE lainnya yang diperoleh WEGE dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2018 ini antara lain : Palembang Airport Extension, Life Guard & Rest Room Kuta Mandalika Lombok, Bio Farma Building Bandung, Podomoro Golf View Facilities, Marketing Gallery Trans Icon Surabaya, dll.

Hal yang menarik adalah sebagai perusahaan konstruksi yang mayoritas bergerak di sektor swasta, WEGE memiliki sejumlah customer tetap yang melakukan Repeat Order . Dengan demikian, WEGE ini adalah perusahaan yang memiliki Recurring Income yang cukup besar pada Order Book nya, di mana dari total Order Book WEGE saat ini, permintaan Repeat Costumer bisa mencapai 50 – 60%. Sedangkan, 40 – 50% di antaranya adalah permintaan dari New Costumer. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat grafik di bawah ini :

Order Book WEGE (Source : Public Expose WEGE 2018)

 

 

Dampak Meningkatnya Kontrak Baru WEGE

Hal positif bagi WEGE setelah memperoleh sejumlah kontrak baru WEGE adalah semakin terbukanya opportunity bagi kinerja WEGE kedepannya. Salah satunya yang paling berdampak positif adalah diakui nya kinerja WEGE yang 2 tahun belakangan ini memang mengalami peningkatan kinerja yang cukup signifikan dari 2016 hingga sepanjang tahun 2018 berjalan. Gambaran nya seperti berikut :

Kinerja WEGE menunjukkan Indikator Peningkatan (Source : Public Expose WEGE 2018)

 

Dengan meningkatnya Order Book melalui sejumlah kontrak baru WEGE maka turut memberikan kontribusi terhadap total Pendapatan WEGE yang juga meningkat seiring dengan proyek-proyek yang telah diselesaikan. Sebagai gambaran pada tahun 2016 WEGE mendapat Order Book sebanyak Rp 7.9 triliun. Dan ditahun 2018 ini, WEGE mencatatkan Order Book 2x lebih besar, yaitu sejumlah Rp 16.5 triliun (Forecast Full Year 2018).

Seiring dengan meningkatnya order book tersebut, maka pendapatan WEGE juga otomatis akan meningkat. Hal ini tercermin dalam Laporan Keuangan WEGE, di mana pada tahun  yang juga membuat total Pendapatan WEGE meningkat dari Rp 1.9 triliun di tahun 2016, meningkat menjadi Rp 3.9 triliun di tahun 2017, dan kembali meningkat di tahun 2018 (Forecast) ini menjadi Rp 5.8 triliun.

Meningkatnya Pendapatan WEGE tersebut, turut memberi kontribusi terhadap pencapaian Laba bersih WEGE. Laba Bersih WEGE saat ini meningkat hampir 3x lipat dibandingkan saat sebelum IPO. Awalnya WEGE hanya mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp 143 miliar tahun 2016, dan Rp 296 miliar tahun 2017. Saat ini Laba Bersih WEGE menjadi Rp 443 miliar (Forecast) di tahun 2018.

Demikian halnya bila kita tinjau dari Arus Kas nya, WEGE ini lebih baik karena menerima pembayaran sesuai persentase penyelesaian proyeknya. Sehingga WEGE mampu mencatatkan Arus Kas positif di tahun 2017 hingga 2018 berjalan ini. Sebagai gambarannya, Arus Kas positif WEGE pada  tahun 2017 sebesar Rp 637 miliar dan per Kuartal II 2018 Arus Kas WEGE sebesar Rp 322 miliar. Sehingga dengan Arus Kas WEGE yang positif tidak menjadi hambatan bagi WEGE untuk mengelola Arus Kas Investasi nya yang hanya sebesar Rp 59 miliar di tahun 2017 dan Rp 56 miliar di Kuartal II 2018 ini.

 

Prospek WEGE ke Depan

                Setelah kita mengetahui dampak dari realisasi kontrak baru WEGE yang terus meningkat, lantas bagaimana prospek ke depannya?

Dengan jumlah kontrak baru WEGE yang terus meningkat (2016 : Rp 4.34 triliun, 2017 : Rp 7.32 triliun, 2018 : Rp 7.83 triliun). Tidak hanya kontrak baru, ternyata WEGE juga masih mengantongi kontrak Carry Over sebesar Rp 8.7 triliun. Dengan demikian, saat ini order book WEGE adalah sebesar  Rp 16.5 triliun (2018F).

Maka dengan adanya total kontrak baru WEGE + kontrak carry over tersebut, tentu saja WEGE akan menikmati Pendapatan dan Laba Bersih yang lebih besar di tahun-tahun berikutnya.

Tidak hanya menikmati Pendapatan dan Laba Bersih yang meningkat di tahun mendatang, WEGE pun menikmati kenaikan aset dan ekuitas nya. Pencapaian jumlah Aset dan Ekuitas WEGE saat ini bisa dilihat pada grafik berikut:

Pencapaian Aset dan Ekuitas (Source : Public Expose WEGE 2018)

 

Dan sebagai tambahan informasi, langkah yang diambil WEGE untuk terus meningkatkan kinerja nya, WEGE juga telah melakukan penyuntikan modal kepada entitas anak usaha nya PT Wika Bitumen dengan nilai sebesar Rp 637 juta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan modal pada anak usaha nya WEGE. Wika Bitumen sendiri adalah anak usaha WEGE yang bergerak pada lini bisnis penyediaan aspal. Untuk lini bisnis utamanya Wika Bitumen ini terdiri dari dua lini : pertambangan dan industri. Didorong pula dengan statusnya Wika Bitumen yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Kabungka dan Lawele Kabupaten Buton – Sulawesi Tenggara.

 

WEGE di Harga 220 – 230, Menarik ?

Kembali pada pertanyaan diatas, apakah ini opportunity bagi Investor untuk berinvestasi di WEGE seiring dengan realisasi kontraknya yang terus meningkat ? Bila kita lihat ulasan diatas bisa dikatakan bahwa WEGE berpotensi lebih baik lagi ke depannya.

Lantas bagaimana dengan harga saham WEGE yang terpuruk saat ini ? menurut Penulis sendiri, meskipun saat ini WEGE dihargai pada 220 -an tetap menjadikan WEGE menarik sebagai opsi investasi Anda ke depannya.

Apalagi pada harga saham 220 – 230 ketika artikel ini ditulis, mencerminkan valuasi WEGE sebesar PER 5.84x dan PBV 1.15x. Dengan demikian, bisa dikatakan valuasinya saat ini cukup terdiskon dengan seiringnya WEGE mengalami peningkatan Pendapatan yang mencapai Rp 5.8 triliun (2018 Forecast) dan Laba Bersih juga mencapai Rp 443 miliar (2018 Forecast).

 

Kesimpulan

Maka, Penulis bisa menarik kesimpulan dengan meningkatnya jumlah proyek WEGE selama di tahun 2018 berjalan ini, dan sesuai dengan komposisinya cukup menggambarkan bahwa WEGE memiliki segmen pasar yang jelas. Selain itu, meningkatnya perolehan kontrak baru WEGE yang didominasi dari eksternal (bukan dari induk usaha nya WIKA), menunjukkan bahwa WEGE memiliki konsistensi yang positif dalam meningkatkan kinerjanya.

Dengan segmen pasar yang didominasi oleh proyek swasta, WEGE juga relatif tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi politik di 2019 nanti seperti hal nya WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP yang notabene lebih didominasi oleh proyek Pemerintah.

Dari segi valuasi, WEGE saat ini juga cukup terdiskon. Pada harga 220 – 230 an, WEGE dihargai pada PER 5.84x dan PBV 1.15x. Oleh karena nya saat ini kondisi WEGE sedang bagus dan undervalued.

 

Disclaimer: Saat ini WEGE telah menjadi bagian dalam Portfolio Penulis di harga Rp 222 per lembar saham. Posisi ini dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan sebelumnya.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan November 2018¬†akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Cheat Sheet LK Q3 2018¬†akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q3 2018¬†akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Jadwal¬†Workshop :
    • Workshop Value Investing (Jakarta, 17 November 2018)¬†dapat dilihat di¬†sini.
    • Workshop Value Investing (Jogja, 24 November 2018) dapat dilihat di sini.
    • Workshop Value Investing (Bandung, 8 Desember 2018) dapat dilihat di sini.

You may also like

3 Comments

  • antok
    November 4, 2018 at 9:19 PM

    Trimakasih sudah berbagi, suka sekali dengan pembahasannya…

  • Toba
    November 9, 2018 at 10:04 AM

    Mantap pak.. kebetulan pegangan pertama hehehe..

  • Lana S
    February 18, 2019 at 3:19 PM

    Prospek WEGE kedepannya bagus banget..

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami