Sektor Pakan Ternak 2017

Lesunya Sektor Pakan Ternak di 2017


Sektor Pakan Ternak 2017 Lesu

Kinerja saham emiten di sektor pakan ternak pada kuartal I 2017 tidak sekinclong tahun lalu. Dua perusahaan yang menjadi simbolik di sektor pakan ternak yaitu PT Charoen Phokpand Indonesia (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) belakangan ini turun, di mana misalkan CPIN, di mana harga sahamnya turun dari 3,370 ke 3,000 (turun 11%) dalam 2 minggu terakhir

 

Pergerakan harga saham CPIN

 

Atau lebih parahnya lagi JPFA, di mana harga saham nya turun 29% dari 1,555 (turun 29%) ke 1,100 dalam 2 minggu terakhir

 


Pergerakan harga saham JPFA

 

Ternyata, titik balik penurunan harga saham CPIN maupun JPFA terjadi pasca keluarnya laporan keuangan Kuartal I 2017. Jika kita lihat laporan keuangan Kuartal I 2017, baik CPIN maupun JPFA masing-masing mengalami penurunan laba bersih yang cukup signifikan apabila dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 kemarin. Contohnya saja CPIN, di mana laba bersih nya pada Kuartal I 2017 sebesar Rp 762 miliar, turun 17.9% dibandingkan Kuartal I 2016 sebesar Rp 626 miliar. Padahal laba nya sepanjang 2016 (Rp 2.23 triliun) naik 21.45% dari laba di 2015 (Rp 1.83 triliun). Hal serupa juga terjadi pada JPFA, di mana laba bersih anjlok drastis pada Kuartal I 2017, atau menyusut 67% menjadi Rp 91.42 miliar bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 277.2 miliar. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan, ada apa dengan bisnis poultry (pakan ternak)?

 

Jawabannya tak terlepas dari kebijakan pemerintah. Mulai tahun 2017 ini, Kementrian Pertanian (Kemtan) sudah tidak lagi mengeluarkan rekomendasi impor jagung untuk pakan ternak. Saat ini kebutuhan jagung dalam negeri melonjak untuk kebutuhan pakan ternak (demand tinggi), namun pada saat yang bersamaan ketersediaan jagung tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada (supply rendah). Sesuai prinsip ekonomi, di mana saat demand tinggi namun supply rendah, maka harga jagung akan melambung tinggi. Sejak awal tahun, harga jagung sudah berada di atas kisaran Rp 4,000 per kilogram (kg). Harga ini melampaui harga tertinggi Rp 3,150 per kg. Kondisi ini membuat bisnis perusahaan di sektor pakan ternak mengalami penurunan laba bersih. Padahal, untuk company seperti CPIN dan JPFA ini kebutuhan akan jagung mencapai 50% dari komponen pokok.

Terang saja hal ini membuat beban pokok penjualan menjadi CPIN dan JPFA meningkat drastic (yang berujung pada penurunan laba bersih). Untuk ilustrasinya dapat lihat di bawah ini.

 

CPIN (PT Charoen Phokphand)

Kuartal I 2016

Kuartal I 2017

Change %

Pendapatan

9.0 triliun

12.0 triliun

+33.3%

Beban Pokok Penjualan

7.6 triliun

10.6 triliun

+39.6%

Laba Bruto

1.4 triliun

1.4 triliun

-0.3%

Laba Bersih

762 miliar

625 miliar

-17.9%

 

JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia)

Kuartal I 2016

Kuartal I 2017

Change %

Pendapatan

6.4 triliun

6.6 triliun

+2.9%

Beban Pokok Penjualan

5.3 triliun

5.5 triliun

+3.9%

Laba Bruto

1.1 triliun

1.0 triliun

-1.8%

Laba Bersih

277 miliar

91 miliar

-67.0%

 

Jadi fluktuasi bisnis perusahaan di sektor poultry itu juga sangat ditentukan kebijakan pemerintah. Pasalnya, industri di sektor poultry juga menyediakan protein hewani yang murah ke masyarakat. Karena itu, pemerintah sudah seharusnya mendukung kelangsungan bisnis industri perunggasan agar tidak mengalami kerugian terus-menerus. Bila tahun lalu industri pakan ternak masih bisa mengandalkan gandum, tapi pada tahun ini, Kemtan menutup ruang impor gandum untuk pakan ternak. Selain itu, saat ini terjadi juga kelebihan suplai ayam broiler di pasaran yang membuat harga anjlok sehingga tidak menguntungkan secara bisnis.

 

Secara valuasi, di harga saham 3,000, CPIN mencatatkan PER 19.7x; sementara JPFA di harga 1,100 mencatatkan PER 34.0x (di mana valuasi yang murah adalah PER di bawah 10x). Kecuali ada solusi lain dari pemerintah, atau ada perubahan fundamental lainnya ke arah yang lebih positif, rasa nya belum cukup bijak bagi Anda untuk invest atau trading di sektor pakan ternak (poultry) untuk saat ini.

 

###

 

Info┬á:┬áHadirilah Workshop Value Investing tanggal 27 Mei 2017 di Mirae Asset Sekuritas Mangga Dua┬ápukul 10.00 ÔÇô 13.00. Pendaftaran dapat dilakukan melalui :

http://bit.ly/hotsector2017

atau

Email : miraeasset.event@gmail.com

WA : Frans (085773608850)

 

Tags : Sektor Pakan Ternak 2017 Sektor Pakan Ternak 2017, Sektor Pakan Ternak 2017. Sektor Pakan Ternak 2017 Sektor Pakan Ternak 2017, Sektor Pakan Ternak 2017

You may also like

1 Comment

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami