Value Investing

Value Investing : Menjadi Kaya Sambil Tidur


Masih sehubungan dengan artikel sebelumnya, di mana saya berevolusi dari seorang trader menjadi seorang Value Investor, di mana Anda dapat melihat kembali artikel nya di sini. Awal nya saya ragu apakah beralih menjadi seorang Value Investor ini keputusan yang tepat, karena metode nya sama sekali tidak popular. Saya bisa mengatakan Value Investing bukan metode yang populer, karena selama 2009 – 2012 tidak ada seorang pun, baik itu perusahaan sekuritas maupun grup-grup saham yang saya ikuti, TIDAK ADA SATUPUN YANG MEMBAHAS MENGENAI VALUE INVESTING.

 

Mengapa Value Investing bukan merupakan metode yang populer? Oke, saya coba berikan ilustrasinya. Jika saya bertanya kepada 100 orang “Saya punya jurus yang bisa membuat Anda kaya, Apakah Anda mau?” Taruhan pasti 100 dari 100 orang akan menjawab  “Mauuuu…”. Kemudian saya lanjutkan lagi dengan pertanyaan kedua “Jurus saya ini dapat membuat Anda kaya, namun butuh waktu 20 tahun, Apakah Anda masih mau?” Taruhan lagi sama saya pasti 95 dari 100 orang mulai ragu. Beberapa mungkin bertanya “Apa gk ada jurus yang bisa bikin lebih cepat kaya, Pak?” Nah ini dia permasalahannya. Mayoritas dari kita sudah terbiasa dengan yang namanya INSTANISME, alias semua ingin serba instan.

 

Perhatikan deh, sejak zaman teknologi makin berkembang semua jadi serba instan. Kirim pesan instan, dapat informasi instan, upload foto instan, pesan makanan instan, cari kendaraan instan, semua nya jadi serba instan. Hal lain nya lagi, perhatikan juga deh kalo di jalanan, semua kendaraan berebutan ingin duluan. Yaa lampu merah diterobos lah, yaa jalan lawan arus lah karena gak mau putar balik. Secara tidak langsung, kita juga pasti berpikir cara supaya bisa kaya instan. Dan dalam konteks di pasar saham, mengapa buanyakkk sekali investor yang lebih menyukai cara-cara yang menawarkan mendapatkan profit yang instan. Atau lebih parahnya spekulasi dengan ngikut saham apa yang lagi terbang, semuanya yaaa itu tadi ingin kaya instan. Pada kenyataannya, memang ada saja orang yang akhir nya kaya raya dengan cara-cara instan tadi. Namun mayoritas justru mengalami hal sebaliknya, mengalami kerugian di pasar saham dengan cara tersebut.

 

Padahal, tahukah Anda bahwa Value Investing ini merupakan metode untuk menjadi KAYA SAMBIL TIDUR? Koq bisa? Gini, saya coba berikan Anda gambaran. Anda pasti tahu kan dengan Anda membeli saham sebuah perusahaan, maka Anda menjadi PEMILIK perusahaan tersebut (meskipun hanya 1 lot, Anda tetap menjadi pemilik loh…) Nah, sebagai pemilik perusahaan, Anda memiliki sejumlah manajemen atau Board of Director yang sudah sangat berpengalaman di bidang nya untuk menjalankan sebuah perusahaan untuk terus menuju arah yang lebih baik. Yang Anda perlu lakukan hanyalah memantau kinerja perusahaan, melalui apa? Melalui yang namanya Laporan Keuangan. Sisanya? Yaa Manajemen dan Board of Director tadi lah yang bekerja. Anda tinggal duduk manis dan menikmati hasilnya. Tapi tentu saja, dengan Anda terus mengikuti perkembangan perusahaan tersebut.

 

Nah, kalau Anda sudah mempraktekkan konsep Value Investing, di mana seorang Value Investor biasanya hanya mau membeli saham yang nilai wajar nya 1,000 di harga 700, 600, atau lebih rendah lagi, dan itu saya yang dilakukan, Anda tidak perlu ngapa-ngapain lagi. Jika saham tersebut langsung naik hingga ke posisi 1000 atau lebih dalam waktu beberapa bulan bahkan kurang, maka saham tersebut bisa dijual terlebih dahulu (anggap keberuntungan saja). Namun kalau tidak? Yaa selama tidak ada perubahan fundamental dari saham bersangkutan, saham tersebut dihold saja.

 

Jadi, Anda gak perlu untuk setiap waktu bertransaksi jual dan beli sibuk mencari saham apa yang bakal naik cepat besok. Daripada Anda menghabiskan waktu untuk itu, lebih baik Anda gunakan waktu Anda untuk menjalankan bisnis yang lain, quality time dengan keluarga yang Anda cintai, bersosialisasi dengan teman-teman Anda, atau jalan-jalan pergi liburan 🙂 Enak bukan?

 

Hal lain mengapa Value investing bukan metode yang populer, karena Value Investing biasanya dipandang sebagai contrarian, di mana biasa nya saham-saham yang dipegang Value Investor biasanya bukanlah saham yang banyak dibicarakan di media, atau muncul ke permukaan. Contoh paling fenomenal adalah ketika Lo Kheng Hong, Value Investor tersukses di Indonesia, membeli saham MBAI (PT Multi Breeder Adirama Indonesia), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan memproduksi ternak ayam pada tahun 2005 di harga saham Rp 250, di mana saat itu MBAI saham yang bisa dibilang sangat sepiiiiii diperbincangkan apalagi diperdagangkan. 6 tahun kemudian? Harga sahamnya naik menjadi Rp 31,250 dan barulah banyak orang memperbincangkan nya. Contoh lain yang baru-baru ini yaitu KBLI, di mana sebelumnya volume perdagangannya juga sangat sepiiii ketika masih di 280 an, baru kemudian dilirik setelah muncul berita di sana-sini. Bahkan mulai banyak yang mengatakan valuasi nya bisa sampai di atas 1000.

 

Meskipun Value Investing bukanlah strategi yang populer, namun investor terbaik di dunia, umumnya merupakan Value Investor. Seperti hal nya Warren Buffett, atau Lo Kheng Hong. Warren Buffett atau Lo Kheng Hong tidak pernah mentargetkan pertumbuhan sampai ratusan persen dalam satu tahun, melainkan hanya target konservatif saja, yaitu sekitar 20 – 30% per tahun nya. Warren Buffett dan Lo Kheng Hong tahu, asalkan konsep Value Investing ini diterapkan secara konsisten. Maka Asset nya akan terus bertumbuh dan berlipat ganda dengan menggunakan the power of compounding return, di mana asset nya akan berlipat secara terus menerus. Anda dapat membaca kembali mengenai the power of compounding return di sini. Warren Buffett menerapkan Value Investing selama lebih dari 50 tahun secara konsisten yang membuat dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia dari pasar saham.

 

Oke, sekarang pertanyaannya, manakah pilihan Anda? Ingin kaya instan dengan metode-metode yang sudah dijelaskan di atas, atau slow but sure namun akhir nya sampai dengan selamat? Well, the choice (and the risk) is yours..

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Juli 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Cheat Sheet LK Q1 2019 sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q1 2019 akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di sini.
  • Jadwal Workshop :
    • Workshop & Advance Value Investing (Jogja, 6 – 7 Juli 2019) dapat dilihat di sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Surabaya, 20 – 21 Juli 2019) dapat dilihat di sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 3 – 4 Agustus 2019) dapat dilihat di sini.

 

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami