Peran Investor dalam Lingkungan

Investasi Saham Sambil Melestarikan Lingkungan, Memang Bisa?


Jika kita berbicara mengenai investasi di pasar modal, mungkin paradigma yang terbentuk di benak kita adalah bagaimana kita sebagai investor  mendapatkan profit dari pasar saham melalui kenaikan harga saham. Begitu pula pimpinan perusahaan memiliki kewajiban untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dengan kinerja perusahaan yang positif dan konsisten. Namun, tahukah Anda bahwa dengan menjadi seorang investor saham, kita bisa ikut serta dalam kelestarian lingkungan?

 

Nah, mungkin belum banyak dari kita yang menyadari atau mengetahui bahwa di Bursa Efek Indonesia, ada satu indeks yang bernama SRI KEHATI. Apa itu indeks SRI KEHATI? Sebelum kita membahas mengenai indeks SRI KEHATI, saya ingin mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam mengenai Yayasan KEHATI. Berikut ini adalah sekilas mengenai Yayasan KEHATI yang saya rangkum dari website www.kehati.or.id.

 

Yayasan KEHATI merupakan kependekan dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Berdiri sejak 12 Januari 1994 untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan untuk menunjang program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Penggagas Yayasan KEHATI ini adalah Bapak Emil Salim. Beliau adalah¬†mantan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup saat Kabinet Pembangunan III, IV, dan V (1978 ‚Äď 1993). Kala itu, beliau diminta oleh pemerintah Indonesia untuk membentuk sebuah organisasi untuk menampung bantuan hibah dari Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang.

Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia sepakat bekerjasama untuk membantu program pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan di Indonesia. Kemudian dirumuskan dalam Deklarasi Tokyo tahun 1993. Hibah yang diperoleh ini berbentuk dana cadangan abadi atau biasa disebut endowment fund. Hibah ini kemudian diinvestasikan kembali di pasar modal dalam bentuk saham dan obligasi. Hasil dari perputaran dana ini kemudian akan dipakai untuk membiayai program bantuan hibah yang dilaksanakan oleh mitra KEHATI.

 

Logo Yayasan KEHATI

 

 

Sejak 8 Juni 2009, Yayasan KEHATI bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia meluncurkan indeks yang disebut SRI KEHATI, di mana Indeks ini mengacu pada tata cara Sustainable and Responsible Investment (SRI). Tujuan dibentuknya indeks SRI KEHATI adalah memberikan informasi secara terbuka perusahaan-perusahan yang dianggap memiliki kepedulian pada lingkungan, tata kelola perusahaan, dan etika bisnis yang baik. Setiap 2x setahun (lebih tepatnya di bulan April dan Oktober), Yayasan KEHATI akan menetapkan 25 perusahaan yang dianggap memenuhi kriteria tersebut.

 

Mekanisme pemilihannya cukup sederhana. Langkah pertama, dilakukan seleksi negatif awal yang mencegah perusahaan berorientasi pada hal-hal negatif seperti nuklir, senjata, tembakau, alcohol, pornografi, judi, dll. Langkah kedua dilakukan seleksi dari aspek finansial dengan kriteria Market Cap > Rp 1 triliun, total asset > Rp 1 triliun, free float rate > 10%, dan memiliki PE Ratio yang positif (dengan kata lain perusahaannya harus menghasilkan keuntungan). Setelah itu, barulah masuk kepada langkah ketiga yaitu seleksi dari aspek fundamental, dengan mengedepankan tata kelola perusahaan, lingkungan, keterlibatan masyarakat, SDM, dan HAM.

 

 

 

Tahapan Seleksi Indeks SRI KEHATI (Source : https://www.kehati.or.id/indeks-sri-kehati/)

 

Setelah terpilih 25 perusahaan, maka selanjutnya Yayasan KEHATI akan menginformasikan ke Bursa Efek Indonesia, dan selanjutnya BEI akan mempublikasikan Indeks SRI KEHATI tersebut melalui www.idx.co.id. Dan inilah daftar emiten yang masuk ke dalam Indeks SRI-KEHATI Periode Mei ‚Äď Oktober 2017 :

No

Stock Code

Nama Perusahaan

1

AALI Astra Agro Lestari Tbk.

2

ADHI

Adhi Karya (Persero) Tbk.

3 ASII

Astra International Tbk.

4

BBCA Bank Central Asia Tbk.

5

BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
6 BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

7 BDMN

Bank Danamon Indonesia Tbk.

8

BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.
9 BSDE

Bumi Serpong Damai Tbk.

10

GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
11 INDF

Indofood Sukses Makmur Tbk.

12 JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

13

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk.
14 KLBF

Kalbe Farma Tbk.

15

LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk.

16

PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
17 PJAA

Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

18 SMGR

Semen Indonesia (Persero) Tbk.

19

TINS Timah (Persero) Tbk.
20 TLKM

Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

21

UNTR United Tractors Tbk.
22 UNVR

Unilever Indonesia Tbk.

23

WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk.
24 WSKT

Waskita Karya (Persero) Tbk.

25

WTON

Wijaya Karya Beton Tbk.

 

Pada pelaksanaanya, kehadiran Indeks SRI KEHATI ini diharapkan dapat meningkatkan exposure keberadaan emiten yang sadar lingkungan, peduli terhadap sosial, dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik. Sehinnga investor yang memiliki wawasan sosial dan memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial yang tinggi pun dapat memilih saham yang berada di dalam indeks tersebut.

 

Pertanyaan berikutnya, apakah ada hubungan antara Indeks SRI KEHATI dengan Value Investing? Secara tidak langsung, jawabannya adalah ADA. Kalau Anda lihat lagi seleksi indeks SRI KEHATI ini juga mempertimbangkan indikator finansial, di mana salah satunya adalah perusahaan memiliki positive Price Earning Ratio (PER) selama 6 bulan terakhir, yang artinya perusahaan yang masuk ke dalam indeks SRI KEHATI ini adalah perusahaan-perusahaan yang sehat karena mencetak keuntungan selama 6 bulan terakhir (Kalau perusahaan rugi, maka tentu saja PER nya menjadi bernilai negatif).

 

Hanya saja, Indeks SRI KEHATI tidak terlalu menekankan pada aspek valuasi perusahaan, sehingga mungkin saja emiten yang masuk dalam Indeks SRI KEHATI ini secara valuasi sudah mahal. Namun, Anda sebagai value investor, bisa menggabungkan strategi SRI HAYATI ini dengan Value Investing, di mana Anda dapat menghitung valuasi dari 25 saham di atas apakah masih undervalued ataukah sudah overvalued?

 

Sekarang Anda memiliki perspektif baru bahwa investasi di saham tidak hanya melulu mencari keuntungan semata. Dengan menggabungkan Indeks SRI KEHATI dengan Value Investing, Anda akan mendapatkan 2 hal sekaligus. 1) Perusahaan dengan fundamental bagus pada harga undervalued, serta 2) Perusahaan yang yang sadar lingkungan, peduli terhadap sosial, dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik. Jadi selagi Anda mendapatkan profit di pasar saham, Anda juga mendukung lingkungan dan sosial agar menjadi lebih baik lagi. Sounds good?

 

Jadi, apakah ada di antara 25 saham yang masuk di dalam Indeks SRI-KEHATI ini yang masuk ke dalam portfolio Anda saat ini? Please share atau comment ke pembaca lainnya jika ada…

 

Info :

Dapatkan ringkasan Laporan Keuangan dari 500+ perusahaan di BEI serta kalkulator untuk mengetahui harga wajar sebuah saham dengan berlangganan Cheat Sheet. Untuk info lebih lanjut, silakan klik di sini.

Monthly Investing Plan September 2017 sudah terbit, Anda bisa berlangganan di sini.

 

 

Peran Investor dalam Lingkungan Peran Investor dalam Lingkungan Peran Investor dalam Lingkungan Peran Investor dalam Lingkungan Peran Investor dalam Lingkungan

 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami