Analisa Saham WOMF

Peluang di Sektor Pembiayaan : WOM Finance (WOMF)


Analisa Saham WOMF

Sekilas mengenai profile perusahaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance), WOM Finance berdiri di tahun 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing. Perseroan berganti nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha pada tahun 2000 dan go public di 2004. Kegiatan Usaha Perseroan adalah pembiayaan konsumen dan pembiayaan multiguna. Pemegang saham mayoritas perseroan adalah PT Bank Maybank Indonesia (MBI) sebesar 68.55%. Portfolio merek yang dibiayai oleh WOM Finance meliputi : Honda. Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Per akhir 2016, jumlah konsumen yang sudah dilayani oleh WOM Finance mencapai 1 juta konsumen aktif. WOM Finance memiliki 171 kantor layanan yang terdiri dari 101 kantor cabang dan 70 kantor perwaklian yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, WOM Finance juga didukung oleh 2,500 dealer dan 3,000 agen untuk melayani hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Komposisi Kepemilikan Saham WOMF

Saya pertama kali melirik saham WOMF ini pada awal tahun 2016 ketika harga sahamnya masih di Rp 80 an, namun sayangnya saat itu harga saham WOMF masih sideways cukup panjang dari Agustus 2015. Sebelumnya, WOMF cenderung turun dari harga 200 – an di tahun 2013 dan 2014. Dana yang saya miliki akhirnya saya belikan untuk saham lainnya terlebih dahulu. Setelah taking profit di akhir tahun 2016, baru lah pada awal tahun ini saya mulai masuk mencicil di WOMF.  Jika ada saham yang sebelumnya dihargai cukup tinggi namun kemudian turun terus, biasanya itu karena saham tersebut sedang tidak bagus saja, dan jika performance perusahaan sudah membaik, maka harga saham akan mengikuti saja.

Pergerakan harga saham WOMF 5 tahun terakhir

Sekarang mari kita cek fundamental analisis nya. Pertama, dari segi total pendapatan. Total pendapatan WOM Finance di tahun 2013 adalah Rp 1.6 Triiun, di tahun 2014 mencapai 1.5 Triliun, dan di tahun 2015 mencapai Rp 1.7 Triliun, di tahun 2016 ini mencapai Rp 1.9 Triliun. Kedua, dari segi Laba Bersih. Tahun 2013 WOMF mencetak laba bersih Rp 67.3 Miliar, tahun 2014 dan 2015 WOM Finance memang sedang tidak bagus, meskipun tidak sampai mengalami kerugian. Tahun 2014, laba bersih nya Rp 37.2 Miliar, dan tahun 2015 laba bersih nya Rp 15.7 Miliar. Di tahun 2016, perusahaan mulai bangkit kembali, dan mencapai laba bersih  Rp 60 Miliar, atau naik 285% dari tahun 2015. Dari segi ekuitas perusahaan juga bertumbuh. Ekuitas di tahun 2013 adalah sebesar Rp 495 Miliar dan di tahun 2016 diperkirakan mencapai di atas Rp 800 Miliar.

 

Ke depannya, WOM Finance menjanjikan masa depan yang cerah. Beberapa inisiatif perbaikan di tahun 2016 telah dilaksanakan. Mulai dari peningkatan kualitas jaringan dealer (dealer Green dan Blue sudah mencapai 85%), peningkatan kontribusi pembiayaan multiguna, yang meningkat 234% dibanding tahun 2015. Sehingga kontribusinya mencapai 20% dari total pembiayaan perusahaan. Kemudian perusahaan juga melakukan perbaikan produktivitas dan efisiensi biaya dengan mengimplementasikan Strategic Cost Management Program sehingga biaya operasional mengalami penurunan 3% serta menganalisa struktur pendanaan untuk menurunkan biaya dana dengan diversifikasi sumber pendanaan melalui penerbitan obligasi. Perusahaan juga terus berupaya untuk meningkatkan margin dengan diversifikasi sumber pendanaan yang baik, melalui Panin Bank Rp 600 Miliar, KEB Hana Bank Rp 300 Miliar, BCA Rp 500 Miliar, dan Panin Bank Rp 1 Triliun. Serta menerbitkan obligasi berkelanjutan WOM Finance II Tahap 1 sebesar Rp 665 Miliar.

Lalu bagaimana dengan harga saham nya? Meskipun sekarang ini WOMF sudah di level 190 (tidak lagi semurah di level harga 80 an seperti di awal 2016). Namun PER nya masih di 5.0 dan PBV di 1.0. Kesimpulannya, WOMF ini valuasinya masih sangat murah, kinerja nya mulai pulih, dan prospek ke depannya juga cerah, terutama karena WOM Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di tanah air dengan reputasi yang bagus. Apalagi di tahun 2017 ini. Perusahaan juga masih memiliki prospek yang cerah seiring dengan penurunan tingkat suku bunga BI ke level 4.75%.

 

Jika anda sudah masuk WOM Finance ini di akhir tahun 2016, saya merekomendasikan untuk hold saham tersebut setidaknya sampai 3 – 6 bulan ke depan. Sementara jika anda baru mau masuk. Maka anda bisa membeli secara menyicil, kita harus bisa melihat bahwa kinerja WOMF seharusnya akan bagus terus sampai tahun 2017. Tapi secara overall, seperti sudah saya jelaskan di atas, WOM Finance ini merupakan saham dengan fundamental bagus dan masih dihargai murah di pasar.

 

Disclosure : WOMF telah menjadi bagian dari portfolio Penulis pada average 190. Perubahan posisi dana average dapat terjadi sewaktu-waktu. Pembahasan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Do Your Own Research..

 

Tags :

Analisa Saham WOMF Analisa Saham WOMF, Analisa Saham WOMF. Analisa Saham WOMF Analisa Saham WOMF, Analisa Saham WOMF

You may also like

LEAVE A COMMENT

About me

Rivan Kurniawan

Rivan Kurniawan

Rivan adalah seorang Indonesia Value Investor yang memulai investasi sejak tahun 2008 ketika berusia 20 tahun. Sempat mengalami kejatuhan di pasar saham, Rivan berhasil bangkit dengan menerapkan metode Value Investing. Berbekal pengalamannya, Rivan saat ini menjalani profesi sebagai Full Time Investor sekaligus praktisi di pasar modal. Saat ini, Rivan aktif mengadakan workshop dan pelatihan kepada para profesional dan investor yang ingin memaksimalkan profit serta meminimalisir resiko di pasar saham.

Like Us On Facebook

Facebook Pagelike Widget

Follow Me

Follow me in my social media account

Archives

Categories

Newsletter

Masukkan email Anda untuk berlangganan newsletter kami