Book Review : Secret of Self – Made Millionaires (by Adam Khoo)


Dalam beberapa Workshop yang Penulis adakan, banyak peserta workshop yang bertanya buku apa yang bisa menjadi referensi untuk menjadi bacaan seorang value investor. Oleh karena itu, Penulis akan coba menuliskan buku-buku yang recommended untuk dibaca, untuk menambah pengetahuan sekaligus mempertajam pola pikir sebagai seorang investor.

Buku yang akan Penulis bahas kali ini adalah sebuah buku yang sudah Penulis beli dan baca berulang-ulang sejak 2010 silam. Judulnya adalah The Secret of Self Made Millionaire by Adam Khoo. Buku ini menjadi salah satu favorit Penulis karena terus terang merubah cara pandang Penulis terhadap yang namanya Wealthy atau Kekayaan. Buku ini merupakan seri sebelum Secrets of Millionaires Investors yang juga ditulis oleh Adam Khoo dan Conrad Alvin Lim (nanti Penulis share juga review tentang buku Secrets of Millionaires Investors).

 

 Cover Buku The Secret of Self Made Millionaires

 

Buku The Secret of Self Made Millionaires ini tidak spesifik membicarakan mengenai saham dan Value Investing itu sendiri, melainkan membicarakan mengenai Self Made Millionaires secara keseluruhan, atau bagaimana membangun kekayaan dengan hasil usaha kita sendiri. Buku ini terbagi menjadi 7 Section, di mana masing-masing section disusun dengan amat cermat dan saling berhubungan antara satu section dengan section lainnya.

 

The Biggest Lie Ever Told About Wealth

Adam Khoo memulai buku ini (Section I dan II) dengan menceritakan sedikit mengenai perjalanannya dalam mencapai kesuksesannya, dimulai dari pengalamannya menjalankan Mobile Disco sebagai usaha pertamanya. Pada section ini juga, Adam Khoo lebih banyak menceritakan mengenai mindset dalam memandang sebuah kekayaan. Bagi Penulis sendiri, Section ini banyak memberikan pandangan baru yang perlu diketahui mengenai cara pandang kita terhadap uang dan kekayaan. Misalkan, Adam Khoo menuliskan tentang 7 langkah mencapai Financial Abundance serta 9 kebiasaan seorang Self Made Millionaires.

Salah satu bagian yang paling Penulis suka pada section ini adalah ketika Adam Khoo menuliskan tentang The Biggest Lie Ever Told About Wealth (Kebohongan Terbesar Mengenai Kekayaan). Jika kita seperti kebanyakan orang di luar sana, kita pastinya akan membayangkan bahwa “orang kaya” adalah orang-orang yang terlihat memakai setelan mewah, selalu memakai barang bermerek mewah (branded), mengendarai mobil sport, sering upload foto sedang travelling ke Eropa, atau sering makan-makan di restoran mewah. Kebanyakan dari kita mempercayai hal tersebut karena kita secara sadar atau tidak sadar, sebenarnya otak kita telah dicuci oleh media seperti televisi dan film yang sering menampilkan sosok orang yang diceritakan sebagai “orang kaya” adalah orang yang hidup dengan serba kemewahan.

Namun pada bagian ini Adam Khoo menegaskan, bahwa pada kenyataannya orang-orang yang benar-benar kaya tidak tampil seperti itu. Adam Khoo menuliskan bagaimana misalkan seorang Sam Walton, Founder Wal-Mart, selalu menggunakan kelas ekonomi dan tidak mau menggunakan kelas bisnis ketika bepergian menggunakan pesawat udara serta selalu membeli baju dari toko-toko diskonan. Demikian pula dengan Warren Buffett yang tetap memilih untuk tinggal di rumah lama yang ia tempati sejak 40 tahun yang lalu meskipun telah menyandang status salah satu orang terkaya di dunia, atau Bill Gates yang justru mendonasikan kekayaannya dengan mendirikan sebuah Foundation. Dari sini kita dapat mengetahui dan mempelajari orang-orang terkaya di dunia justru tampil sangat sederhana.

Hal penting lainnya dari Section I – III adalah ketika Adam Khoo menuliskan tentang Delayed Gratification. Adam Khoo menuliskan bahwa “There are only two ways you can use your money: You can either spend it or invest it. When you spend $ 100, you get gratified from whatever you bought but that $ 100 is gone! When you invest that $ 100 in stock market, it will grow into $ 120, $ 200, $ 500, or even $ 1000 depending on your rate of return.” Kalimat ini menjadi eyes opening bagi Penulis pribadi. Sejak saat itu, Penulis belajar untuk lebih menahan diri dalam mengeluarkan uang apalagi untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, dan lebih memprioritaskan untuk investasi.

Adam Khoo juga menuliskan tentang mitos-mitos mengenai uang. Misalkan, banyak orang mengatakan (Mitos) : Money will not buy you happiness (Uang tidak dapat membeli kebahagiaan). Faktanya : Betul bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan, namun tidak memiliki uang juga tidak akan membuat kita lebih bahagia. Lebih baik tidak bahagia dengan memiliki uang daripada tidak bahagia tanpa memiliki uang (Kata-kata yang cukup menyentil juga). Kemudian ada mitos : Money is the root of all evil (Uang adalah akar dari segala kejahatan). Faktanya : Tidak memiliki uang justru merupakan akar dari segala kejahatan, di mana penyebab paling utama dari pembunuhan, pencurian, dan kejahatan lainnya adalah kemiskinan.

 

The Power of Multiplying Value

Setelah cukup dalam membahas mengenai mindset, serta mitos-mitos yang keliru mengenai uang dan kekayaan, selanjutnya (Section III dan IV) Adam Khoo membahas mengenai bagaimana cara memaksimalkan waktu untuk menghasilkan uang. Penulis tidak akan terlalu banyak membahas bagian ini karena bagian ini lebih banyak membahas mengenai online business (which is mulai booming pada waktu itu). Namun dari sini, ada satu hal yang bisa kita kaitkan dan relevan dengan investasi saham, yaitu sumber pemasukan kita tidak hanya harus dari investasi saham saja.

Penulis sendiri memperhatikan bahwa masih banyak orang yang berpikir bahwa hidupnya hanya bergantung dari investasi (atau trading) saham saja. Mengenai hal ini pun, Warren Buffett pernah mengatakan : “Never depend on single income. Make Investment to create second source.” Namun yang terjadi justru banyak orang yang hanya bergantung kepada hasil trading sebagai satu-satunya income, sehingga dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, non stop ada di depan layar online trading. Konsekuensinya adalah ketika market bearish atau berfluktuasi, maka psikologisnya akan terganggu. Karena itu tadi, menjadikan hasil tradingnya menjadi satu-satunya sumber pemasukan. Penulis sendiri dalam banyak kesempatan Workshop dan seminar sering menyampaikan sebagai Value Investor, ketika kita sudah menemukan sebuah perusahaan yang kinerja fundamental nya bagus dan manajemen yang bisa dipercaya, serta kita membelinya pada harga terdiskon, maka kita tinggal menunggu sampai harga sahamnya diapresiasi oleh market. Sementara pas nunggu itu ngapain? Yaa kita bisa melakukan banyak hal.. Bekerja seperti biasa, membuka bisnis baru, atau quality time dengan keluarga.. Begitu ada duit lebih, kita cari lagi saham-saham yang sedang salah harga.. Sayang kalau waktu kita hanya digunakan untuk non-stop di depan layar trading.

 

Million Dollar Net Worth With Investment

Pada sepertiga bagian akhir (Section V – VII) dari buku inilah merupakan bagian yang paling menarik dari buku ini, di mana Adam Khoo menjelaskan mengenai How to Building Million-Dollar Net Worth with investment. Adam Khoo menjelaskan bahwa investasi dapat menjadi kendaraan Anda menuju Million-Dollar Net Worth dengan memanfaatkan The Power of Compounding Return. Penulis sendiri pernah menuliskan tentang The Power of Compounding Return yang bisa Anda baca kembali di sini.

[Baca juga : The Power of Compounding Return]

 

Selanjutnya Adam Khoo membahas juga mengenai Why People Lose Money in Stock Market. Adam Khoo juga bercerita bahwa ia datang dari keluarga yang mengajarkan untuk selalu menjauhi stock market, dan lebih aman menginvestasikan uangnya di bank saja. Hal ini lah yang membuatnya terdorong untuk menuliskan tentang bab ini. Salah satu alasan yang paling utama adalah banyak orang yang memperlakukan saham sebagai lottery tickets. Membeli dan menjual nya hanya berdasarkan prediksi apakah harga sahamnya akan naik atau turun dalam jangka pendek. Adam Khoo (dan juga Penulis) percaya bahwa tidak mungkin seorang pun bisa memprediksi membaca pergerakan harga saham, dan oleh karenanya sangat berisiko jika kita hanya menjual dan membeli saham dalam jangka pendek saja. Penyebab lainnya adalah banyak orang yang tidak peduli (ignorant) terhadap fundamental perusahaan yang dibelinya, dan juga tidak memahami bagaimana cara mengidentifikasi dan menganalisa fundamental sebuah bisnis. Secara singkatnya, banyak orang kehilangan uang di pasar saham karena perpaduan antara ketidakpedulian, fear and greed, serta motivasi untuk ingin cepat kaya sehingga cenderung mengejar saham-saham yang sedang terbang, yang ujung-ujungnya justru nyangkut alias loss.

Bagian pamungkas dari buku ini adalah Adam Khoo menjelaskan bagaimana prinsip seorang Warren Buffett dalam berinvestasi. Misalkan WB percaya bahwa pasar saham bersifat irasional. Harga saham seringkali tidak merefleksikan nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan. Kemudian bagaimana seorang WB memilih strategi yang contrarian di mana WB membeli saham-saham perusahaan yang bagus ketika harga nya sedang terdiskon karena bad news. Dengan kata lain membeli saham ketika harganya undervalued, dan menjualnya ketika harganya overvalued. Lebih lanjut, Adam Khoo juga menjelaskan bagaimana membaca laporan keuangan (Income Statement, Balance Sheet, and Statement of Cash Flows), serta indikator-indikator seperti Earnings per Share (EPS), Price to Earning Ratio (PER). Bagian terakhir dari buku ini membahas cukup dalam mengenai 8 kriteria membeli sebuah perusahaan yang bagus pada harga yang terdiskon.

 

Kesimpulan

Buku ini sangat layak untuk dibaca untuk membuka pikiran Anda secara lebih luas mengenai berinvestasi di pasar saham. Buku ini tidak hanya membahas bagaimana cara memiliki banyak uang, namun memperbaiki mindset terlebih dahulu mengenai uang dan kekayaan. Padahal mindset ini lah yang seringkali dilupakan oleh banyak orang.

Saran Penulis, lebih baik beli buku versi asli bahasa Inggris nya, karena bahasa yang digunakan pun cukup mudah dimengerti bahkan bagi orang yang awam sekalipun. Bagi yang sudah pernah membaca nya pun, ketika Anda membaca kembali buku ini akan terasa berbeda. Penulis sendiri setelah 8 tahun masih suka berulang kali membaca buku ini untuk terus mengingatkan Penulis akan prinsip-prinsip kesuksesan dari investasi itu sendiri.

Semoga review ini bermanfaat..

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Mei 2018 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q1 2018 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini
  • Join Our Telegram Channel : t.me/ValueInvestingIndonesia untuk mendapatkan update tentang Value Investing. Gratis !
  • Jadwal Value Investing Bootcamp (For Beginner) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0812-9828-9288 (Afiandy)
  • Jadwal Workshop Value Investing (For Intermediate) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0896-3045-2810 (Johan)

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Saya adalah seorang Value Investor. Saya memulai investasi sejak tahun 2008 ketika saya berumur 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, saya berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Saat ini, saya memberikan jasa konsultasi kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko.

Like Us On Facebook

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami