buyback saham MIKA

Buyback Shares MIKA : Apakah Meningkatkan Nilai Bagi Pemegang Saham?


Belakangan ini cukup banyak perusahaan yang melakukan pembelian saham kembali, atau yang biasa disebut dengan buyback shares. Setidaknya hingga saat ini ada 20 emiten yang sedang melakukan buyback shares, di antaranya adalah HRUM, KKGI, BNGA, SSIA, MDLN, WSBP, BJTM, dan juga masih ada beberapa emiten lainnya. Namun di antara emiten-emiten yang saat ini sedang melakukan buyback, buyback yang dilakukan oleh MIKA cukup menyita perhatian Penulis. Penulis dalam hal ini cukup terkejut dengan buyback saham MIKA. Oleh karena itu dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai buyback shares yang dilakukan oleh MIKA (PT Mitra Keluarga Karyasehat, Tbk).

 

Buyback Shares Sebanyak 727.54 juta lembar saham MIKA

Setelah disetujui dalam RUPSLB akhir Februari 2018 lalu, manajemen MIKA menyiapkan dana sebesar Rp 1.4 triliun untuk membeli kembali saham perusahaan (buyback) selama 18 bulan ke depan. Rencananya, MIKA akan membeli kembali 727.54 juta lembar saham, atau maksimal 5% dari modal disetor.

Rencananya, transaksi pembelian kembali saham MIKA ini akan dilakukan melalui 2 tahap. Tahap pertama, MIKA akan mengambil saham dengan cara peningkatan modal ditempatkan dan disetor RKI melalui pengeluaran 87.85 juta saham baru yang seluruhnya diambil oleh MIKA. Tahap kedua, MIKA akan melakukan pembelian saham dengan cara penjualan, pengalihan dan pemindahtanganan sebagian saham milik pemegang saham dalam RKI, seperti 32.08 juta saham milik Jozef Darmawan Angkasa, 28.51 juta saham milik Stanley Handiono Angkasa, dan 10.69 juta saham milik Ronny Handiana. setelah penerbitan saham baru tersebut.

 

Apakah Setiap Buyback Shares Meningkatkan Nilai Bagi Para Pemegang Saham?

Mengapa Penulis cukup terkejut dengan buyback yang dilakukan oleh MIKA? Jika Anda ingat umumnya tujuan sebuah perusahaan melakukan buyback saham adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai kekayaan bagi para pemegang sahamnya (Penulis pernah membahas cara Perusahaan meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya pada artikel sebelumnya, yang dapat Anda baca kembali di sini).

 

 Baca lagi : Inilah Cara Perusahaan Menciptakan Nilai Bagi Para Pemegang Saham

 

Namun perlu dicatat bahwa buyback shares memberikan nilai bagi para pemegang saham jika harga saham dihargai sedemikian rendahnya oleh pasar, sehingga tidak lagi mencerminkan keadaan fundamental yang sebenarnya (jadi bahasa gampangnya, kinerja keuangan nya semakin baik tapi harga sahamnya semakin turun tanpa disertai penurunan kinerja keuangan). Dalam kondisi seperti itu, Buyback Shares dilakukan Perusahaan untuk mengembalikan (baca : menaikkan) harga sahamnya. Dengan melakukan buyback, maka jumlah saham yang beredar akan lebih sedikit. Jika permintaan meningkat, sementara supply lebih sedikit, maka harga akan bergerak naik. Prinsip tersebut yang digunakan oleh para emiten untuk mengembalikan harga saham kepada harga yang sewajarnya.

Selain meningkatkan harga saham, buyback shares juga memberikan keuntungan bagi Perusahaan itu sendiri. Ketika sebuah perusahaan melakukan pembelian kembali saham, saham yang dibeli akan dicatat sebagai Treasury Stock. Seiring berjalannya waktu, dengan kinerja perusahaan yang baik ditambah dengan pembelian kembali saham akan meningkatkan harga saham. Ketika harga saham sudah kembali pada ‚Äúharga yang seharusnya‚ÄĚ, maka saham yang berada di dalam Treasury Stock itu bisa dijual kembali ke pasar pada harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Selisih dari harga beli dan harga jual ini akan menjadi tambahan dana bagi perusahaan.

Jadi dengan kata lain, jika skenario buyback saham dilakukan ketika harga sahamnya undervalued, maka baik Perusahaan maupun Pemegang saham sama-sama diuntungkan. Di satu sisi, Perusahaan bisa mendapatkan tambahan dana segar tanpa perlu mengeluarkan saham baru. Di sisi lain, Pemegang saham juga mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga sahamnya tersebut.

 

Apakah Buyback Shares MIKA Memberikan Nilai Tambah Bagi Pemegang Saham ?

MIKA sendiri telah memberikan pernyataan bahwa tujuan dilakukannya buyback tersebut adalah untuk meningkatkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham. Namun pertanyaannya, apakah cara buyback shares ini merupakan cara yang tepat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat kinerja MIKA yang terbaru.

Per artikel ini ditulis, MIKA belum merilis Laporan Keuangan Q4 2017 nya, sehingga kita akan menggunakan Laporan Keuangan Q3 2017 sebagai acuan. Dalam laporan keuangan Q3 2017, MIKA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 521.7 miliar (atau Rp 695.6 miliar jika disetahunkan). Sementara itu Ekuitas MIKA per Laporan Keuangan Q3 2017 adalah Rp 3.56 triliun. Dengan jumlah saham yang beredar saat ini adalah 14.5 miliar lembar saham, maka kita akan mendapatkan Earnings per Share (EPS) MIKA sebesar Rp 48 dan Book Value (BV) MIKA sebesar Rp 245. Pada harga saham saat artikel ini ditulis (Rp 2150), kita akan mendapatkan Price to Earning Ratio (P/E Ratio) MIKA sebesar 44.8x dan Price to Book Value (P/BV Ratio) MIKA sebesar 8.7x. Ditambah dengan rata-rata pertumbuhan MIKA yang cenderung flat selama beberapa tahun terakhir, kita bisa mengatakan bahwa harga saham MIKA saat ini tergolong mahal (sangat mahal malahan).

Nah dalam kasus MIKA di atas, kita bisa lihat bahwa kondisi nya berbeda dengan buyback yang dilakukan oleh perusahaan lainnya. Berdasarkan kinerja terbarunya di atas, saat ini valuasi MIKA jelas dikatakan mahal. Dalam kondisi harga saham yang termasuk overvalued seperti saat ini, maka pembelian kembali saham tidak memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Mengapa? Karena tanpa dilakukan buyback shares ini pun, harga saham MIKA sudah berada jauh di atas nilai intrinsiknya. Berbeda dengan misalkan MDLN yang saat ini harga sahamnya hanya setengah dari nilai bukunya, maka buyback shares akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.

Kalau memang tujuan MIKA adalah untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya, ketimbang mengeluarkan Rp 1.4 triliun untuk membeli kembali sahamnya, alangkah lebih baik jika Perusahaan menggunakan dana tersebut dibagikan dalam bentuk dividend (tahun lalu perusahaan membagikan dividend Rp 34.0 per lembar saham, dengan dividend yield sekitar 1.3%). Dengan dana tersebut, pemegang saham bisa mendapatkan dividend yield setidaknya 2x lipat (+- 3%). Atau, Perusahaan juga bisa menggunakan dana tersebut untuk ekspansi, yang nantinya akan memberikan laba bersih yang lebih besar bagi perusahaan di masa yang akan datang (karena dalam beberapa tahun terakhir laba bersih perusahaan hanya bertumbuh flat saja).

 

KESIMPULAN

Penulis berpendapat bahwa keputusan manajemen MIKA melakukan buyback shares saat ini kurang tepat, dan tidak memberikan added value bagi para pemegang sahamnya. Meskipun tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya, buyback shares ini dilakukan pada saat yang kurang tepat, di mana valuasi MIKA seperti telah dijelaskan di atas, saat ini masih sangat mahal.

Dari sini, kita bisa mempelajari bahwa tidak semua buyback shares akan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Sebagai seorang investor, kita perlu mencermati apakah buyback shares yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dilakukan pada timing yang tepat, dan pada harga yang tepat.

Semoga bermanfaat !

 

DISCLAIMER ON :

Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi, bukan rekomendasi jual dan beli. Risiko pada investasi mengikat pada masing-masing investor. Do Your Own Research.

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Mei 2018 akan terbit, Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Cheat Sheet LK Q4 2017¬†sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di¬†sini
  • Join Our Telegram Channel :¬†t.me/ValueInvestingIndonesia¬†untuk mendapatkan update tentang Value Investing. Gratis !
  • Jadwal¬†Value Investing Bootcamp (For Beginner)¬†dapat dilihat di¬†sini. Info lebih lanjut WA¬†0812-9828-9288 (Afiandy)
  • Jadwal¬†Workshop Value Investing (For Intermediate)¬†dapat dilihat di¬†sini. Info lebih lanjut WA¬†0896-3045-2810 (Johan)

 

Tags: , , ,

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami