Saham Itu Judi

Saham Itu Judi ?


Artikel ini akan menceritakan sedikit mengenai pandangan negative yang banyak beredar mengenai “saham itu judi” di masyarakat. Saya sendiri, seperti yang sudah diceritakan di dalam profil saya, memulai investasi dari tahun 2009 (sebenarnya dari 2008 namun masih patungan dengan teman-teman di kampus). Artinya, sampai dengan tahun 2017 ini saya sudah 8 ‚Äď 9 tahun berinvestasi.

 

Banyak orang mengatakan bahwa SAHAM itu sama dengan JUDI. ‚ÄúJangan pernah main saham, pasti jatuh atau rugi, ujung-ujungnya pasti duit habis‚ÄĚ. Sampai detik ini, saya banyak sekali mendengar hal-hal seperti itu. Memang tidak bisa disalahkan karena banyak orang yang ‚Äúcoba-coba‚ÄĚ berinvestasi di saham tanpa mempelajari terlebih dahulu ilmunya. Ibaratnya, mau ikutan kompetisi Formula 1, tapi belum punya license nya.

 

Saya pun ketika awal berinvestasi di saham pun ditentang oleh orang tua. Orang tua saya banyak mendapat masukan dari temannya bahwa banyak yang gagal total di saham. Saya pun jadi agak berpikir ulang apakah saya mau serius di investasi saham atau tidak. Terlebih pada tahun 2012 ketika nilai investasi saya turun menjadi sekitar 15%. Tapi untunglah saya berhasil bangkit setelahnya, dan di tahun 2017 ini saya bisa melihat ke belakang sambil tersenyum lebar melihat pertumbuhan investasi saya, dan orang tua pun mendukung 100% keputusan saya ini sekarang.

 

Oke, jadi pertanyaannya apakah nasihat “SAHAM itu JUDI… JANGAN pernah masuk saham, pasti JATUH/RUGI” itu benar?

Saya dengan tegas menjawab, bisa IYA, bisa TIDAK..

 

Mengatakan bahwa SAHAM itu JUDI, sama saja dengan mengatakan bahwa PISAU itu ALAT MEMBUNUH. Memang betul Pisau adalah alat membunuh, jika penggunaannya adalah untuk membunuh, namun apakah kalau Pisau itu dipegang oleh seorang chef untuk menghasilkan makanan lezat, dapat dikatakan juga pisau adalah alat untuk membunuh? Tentu saja tidak, kan? Jadi tergantung pada TUJUAN orang yang menggunakannya. Sama hal nya dengan saham. Apabila Anda menaruh sejumlah uang yang Anda punya di saham dengan TUJUAN INGIN CEPAT KAYA (Anda membeli saham hanya pakai feeling, atau spekulasi), maka benar bahwa SAHAM itu JUDI. Namun jika Anda membeli saham dengan tujuan untuk mengembangkan nilai uang Anda agar tidak tergerus inflasi, mendapatkan passive income melalui dividen, mendapatkan capital gain untuk diinvestasikan kembali, melindungi masa tua Anda, maka tentunya SAHAM itu BUKAN JUDI. Jadi semua kembali lagi kepada TUJUAN Anda.

 

Sehubungan dengan SAHAM, setidaknya ada 3 pendekatan yang biasa dilakukan oleh orang :

  1. Saham untuk JUDI: beli saham tanpa analisa, hanya berdasarkan feeling.
  2. Saham untuk TRADING (dagang): condong menggunakan analisa teknikal (grafik) & jangka pendek.
  3. Saham untuk INVESTASI, condong menggunakan analisa fundamental (laporan keuangan, neraca, dlsb.) & jangka panjang.

 

Saya sendiri lebih condong ke no. 3, yaitu SAHAM untuk INVESTASI. Saya menggunakan teknik/metode investasi Warren Buffett (yang sudah terbukti sukses menjadi INVESTOR sejak 1951 sampai saat ini), yaitu Value Investing.

 

JADI, jika ada seseorang menasehati kita bahwa SAHAM itu JUDI, LIHAT REKAM JEJAKNYA dalam hal yang dinasehatkan… Tanyakan kepada orang tersebut apakah dia menggunakan Analisa Fundamental dalam berinvestasi? Atau jangan-jangan hanya berdasarkan feeling tadi? Karena memang banyak sekali orang ternyata pernah mengalami kerugian karena menggunakan SAHAM sebagai JUDI. Pengalamannya? 1 tahun pun ga ada, mungkin hanya beberapa bulan‚Ķ

 

HATI-HATI dalam mencari nasihat.. Sebagai contoh, kita ga mungkin MENERIMA NASEHAT RUMAH TANGGA dari ORANG YANG GAGAL BERUMAH TANGGA kan? Belajar lah investasi saham dari orang yang sudah berpengalaman di dunia saham, dan tentunya… menggunakan saham bukan untuk judi…

 

Satu hal terakhir, jika orang bertanya kepada saya ‚Äúkamu main saham?‚ÄĚ, saya selalu dengan tegas menjawab ‚ÄúMaaf Pak/Bu, saya bukan main saham, tetapi saya BERINVESTASI di saham‚ÄĚ. Jika kita menganggap saham ini adalah untuk iseng-iseng, hati-hati Anda sudah ada tanda menjurus ke menggunakan saham sebagai judi, namun jika Anda menganggap saham ini secara serius, maka Anda bisa seperti Warren Buffett yang memiliki kekayaan US$ 60 Miliar dari berinvestasi di saham.

 

###

 

Info:

  • Monthly Investing Plan Juni 2019 sudah terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Cheat Sheet LK Q1 2019¬†sudah terbit, Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • E-Book Quarter Outlook LK Q1 2019¬†akan segera terbit. Anda dapat memperolehnya di¬†sini.
  • Jadwal¬†Workshop :
    • Stockademy Value Investing bersama TICMI (Jakarta, 22 Juni 2019)¬†dapat dilihat di¬†sini.

    • Workshop & Advance Value Investing (Jogja, 6 – 7 Juli 2019)¬†dapat dilihat di¬†sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Surabaya, 20 – 21 Juli 2019) dapat dilihat di¬†sini.
    • Workshop & Advance Value Investing (Jakarta, 3 – 4 Agustus 2019) dapat dilihat di sini.

Tags : Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ? | Saham itu Judi ?

You may also like

1 Comment

  • fae
    September 2, 2018 at 7:05 AM

    “Mengatakan bahwa SAHAM itu JUDI, sama saja dengan mengatakan bahwa PISAU itu ALAT MEMBUNUH. Memang betul Pisau adalah alat membunuh, jika penggunaannya adalah untuk membunuh, namun apakah kalau Pisau itu dipegang oleh seorang chef untuk menghasilkan makanan lezat, dapat dikatakan juga pisau adalah alat untuk membunuh? Tentu saja tidak, kan? Jadi tergantung pada TUJUAN orang yang menggunakannya. Sama hal nya dengan saham. Apabila Anda menaruh sejumlah uang yang Anda punya di saham dengan TUJUAN INGIN CEPAT KAYA (Anda membeli saham hanya pakai feeling, atau spekulasi), maka benar bahwa SAHAM itu JUDI. Namun jika Anda membeli saham dengan tujuan untuk mengembangkan nilai uang Anda agar tidak tergerus inflasi, mendapatkan passive income melalui dividen, mendapatkan capital gain untuk diinvestasikan kembali, melindungi masa tua Anda, maka tentunya SAHAM itu BUKAN JUDI. Jadi semua kembali lagi kepada TUJUAN Anda.”

    Menurutku analog anda kurang tepat, bagaimana jika orang berjudi dengan tujuan untuk mengembangkan nilai uang Anda agar tidak tergerus inflasi ? Apakah dengan begitu orang berjudi tidak disebut berjudi ?

    Masalah kapan waktu kita menerima uang saat berjudi dan kapan waktu kita menerima uang saat bermain saham, menurutku sama saja, karena bisa saja orang berjudi tapi pembayarannya nanti atau ngga langsung

    Dan beberapa perjudian menggunakan analisa lho, contohnya poker, kita menganalisa ekpresi wajah lawan untuk menentukan langkah kita. Atau dulu jamannya SDSB banyak orang yg menganalisa hasil sebelumnya untuk menentukan hasil berikutnya, apakah hal tersebut tidak dinamakan perjudian?

    Jika masalahnya ada lah yang dimainkan adalah benda (saham dsb), bukan uang, lantas bagaimana dengan kasino2 ? dimana yang dimainkan adalah chip ? Dan tidak menutup kemungkinan yang diperjudikan bisa berupa barang biar halal judinya

    Mohon pencerahannya

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami