Inilah Tips Penting Dalam Membaca Laporan Keuangan


Dalam beberapa analisa mengenai saham tertentu yang pernah Penulis sampaikan dalam website www.RivanKurniawan.com, misalkan tentang AISA, GJTL, MBSS, ASRI dll (boleh cek-cek lagi artikel lama yang pernah dipublish sebelumnya), Penulis lebih suka menganalisa sebuah saham berdasarkan data, atau istilahnya adalah speak by data. Penulis pribadi percaya bahwa numbers don’t lie. Artinya kinerja bagus jeleknya sebuah perusahaan bisa dilihat yaa dari Laporan Keuangannya tersebut, dan sebagai seorang investor sudah seharusnya kita juga memahami Laporan Keuangan.

Nah berbicara mengenai Laporan Keuangan, banyak juga investor yang mungkin sudah keburu males melihat Laporan Keuangan yang panjangnya bukan main, bahkan bisa sampai ratusan halaman. Kebanyakan investor mungkin mengambil jurus singkat, yaitu menggunakan aplikasi online trading ataupun aplikasi lainnya untuk melihat laporan keuangan yang singkat. Permasalahannya adalah aplikasi online trading dan aplikasi saham lainnya punya keterbatasan dalam menampilkan data, karena setidaknya sampai saat ini Penulis belum pernah melihat aplikasi online trading ataupun aplikasi yang menampilkan Catatan Kaki Laporan Keuangan. Apa itu Catatan Kaki Laporan Keuangan dan apa pentingnya membaca Catatan Kaki Laporan Keuangan ? Okay kita langsung saja…

 

Dua Format Laporan Keuangan 

Penulis selalu menyarankan kepada para peserta Workshop Value Investing, bahwa dalam mempelajari Laporan Keuangan langsung dari sumber nya, yaitu di www.idx.co.id. Dalam laporan keuangan yang ada di website IDX tersebut, ada 2 format laporan keuangan :

Pertama adalah Laporan Keuangan dengan format yang disediakan oleh BEI sebagai regulator agar format Laporan Keuangan semua emiten disamakan. Format ini memiliki nama file yang di depannya ada kata-kata “Financial Statement”. Sayangnya format ini hanya sekitar 10 – 15 halaman saja isinya, sehingga tidak ada Catatan Kaki nya

Kedua adalah Laporan Keuangan dengan format bebas dari emiten yang bersangkutan, yang depannya bukan kata-kata “Financial Statement” (ada yang pakai kata-kata LK Konsolidasi, ada yang pakai kata-kata Laporan Keuangan”. Format ini yang lebih disarankan untuk digunakan karena memiliki catatan kaki di dalamnya.

Untuk lebih jelasnya, bisa lihat tampilan di bawah ini…

 

Format Laporan Keuangan yang lebih disarankan adalah Format Bebas Dari Emiten

 

Pentingnya Membaca Catatan Kaki Laporan Keuangan

Setelah membuka file Laporan Keuangan tersebut, akan muncul tiga jenis Laporan Keuangan yaitu Laporan Laba Rugi / Income Statement, Laporan Neraca / Balance Sheet, dan Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow). Meskipun ketiga laporan tersebut sebenarnya memiliki banyak informasi yang bisa kita ambil (misalkan bagaimana pertumbuhan laba bersih, margin laba, pendapatan, pertumbuhan ekuitas, arus kas perusahaan, dll), namun ketiga laporan tersebut hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar nya saja, melainkan tidak mendalam.

Sebagai contoh, misalkan kita lihat Laporan Laba Rugi / Income Statement di bawah ini..

 

Laporan Laba Rugi / Income Statement AISA LK Q3 2017

 

Dari laporan laba rugi / Income Statement di atas mungkin kita mendapatkan informasi bahwa jumlah penjualan AISA menurun dari Rp 4.9 Triliun di Q3 2016 menjadi Rp 4.1 triliun di Q3 2017. Namun apakah kita tahu breakdown dari total pendapatan AISA yang sebesar Rp 4.1 triliun dari mana saja? Atau faktor apa yang menyebabkan penjualan AISA menurun Rp 800 miliar? Yup tidak bisa, karena di sinilah keterbatasan ketiga laporan keuangan tersebut.

Nah kalau kita perhatikan, pada baris Penjualan Neto ada tertulis angka 27. Apa arti angka 27 tersebut? Yup angka 27 tersebut artinya jika kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Pendapatan AISA, maka kita perlu membaca Catatan Kaki 27 tersebut. Jadi, secara keseluruhan ketiga jenis laporan keuangan hanya memberikan informasi yang bersifat umum saja, namun ketiga laporan tersebut tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang detail.

Berikut beberapa contoh pertanyaan yang jawabannya hanya bisa didapatkan oleh seorang investor dengan membaca Catatan Kaki :

  1. Dari mana sumber pemasukan perusahaan?
  2. Siapa customer terbesar perusahaan?
  3. Bagaimana kontribusi masing-masing lini bisnis terhadap total? (apabila perusahaan memiliki lebih dari satu lini bisnis)
  4. Bagaimana susunan kepemilikan saham perusahaan?
  5. Siapa saja Pelanggan yang banyak berhutang kepada Perusahaan (Piutang)?
  6. Kapan jatuh tempo hutang jangka pendek perusahaan?
  7. Siapa saja Pihak Berelasi Perusahaan dan bagaimana transaksi dengan pihak berelasi tersebut?
  8. dsb

Catatan Kaki Yang Penting Untuk Dibaca

Setelah kita memahami pentingnya membaca catatan kaki, selanjutnya apa saja Catatan Kaki yang penting untuk dibaca? Secara umum, ada sekitar 40 – 50 catatan kaki untuk setiap Laporan Keuangan. Perlu dicatat setiap Catatan Kaki tersebut sebenarnya penting untuk dibaca karena memiliki informasi masing-masing. Namun dengan waktu yang terbatas, kita perlu memilih Catatan Kaki apa saja yang penting untuk dibaca…

 

1. Catatan Kaki Pendapatan Perusahaan

Catatan Kaki Pendapatan Perusahaan sangat penting untuk mengetahui kontribusi pendapatan dari masing-masing lini usaha sampai dengan per produknya. Dengan mengetahui catatan kaki pendapatan perusahaan ini, kita bisa memperoleh informasi :

  • Darimana sumber terbesar pendapatan perusahaan?
  • Bagaimana trend pendapatan masing-masing lini usaha?
  • Apakah masing-masing lini usaha mengalami kenaikan pendapatan? Atau ada yang mengalami penurunan?
  • Dll

Catatan Kaki Pendapatan AISA Q3 2017

2. Catatan Kaki Segmen Operasi

Segmen Operasi memberikan gambaran kepada investor mengenai pendapatan, beban, serta laba bersih dari setiap lini bisnis yang dimiliki perusahaan. Sebagai catatan, catatan kaki segmen operasi ini biasanya ditampilkan di Laporan Keuangan Perusahaan yang memiliki beberapa lini bisnis di dalam sebuah perusahaan.

Catatan Kaki Segmen Operasi ini sangat penting untuk menganalisa :

  • Bagaimana proporsi penjualan dari masing-masing lini usaha?
  • Bagaimana proporsi beban pokok penjualan dan beban usaha?
  • Bagaimana porporsi laba bersih dari masing-masing lini usaha?
  • Bagaimana proporsi aset dan liabilitas masing-masing lini usaha?
  • Dll

 

 Catatan Kaki Segmen Operasi AISA Q3 2017

 

3. Catatan Kaki Biaya Perusahaan / Expenses

Selain memahami darimana pendapatan terbesar perusahaan, penting juga bagi seorang investor untuk memahami biaya / Expenses yang membebani perusahaan. Biaya / expenses yang dimaksud adalah Cost of Goods Sold dan Operating Expenses. Dengan mengetahui catatan kaki biaya perusahaan, sebagai investor kita dapat mengetahui :

  • Apa saja biaya yang menjadi beban terbesar perusahaan?
  • Apakah ada biaya yang naik secara tidak wajar?
  • Jika ada, bagaimana penjelasan perusahaan mengenai kenaikan biaya yang tidak wajar tersebut?
  • Apakah kenaikan biaya lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pendapatannya? Jika ya, maka berpotensi menggerus keuntungan perusahaan

Catatan Kaki Biaya / Expenses AISA Q3 2017

4. Catatan Kaki Utang Usaha

Catatan kaki selanjutnya yang tidak kalah penting adalah catatan kaki mengenai Utang Usaha. Dengan membaca catatan kaki tentang utang usaha, kita tidak hanya tahu seberapa besar utang usaha, melainkan juga :

  • Seberapa besar hutang dari masing-masing lini usaha?
  • Kepada siapa hutang-hutang tersebut? (Bank / Pihak Ketiga)
  • Berapa besar Bunga Pinjaman?
  • Kapan jatuh tempo nya
  • Dll

Catatan Kaki Utang Usaha AISA Q3 2017

5. Catatan Kaki Manajemen Risiko

Catatan kaki manajemen risiko memberikan informasi yang cukup mendalam bagi seorang investor untuk mengetahui risiko apa saja yang terkait dengan perusahaan? Dengan memahami risiko perusahaan, seorang investor dapat mengetahui :

  • Apa kemungkinan terburuk yang akan terjadi apabila risiko tersebut terjadi?
  • Apa yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi risiko tersebut?
  • Analisa sensitivitas terhadap sebuah risiko
  • dll

Catatan Kaki Manajemen Risiko AISA Q3 2017

 

Kesimpulan

Dengan memahami pentingnya membaca catatan kaki sebuah perusahaan, kita sudah selangkah lebih maju ketimbang investor lainnya yang tidak memahami kondisi perusahaan secara keseluruhan. Seperti yang Warren Buffett katakan, berinvestasilah hanya pada bisnis yang Anda pahami, maka membaca catatan kaki ini akan membuat kita lebih memahami bisnis sebuah perusahaaan secara keseluruhan. Apabila ada sentimen buruk yang terjadi, kita juga bisa mengestimasi seberapa besar impact nya, dan yang terpenting kita akan menjadi lebih tenang dalam berinvestasi karena kita mengetahui betul kondisi perusahaan yang kita pegang sahamnya.

 

Info:

  • Cheat Sheet LK Q4 2017 akan segera terbit, Anda dapat pre-order di sini
  • E-Book Quarter Outlook LK Q4 2017 akan segera terbit, Anda dapat pre-order di sini.
  • Join Our Telegram Channel : t.me/ValueInvestingIndonesia untuk mendapatkan update tentang Value Investing. Gratis !
  • Jadwal Value Investing Bootcamp (For Beginner) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0812-9828-9288 (Afiandy)
  • Jadwal Workshop Value Investing (For Intermediate) dapat dilihat di sini. Info lebih lanjut WA 0896-3045-2810 (Johan)

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Saya adalah seorang Value Investor. Saya memulai investasi sejak tahun 2008 ketika saya berumur 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, saya berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Saat ini, saya memberikan jasa konsultasi kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko.

Like Us On Facebook

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami