Pesan Moral Investor Saham

Pesan Moral untuk Para Investor Dari Cerita Dongeng Singa, Ayam Jantan dan Keledai


Apakah Anda pernah mendengar cerita dongeng : singa, ayam jantan dan keledai? Ternyata ada pesan moral yang sangat penting di balik cerita dongeng tersebut, khususnya untuk kita yang saat ini baru memulai berinvestasi. Ini cerita dan pesan moralnya.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Singa, Ayam Jantan dan Keledai

Alkisah, ada seekor keledai dan ayam jantan di sebuah peternakan. Keledai dan ayam adalah dua teman baik. Mereka hidup bahagia bersama di sebuah peternakan.

Suatu hari datanglah seekor singa lapar melewati peternakan itu.  Singa tersebut melihat seekor keledai yang gemuk. Si singa, yang kelaparan, memutuskan untuk memangsa keledai tersebut. Si singa berdiri di sana, berpikir, bagaimana cara membuat keledai keluar dari pertanian.

Di sisi lain, si singa tidak sadar, bahwa gerakannya sedang diamati oleh ayam jantan. Si singa tidak melihat ayam jantan itu, karena ia hanya asyik dengan keledai saja.

Ayam jantan menyadari bahwa singa itu sesuai dengan sesuatu. Si ayam berusaha ingin membantu temannya yang dalam kondisi bahaya. Singkat cerita, ayam jantan berkokok, megepakan sayapnya dan membuat bunyi-buyian berisik.

Aksi ayam jantan yang tiba-tiba, tentu saja mengejutkan singa. Akhirnya si singa memutuskan untuk kabur dan dari tanah pertanian tersebut.

Keledai juga mendengar suara berisik dari temannya. Dia mengamati sekitarnya dan melihat bahwa ada seekor singa lari ketakutan. Melihat kejadian tersebut, si keledai berpikir bahwa singa tersebut pengecut dan keledai memberanikan diri mengejar singa.

Setelah lari beberapa meter, segera singa berpikir, “Kenapa aku kabur? Dan berpikir untuk: “Aku akan berbalik dan bertarung.”

Singa itu menoleh ke belakang, dan siap untuk kembali ke tanah peternakan untuk berduel. Siapa sangka, ketika melihat ke belakang si singa malah melihat keledai yang sedang mengejarnya. Si Singa merasa sangat senang melihat mangsanya sendiri mendekatinya. Singa melompat ke keledai malang dan membunuhnya. Saat dia mulai makan, dia berhenti dan berkata, “Hari ini saya tertipu. Mangsa saya sendiri mengejarku!”

 

Moral Story Cerita Dongeng Singa, Ayam Jantan dan Keledai

Cerita atau pelajaran berharga dari cerita dongeng: singa, ayam jantan dan keledai adalah jangan terlalu percaya diri dan arogan.

  • Singa terlalu percaya diri, bahwa dirinya mampu memakan keledai. Jangan pernah merasa cepat puas, karena makanan yang belum ada di tenggorokan Anda belumlah menjadi makanan Anda.
  • Jangan juga menjadi arogan seperti keledai, yang mengejar singa.

 

 

Investor : Jangan Terlalu Yakin dan Arogan

Banyak orang-orang yang baru berinvestasi melakukan kesalahan-kesalahan fatal. Kesalahan tersebut mengakibatkan banyak hal, termasuk kerugian, kekecewaan terhadap diri sendiri dan beberapa diantaranya menyebabkan orang “kapok” untuk berinvestasi lagi. Berikut ini 5 kesalahan investor pemula:

 

#1 Tidak Mempelajari Terlebih Dahulu

Kesalahan yang pertama dilakukan investor baru adalah berinvestasi tanpa mempelajari terlebih dahulu produk investasi. Investor yang baik dan sukses, adalah investor yang tahu cara mengendalikan investasinya. Bagaimana cara mengendalikan investasi, jika Anda tidak memiliki ilmunya terlebih dahulu?

 

#2 Tidak Mampu Menguasai Mindsetnya

Investor selalu bermasalah dengan mindset, seperti tamak (greedy) dan takut (fear). Seorang investor professional dapat menguasai kedua mindset. Seseorang yang dapat mengendalikan emosi dan mindset-nya akan jauh lebih sukses, karena keputusan-keputusan investasi dibuat atas dasar rasional.

 

#3 Tidak Memulai dari Jumlah yang Kecil

Apakah Anda tahu bahwa belajar berinvestasi itu seperti seseorang yang belajar berenang? Tidak ada seorang pun yang jago berenang hanya dengan menghafalkan teori-teori cara berenang. Mereka perlu berlatih dan berlatih untuk mempertajam kemampuannya. Orang yang baru belajar berenang juga tidak belajar di kolam yang dalam, mereka memulai dengan kolam yang dangkal. Setelah memiliki kemampuan lebih, baru pindah ke kolam yang lebih dalam.

Belajar Investasi itu Mirip dengan Belajar Berenang - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Belajar Berinvestasi Itu Mirip Dengan Belajar Berenang]

 

Jika Anda mau belajar berinvestasi, jangan hanya menghafalkan teori-teori berinvestasi. Investasi itu perlu dipraktekkan, namun mulailah dari angka yang kecil. Fokus pada berinvestasi dengan cara yang benar, bukan pada hasil yang besar (dengan cara yang salah).

 

#4 Tidak Memiliki Rencana Investasi

Banyak orang melakukan eksekusi tanpa strategi atau tanpa rencana matang.

Seorang investor professional pasti memiliki rencana investasinya, mulai dari berapa modal yang dimiliki, berapa harga belinya, berapa harga jualnya, berapa target keuntungan, berapa toleransi kekalahan maksimal dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin berinvestasi, mulailah dengan membuat sebuah rencana keuangan. Rencana keuangan adalah GPS Anda, yang mempermudah jalan Anda untuk mewujdukan tujuan-tujuan keuangan. Investasi adalah alat atau kendaraan yang membawa Anda mencapai tujuan keuangan tersebut.

 

#5 Berinvestasi Seperti Berjudi

Seorang investor professional berinvestasi selayaknya investor, bukan penjudi.

  • Mereka melakukan perhitungan, bukan hanya feeling atau untung-untungan.
  • Mereka mengetahui apa yang mereka lakukan, bukan sekedar tebak-tebakan.

 

 

#6 Tidak Melakukan Review Berkala

Investor amatir: beli, diamkan dan berharap harga naik tanpa ada kejelasan (tanpa ada analisa sebelumnya).

Investor professional: melakukan analisa, membeli (sesuai rencana investasi), me-review Laporan Keuangan secara berkala dan menjual jika sudah sesuai dengan target.

Review berkala bertujuan agar Anda tetap update dengan kondisi investasi Anda terkini. Namanya investasi, bisa jadi hasilnya sesuai dengan rencana investasi atau malah tidak sesuai dengan rencana. Dengan adanya review berkala, Anda dapat mengambil tindakan yang diperlukan.

 

[Baca Juga: Jangan Malas Melakukan Evaluasi Investasi Anda]

 

#7 Berinvestasi dengan Uang Sisa

Apakah Anda “menyisihkan pemasukan” untuk ditabung atau diinvestasikan? Jika ya, berarti investasi Anda bisa jadi tidak jalan, karena Anda kehabisan sisa uang. Alih-alih menyisihkan, mulai sekarang Anda perlu memprioritaskan pemasukan untuk ditabung dan diinvestasikan. Perhatikan gambar di bawah ini:

Cara Mengelola Keuangan Keluarga Versi 2.0 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Kami menempatkan pengeluaran untuk tabungan dan investasi, di atas pengeluaran rumah tangga. Artinya Anda mendahulukan atau memprioritaskan investasi.

 

Jadilah Seorang Investor yang Professional

Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan dan mampu mewujudkan tujuan-tujuan keuangan, maka Anda perlu berinvestasi dengan cara yang dilakukan oleh investor-investor professional, caranya:

  1. Pelajari produk investasinya terlebih dahulu.
  2. Belajar mengendalikan mindset dari sikap tamak (greed) atau takut (fear).
  3. Berinvestasilah mulai dengan uang yang lebih kecil untuk belajar.
  4. Miliki rencana investasi dan rencana keuangan (financial plan)
  5. Berinvestasilah, bukan berjudi.
  6. Buat review
  7. Jadikan investasi sebagai prioritas.

 

Semoga kita dapat belajar dari cerita dongeng singa, ayam jantan dan keledai. Jangan jadi investor yang arogan dan sok, melainkan jadilah investor yang professional.

 

Apakah Anda pernah mengalami permasalahan dengan investasi Anda?

Silakan share pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini..

 

Sumber Referensi:

 

 

Pesan Moral Investor Saham Pesan Moral Investor Saham Pesan Moral Investor Saham Pesan Moral Investor Saham Pesan Moral Investor Saham Pesan Moral Investor Saham

Info:

  • Monthly Investing Plan November 2017 sudah terbit, Anda bisa memperoleh nya di sini
  • Dapatkan Ringkasan Laporan Keuangan 500+ perusahaan dalam Cheat Sheet, yang dapat Anda peroleh di sini
  • Jadwal Workshop Value Investing, info selengkapnya dapat dilihat di bit.ly/WorkshopValueInvesting :

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut :

SMS / WA : 0896-3045-2810 (Johan) 

atau

Email : rivan.investing@gmail.com

 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami