Tips Membedah Laporan Tahunan Perusahaan


Sebagai seorang investor saham, memahami Laporan Keuangan adalah sebuah keharusan bagi kita sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada sebuah Emiten. Selain Laporan Keuangan, ada sebuah laporan lain yang juga tidak boleh kita lewatkan, yaitu yang disebut Laporan Tahunan. Nah jika di bulan Maret – April kemarin sebagian besar Emiten telah merilis Laporan Keuangan Full Year (LK Q4), maka di bulan Mei ini sejumlah Emiten mulai banyak yang merilis Laporan Tahunan (meskipun sebagian emiten telah merilis juga Laporan Tahunan nya). Oleh karena itu, kali ini kita akan lebih banyak membahas mengenai apa itu Laporan Tahunan dan apa saja yang perlu kita perhatikan dalam Laporan Tahunan?

Apa itu Laporan Tahunan dan apa Perbedaannya dengan Laporan Keuangan?

Beberapa perbedaan mendasar dari Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan dapat kita lihat dari waktu terbit atau waktu rilis nya. Berbeda dengan Laporan Keuangan yang terbit setiap Kuartal (3 bulan sekali), maka Laporan Tahunan (sesuai dengan namanya) hanya terbit setiap 1 tahun sekali. Secara umum, sejumlah emiten akan merilis Laporan Tahunan di sekitar bulan April – Mei untuk membahas kinerja di tahun buku sebelumnya.

Perbedaan mendasar berikutnya adalah apabila kita banyak menemukan angka-angka di dalam Laporan Keuangan, maka di dalam Laporan Tahunan ini kita tidak hanya menemukan angka-angka saja melainkan juga berbagai macam hal dari A – Z nya Emiten tersebut. Mulai dari riwayat singkat perusahaan, penjelasan mengenai kondisi terkini perusahaan, sampai dengan prospek perusahaan ke depannya. Di akhir bagian Laporan Tahunan juga akan dikonsolidasi dengan Laporan Keuangan Full Year itu sendiri.

 

[Baca Juga : Inilah Tips Penting Dalam Membaca Laporan Keuangan]

 

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Dalam Membaca Laporan Tahunan?

Sampailah kita kepada bagian utama pada artikel kali ini, apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang investor dalam membaca Laporan Tahunan? Mengingat Laporan Tahunan memuat hampir semua informasi mengenai Emiten, maka tentu saja Laporan Tahunan ini akan jauh lebih tebal. Tebalnya Laporan Tahunan Perusahaan bisa mencapai 200 – 400 halaman. Banyaknya informasi di dalam Laporan Keuangan tersebut bisa jadi justru akan membuat kita menjadi kebingungan sendiri apalagi jika Anda belum terbiasa dalam membaca Laporan Tahunan. Bahkan sering kali, membaca 5 Laporan Tahunan saja akan menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan bagi seorang Investor. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya apabila kita telah menentukan terlebih dahulu informasi apa yang ingin kita dapatkan dalam Laporan Tahunan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa hal yang biasa Penulis prioritaskan dalam membaca Laporan Tahunan :

1. Ikhtisar Kinerja Keuangan Emiten (Financial Highlights)

Hal pertama yang Penulis perhatikan adalah pada Ikhtisar Kinerja Keuangan Emiten itu sendiri. Berbeda dengan Laporan Keuangan yang menampilkan kinerja perusahaan tahun ini dengan tahun sebelumnya saja, di dalam Ikhtisar Kinerja Keuangan yang ada dalam Laporan Tahunan biasanya data yang ditampilkan adalah data keuangan 3 – 5 tahun terakhir sehingga kita bisa mendapatkan gambaran tentang keadaan keuangan Emiten secara lebih menyeluruh. Kita bisa mendapatkan informasi seperti bagaimana perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu? Apakah makin berkembang atau makin menurun? Namun perlu diingat bahwa angka-angka yang ada di dalam Ikhtisar ini hanyalah angka-angka yang penting saja, sehingga kita perlu membaca lebih lanjut di dalam Laporan Keuangan nya, sehingga hanya membaca bagian ini saja merupakan hal yang kurang bijak bagi seorang investor.

Financial Highlights ASII 2013 – 2017

Bagian ini memang mampu menjawab pertanyaan seperti bagaimana trend penjualan dan laba bersih selama 3 – 5 tahun terakhir? Atau bagaimana pertumbuhan ekuitas selama 3 – 5 tahun terakhir? Namun bagian ini belum mampu menjawab pertanyaan seperti : Apa yang menyebabkan Penjualan dan Laba Bersih nya naik atau turun? Bagaimana estimasi kinerja perusahaan di tahun yang akan datang? Dsb. Oleh karena itu, kita tetap perlu membaca bagian selanjutnya dari Laporan Tahunan ini.

 

2. Laporan Manajemen (Management Reports)

Hal Kedua yang Penulis perhatikan adalah Laporan Manajemen. Laporan Manajemen ini terdiri dari Laporan Dewan Komisaris dan Laporan Direksi. Pada bagian Laporan Dewan Komisaris akan dijelaskan mengenai Penilaian Dewan Komisaris terhadap Kinerja Direksi atas Pengelolaan Perusahaan. Dari sini, kita bisa melihat apakah Dewan Komisaris telah menilai baik kinerja para Direksi dalam menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja Perseroan di tahun 2017. Selain itu Dewan Komisaris juga akan memberikan pandangan atas prospek usaha yang telah disusun oleh Direksi pada tahun berikutnya, Penilaian atas GCG yang diterapkan oleh Perusahaan, serta informasi perubahan susunan Dewan Komisaris (jika ada).

Sementara itu, dalam Laporan Direksi akan lebih menjelaskan secara sekilas situasi terkini mengenai keadaan perusahaan, sejauh mana perusahaan telah melangkah dan apakah masih on the track dibandingkan dengan tujuan jangka panjangnya. Dalam Laporan Direksi juga akan dijelaskan mengenai  bagaimana pencapaian di tahun berjalan dan tantangan apa saja yang saat ini sedang dihadapi oleh Perusahaan ke depannya, serta prospek usaha dan kebijakan strategis apa saja yang akan diambil oleh Perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih baik di tahun berikutnya.

Screenshot Laporan Manajemen ASII

Dalam Laporan Manajemen (Management Reports) ini mungkin seringkali akan terkesan normatif di mana Manajemen lebih sering mengemukakan hal baik tentang perusahaan, dan jarang sekali mengatakan hal buruk tentang perusahaan. Namun sekedar tips untuk Anda, jika Anda menemukan Laporan Keuangan Perusahaan dalam keadaan yang kurang baik, namun manajemen kurang transparan dalam menyampaikan kondisi saat ini, maka kita sebagai investor perlu menganalisis lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi. Seringkali, kata-kata tersebut disamarkan sebagai “tantangan yang dihadapi perusahaan”. Namun jika Manajemen menunjunjung tinggi transparansi terhadap pemegang saham, maka mereka akan menjelaskan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

 

3. Riwayat Singkat Perusahaan dan Bidang Usaha

Hal ketiga yang akan Penulis prioritaskan adalah membaca kembali Riwayat Perusahaan (beserta dengan milestone penting perusahaan sampai dengan saat ini) beserta dengan bidang usahanya. Banyak investor (atau setidaknya yang mengaku investor) seringkali tidak mengetahui bidang usaha dari emiten yang dibeli sahamnya. Karena tidak mengetahui bidang usaha nya, seringkali mereka menjadi mudah panik ketika harga sahamnya turun (bahkan juga gak tahu kenapa sahamnya bisa turun atau naik). Nah di sinilah peran dari kita memahami Milestone sebuah perusahaan beserta dengan bidang usaha nya. Dengan mencari informasi mengenai riwayat perusahaan dan milestone nya, kita akan mendapatkan informasi seluk-beluk perusahaan dari awal berdiri hingga saat ini (termasuk kapan perusahaan memutuskan untuk IPO, ekspansi ke bisnis baru, akuisisi perusahaan, dll).

Milestone Roadmap

Demikian pula kita jangan melewatkan bagian Bidang Usaha. Pada bagian Bidang Usaha ini, kita akan mendapatkan gambaran mengenai usaha apa saja yang dijalankan oleh perusahaan. Banyak perusahaan yang menjalankan usaha tidak hanya di satu lini bisnis, melainkan juga beberapa lini bisnis. Dengan memahami Bidang Usaha yang dijalankan oleh perusahaan, akan mempertajam business sense ketika kita berinvestasi di saham tersebut. Contohnya, ketika kita telah mengetahui perusahaan memiliki 3 lini bisnis, kita akan mengajukan pertanyaan yang lebih tajam: Lini bisnis mana yang memberikan pemasukan paling besar terhadap Perusahaan? Bagaimana trend kontribusi dari setiap Lini Bisnis yang ada? Dsb. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, kita akan terhindar dari kepanikan ketika ada news atau sentimen negatif mengenai Emiten.

 

4. Analisa dan Pembahasan Manajemen

Mungkin bisa dikatakan bagian ini adalah bagian inti yang ingin kita dapatkan informasinya dari sebuah Laporan Tahunan. Bisa dikatakan juga, bagian ini adalah bagian yang lebih detail dan terperinci dari bagian Laporan Manajemen (Management Reports). Jika dalam bagian Laporan Manajemen tadi dibahas mengenai pencapaian dan kondisi terkini perusahaan dari kacamata high level (gambaran umum nya saja), namun di bagian Analisa dan Pembahasan Manajemen ini akan dijelaskan secara jauh lebih detail.

Analisa dan Pembahasan Manajemen ini dibagi menjadi Business Review dan Financial Review. Business Review akan membahas mengenai review per segmen bisnis. Misalkan jika kita membuka bagian ini pada Laporan Tahunan PT Astra International (ASII), maka kita akan melihat pembahasan yang detail seperti review di segmen Otomotif, review segmen Jasa Keuangan, review segmen Alat Berat dan Pertambangan, review segmen Agribisnis, dll. Dengan memahami Business Review ini, kita akan semakin mempertajam business sense kita mengenai prospek dari masing-masing lini bisnis dan bagaimana secara keseluruhan akan mempengaruhi sebuah emiten.

Sementara itu, dalam bagian Financial Review, akan dibahas secara detail mengenai apa yang menyebabkan Pendapatan dan Laba Bersih naik / turun? Apa yang menyebabkan Asset, Utang, Ekuitas naik / turun? Serta bagaimana dengan trend arus kas perusahaan. Selain itu, dalam Financial Review juga akan membahas rasio-rasio keuangan yang penting (Financial Ratios) beserta dengan implikasinya, kemudian bagaimana kemampuan Perusahaan membayar Utang (Solvency), Struktur Kepemilikan Modal (Capital Structure). Dengan memahami Financial Review ini, kita juga akan semakin memahami kondisi keuangan perusahaan, melengkapi dari apa yang telah kita dapat kan pada bagian Business Review yang telah dijelaskan di atas.

 

5. Tata Kelola Perusahaan (GCG)

Good Corporate Governance (GCG) merupakan hal yang sangat penting namun seringkali tidak terlalu diperhatikan oleh investor. Selain biasanya penjelasan mengenai GCG ini ada di bagian belakang dalam Laporan Tahunan, bagian GCG ini juga cukup panjang. Keberlanjutan sebuah Perusahaan sangat dipengaruhi oleh perilaku perusahaan itu sendiri yaitu dengan menerapkan prinsip GCG. Perusahaan yang menerapkan prinsip GCG cenderung berperilaku sesuai dengan normal moral dan norma hukum, peraturan dan etika, serta implementasi sistem manajemen yang efektif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Beberapa prinsip GCG yang perlu diperhatikan adalah apakah perusahaan menerapkan prinsip Transparansi atau Keterbukaan dalam hal informasi yang layak dipublikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang saham? Apakah Perusahaan menerapkan prinsip Akuntabilitas yang artinya perusahaan bertanggung jawab terhadap segala bentuk aktivitas dan keputusan bisnis? Apakah Perusahaan mampu menjaga Independensi dengan meminimalisir dan memitigasi segala bentuk konflik kepentingan (conflict of interest), dsb. Semakin rinci penjelasan mengenai GCG maka semakin baik, karena kita sebagai investor akan semakin percaya bahwa Perusahaan dikelola oleh orang-orang yang memiliki komitmen kuat dalam melayani kepentingan para stakeholders nya.

 

Kesimpulan

Setelah kita memahami apa perbedaan antara Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan, maka sekarang kita memahami bahwa Laporan Tahunan tidak hanya membicarakan mengenai kinerja sebuah perusahaan hanya berdasarkan angka saja, melainkan lebih secara menyeluruh termasuk kondisi perusahaan, tantangan perusahaan ke depan, riwayat singkat dan bisnis usaha Perusahaan, review terhadap segmen bisnis, review terhadap kinerja keuangan, serta praktik GCG yang dijalankan oleh Perusahaan.

Dengan memahami poin apa saja yang penting yang perlu diprioritaskan untuk dipelajari, maka Anda tidak kebingungan lagi mengenai informasi apa saja yang perlu kita dapatkan dari Laporan Tahunan yang tebal. Dan apabila Anda juga sudah lebih rajin dalam membaca Laporan Tahunan (selain Laporan Keuangan) maka sekarang Anda sudah selangkah lebih maju untuk menjadi seorang investor saham yang baik. Semoga bermanfaat…

 

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Mei 2018 sudah terbit, Anda dapat memperoleh nya di sini
  • Cheat Sheet LK Q1 2018 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini
  • E-Book Quarter Outlook LK Q1 2018 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Join Our Telegram Channel : t.me/ValueInvestingIndonesia untuk mendapatkan update tentang Value Investing. Gratis !
  • Jadwal Value Investing Bootcamp (For Beginner) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0812-9828-9288 (Afiandy)
  • Jadwal Workshop Value Investing (For Intermediate) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0896-3045-2810 (Johan)

You may also like

2 Comments

  • Bonar simanjuntak
    May 1, 2018 at 2:39 PM

    Terima kasih atas info penting yg sudah di share. Mudah2an bisa menambah keberanian saya buat memulai untuk mencoba berinvestasi saham. Walaupun dari yg kecil.

    • Rivan Kurniawan
      May 3, 2018 at 5:37 PM

      Sama-sama.. Semoga bermanfaat… Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit…

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Saya adalah seorang Value Investor. Saya memulai investasi sejak tahun 2008 ketika saya berumur 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, saya berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Saat ini, saya memberikan jasa konsultasi kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko.

Like Us On Facebook

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami