Terdiskon 60% dari Harga Saat IPO, Apakah SOCI Layak Untuk Dikoleksi ?


Beberapa tahun belakangan merupakan tahun yang cukup berat bagi emiten sektor perkapalan. Mulai dari harga komoditas minyak yang terus menerus turun dari US$ 100 / barrel di tahun 2014 ke titik terendah US$ 30 / barrel di tahun 2016 (sebelum kemudian kembali merangkak naik ke US$ 65 di Kuartal I 2018). Tidak berhenti sampai di situ, persaingan ketat dengan kapal asing yang lebih diminati oleh emiten batubara dan CPO, membuat kinerja perusahaan emiten-emiten di sektor perkapalan ini menjadi terpuruk.

Padahal sebelumnya di tahun 2011 – 2014, harga minyak cukup stabil di $ 100. Pada masa-masa inilah emiten di sektor pelayaran juga sedang berjaya. Hal ini lah yang mendorong akhirnya beberapa emiten untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui IPO, seperti misalkan BULL, WINS, dan MBSS yang IPO tahun 2011, LEAD IPO tahun 2013, setahun kemudian SOCI juga melakukan IPO tahun 2014.

 

[ Baca Lagi : Harga Minyak Menembus $60, Bagaimana Prospek Sektor Perkapalan? ]

Saat emiten sektor perkapalan tersebut berekspansi besar-besaran, sayangnya harga minyak kembali harus terjun bebas, yang menjadi titik balik dari emiten di sektor perkapalan. Namun satu hal yang menarik adalah di saat harga komoditas minyak terjun bebas, beberapa perusahaan perkapalan harus turut merugi, dan banyak juga yang akhirnya hanya fokus menyelesaikan hutang-hutangnya ketimbang mencari order, dan bahkan beberapa perusahaan harus menjual kapal nya (karena depresiasi terus berjalan dengan atau tanpa adanya order). Namun tidak demikian dengan SOCI.

 

Sekilas Tentang SOCI

PT Soechi Lines (SOCI) adalah perusahaan penyedia transportasi laut yang merupakan perusahaan pelayaran terintegrasi yang menyediakan solusi transportasi hulu ke hilir kepada pelanggan melalui dua kegiatan usaha : Pelayaran dan Galangan Kapal.

 

Bisnis Pelayaran dan Galangan Kapal SOCI

 

Di bisnis Pelayaran, SOCI menyewakan kapal-kapal tanker nya kepada perusahaan migas dan juga perusahaan kimia yang ada di Indonesia. Sementara itu pada bisnis galangan kapal, SOCI menyediakan jasa untuk pembangunan serta perbaikan perawatan berbagai jenis kapal. SOCI menyewakan kapalnya dengan 2 model, yaitu time charter dan spot charter. Pada model time charter, Penyewa menyewa kapal selama periode tertentu dan dikenakan daily charter rate yang disepakati selama periode kontrak. Sedangkan pada model spot charter, penyewa menyewa kapal (beserta kru kapal) berdasarkan perjalanan tertentu untuk membawa kargo dari satu tempat ke tempat lain tergantung dari permintaan pihak penyewa. Tanker ukuran besar biasanya dikontrak dengan menggunakan time charter, sementara tanker ukuran kecil biasanya dikontrak dengan menggunakan model spot charter.

Di bisnis Galangan Kapal, SOCI mendapatkan Pemasukan dari proyek pembangunan kapal yang dibangun, Selain membangun kapal, SOCI juga fokus dalam penyelesaian floating dock, yaitu fasilitas untuk menopang bisnis perbaikan dan perawatan kapal. Sampai dengan tahun 2017 sendiri, bisnis Pelayaran masih menjadi pemasukan terbesar SOCI dengan kontribusi 95% dari total pendapatan. Sementara sektor galangan kapal menyumbang sekitar 5% pemasukan SOCI.

Sejak mendapatkan dana dari IPO pada tahun 2014, SOCI terus menambah jumlah kapal-kapalnya untuk memperbesar bisnis Pelayaran nya, sehingga per akhir tahun 2017 SOCI telah memiliki 38 tanker dengan ukuran kecil hingga kapal ukuran besar. Total kapasitas armada tanker saat ini mencapai 1.54 juta dwt, yang menjadikan SOCI sebagai salah satu pemain terbesar dalam industry kapal tanker di Indonesia. Demikian pula dalam memperbesar bisnis Galangan Kapalnya, SOCI melakukan diversifikasi usaha dengan membangun shipyard di Tanjung Balai Karimun dengan luas 200 hektar dengan Panjang garis pantai 1.3 kilometer. Baru-baru ini, SOCI melalui anak usahanya PT Multi Ocean Shipyard (MOS), telah menyerahkan dua kapal navigasi pesanan Kementrian Perhubungan (Kemenhub). MOS juga mendapatkan kontrak pembuatan tiga kapal tanker dari Pertamina berkapasitas 17.500 LTDW dan akan diserahkan pada akhir Mei 2018.

 

Kinerja Keuangan SOCI

Kinerja SOCI terbilang cukup solid ketimbang emiten lain pada sektor perkapalan. Pada tahun 2016 misalkan ketika harga minyak drop ke bawah $ 30, laba bersih SOCI memang merosot hampir 50% dari Rp 537 miliar menjadi Rp 285 miliar, namun demikian SOCI ini tidak sampai mencatatkan kerugian. Bandingkan misalkan dengan TAMU yang rugi Rp 88 miliar, MBSS rugi Rp 401 miliar, LEAD rugi Rp 282 miliar, dan BULL yang “hanya” profit Rp 6.5 miliar saja. Di saat emiten lain menjual kapalnya, SOCI malah masih terus berekspansi dengan terus menambah jumlah armada dan galangan kapal nya. Per tahun 2017 kemarin SOCI telah memiliki 38 kapal.

Di tahun 2017 kemarin, kinerja SOCI mulai mengalami peningkatan meskipun juga belum menyamai kinerja nya di tahun 2014. Laba bersih SOCI meningkat 3% dari Rp 285 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 292 miliar di tahun 2017, dan Pendapatan SOCI meningkat 7% dari Rp 1.7 triliun menjadi Rp 1.9 triliun. Namun tetap, angka ini masih di atas pencapaian emiten lain seperti LEAD yang masih rugi Rp 273 miliar, MBSS yang masih rugi Rp 120 miliar, atau TAMU yang masih rugi Rp 35 miliar, ataupun SMDR yang laba bersihnya turun 20% (dari Rp 165 miliar menjadi Rp 131 miliar).

Hal yang menarik adalah meskipun SOCI terus berekspansi dalam bisnisnya, namun SOCI tetap berhati-hati dalam menjaga rasio keuangannya. SOCI hanya menambah kapal ketika demand bertambah. Misalkan saja meskipun SOCI mendapatkan dana segar dari IPO pada tahun 2014, Perusahaan tidak serta merta jor-joran dalam pembelian kapal. Di tahun tersebut, SOCI membeli 2 kapal oil tanker jenis Aframax karena melihat peluang pada kebutuhan pengangkutan oil and gas sejalan dengan rencana program pemerintah dalam pembangunan kapal perintis, serta program kontrak jangka panjang Pertamina. Demikian pula pada tahun 2016, SOCI membeli 1 kapal jenis Aframax dan 2 unit tanker ukuran medium karena melihat peluang bisnis dan pertumbuhan permintaan.

Sampai dengan saat ini, jumlah hutang SOCI juga tidak pernah berlebihan. Sebagai gambaran di tahun 2013, jumlah liabilitas SOCI adalah Rp 3.1 triliun, sementara per Laporan Keuangan terakhir Q4 2017, jumlah liabilitas SOCI adalah Rp 3.7 triliun. Jadi selama 4 – 5 tahun terakhir, jumlah Liabilitas SOCI hanya meningkat relatif sedikit saja. Bandingkan dengan kenaikan ekuitas nya yang meningkat dari Rp 1.8 triliun di tahun 2013 menjadi Rp 4.2 triliun di tahun 2017, atau meningkat 2.5x lipat. Hal ini membuat Debt to Equity (DER) Ratio SOCI pun selalu dijaga di bawah 1.0. Per Laporan Keuangan SOCI di Q4 2017, rasio DER SOCI adalah 0.87 x.

Sekedar informasi, pada tanggal 24 Januari 2018 kemarin, SOCI juga baru saja menerbitkan obligasi senilai US$ 200 juta dengan bunga 8.375% yang akan jatuh tempo pada tahun 2023. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk keperluan pembayaran kembali (refinancing) utang. Berdasarkan aturan regulator pasar modal, aksi korporasi ini tergolong transaksi material karena nilainya lebih dari 50% dari ekuitas perseroan (Ekuitas per 30 Sep 2017 = US$ 309.57 juta). Meskipun nilai penerbitan obligasi ini tergolong besar bagi SOCI, namun Penulis melihatnya masih dalam batas kewajaran, karena seperti dijelaskan di atas bahwa manajemen SOCI cukup berhati-hati dalam hal berhutang. Mungkin manajemen punya pertimbangan lain di mana dengan harga minyak yang menembus US$ 65 / barrel, ini adalah momen yang tepat untuk berekspansi lebih jauh lagi. Pemberian peringkat credit rating B1 dengan outlook stabil kepada SOCI oleh Moody’s membuat obligasi yang diterbitkan oleh SOCI tersebut kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga US$ 460 juta.

 

Prospek SOCI di tahun 2018

Setelah melalui masa kelam selama 2015 – 2016, di mana SOCI pun masih bisa bertahan melalui masa-masa berat tersebut, ke depannya SOCI mulai menatap prospek yang cerah. Beberapa stimulus yang menjadi katalis positif SOCI di tahun 2018 nanti antara lain :

  • Peran besar dari kerjasama dengan Pertamina. Sebagai gambaran, kemitraan dengan Pertamina ini menyumbang 59% pendapatan SOCI di tahun 2017. Nilainya pun tidak main- main, yaitu US$ 82.35 juta. Angka ini adalah yang terbesar apabila dibandingkan dengan jumlah order Pertamina di BULL dan HITS. Pertamina masih memiliki kebutuhan yang besar untuk menggunakan jasa pengangkutan BBM menggunakan kapal-kapal. Dengan harga minyak mengalami kenaikan, CapEx Pertamina di tahun 2018 juga mengalami peningkatan, yaitu menjadi US$ 111 juta, yang akan menguntungkan juga sejumlah emiten perkapalan seperti SOCI.

 

  • Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 82 Tahun 2017 tentang ketentuan penggunaan angkutan laut untuk ekspor dan impor barang, di mana Pemerintah akan mewajibkan eksportir batubara dan CPO menggunakan kapal nasional terhitung Mei 2018. Tentu saja hal ini menjadi katalis positif bagi emiten sektor perkapalan, karena yang tadinya perusahaan-perusahaan eksportir menggunakan kapal asing, maka ke depannya wajib menggunakan kapal berbendera Indonesia. Meskipun ada kemungkinan Permendag tersebut ditunda pun, hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi kinerja SOCI.

 

  • Sebagian besar Pendapatan SOCI adalah dari Time Chartered. Seperti dijelaskan di atas, bahwa SOCI menyewakan kapalnya dengan 2 model, yaitu time charter dan spot charter. Dengan Pendapatan SOCI sebagian besar adalah dari time charter (84%berbanding spot charter (16%), maka dengan harga minyak yang relatif stabil, maka kinerja nya relatif tidak fluktuatif ketimbang emiten lainnya yang lebih didominasi model spot charter.

 

Valuasi Saham SOCI

Pertanyaan selanjutnya pastinya adalah bagaimana dengan harga sahamnya? Well sejak IPO di harga 550 pada Desember 2014, harga saham SOCI sempat berada di 735 an pada tahun 2015. Namun serangkaian kondisi usaha yang telah dijelaskan sebelumnya, membuat harga  saham SOCI terus menerus turun hingga ketika artikel ini ditulis (April 2018), SOCI berada di kisaran harga 250 – 260 an. Harga ini juga merupakan harga terendah SOCI sejak IPO di tahun 2014.

Dari segi valuasi, SOCI juga merupakan salah satu emiten yang saat ini masih undervalued. Saat ini SOCI diperdagangkan di P/E Ratio 6.1x dengan P/BV Ratio 0.4x. Dengan Book Value SOCI yang saat ini adalah sebesar Rp 603 per lembar saham, harga sahamnya saat ini berada 60% di bawah Book Value nya tersebut. Namun tentu saja, untuk harga sahamnya bisa diapresiasi oleh pasar tetap membutuhkan waktu. Namun yang bisa dijadikan catatan di sini adalah, membeli SOCI di harga 250 an tentu saja menawarkan risiko yang minimal, ketimbang membeli saham-saham yang sudah keburu terbang. Tahun 2018 ini bisa menjadi titik balik kinerja SOCI menuju arah yang lebih baik dengan berbagai pertimbangan yang telah dijelaskan di atas. Katakanlah SOCI bisa kembali menuju harga IPO nya saja di 550, maka itu sudah memberikan return > 100%. It’s worth the wait.

 

Info:

  • Cheat Sheet LK Q1 2018 akan segera terbit, Anda dapat memperolehnya di sini
  • Join Our Telegram Channel : t.me/ValueInvestingIndonesia untuk mendapatkan update tentang Value Investing. Gratis !
  • Jadwal Value Investing Bootcamp (For Beginner) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0812-9828-9288 (Afiandy)
  • Jadwal Workshop Value Investing (For Intermediate) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0896-3045-2810 (Johan)

 

You may also like

4 Comments

  • Ikan Cupang Slayer
    April 18, 2018 at 7:10 AM

    Bro Rivan, artikel kau menarik sekali. HARGA MINYAK stabil tinggi, namun PENDAPATAN perusahaan kebanyakan dari kontrak jangka panjang (lebih dari 1 tahun ?). Kapan kontrak ditandatangani, sebelum harga minyak naik tinggi atau setelahnya? Jika sebelum tinggi, berarti pendapatan rendah potensial? Ada perubahan kontrak baru apa tidak ya?

    • Rivan Kurniawan
      April 22, 2018 at 8:35 PM

      Periode kontrak dapat bervariasi dari 6 bulan hingga periode waktu yang lebih panjang misalnya 5 tahun. Kontrak time charter biasanya adalah fixed/tetap selama periode kontrak. Untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak di tengah-tengah periode kontrak, perusahaan pastinya tidak hanya menjadikan harga saat ini sebagai acuan, melainkan juga memperkirakan harga minyak ke depan, dan kemudian harga tersebut lah yang digunakan dalam kontrak…

  • Luke Sky
    May 3, 2018 at 6:09 AM

    SOCI q1 2018 ternyata menurun laba nya ya Bro Rivan ? bagaimana prospek SOCI setelah melihat laporan q1 2018 Bro Rivan ?

  • Icha
    May 4, 2018 at 3:07 AM

    Bisnis perkapalan ini kok saya lihat “unik” ya pak Raymond? Mulai dari BULL, BLTA, APOL, hingga yang terbesar macam SOCI trendnya selalu menurun mulai dari IPO sampai sekarang. Sangat kontradiksi dengan harga minyak yang mulai merangkak naik (seharusnya diikuti dengan bangkitnya perusahaan perkapalan), pemerintah yang support habis kemaritiman dengan bangun tol laut, pelabuhan, hingga kebijakan khusus wajib pakai kapal lokal semuanya tidak mampu menggairahkan bisnis ini. Jangankan menggairahkan, untuk bikin sahamnya sideways atau net profitnya konstan dari tahun ke tahun saja tidak, malah menurun terus itu profit (dan naik terus itu hutang) perusahaan perkapalan kita.

    Ada apa dengan bisnis perkapalan kita? Atau memang bisnis perkapalan ini scam/manajemennya busuk hanya ingin duit gratis dari para ritel, seperti APOL semua?

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Saya adalah seorang Value Investor. Saya memulai investasi sejak tahun 2008 ketika saya berumur 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, saya berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Saat ini, saya memberikan jasa konsultasi kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko.

Like Us On Facebook

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami