Apa itu ROA

Rasio Fundamental : ROA dan ROE


Salah satu tugas manajemen sebuah perusahaan adalah meningkatkan apa yang disebut dengan shareholders value atau nilai bagi para pemegang saham. Salah satu KPI yang termasuk dalam shareholders value tersebut adalah ROA (Return on Asset) dan ROE (Return on Equity). Dalam berinvestasi, seringkali seorang investor juga menjadikan Rasio ROA dan ROE ini menjadi salah satu patokan untuk memilih saham.

ROA merupakan imbal hasil atau tingkat pengembalian laba atas total aset yang tertera di dalam neraca perusahaan. ROA ini biasanya merupakan ukuran kinerja manajemen tingkat atas, karena melihat bagaimana manajemen dapat memanfaatkan aset ini menjadi laba perusahaan. Sementara ROE merupakan imbal hasil atau tingkat pengembalian laba atas total ekuitas, yang menjadi ukuran kinerja perusahaan sekaligus pemegang saham. Bagi pemegang saham yang menginvestasikan dananya di perusahaan sebagai tambahan ekuitas, ROE ini juga menjadi tolak ukur seberapa besar ia akan mendapatkan imbalan atas modal yang diinvestasikan.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa rasio ROA dan ROE didapat dari rumus sebagai berikut :

 

Pertanyaannya adalah rasio mana yang lebih dapat dijadikan acuan? Saya pribadi lebih suka menggunakan ROE sebagai indikator ketimbang ROA. Mengapa demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan coba menggunakan ilustrasi sederhana berikut ini agar dapat lebih mudah untuk dipahami.

 

Perusahaan A Perusahaan B

Total Aset

Rp 100 juta

Rp 100 juta

Laba Bersih Rp 20 juta

Rp 15 juta

 

Perusahaan A memiliki aset Rp 100 juta dan dapat menghasilkan laba bersih Rp 20 juta. Sementara Perusahaan B memiliki aset Rp 100 juta dan dapat menghasilkan laba bersih Rp 15 juta. Dari antara kedua perusahaan tersebut, mana menurut Anda perusahaan yang lebih baik dalam hal pengembalian laba bersih terhadap aset nya? Dengan menggunakan rumus di atas, kita akan mendapatkan ROA untuk kedua perusahaan sebagai berikut :

  • ROA Perusahaan A = Rp 20 juta / Rp 100 juta = 20%
  • ROA Perusahaan B = Rp 15 juta / Rp 100 juta = 15%

Tentu saja jawabannya adalah Perusahaan A, karena dengan modal yang sama, perusahaan A mampu menghasilkan laba bersih yang lebih besar. Namun apakah benar fundamental perusahaan A lebih baik dibandingkan perusahaan B?

Perlu diingat bahwa Total Aset sebuah perusahaan terdiri dari Liabilitas (Hutang atau pinjaman) dan Ekuitas (setoran pemilik dan laba ditahan), atau dapat digambarkan dalam persamaan berikut ini.

Menggunakan contoh yang sama seperti di atas, sekarang mari kita lihat struktur permodalan dari perusahaan A dan perusahaan B.

Perusahaan A Perusahaan B

Total Liabilitas

Rp 20 juta Rp 50 juta
Total Ekuitas Rp 80 juta

Rp 50 juta

TOTAL ASET Rp 100 juta

Rp 100 juta

 

Perusahaan A dan B sama-sama memiliki aset sebesar Rp 100 juta. Namun jika dilihat lebih detail, total aset perusahaan A terdiri dari Total Ekuitas sebesar Rp 80 juta ditambah dengan Liabilitas sebesar Rp 20 juta. Sementara total aset perusahaan B terdiri dari total Ekuitas sebesar Rp 50 juta ditambah dengan liabilitas sebesar Rp 50 juta. Dengan asumsi bahwa Laba Bersih yang dihasilkan masih tetap sama (Laba Bersih Perusahaan A : Rp 20 juta dan Laba Bersih Perusahaan B : Rp 15 juta), maka rasio ROE yang dihasilkan oleh kedua perusahaan adalah sebagai berikut :

  • ROE Perusahaan A = Rp 20 juta / Rp 80 juta = 25%
  • ROE Perusahaan B = Rp 15 juta / Rp 50 juta = 30%

Dilihat dari sudut pandang tingkat pengembalian laba terhadap total ekuitas, Perusahaan B ternyata lebih baik dibandingkan dengan perusahaan A. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar dana yang dapat dikembalikan dari ekuitas menjadi laba. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh dari modal sendiri. ROE tinggi akan menyebabkan posisi pemilik modal perusahaan semakin kuat.

Kembali lagi, mengapa saya lebih menyukai memakai ROE ketimbang ROA? Karena ROE lebih mencerminkan kemampuan perusahaan menggunakan modal dari setoran pemilik dan laba ditahan saja, sehingga lebih mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan asumsi tanpa hutang sekalipun.

Yang perlu diperhatikan pula adalah hati-hati jika ternyata rasio ROA dan ROE perusahaan berbeda jauh, misalkan ROA = 20% dan ROE = 50%, itu artinya perusahaan cenderung memiliki hutang yang relatif besar ketimbang ekuitas nya, karena ROE itu sendiri memiliki persamaan lain, yaitu :

 

Dari persamaan di samping ini, kita mengenal satu istilah baru, yaitu Financial Leverage. Financial Leverage ini bahasa sederhana nya adalah daya ungkit yang didapat dari hutang (liabilitas) perusahaan. Jika FL > 2, artinya Utang > Ekuitas, sedangkan jika FL < 2, artinya Utang < Ekuitas. Jadi, apabila ROA = 20% dan ROE = 50%, maka FL = 2.5 (di atas 2), artinya Utang > Ekuitas.

               

Kesimpulan :

Jadi, kesimpulannya adalah apabila Anda menemukan bahwa rasio ROA sebuah perusahaan lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lainnya (misal : kompetitor di industri yang sama), maka Anda perlu melangkah lebih jauh ke dalam perhitungan ROE nya. Apabila ROE nya juga lebih besar dari kompetitor, barulah dapat dikatakan perusahaan tersebut memiliki tingkat pengembalian laba yang lebih baik. Namun, perhatikan juga apakah rasio ROA dan ROE nya terlalu jauh? Karena apabila ROA dan ROE terlalu jauh, besar kemungkinan bahwa hutang di dalam perusahaan tersebut lebih besar dibandingkan dengan ekuitas nya.

 

 

 

Apa itu ROA Apa itu ROA Apa itu ROA Apa itu ROA Apa itu ROA

Info:

  • Monthly Investing Plan Desember 2017¬†akan segera terbit, Anda bisa memperoleh nya di¬†sini
  • Dapatkan Ringkasan Laporan Keuangan 500+ perusahaan dalam¬†Cheat Sheet, yang dapat Anda peroleh di¬†sini
  • Jadwal¬†Workshop Value Investing, info selengkapnya dapat dilihat di¬†bit.ly/WorkshopValueInvesting¬†:

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut :

SMS / WA : 0896-3045-2810 (Johan) 

atau

Email : rivan.investing@gmail.com

You may also like

2 Comments

  • Nora
    December 20, 2018 at 6:46 PM

    Apa Niali perusahaan (*PBV atau Tobin’S Q) yang bapak gunakan untuk mengukur pengaruh Profitabilitas (ROA/ROE)?

  • Ahmad Muttaqin
    December 2, 2019 at 5:47 AM

    Selamat pagi pak Rivan

    Maaf saya mau tanya yang dimaksud “Rasio ROA dan ROE terlalu jauh”.

    Yang dimaksud terlalu jauh itu yang seperti apa ya pak?

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami